Tuesday, October 16, 2018

BUTON TENGAH, ButonRayaNews.Co.Id - Komandan Korem (Dandrem) 143/ Halu Oleo, Kolonel Infanteri TNI Dedi Nurhadiman, S.IP, menyebutkan sebanyak 150 Personilnya dikerahkan untuk menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Buteng berlangsung 15 Oktober - 13 November 2018.

Dedi mengurai, terdapat dua program utama yang dikerjakan oleh TMMD selama berada di Buteng yaitu program pekerjaan fisik dan Non fisik (penyuluhan).

"Selama berada di Buteng, terdapat dua program utama yang akan dikerjakan oleh TMMD yaitu pekerjaan fisik dan non fisik," Jelas Dedi.

Lebih rinci Ia menguraikan, program fisik yang akan dikerjakan berupa pembukaan jalan baru sepanjang 2600 meter dan lebar 10 meter di Kelurahan Labungkari dan Kelurahan Walando Kecamatan Gu.

Selain pembukaan jalan baru, pekerjaan fisik lainya berupa pembutan dua unit dueker di Desa teluk lasongko, dan melakukan rehab masjid di Desa Mone Kecamatan Lakudo.

Sementara untuk program kegiatan non formal, Kata Dia, pihaknya akan melaksanakan beberapa penyuluhan berupa, melakukan penyuluhan kepada masyarakat terhadap radikalisme.

Selanjutnya, penyuluhan akan bahaya penyakit HIV/Aids, penyuluhan akan bahaya narkoba, penyuluhan pertanian, penyuluhan terhadap pengetahuan wawasan kebangsaan, serta penyuluhan Kekerasan dalam rumah tangga.

Lanjut Dia, TMMD ke 103 dengan Tema " TNI Manunggal Rakyat Dalam Mewujudkan Desa Yang Maju, Sejahtera, dan Demokratis" ini melibatkan 150 porsonil dengan rincian :

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) dan Staff Dansatgas (15 orang), Tim asistensi (Penyuluh) (25).

Sementara Satuan Setingkat Kompi (110 orang) berasal dari, Kodim 1413/ Buton (53),Yonif 725 Woroagi (25), Denzibang 5/VII Kendari, Denbekang VII-44-05 Kendari, Denkesyah 07-04-05 Kendari, Denpal 14-12-03/Kendari masing-masing (2).

Selanjutnya, Denhub 143 Kendari, Penrem/HO masing-masing (2), kemudian Lanal lanud kendari masing -masing (5) dan Polres Buton (10).

Peliput : Ibrahim Haris
Editor : Hasan Barakati


BUTON TENGAH, ButonRayaNews.Co.Id - Komandan Korem (Dandrem) 143/ Halu Oleo, Kolonel Infanteri TNI Dedi Nurhadiman, S.IP, mengingatkan kepada unsur bawahanya agar tidak pernah menyakiti hati masyarakat selama memgemban tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kabupaten Buton Tengah (Buteng).

"Mungkin ada yang bergaul dengan masyarakat melebih 'batas - batas kewajaran' jadi saya ingatkan jangan sampai sakiti hati masyarakat," Kata Danrem 143/HO, saat ditemui usai acara upacara pembukaan TMMD di Lapangan Jenderal Wayong Lombe, Senin (15/10/2018).

Dedi juga menambahkan, kehadiran TNI ditengah-tengah masyarakat harus menjadi suri tauladan yang baik.

"Kita kerja disini harus jadi contoh dan suritauladan, jangan sampai justru kita yang malas-malas," terangnya.

"Karena TNI itu selalu bersama rakyat, dari rakyat untuk rakyat dan pada akhirnya kembali kepada rakyat," sambungnya

Untuk diketahui TMMD yang dilaksanakan di Buteng terdiri dari dua program utama yaitu pembangunan fisik dan non fisik yang dipusatkan di kecamatan, yaitu Gu dan Kecamatan Lakudo.

Peliput : Hasan Barakati


Bupati Buteng Resmi Buka TMMD Ke 103

Monday, 15 October 2018 00:00

BUTON TENGAH, ButonRayaNews.co.id - Bupati Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Samahuddin, resmi membuka acara TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 103, Senin 15 Oktober 2018 di Lapangan Jenderal Wayong Lombe.

Sebagai tuan rumah yang ditunjuk langsung oleh Korem 143 Haluoleo, Samahuddin merasa berterimakasih karena Buteng dijadikan pusat kegiatan tersebut.

"Bahwasanya upacara TMMD ke 103 ini, serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Sementara di wilayah Sultra (Korem 147/HO) memusatkan kegiatanya di Kodim 1417/Buton dan diselenggarakan di wilayah Buteng," Kata Samahuddin dalam sambutanya.

"Sebagai tempat sasaran TMMD ke 103, saya secara pribadi, masyarakat dan pemerintah Buteng, mengucapkan banyak terimakasih kepada TNI, khususnya Komandan Korem 143/HO" Sambungnya.

Untuk diketahui TMMD Ke 103 ini, mengangkat tema "TNI Manunggal Rakyat Dalam Mewujudkan Desa Yang Maju, Sejahtera dan Demokratis".

Sementara untuk operasi TMMD di Buteng, dilaksanakan selama 30 hari, dimulai 15 Oktober sampai 13 November 2018, berlokasi di kecamatan Gu dan Kecamatan Lakudo.

Peliput : Ibrahim Haris
Editor : Hasan Barakati


ButonRayaNews.co.id, BAUBAU - Perkemahan Budaya yang digelar kerjasama Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sulawesi Sselatan kerjasama dengan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Baubau se Kepulauan Buton yang berlangsung di Bumi Perkemahan Samparona Kota Baubau, sabtu malam ini (13/10) resmi ditutup oleh Wali Kota Dr. H. AS. Tamrin, disaksikan kepala BPNB Sulsel, Drs. Faial, M.Si, Wakil Wali Kota La Ode Ahmad Monianse dan segenap pejabat lingkup Pemkot Baubau.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom., M.Si menyatakan jika perkemahan yang berlangsung sejak 10 Oktober lalu menghadirka beberapa Kwartir Cabang se wilayah Kepulauan Buton, diantaranya dari Kota Baubau, Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Buton Utara dan Buton Selatan.

Di acara penutupan ini Wali Kota AS Tamrin mengapresi pihak BPNB Sulawrsi Selatan yang cakupan wilayah kerjanya meliputi tiga provnsi yang disebut ‘Sultan Batara’ – akronim dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara. Paling tidak kata wali kota, kehadiran BPNB mampu memotivasi agar aspek-aspek budaya merasuk dalam diri kalangan pemuda khususnya anggota Pramuka, sehingga selalu mencintai sejarah dan budayanya.

“Budaya adalah tanggung jawab kita semua, karenanya perkemahan yang bertajuk Kemah Budaya Po-5 ini sangat sarat dengan nilai-nilai kebutonan yan juga menjadi falasafah hidup tidak hanya bagi masyarakat Buton secara universal, tetapi juga semua anak negeri. Apalagi Pramuka punya karakter yang sangat bersesuaian. Ini harus diapresiasi dan ke depan menjadi kegiatan agenda tahunan,” tandas Wali Kota dalam sambutannya.

Ia juga mengucap terima kasih dan apresiasi mendalam kepada segenap peserta yang datang dari berbagai daerah, dan sekiranya kata wali kota ada hal yang kurang berkenan, cukup sampai di bumi perkemahan ini.

Sementara itu Kepala BPNB, Drs. Faisal, M.Si juga mengapresiasi dukungan Pemkot Baubau serta jajarannya dengan terlaksananya agenda ini. Pihaknya juga berjanji akan meningkatkan kualitas kegiatannya di Kota Baubau, tidak saja di kegiatan kemah budaya tetapi dalam dimensi kebudayaan lainnya.

Ia dan jajarannya mengapresiasi Kota Baubau dengan tersedianya bumi perkemahan yang dinnilainya berkelas nasional sehingga mampu menjadi arena-arena kegiatan yang berstandar nasional pula.(ist)

Peliput/Editor : Mulyadi


ButonRayaNews.co.id, BAUBAU - Setelah Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Ali Mazi, SH secara resmi membuka kejuaraan nasional (Kejurnas) lomba Dayung antar PPLP/SKO yang dipusatkan di perairan Lakologou Kota Baubau. Atlet dayung yang datang dri 19 PPLL/SKO se Indonesia, minus Sulawesi Tengah.

Dirilis Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom., M.Si menyebutkan ditunjuknya Kota Baubau kata gubernur sudah melalui pertimbangan teknis pihak Kemenpora, selain karena faslitas prairannya yang sangat cocok untuk jenis olah raga perairan, juga kenidahan dan pesona alamnya yang sangat layak menjadi tujuan pariwisata terbaik di Indonesia.

Gubernur berjanji akan membantu peningkatan fasilitas olahraga di Sultra termasuk meningkatkan prestasi olah raga, agar Sultra dapat berbicara di even-even nasional. Kepada para atlet, ia juga mensupport untuk bisa berpretasi sekaligus melatih diri agar ke depan bisa mewakili Indonesia di ajang-ajang internasional.Apresiasi atas kegiatan kejurnas ini, datang pula dari Ketua PODSI Sultra yang juga Ketua DPRD Sultra, Abdurrahaman Saleh yang begitu bersemangat dalam orasinya. Ia mengatakan Baubau tak sekadar tuan rumah Kejurnas Dayung, tetapi juga pihaknya mendorong agar menjadi tuan rumah Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) 2019 mendatang setelah di Kolaka nanti.

Selain itu, Abdurrahman Saleh juga mempromosikan Kota Baubau seperti kepingan surga yang ada di Sultra, sehingga selain olah raga, dunia kepariwisataan akan digenjot bersama, sama. Hal ini juga mengundang respon positif dari Keemnpora RI yang diwakili Asisten Deputi Bidang Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan pada Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Marheni Dyah Kusumawati, yang melihat Kejurnas ini diapresiasi oleh Mepora Imam Nahrowi, termasuk rencana pembangunan Sarana Olah Raga (SOR) yang menjadi komitmen bersama provinsi dan daerah.

Sementara itu, Wali Kota Dr. H. AS. Tarin, MH begitu merasa berbahagia dengan kepercayaan Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI untuk menggelar kejuaraan nasional (Kejurnas) lomba Dayung antar PPLP/SKO yang dipusatkan di perairan Lakologou Kota Baubau. Hal itu terungkap dari penuturan Wali Kota Dr. H. AS Tamrin, MH yang memberikan sambutan berkait dengan tanggung-jawabnya.

“Tidak sekadar lomba dayung tingkat nasional, even-event nasional lainnya pun Kota Baubau siap, kami juga ingin membangun sejumlah fasilitas olah raga yang representatif, seperti pembangunan Gedung Sarana Olah Raga (SOR) yang dipusatkan di Lowu-lowu, proposalnya ke Pak Menteri Imam Nahrowi juga sudah masuk,” ujar AS Tamrin,, ungkapnya.(ist

Peliput / Editor : Mulyadi


Ini Pesan Ali Mazi Ke Pemkot Baubau

Sunday, 14 October 2018 00:00

ButonRayaNews,co.id, BAUBAU - Kunjungan kerja pertama Gubernur Sulawesi Tenggara di Kota Baubau, setelah dilantik beberapa waktu lalu memberikan motifasi dan masukan untuk masyarakat dan pemerintah Kota Baubau. Khususnya situs sejarag yang merupakan ikon eks kesultanan Buton yaitu benteng dan mesjid agung kraton buton.

Kunjungan kerja Gubernur Sulawesi Tenggara H. Ali Mazi, SH dalam perjalanannya ke Kota Baubau sebagai rangkaian program kerja 100 hari pertamanya, mendapat sambutan meriah oleh sejumlah elite dan warga akhir pekan lalu .

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom., M.Si menyebutkan bila sejumlah agenda telah dipersiapkan Pemkot Baubau dengan kehadiran orang nomor satu di Sulawesi Tenggara ini, dengan puncak kunjungan untuk membuka langsung Kejuaraan Nasional Dayung antar PPLP/SKO diperairan Lakologou Baubau, Sabtu hari ini – 13 Oktober 2018

Kemarin, agenda pertama yang dijalankan Gubernur adalah mengikuti prosesi salat Jumat langsung di masjid Agung Keraton Buton, masjid yang amat bersejarah dalam peradaban Buton masa lalu hingga kini. Di tempat ini, gubernur menyempatkan diri memantau kondisi masjid bersejarah ini, termasuk kondisi revitalisasi terakhir dari bantuan yang pernah digelontorkannya 12 tahun silam, ketika menjabat Gubernur di periode 2003-2008. Usai salat Jumat, Gubernur dan Wali Kota AS. Tamrin beserta jajarannya mengikuti prosesi Pekakande-kandea di Baruga Keraton Buton. Di tempat ini, Wli Kota AS Tamrin memberikan pengantar dengan meyebutkan jika Pekakande-kandea dilaksanakan untuk memuliakan kehadiran Gubernur dan ungkapan rasa syukur atas kepemimpinan putra asli Buton ini di Sulawesi Tenggara, juga untuk melestarikan adat budaya kebesaran Buton.

Sementara Gubernur Ali Mazi dalam sambutan singkatnya memberi apresiasi sekaligus meminta doa kepada warga Kota Baubau agar kepemimpinannya memberi kemaslahatan bagi segenap warga Sulawesi Tenggara. “Mari bekerja keras untuk pembangunan di daerah ini dan doakan kami untuk bisa memberi maslahat bagi Sulawesi Tenggara secara umum. Insha Allah saya akan memberi yang terbaik untuk kita semua,” paparnya.(ist)


ButonRayaNes.co.id BAUBAU - Tahun 2018 momen bersejarah tersendiri buat Tamrin - Monianse sebagai Walikota Baubau dan Wakil Walikota Baubau setelah beberapa waktu lalu dilantik oleh Gubernur Sulawesi Tenggara. sebagai rangkaian dari HUT Kota Baubau ke 17 tahun sebagai daerah otonom dan usianya yang ke-477 tahun dalam peradaban sejarah.

Dirilis Kadis Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom., M.Si pembukaan baubau Ekspo 2018 yang berlangsung hingga malam 17 Oktober mendatang juga menghadirkan beberapa tetamu dari berbagai daerah, salah satunya Wali Kota Tual – Adam Rahayaan dan berbagai pejabat dari wilayah tetangga, termasuk segenap pejabat sipil dan militer di kota ini. Wali Kota AS. Tamrin mengajak jika HUT Baubau ini menjadi momentum perekat daerah pascapilkada di kota ini, sembari mengingatkan jika Baubau adalah milik bersama untuk mewujudkan kota ini menjadi kota yang maju, sejahtera dan berbudaya.

“Baubau Ekspo ini selain kegiatan ajang informasi pembangunan, pergerakan ekonomi dan juga menjadi ajang perekat sesama anak daerah untuk bersama-sama memajukan Kota Baubau. Sekali lagi mari tetap dalam ikatan silaturrahmi yang kuat, serta bersama-sama bekerja untuk kemajuan daerah ini,” tandas Wali Kota.

Untuk sambutan kali ini, Wali Kota tak berpanjang-lebat, sebelum memukul gong tanda pembukaan, ia mengapresiasi segenap pihak pelaksana, event organizer dan segenap partisipan Baubau Ekspo 2018 yang menurutnya mencerminkan kemajuan yang signifikan.

Sementara Ketua Panitia, La Ode Aswad, S.Sos, M.Si kegiatan Baubau Expo 2018 hanyalah satu dari banyak rangkaian memeriahkan HUT Kota Baubau, sejumlah agenda juga dipersiapkan diantaranya acara Pkakande-kande, Festival Batu Poaro, Ritual Tuturangiana Andala, serta tanggal 13 Oktober terdapat kejuaraan nasional Dayang antar PPLP/SKO, serta berbagai even di arena Baubau Ekspo.

Memeriahkan acara ini, seumlah artis lokal menjadi pembuka penghibur dan ditutup dengan sejumlah tembang lagu oleh artis dangdut, Jenita Janet yang cukup memukau penonton dengan sejumlah tembang-tembang hitznya. Jenita janet sendiri dalam beberapa penuturannya sangat ingin berkeliling menikmati alam Kota Baubau dan kesejarahannya, seperti Pantai Nirwana dan tempat lainnya.(ist)

Peliput / Editor : Mulyadi


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Muna Barat (Mubar) gandeng Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB. PGRI) dan Lembaga Donor Education Internasional (LDEI) berikan pelatihan kepada PGRI Mubar.

Ketua PGRI Mubar Al Rahman mengatakan, pelatihan itu dilakukan, agar tercipta pengurus PGRI Mubar memiliki kemampuan dan kapasitas dalam pengelolaan organisasi serta kepemimpinan. Mengingat, PGRI merupakan organisasi profesi yang harus dikelola oleh pengurus memiliki kemampuan, kapasitas dan ekstabilitas baik.

"Organisasi ini adalah organisasi modern. Sehingga marwah PGRI sebagai organisasi profesi harus terjaga nilai-nilainya," ungkapnya disalah satu hotel di Kendari, Jumat (12/18/2018).

Al Rahman menyebut kegiatan kali ini instrukturnya difasilitasi oleh PB PGRI. Jumlah peserta sebanyak 30 orang. Para peserta nantinya akan diberi pelatihan tentang advokasi guru.

"Insyaallah, ilmu yang mereka dapatkan dalam pelatihan itu membuat PGRI Mubar di segani dan dirindukan oleh kawan-kawan guru dan masyarakat," jelasnya.

Peliput : LM Sacril
Editor : Asis


WAKATOBI,ButonRayaNews.co.id - Kunjungan kerja (kunker) di Wakatobi, Gubernur Sultra Ali Mazi kunjungani pengembangan pembangunan daerah Wakatobi lima tahun kedepan, diantaranya titik perencanaan lokasi jembatan Numana-Kapota, pembangunan Marina, jalan by pass dan jalan lingkar timur yang saat ini dalam proses pekerjaan.

Ali Mazi bertandang di Wakatobi tak sendiri. Ia membawa rombongan atau tim. Kehadiran orang nomor satu di Sultra itu disambut dengan meriah oleh Bupati Arhawi, Wakil Bupati Ilmiati Daud, Ketua DPRD Muh Ali dan unsur Forkopimda, Unsur OPD dan ratusan murid sekolah dasar, SMP hingga SMA.

"Ketiga project pembangunan yang super itu, diharapkan perhatian dari pemerintah provinsi dan pusat. Kendati guna mengangkat harkat daerah pariwisata dan juga sebagai sepuluh top destinasi nasional, Wakatobi butuh untuk dibenah, tentu dari berbagai aspek infrastruktur dasar," ungkapnya, Kamis (11/10/2018).

Dikatakannya, dengan visi misi menjadikan Wakatobi sebagai kabupaten maritim, sejahtera dan berdaya saing. Tentu yang menjadi tugas pemerintah kedepan adalah untuk memberi kemajuan dari aspek pembangunan infrastruktur.

"Untuk dapat memwujudkan rencana jembatan Numana-Kapota, pemerintah daerah butuh songkongan dana yang besar. Serupa pula dengan pengembangan pembangunan marina, by pass dan jalan lingkar timur," jelasnya.

Peliput: Rusu
Editor: Asis


WAKATOBI,ButonRayaNews.co.id - Senam Posa,asa di Kabupaten Wakatobi raih Rekor Muri melalui penilaian Lembaga Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebagai senam terbanyak.

Perolehan Rekor Muri itu melibatkan 7000 peserta terdiri dari siswa-siswi SD, SMP hingga SMA. Kemudian aparatur desa se-pulau Wangi-Wangi. Dan unsur pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Sultra Ali Mazi memberi dorongan kepada pemerintah daerah Wakatobi agar seni dan budaya lokal terus ditingkatkan dan dilestarikan.

"Jika selama ini kita kenal senam poco-poco dari Sulawesi Utara, maka dengan senam Posa'asa asli Wakatobi kita harapkan senam ini bukan hanya memecahkan Rekor Muri, tetapi lebih dari itu," katanya, Jumat (12/10/2018).

Ditempat yang sama, Bupati Wakatobi Arhawi mengatakan penghargaan itu bagian dari semangat dan rasa kebersamaan pemerintah dengan masyarakatnya guna memberi hasil yang terbaik bagi daerah kedepan.

"Rasa kebersamaan itu dibentuk dalam sebuah kekompakan, sebagaimana makna dari senam Posa,asa. Alhamdullah manari Posa,asa saat ini tercatat sebagai prestasi kita bersama sebagai senam dengan jumlah terbanyak oleh lembaga Muri," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Muri Osmar Semesta Susilo menjelaskan pihaknya mencatat manari Posa,asa asli Wakatobi itu melampui target dari 5 ribu menjadi 7 ribu orang.

"Senam Posa,asa asli Wakatobi ini telah memecahkan Rekor Muri sebagai senam terbanyak, dari target yang kami tentukan," jelasnya.

Peliput: Rusu
Editor: Asis


Page 1 of 4

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0813 5444 5525

Visitors Counter

801327
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
775
3803
7773
772727
48639
132968
801327