Thursday, January 27, 2022

BAUBAU, BUTONRAYANEWS.CO.ID - Surat edaran Gubernur Sultra ditujukan kepada Bupati/Wali Kota se Sultra nomor 521-21/1887 tentang penggunaan beras Bulog langsung disikapi oleh Pemkot Baubau. Saat meninjau pasar murah yang digelar oleh Perindag Kota Baubau Rabu (5/5/2021), Sekda Kota Baubau Dr Roni Muhtar, M.Pd membenarkan telah menerima surat edaran dari Gubernur Sultra tersebut. Namun demikian, Roni Muhtar, mengungkapkan akan mencoba untuk mengatur berasnya dan harus beras lokal. Pasalnya, Baubau punya beras lokal dari Ngkaring-Nkaring sehingga secara otomatis beras yang dibeli oleh Bulog Baubau adalah dari petani yang ada di Ngkaring-Ngkaring atau sekitarnya.

Menurut Jenderal ASN Kota Baubau ini, penggunaan beras lokal dimaksudkan agar apa yang dihasilkan susah payah oleh petani bisa terjual dengan harga yang sesuai pasar. “Nanti kemudian beras yang dibeli Bulog itu dari petani yang ada di Ngkaring-Ngkaring akan dijual dengan harga pasar juga kepada para ASN Kota Baubau. Dan mekanismenya akan dibicarakan kemudian. Jadi saya akan lapor dulu ke Wali Kota Baubau soal ini supaya apa yang disampaikan tadi itu lalu kemudian kita mintakan saran-saran, pandangan-pandangan, perintah dari Wali Kota Baubau tentang bagaimana seharusnya kita tindak lanjuti surat Gubernur Sultra,”ujarnya.

Penggunaan beras lokal untuk ASN tambah ketua TPID Kota Baubau ini,;harapannya ini berefek banyak kepada para petani sehingga bisa menjual hasil produk pertanian dalam hal ini petani Ngkaring-Nkaring dengan harga seperti harga pasar dan pasti harganya karena yang atur Bulog. Disamping itu, ASN bisa mendapatkan beras yang produk lokal Ngkaring-Ngkaring dan ini akan didistrbusi oleh Bulog melalui kendaraan Bulog ke OPD masing-masing setiap akhir bulan. Namun semua ini, tergantung dari keputusan Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin, MH. Karena itu, pihaknya bersama Ka Bolog Baubau, Kadis Perindag akan menghadap ke Wali Kota Baubau untuk menindaklanjuti surat Gubernur Sultra. Disamping itu pula, dalam waktu dekat akan membahas dengan kepala-kepala OPD sebab diupayakan bulan Juni 2021 ini program penggunaan beras lokal Ngkaring-Ngkaring ini sudah jalan.

Sementara itu, Kabulog Baubau Ardiansyah, ST menjelaskan secara teknis kesiapan Bolog Baubau, dimana nantinya Bulog Baubau akan menyerap beras petani yang kemudian dikemas dalam bentuk 10 Kg atau 25 Kg setelah itu Bulog yang distribusi ke setiap OPD masing-masing. Umpamanya, Kelurahan maka dropnya di kelurahan.

Dikatakan Ardiansyah, dengan adanya penggunaan beras Bulog oleh ASN maka ASN tidak perlu lagi ke pasar sebab Bulog yang distribusikan ke kantor masing-masing. Sedangkan terkait nanti harga beras, Kepala Bulog Baubau mengaku akan disesuaikan dengan mekanisme pasar. Bila sebelumnya berlaku harga pemberian pemerintah namun ini komresial dan belinya nanti ke petani sehingga harganya sesuai dengan mekanisme pasar. “Jadi nanti petani atau penggilingan bawa berasnya ke Bulog setelah itu masuk di penggilingan Bulog setelah langsung bayar ke petani. Petani tidak perlu menunggu berapa hari uangnya karena Bulog langsung bayarkan pada saat sudah masuk ke Bulog. Setelah itu kita kemas lagi dengan ada yang mungkin lagi ada kemasan sendiri kita pakai brend sendiri untuk produk lokal Kota Baubau. Terkait pembayaran beras untuk ASN, nanti diantar pada akhir bulan dan bendahara yang potong. Namun demikian akan diatur lebih lanjut karena akan ada perjanjian Bulog dan Pemkot Baubau,”tutupnya.(ist)

Editor : Mulyadi

Rate this item
(0 votes)
Read 591 times
Login to post comments

iklan tahun baru

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0822 9168 7184 

Visitors Counter

5798426
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
959
4827
23815
5737762
132027
145409
5798426