Tuesday, October 26, 2021

Monianse : Kepala Sekolah Harus Menjadi Manejer Terbaik

Written by  October 11 2021

 

 

BUTONRAYANEWS.CO.ID, BAUBAU , Dalam upaya membentuk sebuah sekolah agar bisa menjadi sekolah penggerak, para Kepala Sekolah harus mampu menjadi manajer terbaik di sekolah yang dipimpinnya. Selain itu, para Kepala Sekolah juga dituntut untuk terus melakukan supervisi dan memberikan penguatan kepada guru dalam mengajar.

 

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota (Wawali) Baubau La Ode Ahmad Monianse melalui sambutannya, saat menghadiri acara Pisah Sambut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau di halaman Sekolah Dasar Negeri 1 Lowu-lowu Kecamatan Lea-lea, Ahad (10/10/2021).

 

“Saya kira sekolah penggerak ini kalau saya imajinasikan adalah, adanya keinginan kita agar sekolah-sekolah ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lainnya. Jadi kalau misalnya para Kepala Sekolah tiba-tiba dirolling oleh bapak Wali Kota maka jangan ada perasaan kecewa,” ujar La Ode Ahmad Monianse.

 

Wawali menjelaskan, tujuan dari rollih tersebut adalah, agar para Kepala Sekolah yang berprestasi dapat membuat prestasi terbaik di sekolah lain. Bahkan lebih dari itu, meski tanpa adanya rolling, para Kepala Sekolah dan guru tetap mempunyai tanggung jawab untuk memperbaiki sistem pendidikan di semua sekolah. 

 

“Itulah salah satu keinginan dari sekolah penggerak, Sedangkan tidak dirolling pun, bapak ibu Kepala Sekolah dan para guru punya tanggung jawab untuk memperbaiki sistem pendidikan disekolah lain. Karena Pemerintah Pusat telah menargetkan 2500 sekolah penggerak di Tahun 2021 ini,” ucapnya.

 

La Ode Ahmad Monianse juga menuturkan, salah satu yang menjadi perhatian adalah, agar para Kepala Sekolah dapat menjadi manajer terbaik dan tidak hanya duduk diam dalam ruangan. Namun Kepala sekolah  benar-benar mampu melakukan supervisi dan memberikan penguatan-penguatan kepada guru dalam mengajar. 

 

“Bahkan kalau dibutuhkan oleh sekolah lain untuk membantu mendevelop beberapa program, maka para Kepala Sekolah dan guru harus siap. Sehingga lintas sekolah itu tidak lagi eksklusif, tetapi dapat menjadi kekuatan sebuah sistem yang tidak dapat terpisahkan. Itulah yang disebut sebagai sekolah penggerak,” tuturnya. 

 

Ditambahkan, jika sekolah penggerak tersebut diilhami dari sebuah pemahaman, di mana pendidikan merupakan sebuah mesin penggerak untuk kemajuan sebuah peradaban serta kemajuan bangsa dan negara, maka pendidikan harus terus dibenahi. Dengan demikian, kualitas pendidikan dapat mengikuti perkembangan zaman.  

 

“Untuk itu, kalau tiba-tiba ada perombakan maka jangan kita lihat dari sisi negatifnya, namun mari kita lihat dari sisi positifnya demi kemajuan dunia pendidikan kita. Apalagi pada masa pandemi Covid-19 yang telah menimpa kita kurang lebih dua tahun ini. Bukan hanya dari aspek kesehatan yang terguncang, namun dunia pendidikan kita juga ikut terguncang,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut La Ode Ahmad Monianse menuturkan, hikmah yang dapat dipetik dari pandemi Covid-19 adalah lahirnya pemahaman, di mana pendidikan tidak bisa hanya diserahkan sepenuhnya kepada guru. Namun pendidikan yang terbaik adalah adanya kolaborasi antara orang tua, guru, serta lingkungan. Dan pada masa pandemi, orang tua telah aktif membantu anaknya dalam mengikuti pelajaran secara online. 

 

Namun demikian, La Ode Ahmad Monianse menyadari, kehadiran seorang guru dalam dunia pendidikan sangat penting dan tidak bisa digantikan oleh mesin. Pasalnya, selain mengajar, guru juga memiliki fungsi mendidik untuk memberikan perubahan mentalitas dalam membentuk karakter seorang siswa. Untuk itu, belajar secara langsung di sekolah sangat diperlukan, agar guru dan siswa dapat berinteraksi.

 

“Alhamdulillah saat ini sekolah-sekolah mulai dibuka, para guru sudah mulai mengajar di kelas-kelas secara tatap muka. Di mana, pendidikan itu bukan hanya memberikan pengetahuan kepada siswa didik, namun pembentukan karakter adalah merupakan hal yang terpenting dalam pendidikan. Untuk itu dibutuhkan kehadiran guru, karena selain mengajar, guru juga mempunyai fungsi mendidik,” pungkasnya. 

 

Acara Pisah Sambut tersebut merupakan hasil dari peralihan jabatan, antara Abdul Karim, S.Pd., M.Si. sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang lama dan telah beralih menjadi Kepala Dinas Perhubungan, dengan La Ode Aswad, S.Sos., M.Si. yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Bappeda dan kini telah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang baru.

 

Acara Pisah sambut tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Baubau Dr. Roni Muhtar, M.Pd., Camat Lea-lea, para Lurah Se Kecamatan Laea-lea, dan beberapa anggota DPRD Kota Baubau. Selain itu, para Kepala Sekolah dari jenjang TK, SD, dan SMP Se Kota Baubau, sejumlah tokoh masyarakat serta beberapa guru SDN 1 Lowu-lowu yang telah purnabakti juga turut hadir.(ist)

 

Editor : Mulyadi

Rate this item
(0 votes)
Read 120 times
Login to post comments

iklan tahun baru

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0822 9168 7184 

Visitors Counter

5381666
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1158
3468
8163
5338253
73304
113529
5381666