Friday, October 23, 2020

iklan arifudin

Sekda

REDAKSI

REDAKSI

KENDARI,ButonRayaNews.co.id – Relawan juang Kendari untuk Sul (Rangkul) Kota Kendari mendukung sepenuhnya surat edaran walikota Kendari dalam pembatasan aktivitas masyarakat di malam hari.

 

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Pemerintah Kota Kendari Nomor 443.1/2992/2020 tentang Pembatasan Aktivitas Masyarakat Dalam Rangka Pencegahan Resiko Penyebaran Covid-19 di Kota Kendari.

 

Koordinator Rangkul Kendari, Edy Salam Hadiyanto mengatakan adanya Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Kendari Nomor 443.1/2992/2020 tersebut merupakan langkah tepat dalam mengurangi bahkan memutus mata rantai penyebaran Virus Corona di ibukota Sulawesi Tenggara ini.

 

“Saya menangkap mungkin apa maksud dari pak walikota (Sulkarnain) dengan mengeluarkan surat edaran tersebut. Karena, sejak merebaknya Covid-19 di Indonesia, Kota Kendari masuk salah satu kota yang berhasil dalam penanganan Covid-19 di Indonedia,” ujar Edy pada media ini, Kamis (03/09/2020).

 

Demi menunjang surat edaran dan efektivitasnya penanganan Covid-19 di Kota Lulo ini kata Edi, aturan pembatasan aktivitas masyarakat di malam hari dapat diberlakukan minimal selama tiga bulan atau selama enam bulan.

 

“Nanti kan aturannya ini bisa di tinjau kembali. Apakah ditinjau per tri wulan (tiga bulan) atau per semester (enam bulan). Dan pada dasarnya, kami (Rangkul Kendari) sangat setuju dengan adanya pembatasan aktivitas di malam hari ini ,” katanya.

 

Ketika ditanyakan mengenai dampak pendapatan para pedagang kaki lima maupun pedagang lainnya yang beraktivitas di malam hari terkait adanya aturan dimaksud, Edy menjawab sedikit banyaknya tetap berpengaruh terhadap omset harian.

 

“Tapi tidak bisa juga dikatakan bahwa akibat surat edaran walikota ini tidak menggerakkan roda ekonomi di Kota Kendari,” ungkap Edy saat di damping Muhammad Anas selaku Koordinator Divisi Teritorial Rangkul Kendari.

Koordinator Rangkul Kendari, Edy Salam Hadiyanto (baju putih) bersama Muhammad Anas, Koordinator Divisi Teritorial Rangkul Kendari. Foto: Muhammad Al Rajap

Untuk itu, pria berkacamata ini mengimbau masyarakat Kota Kendari agar selalu memperhatikan protokol kesehatan dengan rajin mencuci tangan dan menggunakan masker jika melakukan aktivitas di luar rumah serta selalu menjaga jarak.

 

Untuk diketahui, ada lima poin aturan yang tertuang dalam surat edaran walikota yang ditujukan untuk seluruh warga Kota Kendari. Pertama, masyarakat Kota Kendari diminta untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah diatas pukul 22.00 hingga pukul 04.00 Wita kecuali jika ada kepentingan yang mendesak.

 

Kemudian, mall, toko, pasar modern, rumah makan, warung kopi, warung makan, café, restoran, THM, karaoke, pedagang kaki lima, lapak jajanan, lapangan futsal yang sifatnya tempat terjadinya perkumpulan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas diatas pukul 22.00 Wita.

 

Selanjutanya pihak kepolisian, TNI dan Satpol PP dapat menindaklanjuti surat edaran tersebut dengan melakukan pemantauan atau monitoring dari tingkat kecamatan dan kelurahan agar saling bersinergi melakukan kegiatan patroli secara berkala.

 

Poin yang ke empat bagi masyarakat yang masih melakukan aktivitas di luar waktu pemberlakuan jam malam yang telah ditetapkan oleh Pemkot Kendari, maka dapat dilakukan pembinaan oleh pihak kepolisian, TNI maupun Satpol PP.

 

Poin ke lima surat edaran tersebut mulai berlaku pada saat diberlakukan peraturan walikota tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan Virus Corona serta dilakukan evaluasi secara berkala.

 

Penulis: Muhammad Al Rajap


KENDARI,ButonRayaNews.co.id - Setelah resmi menduduki jabatan sebagai Kapolda Sultra, Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya perdana melakukan pelantikan wakilnya Brigjen Pol Waris Agono di Aula Dachara dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan covid-19, Rabu (02/09/20200.

 

Berdasarkan informasi terpercaya yang diterima media ini, Brigjen Waris Agono memiliki segudang pengalaman di Satuan Brimob. Jabatan terakhir jenderal bintang satu ini adalah Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri.

 

Beberapa jabatan yang pernah diduduki oleh lulusan Akpol 1990 ini diantaranya Dansat Brimob Polda Lampung (2007), Kapolres Metro, Wadansat Brimob Polda Jatim (2010), Dansat Brimob Polda Kepri (2011).

 

Selain itu, jenderal bintang satu kelahiran Boyolali, Jawa Tengah, 28 April 1968 ini menduduki jabatan Dansat Brimob Polda Jabar (2012), Analis Kebijakan Madya bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri (2016) serta Kabagops Korbrimob Polri.

 

Wakapolda Sultra sangat dekat dengan media dan wartawan, terbukti saat menjabat sebagai Kabagops Korbrimob Polri ia pernah menggandeng wartawan dari berbagai media untuk mengikuti pelatihan guna memberikan pengetahuan kepada para wartawan agar mengetahui titik aman untuk peliputan saat situasi kerusuhan ditengah unjuk rasa.

 

Penulis: Muhammad Al Rajap


KENDARI,ButonRayaNews.co.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara memperingati hari jadi Polwan ke-72 dengan menggelar syukuran di Aula Dachara Polda Sultra dengan mengangkat tema yang diangkat dalam hari jadi polwan kali ini yakni "Polwan Siap Mewujudkan Kamtibmas Kondusif, Masyarakat Semakin Produktif".

 

Kapolda Sultra, Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya mengatakan tema tersebut mengandung makna dan arti yang begitu dalam yaitu komitmen polwan dalam meningkatkan kinerja dan profesionalisme pelaksanaan tugas polri sehingga mewujudkan stabilitas kamtibmas yang semakin kondusif guna mendukung produktifitas masyarakat.

 

"Polwan telah banyak memberikan kontribusi dan sumbangsih dalam menciptakan kamtibmas yang kondusif," ungkap Irwasda Polda Sultra Kombes Pol Yudi Hermawan, saat membacakan sambutan Kapolda Sultra, Selasa (01/09/2020).

 

Yudi Hermawan bilang polwan sebagai seorang wanita yang mampu menjadi pelopor bagi wanita lainnya dalam pengembangan diri, baik berperan sebagai ibu bagi anak-anaknya dan sebagai pilar bagi tumbuhnya generasi muda yang berkualitas serta mampu sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak wanita.

 

Hingga kini keberadaan polwan di lingkungan polri mempunyai peran dan kedudukan serta hak yang sama baik dalam hal rekrutmen, pendidikan, pembinaan karir dan kesejahteraan personel, maupun dalam pelaksanaan tugas. 

 

Hal ini terbukti dengan sudah banyaknya personel polwan yang bertugas pada fungsi brimob, polair, sabhara maupun keterlibatan dalam misi internasional pasukan PBB.

 

Pengabdian polwan yang telah mencapai 72 tahun ini hendaknya membuat polwan semakin matang serta mampu menampilkan sikap dan perilaku sesuai hakekat jati diri polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

 

Bagi personel polwan, setiap kegiatan yang dilakukan oleh polwan akan berdampak terhadap citra polri. Keberhasilan dan pencapaian yang dilakukan oleh polwan akan membawa citra positif bagi polri, demikian pula sebaliknya jika ada perilaku tidak terpuji dari anggota polwan akan berdampak buruk terhadap citra polri.

 

Secara khusus Kapolda Sultra memberikan penekanan kepada polwan yakni hindari hal-hal negatif yang dapat menurunkan citra polwan, gunakan sarana media sosial dengan bijak dengan tidak menampilkan perilaku yang tidak sesuai dengan etika kedinasan apalagi menampilkan sikap hedonisme serta diharapkan agar menunjukkan kinerja dan performa terbaik dalam pelaksanaan tugas personel polwan dimanapun berada.

Penulis: Muhammad Al Rajap


 
 
        KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Prestasi mentereng kembali ditunjukkan oleh putra daerah Sulawesi Tenggara, Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya yang hari ini Senin, 31 Agustus 2020, didapuk oleh Kapolri Idham Aziz untuk menjabat sebagai Kapolda Sultra menggantikan Irjen Merdisyam yang bergeser untuk menjabat Kapolda Sulawesi Selatan.
 
 
Kenaikan pangkat dan pelantikan sebagai Kapolda Sultra berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: STR.518/VIII/KEP/2020 tertanggal 28 Agustus 2020, Yan Sultra Indrajaya naik pangkat satu tingkat lebih tinggi dari Brigadir Jenderal Polisi (Bintang Satu) menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Bintang Dua).
 
 
"Korp raport kenaikan pangkat menjadi Irjen dan pelantikan sebagai Kapolda Sultra berlangsung di Mabes Polri," ungkap Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Ferry Walintukan.
 
 
Irjen. Pol Yan Sultra Indrajaya, lahir di Kendari, Sulawesi Tenggara, 27 April 1968 dan merupakan lulusan Akpol 1989 ini berpengalaman dalam bidang reserse.
 
 
Beberapa jabatan strategis yang pernah diemban oleh Irjen Yan Sultra diantaranya Kapolres Bombana Sulawesi Tenggara, Dir Resnarkoba dan Dir Reskrimsus Polda Sultra.
 
 
Selain itu, Irjen Yan Sultra juga pernah menjabat Kabid Diklat Reserse Polri, Analis Pid Narkoba Bareskrim Polri, hingga Wadir Tipidkor Bareskrim Polri dan terakhir sebagai Wakapolda Sultra.
 
Penulis: Muhammad Al Rajap

KENDARI, ButonRayaNews.co.id – Relawan pemerhati pembangunan Sulawesi Tenggara (Sultra) Kota Kendari mengapresiasi langkah yang diambil oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari dalam mendukung rencana pembangunan rumah sakit (RS) tipe D yang diusulkan oleh Walikota Kendari, Sulkarnain.

 

Koordinator Rangkul Kendari, Edy Salam Hadiyanto mengatakan dalam menata atau membangun suatu kota maupun daerah dalam suatu wilayah, diperlukan sinergitas yang kuat antara pihak legislativ dan eksekutif. Tanpa adanya sinergitas yang kuat dari dua lembaga tersebut, maka yang dirugikan adalah masyarakat.

 

Menurut Edy, keberadaan Kota Kendari sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara dianggap layak untuk dibangun sebuah rumah sakit baru (RS tipe D) mengingat jumlah populasi masyarakat di Kota Kendari dari tahun ke tahun yang terus meningkat.

 

“Tidak bisa kita pungkiri, rata-rata di kabupaten kota itu cuma ada satu rumah sakit. Merebaknya pandemi Covid-19 ini, Kota Kendari sukur-sukurnya di back up dengan rumah sakit milik pemprov dan rumah sakit swasta jadi tidak kesulitan dalam pemisahan pasien. Disisi lain, kapasitas rumah sakit juga yang pasti terbatas. Apalagi akhir-akhir ini jumlah pasien Covid di Kendari meningkat ,” tutur Edy pada media ini, Rabu (26/08/2020).

 

Pria berkacamata ini menambahkan akibat meningkatnya jumlah pasien Covid di Kota Kendari, masyarakat menjadi dilema bahkan cenderung takut untuk berobat ke rumah sakit meskipun tidak menderita gejala Covid-19. Dengan adanya rumah sakit tipe D tersebut sambung Edy, maka peningkatan pelayanan umum di sektor kesehatan dapat tercapai.

 

“Jika pemerintah Kota Kendari memiliki dua rumah sakit, maka satu rumah sakit bisa digunakan untuk menangani wabah atau bisa dijadikan sebagai rumah sakit khusus. Maka, dengan mendirikan rumah sakit baru (RS tipe D), tidak akan ada lagi kekhawatiran masyarakat yang berpikir akan dirawat berdampingan dengan pasien Covid-19,” katanya.

 

Rangkul Kendari berkomitmen akan membantu baik pemerintah kota maupun DPRD Kota Kendari dalam hal menyosialisasikan program-program yang telah dan akan dilakukan untuk kemajuan Kota Kendari.

 

Penulis: Muhammad Al Rajap


 
 
KONAWE SELATAN, ButonRayaNews.co.id – Dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari memperingatinya dengan melakukan upacara bendera di sebuah pulau Desa Labuan Beropa, Kecamatan Laonti, kabupaten Konawe Selatan.
 
 
Kepala KSOP Kendari, Letnan Kolonel Marinir Benyamin Ginting mengatakan peringatan HUT kemerdekaan yang dilakukan di pulau kecil tersebut  atau tepatnya di Desa Beropa merupakan pertamakalinya. Dimana sebelum-sebelumnya peringatan HUT kemerdekaan RI selalu diperingati di kantor KSOP Kendari secara formil bersama dengan semua unsur maritim.
 
 
Benyamin Ginting menjelaskan alasan paling mendasar yang melatar belakangi pihaknya memfokuskan untuk memperingati HUT RI ke-75 di Desa Labuan Beropa adalah selama  Indonesia merdeka sejak 75 tahun yang lalu di desa tersebut belum pernah dilaksanakan upacara bendera (peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus ).
 
 
Selain itu sambung Benyamin Ginting alasan lainnya adalah melihat sisi kehidupan masyarakat di Desa Labuan Beropa yang kurang memadai dimana di desa tersebut kata Benyamin Ginting untuk akses daratnya sulit untuk dilalui oleh kendaraan dan akses lautnya juga yang terbatas.
 
 
“Untuk kehidupannya, masyarakat disini menggantungkan hidupnya dengan hasil tangkapannya di laut karena berprofesi sebagai nelayan. Olehnya itu kita hadir disini sekaligus memberikan perhatian dan berbagi kepada masyarakat yang ada di Desa Labuan Beropa ini,” tutur Benyamin Ginting di Desa Labuan Beropa, Senin (17/08/2020).
 
 
Di kesempatan itu, Benyamin Ginting memberikan bantuan berupa 310 paket sembako kepada masyarakat desa yang dihuni oleh 270 Kepala Keluarga (KK). Adapun lebihnya kata Benyamin Ginting akan diberikan kepada perangkat desa yang nantinya paket tersebut akan disalurkan kepada warga yang berhak menerima seperti warga yang tidak mampu.
 
 
Tak sampai disitu, selain orang tua yang mendapat bantuan, anak-anak pun tak luput dari perhatian KSOP Kelas II Kendari. Dimana, Benyamin Ginting selaku pucuk pimpinan di KSOP Kendari turun langsung memberikan bingkisan paket makanan untuk anak-anak yang ada di desa tersebut.
 
 
Kepala KSOP Kendari, Letkol Marinir Benyamin Ginting hendak memberikan bingkisan paket makanan kepada salah satu anak Sekolah Dasar di Desa Labuan Beropa. Foto: Muhammad Al Rajap
 
 
“Di masa masa-masa pandemi Covid ini kita semua terdampak. Kita semua susah. Meski begitu, kita masih bisa saling berbagi dengan menyisihkan sebagian dari rezki yang kita miliki. Dan kiranya bantuan yang kami berikan ini berguna untuk masyarakat yang menerima,” harap benyamin Ginting.
 
 
Untuk diketahui, upacara pengibaran bendera merah putih peringatan hari ulang tahun kemerdekaan republik Indonesia ke-75 oleh KSOP Kelas II Kendari di Desa Labuan Beropa, ini diikuti oleh UPP Lapuko, UPP Molawe, Navigasi, KKP, Pramuka Mapala, Ipala UHO siswa SD dan SMP satu atap Labuan Beropa dan masyarakat.
 
 
Salah satu warga Desa Labuan Beropa, Burhanudin sangat antusias dalam kegiatan upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia kali ini. Ia mengucap terima kasih kepada KSOP Kendari yang telah menyelenggarakan upacara peringatan hari kemerdekaan.
 
 
“Baru kali ini ada upacara bendera peringatan hari kemerdekaan di desa ini. Tentu saja kami sangat berterimakasih kepada KSOP Kendari. Dengan ini, kami tidak lagi mendengar atau menonton tetapi langsung ikut serta dalam upacara hari kemerdekaan Indonesia,” kata Burhanudin.
 
 
 
Penulis: Muhammad al Rajap

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Semarak peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, komunitas olahraga Spartan Komando (Sparko) Indonesia menggelar event Zumba Party Merah Putih, Minggu (16/7/2020).
 
 
Event ini diikuti oleh berbagai komunitas olahraga semisal Sparko Kendari, Sanggar Senam, Gym Kendari, dan masyarakat umum Kota Kendari lainnya.
 
 
Kegiatan bertema "Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru (ABK) dengan Meningkatkan Imunitas" ini diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat.
 
 
Sebelum mengikuti acara, terlebih dahulu para peserta diharuskan mencuci tangan menggunakan sabun, lalu pengecekan suhu tubuh, dan pembagian masker di berbagai pintu registrasi yang disediakan oleh panitia.
 
 
Tak lupa, protokol menjaga jarak fisik juga diterapkan, mulai proses registrasi hingga kegiatan ini, yakni senam zumba party.
 
 
Ketua Sparko Indonesia, Herfain mengatakan, pelaksanaan kegiatan Zumba Party Merah Putih ini guna memeriahkan HUT Kemerdekaan ke 75 tahun dan juga menuju AKB di masa pandemi COVID-19.
 
 
"Ini tidak terlepas dari pentingngnya pola hidup bersih dan sehat, terutama di masa Pandemi COVID-19. Terselenggaranya event Zumba Party Merah Putih ini kami yakini dapat meningkatkan imunitas selama masa pandemi, tentunya dengan tetap menerapakan protokol kesehatan," ungkap Herfain.
 
 
Dalam kegiatan yang disupervisi langsung oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 ini, cara-cara dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) turut dikampanyekan.
 
 
"Kegiatan ini, hal yang paling penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama di lingkungan keluarga dan masyarakat," imbuhnya.
 
 
Herfain berharap dalam rangka adaptasi kebiasaan baru pastinya, dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat agar setiap harinya selalu menerapkan protokol kesehatan, dengan rajin cuci tangan pakai sabun, memakai masker dan berjaga jarak.
 
 
"Dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan imunitas melalui Zumba Party Merah Putih. Harapannya semoga, kedepannya pelaksanaan akan lebih mengutamakan lagi kebersamaan dan kekompakan terutama pada komunitas sangar senam, olahraga yang ada di Sultra," jelasnya.
 
 
Dalam kegiatan ini, turut dibagikan berbagai macam hadiah atau doorprize antara lain 1 buah sepeda motor, 2 buah sepeda gunung, 1 buah kulkas, 1 buah mesin cuci, 1 buah tv, 2 buah blender, 1 buah kipas angin, 7 buah strika, 2 buah rice cooker, 10 voucher kamar hotel, 2 buah hp oppo, 5 buah tas, dan 10 buah jaket.
 
Penulis: Muhammad Al Rajap

 
JAKARTA,BUTONRAYANEWS.CO.ID –  Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tetap akan menjadi tuan rumah rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN). Hanya saja, waktunya bergeser dari sebelumnya tahun 2021 menjadi 2022.
 
Pergeseran waktu pelaksanaan HPN di Sultra itu telah diputuskan dalam Rapat Pleno Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan telah disetujui pimpinan Pemprov Sultra, Rabu (5/8/2020). Puncak peringatan HPN diselenggarakan setiap tanggal 9 Februari.
“Provinsi Sulawesi Tenggara tetap menjadi tuan rumah HPN. Hanya saja, karena  pandemi Virus Corona atau Covid-19  yang belum tahu kapan akan berakhir, maka  HPN di Sulawesi Tengga digeser menjadi tahun 2022,” ujar Ketua Umum PWI Atas S Depari, dalam siaran persnya.
 
Menurut Atal, peringatan HPN yang dilaksanakan di sejumlah daerah di Indonesia dimaksudkan supaya  kegiatan setiap tahun ini bisa berkontribusi secara positif terhadap daerah yang menjadi tuan rumah.  
 
“Kontribusi positif yang paling dirasakan adalah datangnya ribuan orang ke daerah tersebut  sehingga terjadi berputaran ekonomi rakyat yang luar biasa. Tetapi, dengan adanya Covid-19 ini, saya khawatir jika kegiatan ini tetap dilaksanakan di Sultra tujuan itu bisa jadi tidak akan tercapai,” ujar Atal.   
 
Di samping itu, kata Atal,  pandemi Covid-19  juga sangat berpengaruh terhadap segala aktivitas termasuk persiapan perayaan HPN 2021. Aktivitas penerbangan, hingga kegiatan fisik maupun pertemuan langsung yang masih sangat terbatas, sehingga tidak memungkinkan bisa berbuat banyak di daerah tuan rumah.  
 
Menurut Atal, ada beberapa daerah yang akan menjadi tuan rumah HPN 2021. Tetapi, dia belum menyebutkannya karena masih dalam pembahasan dan penjajakan kepada calon tuan rumah tersebut.
Sementara itu, Sekprov Sultra, Nur Endang Abbas, mewakili gubernur dalam rapat tersebut didampingi Staf Ahli Gubernur, Kadis Kominfo, dan Kadis Pariwisata. Bergabung pula Ketua PWI Sultra, Sekretaris PWI dan para pengurus serta Ketua SMSI Sultra dan pengurus dalam rapat yang dipandu dari Rujab Gubernur Sultra di Kendari. 
 
Nur Endang mengapresiasi pada pengurus pusat yang masih mempercayakan Sultra sebagai tuan rumah HPN meski bergeser menjadi tahun 2022. 
 
Menurutnya, Pemprov akan lebih siap lagi jika dua tahun masa persiapan untuk menyambut kegiatan nasional berskala besar itu. Apalagi menghadirkan presiden di Bumi Anoa.
"Kami sangat berterima kasih kepada PWI pusat dan sangat bangga karena  masih mempercayakan Sultra sebagai tuan rumah tahun 2022. Kami akan berusahakan semaksimal mungkin untuk menjadi tuan rumah dan  menyambut para tamu se Indonesia dan negara sahabat di sini,  yang lebih baik," kata Nur Endang yang baru dilantik menjadi Sekda  beberapa hari lalu itu.
 
Endang menambahkan, untuk tetap mempromosikan Sultra di HPN 2021, pihak Pemprov akan menitip beberapa hal kepada panitia HPN, seperti membuatkan seragam panitia menggunakan kain tenun khas Sulawesi Tenggara, serta hal lain. Ia juga akan berkunjung ke kantor pusat PWI untuk koordinasi lebih lanjut mengenai persiapan tersebut.
 
Sarjono, Ketua PWI Sultra mengaku cukup sedih sekaligus lega dengan keputusan ini. Sebab persiapan yang cukup melelahkan yang dilakukan sejak sebelum pelaksanaan HPN 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan,   harus berujung pergeseran waktu. 
Dia juga lega, karena pandemi Covid ini membuat pengurus PWI Sultra merasa was was dengan kesuksesan kegiatan tersebut jika tetap diselenggarakan di Sultra.
 
"Kita bersyukur karena Covid jugalah membuat waktu kita melakukan persiapan cukup panjang. Dengan pandemi begini langkah kita terbatas, sehingga membuat kita khawatir tentang pelaksanaan HPN kalau 2021 tetap di Sultra," ujar Sarjono.
 
HPN merupakan momen penting bagi seluruh insan pers seluruh Indonesia, yang puncaknya diselenggarakan tiap tanggal 9 Februari. Berbagai agenda yang melibatkan masyarakat pers maupun khalayak umum dilaksanakan dalam rangakain HPN tersebut. Setiap puncak HPN, Presiden Indonesia selalu hadir di manapun dilaksanakan. HPN juga memberi dampak positif yang besar bagi pembangunan daerah maupun perputaran ekonomi masyarakat di daerah tuan rumah.


- Gantikan Budianti Kadidaa
 
BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Ir. H. Burhanuddin M.Si, telah resmi menjabat sebagai PJ Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Buton Utara, menggantikan DR. Ir. Budianti Kadidaa, MS. Sebagai Pj Sekda sebelumnya
 
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nomor 349 tertanggal 14 Juli 2020. Bupati Buton Utara, Abu Hasan, dalam kesempatannya menjelaskan, ditengah pandemi covid-19, tantangan untuk Sekda baru, cukup berat
 
"Tapi saya yakin, belaui ini bukan orang baru di pemerintahan, beliau cukup matang di birokrasi" jelas Abu Hasan saat memberikan sambutan di Aula Bapeda, Kamis,(23/07/2020). Masalah pandemi Covid-19 yang belum berakhir, lanjut Abu Hasan, tentunya menjadi salah satu masalah organisasi pemerintahan yang akan di hadapi karna akan menimbulkan dampak yang masif, terutama dampak ekonomi
 
"publik tidak mau tau, organisasi pemerintahan harus memberikan jawaban terkait permasalahan yang dihadapi masyarakat" ujarnya. Meski demikian, menurut Dia, Pembangunan peradaban harus kita lakukan di buton utara yang mempunyai moto folosofi "Lipu Tinadeakono Sara" 
 
"Pembangunan bukan hanya fisik, tapi juga pembangunan moral, etika dan spiritual" katanya. kat hanya itu, Abu Hasan, juga mengajak Kepada semua pihak agar mendukung PJ Sekda yang baru
 
"Mari sama-sama kita dukung PJ Sekda yang baru, bergandengan tangan bersatu membangun daerah yang kita cintai ini" tutupnya.
 
Peliput : Deny
Editor : Mulyadi

Page 2 of 143

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0822 9168 7184 

Visitors Counter

3509275
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
978
4748
32954
3437333
128937
177939
3509275