Saturday, September 21, 2019

REDAKSI

REDAKSI

KONAWE, ButonRayaNews.co.id - Sebanyak 1000 paket sembako diserahkan kepada korban banjir bandang di kabupaten Konawe, Minggu, (14/07/19). Paket sembako itu berupa beras, mie instan dan bahan makanan lainnya.
 
Bantuan tetsebut diserahkan langsung tim penanggulangan banjir Kabupaten Konawe-Konawe Utara Nahdlatul Ulama (NU) Peduli Sulawesi Tenggara dan Pengurus Cabang NU Kabupaten Konawe. 
 
Selain sembako, turut diserahkan santunan kepada sejumlah anak yatim piatu dan kita suci Alquran kepada mushola dan masjid yang terdampak banjir awal Juni 2019. 
 
Ketua Tim NU Peduli Sulawesi Tenggara, Milwan Lukman mengatakan bantuan disalurkan di Kabupaten Konawe saat tanggap darurat meliputi, 4.780 paket sembako senilai Rp 382.400.000, generator set (Genset) empat buah senilai Rp 12.000.000, kitab suci Alquran untuk masjid, TPA, madrasah Diniyah dan pondok pesantren sebanyak 150 buah.
 
"Disamping itu juga telah didirikan empat dapur umum serta membuat toilet umum," kata Sekretaris PWNU Sultra ini. 
 
Seluruh bantuan itu, tambah Milwan, sebagian besar sudah tersalurkan kepada warga terdampak yang berada di sembilan kecamatan di Kabupaten Konawe. Bantuan tersebut berasal dari sejumlah pihak diantaranya, relawan La Ode Ida, PT Phapros Tbk, PT Pos Indonesia Cabang Kendari, PT BNI Tbk, Muslimat NU Konawe, PCNU Konawe, Muuslimat NU Sultra serta PWNU Sultra.
 
"Meski tanggap darurat sudah dicabut, namun tim NU Peduli Sultra tetap melakukan aktifitas kemanusia di dua kabupaten terdampak banjir (Konawe dan Konawe Utara). Sebab masih ada dua tahapan yang akan diselesaikan yakni tahap pemulihan dan rehabilitasi," ungkap Milwan.
 
Masih kata Milwan, bantuan logistik di Konawe bertepatan dengan acara pengajian gabungan minggu Wage Muslimat NU enam kecamatan se kabupaten Konawe yang dipusatkan di masjid At Taqwa Desa Lalousu, Kecamatan Wanggeduku, Konawe. Ke enam kecamatan dimaksud, yakni Kecamatan Wanggeduku, Wanggeduku Barat, Pondidaha, Meluhu, Amonggedo, Wawotobi dan Anggotoa.
 
Untuk diketahui, penyerahan seribuan paket sembako turut dihadiri Ketua Tanfidziah PCNU Konawe Ahmad Fanani, Ketua PC Muslimat NU Konawe, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBPI) PWNU Sultra Sahar Ibnu Isnain serta tim penanggulangan bencana NU Sultra dan Kabupaten Konawe.
 
Peliput: Asis

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Desa Matalagi Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara (Butur) kini genap berusia 22 tahun. Untuk memeriahkan hari jadinya di tahun 2019 ini, kegiatan olahraga dan seni tradisional digelar di desa setempat. 
 
Kegiatan tahunan ini dihadiri langsung Bupati Butur, Abu Hasan bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Siti Rabiah Abu Hasan. Dalam kesempatan itu, Abu Hasan menitip pesan penting seputar nilai perjuangan dan dinamika dalam proses pembangunan ke depan.
 
Beberapa diantaranya yakni pentingnya menumbuh kembangkan rasa memiliki desa. Menurut dia, semangat memiliki tersebut, harus tertanam di setiap warga desa. 
 
"Ini desa saya. Rasa memiliki ini tidak boleh runtuh. Sebagai tempat kita hari ini dan daerah kita," ujar Abu Hasan di hadapan Warga Desa Matalagi, Sabtu (13 Juli 2019).
 
Selain semangat memiliki, lanjut dia, partisipasi dalam memajukan desa maupun kecamatan juga perlu ditumbuh kembangkan dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga, geliat pembangunan bisa berkembang pesat. 
 
Selanjutnya, pesan ketiga yang disampaikan Abu Hasan adalah perlunya ada rasa bertanggungjawab dan tidak saling menyalahkan. "Seluruh masyarakat bertanggung jawab untuk kesejahteraan masyarakat Desa Matalagi," tandasnya.
 
Peliput: Ran

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Konawe (ARK) melakukan demonstrasi di depan kantor DPRD Sulawesi Tenggara dengan membawa tuntutan penyelesaian dan pengusutan terhadap perusahaan asal Tiongkok, PT Virtu Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) yang diduga telah menimbulkan dan menjadi biang kerok beragam masalah yang terjadi di Konawe, khususnya di Kecamatan Morosi.
 
Saat demonstrasi berlangsung dan beberapa orator menyuarakan aspirasinya, tak ada perwakilan anggota DPRD Sultra yang menemui para demonstran. Sehingga masa aksi mencoba menerobos pagar betis aparat kepolisian dari Polres Kendari dan Polda Sultra yang mengamankan jalannya aksi.
 
Pantauan ButonRayaNews.co.id, dalam situasi tersebut beberapa masa aksi dan aparat terlibat saling jotos hingga keributan pun tak terhindarkan.
 
Hingga akhirnya massa aksi berhasil melakukan penyegelan kantor DPRD Sultra dengan menggunakan papan dan balok kayu. Beberapa pegawai dan staf DPRD Sultra yang melihat tindakan itu tak bisa berbuat banyak. 
 
Di kesempatan itu, Koordinator Lapangan ARK, Ahmad Zainul mengatakan pihaknya meminta DPRD Sultra agar mendesak Pemprov Sultra segera mengevaluasi dan mengusut tuntas berbagai masalah yang ditimbulkan dari aktivitas PT VDNI dan PT OSS.
 
Kata dia, PT VDNI dan PT OSS telah melakukan pelanggaran dan melakukan penyalahgunaan izin lokasi kawasan industri. Akibatnya masyarakat yang menjadi korban akibat dampak keberadaan perusahaan Tiongkok tersebut.
 
“Kami tidak akan pernah berhenti, apapun tawarannya kalau bukan solusi penegakan supremasi hukum. Masyarakat yang merasakan dampak penderitaan akibat perusahaan itu, sebab itu haram hukumnya berhenti menyuarakan sebelum menuai keadilan," teriak Zainul, Kamis (11/07/2019).
 
Seusai berorasi, massa aksi kemudian menbubarkan diri namun mereka berjanji akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak diindahkan.
 
Peliput: Muhammad Al Rajap
 

KENDARI, ButonRayaNews.co.id -  Sebanyak 45 organisasi perempuan di Provinsi Sulawesi Tenggara mendeklarasikan menolak segala bentuk radikalisme dan terorisme di wilayah Sultra.  
 
Puluhan organisasi ini juga menolak lahir serta munculnya berita hoaks dan masalah SARA.
 
Deklarasi tersebut disampaikan saat acara workshop pelibatan perempuan dalam pencegahan radikalisme dan terorisme Badan Nasional Pencegahan Terorisme bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sultra di salah satu hotel di Kendari, Kamis (11/7/2019). 
 
Kepala Subdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT Dr. Hj Andi Intan Dulung mengatakan, perempuan sangat berperan penting dalam mencegah timbulnya faham radikalisme di lingkungan keluarga bahkan masyarakat.
 
"Kasus bom Surabaya dan Sibolga secara jelas menunjukkan kepada kita betapa militansinya seorang ibu rumah tangga yang rela mengorbankan nyawanya lewat aksi bom bunuh diri," ujarnya.
 
Dari peristiwa tersebut, kata Andi Intan membuka mata semua orang kalau seorang istri itu lebih militan dibanding suaminya. Mereka rela mengorbankan jiwanya bahkan bersama anak-anaknya melakukan bom bunuh diri tanpa rasa takut sedikitpun.
 
Menurutnya, kearifan lokal yang selama ini dikawal tokoh masyarakat merupakan salah satu unsur untuk mencegah timbulnya faham radikalisme di lingkungan masyarakat, terkhusus di daerah.
 
Workshop yang bertemakan perempuan agen perdamaian juga menghadirkan salah seorang Deportan Syuriah yang pernah direkrut organisasi ISIS, Febri Ramdhani (20). 
 
Kurun waktu 2016-2017, Febri keluar masuk wilayah Syuriah menjadi seorang simpatisan, meski tidak sempat mengikuti wajib militer. Sepanjang perjalanannya bergabung dengan kelompok ISIS semuanya yang dijanjikan seperti jaminan hidup sejahtera dengan menerima aneka fasilitas dengan mudah ternyata jauh dari harapan.
 
"Semua janji yang pernah kita baca atau tonton lewat berbagai media sosial maupun komunikasi secara personal hanyalah sebuah ilusi. Semuanya jauh dari harapan dan kenyataan," kenangnya.
 
Peliput: Muhammad Al Rajap

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 Kodim 1416/Muna di Kabupaten Buton Utara (Butur) Sulawesi Tenggara (Sultra), dimulai. Seremoni pembukaan baru saja digelar khidmat, di lapangan Raja Jin, Kecamatan Kulisusu, Rabu (10/7/2019).
 
Bupati Butur, Abu Hasan, menuturkan pihaknya sangat menyambut baik kegiatan TMMD ini. Hadirnya program dari TNI tersebut, kata dia, memang sudah sangat diinginkan masyarakat tidak terkecuali pemerintah daerah setempat.
 
"Program TMMD setelah beberapa tahun vakum akhirnya hadir kembali di Bumi Buton Utara. Program yang selama ini sangat dirindukan dan direspon dengan baik oleh masyarakat Buton Utara," tuturnya saat menyampaikan amanat dalam pelaksanaan upacara, di Lapangan Raja Jin, Rabu (10/7/2019).
 
TMMD sendiri, merupakan program lintas sektoral yang dilaksanakan secara terpadu, dalam rangka percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Khususnya, bagi desa-desa yang dianggap tertinggal, terpencil dan terisolir.
 
Dengan hadirnya TMMD ke-105 Kodim 1416/Muna, Abu Hasan berharap program tersebut dapat mempercepat pembangunan infrastruktur di Butur. Selain itu, juga dapat mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat setempat. 
 
"Kemanunggalan TNI dan Masyarakat Buton Utara adalah sebuah keniscayaan," tutur Abu Hasan  
 
Dandim 1416 Muna, Letkol Inf. Febi Triandoko, dalam kesempatannya menyebutkan, sasaran TMMD di Butur kali ini mencakup kegiatan fisik dan non fisik. 
 
Untuk sasaran fisik, kegiatannya meliputi pembangunan masjid ukuran 12x16 meter, rehab jalan lingkungan titian kayu dalam lingkungan desa, serta rehab tambatan perahu. Sedangkan non fisik, meliputi penyuluhan tentang narkoba, HIV AIDS, KB kesehatan, bela negara, paham radikal, terorisme dan bencana alam. 
 
TMMD ke-105 Kodim 1416/Muna ini mengusung tema "Bersama TMMD membangun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat". Kegiatannya dipusatkan di Desa Banu Banua Jaya (Bajo) Kecamatan Kulisusu, Butur, dan akan berlangsung selama 30 hari, sejak 10 Juli hingga 8 Agustus 2019.
 
Peliput: Ran
Editor: Muhammad Al Rajap

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Guna memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang jatuh pada 26 Juni 2019, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Kendari menggelar diseminasi pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) melalui kampanye seni 2019.
 
Kepala BNNK Kendari Hj. Murniaty mengatakan harusnya kegiatan diseminasi ini dilakukan pada  26 Juni 2019 lalu, namun karena para pelajar belum masuk sekolah maka baru dilakukan kali ini.
 
Kata Murniaty, alasan melibatkan para kaum pelajar dalam memberantas narkotika, karena generasi muda merupakan masa depan bangsa 
 
"Tentunya dibutuhkan juga peran serta masyarakat, Kepolisian, Kejaksaan termasuk media untuk memberantas peredaran narkoba di kota Kendari," ungkapnya, Selasa 9 Juli 2019.
 
Selain itu, tambah dia, pihaknya mencanangkan program Kelurahan Bersinar untuk mencegah peredaran narkotika di masyarakat agar bersih dari narkoba.
 
Tambahnya, ada lima kelurahan di Kota Kendari yang dicanangkan program Kelurahan Bersinar diantarannya, Kelurahan Kampung Salo, Mandonga, Kemaraya, Sodohoa dan Sanua. 
 
"Dipilihnya lima kelurahan itu berdasarkan hasil pemetakan. Sebab di lima daerah itu banyak tempat hiburan malam (THM). Jadi tidak langsung muncul tapi ada dasarnya. Kedepan kita akan tambah lagi kelurahan," tandasnya. 
 
Peliput: Asis

MUNA, ButonRayaNews.co.id - Sebanyak 1120 warga di Kabupaten Muna menerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang dikenal dengan istilah bedah rumah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Berdasarkan data yang diperoleh Amanahsultra.com, untuk Provinsi Sulawesi Tenggara, Kementrian PUPR memberikan kuota sebanyak 5000 unit rumah yang nantinya akan ditingkatkan kualitas bangunannya.

Dari 17 Kabupaten dan Kota se-Sultra, Kabupaten Muna mendapatkan kuota terbanyak yakni 1120 unit rumah, yang tersebar di 56 desa dan kelurahan.

Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Sultra, H Eka Rahendra mengatakan Program BSPS merupakan stimulan terhadap masyarakat untuk dapat meningkatkan kualitas huniannya.

Eka Rahendra menjelaskan salah satu tujuan BSPS tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas rumah yang tidak layak huni menjadi layak huni. Bantuan tersebut diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan dibawah UMR atau UMR masing-masing daerah.

"Besaran BSPS yang diberikan kepada setiap penerima berjumlah Rp17 juta 500 ribu dengan rincian Rp15 juta untuk material bangunan, dan Rp2 juta 500 ribu untuk upah tukang," beber Eka Rahendra pada Sosialisasi dan Serah Terima Buku Tabungan Program BSPS SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Sultra, di Sarana Olah Raga Raha, Senin (08/07/2019).

BSPS yang diberikan tersebut kata Eka Rahendra harus dikelola dengan baik, untuk itu, dalam prosesnya nanti, setiap penerima bantuan akan didampingi oleh tenaga fasilitator.

Eka Rahendra menerangkan dalam proses pencairan bantuan tersebut, SNVT bekerjasama dengan Bank Sultra, dimana Bank Sultra menyediakan buku tabungan yang akan diserahkan ke masyarakat, dengan saldo sebesar Rp17.500.000.

Lebih lanjut Eka menambahkan untuk mengawasi agar dana tidak disalahgunakan, pihaknya telah membentuk tim tekhnis yang didalamnya ada kejaksaan, dan pemerintah.

"Tim tekhnis ini nantinya bertugas melakukan sosialisasi, memverifikasi proposal dari calon penerima BSPS, dan melakukan pengawasan," katanya.

Untuk diketahui, sosialisasi tersebut turut hadir oleh Bupati Muna, Rusman Emba Perwakilan Kejaksaan Tinggi Sultra, dan PPK Rumah Swadaya, Musniar M. Silondae.

Peliput: Muhammad Al Rajap


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Akibat longsor yang terjadi di Desa Rawua, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe membuat pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kendari ikut terputus.
 
Imbasnya, pelayanan air yang berasal dari sumber air Pohara juga ikut terputus. Direktur Utama (Dirut) PDAM Kota Kendari, Damin menyebut sumber air yang berasal dari Pohara melayani pelanggan sebanyak enam kecamatan di Kota Kendari.
 
Dijelaskannya, ke enam kecamatan tersebut adalah Kecamatan Kendari, Kecamatan Kendari Barat, Kecamatan Puuwatu, Kecamatan Mandonga, Kecamatan Kadia dan Kecamatan Wua-wua.
 
"Total pelanggan PDAM di Kota Kendari sekitar 17 ribu sambungan rumah. Sumber air terbanyak dalam melayani pelanggan kita di Kota Kendari ini ada di Pohara. Disana (sumber air Pohara) melayani sekitar 14 ribu sambungan rumah," jelas Damin di ruang kerjanya, Rabu (03/07/2019).
 
Damin mengungkapkan saat ini pihaknya hanya melayani pelanggan yang betul-betul memerlukan air secara urgen atau darurat seperti permintaan pelanggan yang kedukaan.
 
Selain itu pihaknya juga melayani dan mengutamakan permintaan air untuk keperluan umum seperti permintaan pengadaan air di rumah sakit. Namun karena keterbatasan tangki yang ada, yakni dua armada, pihaknya juga tidak bisa melayani secara keseluruhan.
 
Lebih lanjut Damin mengaku akibat longsornya tanah yang mengakibatkan putusnya pipa PDAM, pihaknya mengalami kerugian yang cukup besar hingga ratusan juta rupiah.
 
"Kami ini perusahaan dagang. Jika dalam sehari air kami tidak terjual, jelas ada kerugian. Karena pendapatan kami untuk membayar gaji, untuk biaya operasional semuanya dari penjualan air," bebernya.
 
 
Peliput: Muhammad Al Rajap

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Bencana alam berupa banjir di beberapa wilayah di Sulawesi Tenggara membuat banyak pihak menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk para korban yang terdampak musibah.
 
Selain bantuan dari pemerintah, bantuan lain juga datang dari berbagai organisasi-organisasi atau perkumpulan maupun komunitas. Tidak ketinggalan pula bantuan korban banjir di Konut datang dari para Alumni 89 SMPN 3 Puuwatu, Kota Kendari.
 
Meski melalui medan yang cukup sulit, tak menurunkan niat baik dari para alumni ini untuk saling berbagi dengan para korban terdampak banjir di Konut. 
 
Saat tiba di lokasi banjir yang berada di Desa Tapuwatu, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Minggu (30/06/2019), sontak membuat hati para alumni ini ikut merasa sedih, sebab para korban banjir di desa itu rupanya masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.
 
Ketua Alumni 89 SMPN 3 Puuwatu, Ardiansyah melalui anggotanya Suhardin menjelaskan bantuan yang disalurkan oleh rekan-rekan alumni-nya ini merupakan wujud kepedulian terhadap sesama umat manusia khusunya untuk korban banjir di Konut.
 
"Kami bersama teman-teman, kemarin telah membawa bantuan di salah satu desa yang ada di Konut. Dimana bantuan itu merupakan bentuk kepedulian Alumni SMPN 3 Puuwatu Kendari kepada saudara-saudara kita yang terkena banjir," katanya, Senin (01/07/2019).
 
Ia berharap bantuan yang telah disalurkan oleh pihaknya itu, bisa dimanfaatkan dengan baik dengan harapan bisa meringankan beban para korban banjir di Desa Tapuwatu, Konut.
 
"Walaupun tak seberapa bantuan kami ini, semoga bisa bermanfaat dan berguna bagi para korban banjir disana," ucapnya.
 
Usai menyerahkan bantuan kepada korban banjir, para alumnni ini juga menyempatkan waktu berkeliling di beberapa tenda pengungsian yang ada di Desa Tapuwatu, Kecamatan Asera, Konut.
 
Untuk diketahui, banjir yang melanda Kabupaten Konut beberapa waktu lalu juga menghancurkan rumah-rumah warga diwilayah itu. bahkan infrastruktur sarana umum juga ikut rusak akibat terjangan banjir yang disebabkan intensitas hujan yang terus-menerus mengguyur wilayah Bumi Anoa ini pada bulan lalu.
 
Tak hanya di Konawe Utara, Kabupaten Konawe dan Konsel juga sempat di amuk terjangan banjir. Alhasil warga yang terdampak banjir di tiga kabupaten itu, terpaksa harus mengungsi di tenda-tenda pengungsian yang telah disiapkan oleh para instansi pemerintah, BPBD, TNI-Polri, Basarnas dan para relawan.
 
Peliput: Muhammad Al Rajap

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Konsorsium Pemuda dan Parlemen Jalanan (KPPJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta Gubernur Sultra, Ali Mazi untuk mencopot Kepala Biro Layanan Pengadaan (BLP) Barang dan Jasa BLP Sultra karena dinilai terindikasi melakukan tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

"Gubernur Sultra harus mengganti juga Kepala Bidang Jasa Kontruksi dilingkup organisasi BLP karena dinilai terindikasi tidak profesional dalam menjalankan tugas," tegas Koordinator Lapangan (Korlap), Redi saat diwawancarai usai melalukan aksi diluar Kantor Gubernur Sultra, Senin 1 Juli 2019.

Redi menyebut, kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra terindikasi banyak mengintervensi proses lelang barang/jasa di dinas maupun di BLP.

Kata dia, banyak lelang yang dinyatakan gagal karena kepala dinas melakukan perubahan dokumen.

"Kelompok kerja (Pokja) yang dibentuk oleh orang-orangnya mereka. Ada Pokja atau perusahaan yang melakukan tender tidak sesuai prosedur," bebernya.

Ia berharap, gubernur Sultra segera lakukan evaluasi atau pergantian kepala dinas atau kepala OPD yang terindikasi melakukan KKN.

"Perhatikan aspirasi kami sebagai warga negara Indonesia yang mengharapkan rasa keadilan dan tertib hukum. Kami yakin gubernur mampu membawa pemerintahan yang bersih dan terbebas dari KKN," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Setda Sultra, Harmin Ramba mengaku akan segera melakukan evaluasi untuk membahasnya.

"Kita akan kaji dulu. Inikan laporan, masih belum diketahui apakah benar atau tidak," tutupnya.

Penulis: Asis


Page 7 of 119

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0813 5444 5525

Visitors Counter

1591192
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
967
2968
20944
1548325
65689
89717
1591192