Wednesday, February 19, 2020

REDAKSI

REDAKSI

JAKARTA, ButonRayaNews.co.id - La Ode Ida, salah satu putra terbaik Sulawesi Tenggara namanya mulai diperbincangkan dan diusulkan untuk menduduki jabatan menteri dalam kabinet Joko Widodo-Makhruf Amin.

 

Ketua Relawan Nasional Anoa (Aliansi Jokowi-Makhruf Amin), La Ode Asis Bonea mengatakan berdasarkan kapasitas dan.  kemampuannya, La Ode Ida layak untuk menjabat sebagai seorang menteri dalam kepemimpinan Jokowi yang baru.

 

Ketika ditanya posisi yang cocok untuk di jabat oleh La Ode Ida, Asis Bonea menjawab pemerintah pusat bisa membangun sebuah departemen yang kemudian departemen itu dipimpin La Ode Ida.

 

"Kementerian percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia. Dari kacamata kita sebagai orang Sultra, La Ode Ida sangat pantas ada di posisi ini," ujar Asis Bonea pada awak media di Jakarta, Sabtu (12/10/2019).

 

Usulan kementerian yang disebut oleh Asis Bonea ini bukan tanpa alasan. Dijelaskannya kawasan timur Indonesia jika dipetakan dalam pembagiannya terdiri dari 17 provinsi dari 34 provinsi di Indonesia.

 

"Jadi, sangat layak kita bangun satu kementerian yang namanya kementerian percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia. Dan La Ode Ida adalah orang yang pas untuk memimpin itu," katanya.

 

Tak hanya itu, Asis Bonea menambahkan jika ditelisik dari kapasitas dan kemampuannya La Ode Ida juga layak untuk menduduki jabatan menteri pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi.

 

"Sejak berdirinya tahun 1963 lalu belum ada satu orangpun putra maupun putri asal Sultra yang menjabat sebagai menteri. Sementara di Sultra ada banyak tokoh-tokoh yang memiliki kemampuan untuk menjadi menteri. Saya rasa pemerintah pusat bisa mempertimbangkan usulan La Ode Ida untuk menjadi menteri," tutup Asis Bonea.

 

Peliput: Muhammad Al Rajab

 

 

 

 


JAKARTA, ButonRayaNews.co.id - Salah satu putra terbaik Sulawesi Tenggara diusulkan untuk masuk dalam kabinet kerja Joko Widodo-Makhruf Amin periode 2019-2024. Hal ini tidak terlepas dari kemampuan dan karir politik yang hebat dari diri La Ode Ida.

 

Dukungan dan usulan ini disampaikan langsung oleh Ketua Relawan Nasional Anoa (Aliansi Jokowi-Makhruf Amin), La Ode Asis Bonea saat ditemui di salah satu tempat ternama di Jakarta, Sabtu (12/10/2019) malam.

 

Dikatakan La Ode Asis Bonea, Provinsi Sulawesi Tenggara berdiri pada tahun 1963 lalu. Sejak terbentuknya hingga saat ini kata La Ode Asis Bonea, belum ada seorangpun putra maupun putri dari dari Sultra yang menduduki jabatan menteri.

 

"Sebagai warga Sultra, sudah saatnya kita mendesak pemerintah pusat bahwa Sultra memiliki putra dan putri terbaik yang punya kapasitas dan kemampuan untuk menjadi seorang menteri," ujar La Ode Asis Bonea. 

 

Asis Bonea menambahkan kemampuan La Ode Ida untuk menjadi seorang menteri tidak perlu diragukan. La Ode Ida punya kemampuan akademis yang baik. La Ode Ida juga pernah menjadi seorang dosen di perguruan tinggi ternama.

 

Sementara jika dilihat dari segi politik, La Ode Ida meniti karir politik dari dasar hingga kemudian menjadi seorang politisi. Di senayan, La Ode Ida juga pernah menjadi senator wakil ketua DPD RI selama 10 tahun.

 

"Itu semua bukan sebuah pekerjaan ringan, dan dia sukses menjalankan hal itu. Sekarang di komisioner Ombudsman (RI) dia lebih aktif dan banyak hal yang sudah diselesaikan oleh beliau," tutup Asis Bonea. 

Peliput: Muhammad Al Rajab


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Corporate Social Responsibility PT. Gema Kreasi Perdana menggelar Lomba Senam Maumaere berhadiah. Kegiatan senam ini, dalam rangka memperingati Hari Olah Raga Nasional Tahun 2019.

 

Selain untuk menyehatkan badan, senam massal ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahim dan ajang untuk saling menjalin kerja sama, kerukunan dan kekerabatan antar sesama khususnya di wilayah Kecamatan Wawonii Tenggara dan Kabupaten Konawe Kepulauan pada umumnya.

 

Kegiatan Senam Massal diikuti oleh ibu ibu dari Desa Sukarela Jaya, Desa Dompo Dompo, Desa Roko-roko, Desa Mosolo, Desa Lawei, Desa Wawouso dan Desa Pu’uwatu.

 

Selain senam massal, diadakan pula Lomba Senam Maumere Competition 2019. Lomba ini diikuti oleh 7 Tim, dimana pesertanya adalah ibu-ibu dan pemudi pemudi yang berada di Roko-roko Raya dan sekitarnya.

 

Untuk memeriahkan acara senam massal para peserta mendapat kupon undian yang nantinya akan di undi untuk mendapatkan doorprize, hadiah hiburan yang disiapkan oleh panitia tim CSR PT. Gema Kreasi Perdana.

 

Sementara itu Humas PT GKP, Marlion mengatakan kegiatan yang di gagas oleh Corporate Social Responsibility PT. Gema Kreasi Perdana ini bertujuan positif selain dapat mempererat tali silaturrahmi dengan saudara dari desa lainnya kegiatan lomba senam ini juga untuk menyehatkan badan.

 

Hal senada dikatakan ibu Zamnah salah seorang peserta dia mengatakan melalui kegiatan senam berhadiah ini, para ibu-ibu diharapkan bisa menjadi sehat sehingga keluarga pun menjadi bahagia sebab para ibu memiliki peran penting di dalam keluarga.

 

Peliput: MAR


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Tenggara bakal menjadi tuan rumah untuk digelarnya Rakernas IMI yang akan berlangsung pada 14-15 Desember 2019 mendatang.
 
 
Ketua IMI Sultra, Anton Timbang mengatakan untuk melancarkan serta menyukseskan agenda skala nasional tersebut pihaknya telah melakukan komunikasi dengan beberapa pihak terutama kepada Gubernur Sultra, Ali Mazi. 
 
 
Dalam komunikasi tersebut kata Anton Timbang, gubernur Sultra merespon dan mendukung kegiatan tersebut. Rencanabya, event akbar itu yang berlangsung selama dua hari itu bakal dipusatkan di Kota Kendari. 
 
 
"Saya sudah berbicara dengan pak gubernur dan beliau sudah menyiapkan semuanya. Sisa menunggu kontraktor yang akan melaksanakan (membangun sirkuit)," ucap Anton Timbang pada awak media, Kamis 26/09/2019).
 
 
Pengusaha sukses ini mengungkapkan seluruh anggaran pembuatan sirkuit balap tersebut ditanggung sepenuhnya oleh pihak pemerintah provinsi. Sementara untuk lokasinya, pria yang akrab disapa AT ini belum mengatakan secara pasti.
 
 
Dikatakan AT, Rakernas IMI yang bakal dipusatkan di Kota Kendari itu merupakan yang pertama kalinya dilakukan sejak terbentuknya IMI di Sultra. Dimana, Rakernas-rakernas sebelumnya dilakukan di Jakarta.
 
 
AT menjelaskan dipilihnya Sultra oleh IMI pusat sebagai tuan rumah Rakernas IMI pada 14-15 Desember mendatang karena pengprov IMI Sultra mengusulkan secara langsung kepada IMI pusat. 
 
 
"Jadi, ini merupakan yang pertama kalinya dipercayakan oleh IMI pusat. Olehnya itu kami meminta doa dan dukungannya untuk menyukseskan acara ini," harap Mantan Ketua Partai Gerindra Sultra ini. 
 
 
Sementara itu, di tempat yang sama, Sekjen IMI Pusat Jeffry JP menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pengprov IMI Sultra yang telah berkenan menjadi tuan rumah Rakernas. 
 
 
"Rakernas IMI rutinnya itu selalu dilakukan di Jakarta. Namun untuk Rakernas tahun ini akan dilaksanakan di Sultra. Dan tentunya dengan warna yang berbeda," jelas Jeffry. 
  
 
Peliput: MAR
 

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Menghadapi pelaksanaan Rapat Kerja Nasional atau Rakernas Ikatan Motor Indonesia (IMI) di Sulawesi Tenggara pada 14-15 Desember mendatang, Pengurus Provinsi (Pengprov) IMI Sultra melakukan rakor di Hotel Claro Kendari. 
 
 
Ketua IMI Sultra, Anton Timbang mengatakan pelaksanaan Rakernas IMI yang akan dipusatkan di Kota Kendari nanti merupakan yang pertama kalinya sejak terbentuknya IMI di Sultra.
 
 
"Jadi, ini merupakan yang pertama kalinya dipercayakan oleh PP (Pengurus Pusat) IMi untuk melakukan Rakernas di Sultra. Olehnya itu kami meminta doa dan dukungannya untuk menyukseskan acara ini," ujar Anton Timbang, Rabu (25/09/2019) malam. 
 
 
Untuk mendukung kegiatan skala nasional tersebut, pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan gubernur Sultra maupun dari pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara.
 
 
"Gubernur sudah mendukung dan merespon kegiatan ini. Gubernur juga akan membangun sirkuit tinggal akan mencari lahan dan kontraktornya," ungkap Anton. 
 
 
Sementara itu, di tempat yang sama, Sekjen IMI Pusat Jeffry JP menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pengprov IMI Sultra yang telah berkenan menjadi tuan rumah Rakernas. 
 
 
"Rakernas IMI rutinnya itu selalu dilakukan di Jakarta. Namun untuk Rakernas tahun ini akan dilaksanakan di Sultra. Dan tentunya dengan warna yang berbeda," jelas Jeffry. 
 
 
Peliput: MAR

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Entah apa yang merasuki admin Kendariinfo yang "keenakan" meng-copy paste karya-karya jurnalis di Kota Kendari. Aksi copas karya jurnalistik ini kerap dan sering dilakukan oleh admin Kendariinfo. Parahnya lagi, aksi copas tersebut tidak melakukan komunikasi dengan pemilik media atau pembiat berita.

 

Sehingga dengan aksi copas ini membuat sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kota Kendari yang merasa dirugikan melaporkan hal tersebut ke Subdit V Ditkrimsus Polda Sultra, Selasa (24/09/2019).

 

Ketua DPD Join Kendari, Mirkas mengatakan, pelaporan tersebut merupakan keputusan bersama dari pengurus JOIN Kendari, pasca menggelar rapat internal. Hal ini merupakan sikap tegas atas aktivitas Copas berita yang dilakukan admin akun instagram Kendariinfo.

 

"Sebelum memutuskan untuk menempuh jalur hukum, kami sudah melakukan rapat internal, dan seluruh pengurus sepakat untuk melaporkan akun instagram tersebut," jelas Mirkas.

 

Menurutnya, akun Medsos tersebut telah merugikan para jurnalis dan media online di Kota Kendari, dengan melakukan penjiplakan (plagiat) berita tanpa izin terlebih dahulu, baik secara lisan maupun tertulis ke manajemen perusahaan pers.

 

Apalagi, kata dia, dari aktivitas plagiat berita tersebut, akun IG Kendariinfo mendapat manfaat ekonomi (komersil) dari hasil postingan berita. Manfaat ekonomi yang dimaksud adalah income dari para pemasang iklan di Medsos tersebut. Artinya, akun Kendariinfo telah mengkomersilkan berita.

 

"Admin akun Kendariinfo ini kami anggap memiliki kecerdasan intelektual, namun tidak mempunyai etika, tak bermoral dan berpura-pura bodoh. Seolah-olah tidak mengerti peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Ikas.

 

Lebih lanjut Mirkas menjelaskan, admin akun Kendariinfo berafiliasi dengan media online kendariinformasi.com di bawah naungan Yayasan Insan Muda Mandiri, yang beralamat di komplek Wirabuana Indah, Blok H1 nomor 34, Anduonohu, Kota Kendari.

 

Akan tetapi, media online kendariinformasi.com tidak aktif menjalankan fungsinya sebagai perusahaan pers, namun lebih aktif mengelola Medsos untuk tujuan komersil.

 

"Intinya, kami (JOIN) keberatan dan sangat terganggu atas perbuatan yang diduga dilakukan oleh akun Kendariinfo. Serta besar harapan saya, pengaduan ini dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," tambahnya.

 

"Yang perlu menjadi catatan penting adalah, bahwa pengelola akun instagram tersebut bukanlah jurnalis dan tidak pernah turun langsung melakukan aktivitas jurnalistik," imbuhnya.

 

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPD Join Kendari, Ardin Sardin mengungkapkan, dari hasil kajian pihaknya secara internal, akun kendariinfo dinilai telah melakukan tindakan pelanggaran hukum yang perlu diproses.

 

Pria yang popular disapa Gerson ini menyebutkan, adapun produk hukum yang dilanggar admin akun instagram tersebut adalah UU nomor 40 tahun 1999 tentang pers, dan UU nomor 24 tahun 2014 tentang hak cipta.

 

"Berita yang dicopy paste oleh pemilik akun kendariinfo sangat jelas telah melanggar UU nomor 24 tahun 2014 tentang hak cipta. Sebab, telag menggandakan salinan berita karya jurnalis yang berada di bawah naungan perusahaan pers," tegas Gerson. 

 

Peliput: MAR


KENDARI, ButonRayaNews.co.id -  Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tenggara bakal membangun Lembaga pemasyarakatan (Lapas) khusus narkotika. Rencananya, gedung Lapas khusus narkotika tersebut akan di tempatkan di Nanga-nanga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

 

Kepala Kanwil Kemenkumham Sultra, Sofyan membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, gedung lapas khusus tersebut akan dibangun pada 2020 mendatang.

 

"Lapas narkotika kita sudah dikasi hibah lahan 2,5 hektar dengan pak gubernur, lokasinya di Nanga-Nanga. Untuk anggarannya juga sudah kami usulkan," ujar Sofyan, Kamis (19/09/3019).

 

Pembangunan Lapas tersebut kata Sofyan sudah diusulkan sejak lama, dikarenakan jumlah narapidana (napi) narkotika di Sultra semakin meningkat setiap tahunnya.

 

Sofyan menjelaskan, saat ini ratusan napi tindak pidana narkotika tersebut untuk sementara masih digabungkan dengan napi dari kasus tindak pidana umum.

 

"Sultra sangat butuh Lapas Narkotika, karena saat ini jumlah napi narkoba di Sultra sudah lebih 400 orang. Jadi sudah sewajarnya untuk dibangun Lapas Narkotika kelas III di Sultra," lanjut Sofyan.

 

"Kita juga minta dukungan dari pak gubernur. Mudah-mudahan 2020 anggarannya sudah bisa turun, sehingga mungkin bulan Juni pembangunannya sudah bisa dimulai," tutupnya.

 

Peliput: MAR


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Dalam menghadapi kemajuan teknologi yang semakin cepat, perusahaan otomotif merk Honda juga terus berbenah dan melakukan berbagai inovasi. Terbaru, perusahaan yang dikenal dengan jargon "Salam Satu Jari" itu kembali meluncur produk terbarunya, yakni Honda Genio dan Honda ADV 150.

 

Kedua jenis kendaraan ini telah resmi diperkenalkan kepada masyarakat Sulawesi Tenggara khususnya warga Kota Kendari pada Sabtu 21 September 2019 di salah satu tempat perbelanjaan Kendari. Manager Marketing Astra Motor Makassar, Matthew Poetra Sah mengatakan peluncuran produk Honda baru tersebut merupakan penyegaran jenis baru dari produk-produk Honda sebelumnya. 

 

"Keduanya (Honda Genio dan Honda ADV 150 adalah brand baru untuk memenuhi permintaan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali di Kota Kendari," kata Matthew pada awak media dalam acara press conference.

 

Dijelaskannya, produk terbaru dari Honda itu dikhususkan untuk kaum milenial di Indonesia yang selalu ingin tampil beda. Karena menurut Matthew, kaum milenial di Indonesia sangat banyak dan dianggap cocok dan pas mengendarai produk Honda tersebut.

 

"Honda Genio bodynya lebih kompleks, rangkanya juga lebih ringan dari Produk Honda lainnya. Genio ini ada di tengah-tengah antara Scoopy dan Beat Sporty," tambah Matthew.

 

Sementara produk Honda ADV 150 kata Matthew di desain untuk kaum milenial yang memiliki jiwa petualang. Sebab di kendaraan tersebut dilengkapi dengan fitur spidometer lebih canggih.

 

"Ban dari Honda ADV 150 ini sangat cocok untuk di Kota Kendari ini. ADV 150 juga sudah memiliki subreker yang dipakai oleh para pembalap. Jadi, tidak perlu ragu lagi untuk memiliki Honda ADV 150," kata SPV People Chanel Astra Motor Makassar, Jonathan Sugianto.

 

Sementara itu, Corporate Communication Astra Motor Makassar, Abiyyu Febby mengatakan produk terbaru dari Honda tersebut telah tersedia di dialer-dialer resmi Honda yang ada di Kota Kendari.

 

"Tentu saja kita siapkan dulu semua produk-produknya dan ditempatkan di dialer resmi kami, baru kita umumkan secara resmi," kata pria yang akrab disapa Febby itu

 

Peliput: Muhammad Al Rajap


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Dalam menghadapi kemajuan teknologi era digital 4.0, dua dokter ahli forensik Sulawesi Tenggara menghadiri menerima materi dari Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusddokes) Polri, Brijen Pol Musyafak.

 

Kegiatan tersebut berlangsung dalam Muktamar Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PIT-PDFI) 2019 di Provinsi Yogyakarta, Kamis 19 September 2019. Dua dokter forensik Sultra tersebut adalah Kompol Dr dr Mauluddin SSos SH MH MKes SPF dan dr Raja Al Fath Widya Iswara MHKes SpFM.

 

Saat ditemui usai menerima materi dari Kapusdokkes Polri, Kompol Mauliddin mengatakan ilmi yang diperoleh sangat penting dan berarti untuk diaplikasikan dalam kehidupan yang serba modern ini. Materi yang dibawakan jenderal polisi bintang satu itu yaitu mengenai dokter forensik dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

 

"Jadi, materi yang diberikan oleh Kapusdokkes Polri itu mengenai kemajuan teknologi 4.0. Dan materi ini sangat penting bagi peserta khususnya kami dari perwakilan dokter forensik Sultra," jelas Mauluddin.

 

Lebih lanjut Kompol Mauluddin mengungkapkan dengan adanya materi yang diterima dari Kapusdokkes Polri, maka pihaknya mengaku siap untuk menghadapi menghadapi era revolusi industri 4.0.

 

"Saya rasa PIT (Pertemuan Ilmiah Tahunan) ini juga sebagai ajang silaturahmi antara dokter forensik se-Indonesia," tutur Mauluddin.

 

Sementara itu, Brigjen Pol Musyafak menekankan, forensik harus memanfaatkan teknologi digital bagi dunia medis yang sudah berkembang.

 

Hal penting lainnya, menurut dia, peningkatan profesionalisme dokter forensik dalam penyelenggaraan scientific crime investigation di era revolusi indusri 4.0.

 

"Forensik sifatnya independen, anggarannya terbatas, dokter harus bekerja dengan profesional," kata jenderal bintang satu ini.

 

Saat ini, kata Musyafak, pelayanan kesehatan seiring sejalan dengan perkembangan teknologi. Mengetahui penyakit dalam tubuh menggunakan alat teknologi yang canggih.

 

"Anak yang masih dalam kandungan saja sudah diketahui jenis kelaminnya. Ini semua karena teknologi," katanya.

 

Musyafak berharap, dokter forensik mulai bekerja dengan standar pendidikan, pelayanan, dan pengembangannya untuk mencapai cita-cita yang diinginkan.

Peliput: MAR


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - PT Amin, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan diduga melakukan aktivitas diluar Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dimilikinya. 

 

Pasalnya, IUP perusahaan berlokasi di Desa Patikala, Kecamatan Tolala Kabupaten Kolaka Utara sementara PT AMIN diduga melakukan aktivitas penambangan di Laburino, Desa Mosiku, Kecamatan Batu Putih, Kolaka Utara.

 

Tak hanya itu, Mantan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Tenggara, Kombes Pol Rosyanto Yudha Hermawan juga di sebut-sebut terlibat dalam aktifitas pertambangan. 

 

Saat ditemui di Polda Sultra, perwira tiga bunga melati dipundaknya itu membantah dengan tegas tudingan miring yang dialamatkan kepada dirinya.

 

"Saya sudah panggil mereka-mereka (anggota Polri) yang katanya mengaku bekerja atas nama saya," jelas Kombes Pol Yudha.

 

Pengganti Kombes Pol Winarto ini juga mengaskan sudah memerintahkan PT Amin untuk menghentikan aktivitasnya, dan bila masih beraktivitas maka akan segera ditindak tegas.

 

Ia juga mengakui adanya aktivitas pertambangan tersebut. Dan dirinya telah memerintahkan untuk menghentikan aktivitasnya.

"Hentikan segera, atau tidak saya tangkap," tegas Rosyanto.

Sementara itu ditempat terpisah, Kapolres Kolaka Utara, AKBP Soesilo Setiawan mengatakan saat ini pihaknya tegah melakukan penyelidikan soal dugaan aktivitas ilegal PT Amin.

 

"Kami sudah meminta klarifikasi dari pihak PT Amin, namun masih dalam tahap lidik," kata kapolres, Rabu (18/09/2019).

 

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sultra, Ali Mazi mengatakan bila PT Amin benar melakukan aktivitas ilegal maka dirinya akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

 

"Tidak boleh menambang secara ilegal," ujarnya.

Peliput: MAR


Page 7 of 126

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0822 9168 7184 

Visitors Counter

2123904
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
43
5155
14908
2074885
83299
95718
2123904