Saturday, September 21, 2019

REDAKSI

REDAKSI

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id, Setelah melaksanakan Safari Ramadhan di sejumlah Desa, Bupati Buton Utara, Abu Hasan bersama rombongan kembali melakukan hal serupa. Kali ini, titik yang dituju adalah Masjid Al Ikhlas, Desa Kadacua Kecamatan Kulisusu, Sabtu (25/5/2019) malam.
 
Di kesempatan itu, Abu Hasan menyampaikan sejumlah pesan religi, diantaranya soal ampunan dosa. Dijelaskan, setidaknya ada tiga hal dapat dilakukan seorang muslim, yang apabila diamalkan, dosa atau kesalahannya akan mendapat ampunan dari Allah SWT.
 
Pertama adalah dengan menyempurnakan wudhu. Kendati suasananya dalam keadaan sangat dingin. Kedua, terus memperbanyak berjalan menuju masjid, menunaikan ibadah.
 
Dan ketiga, selalu menunggu di masjid, dari satu waktu shalat ke shalat berikutnya. "Misal habis shalat Maghrib kita tidak pulang. Kita duduk di masjid, mengaji, atau shalat rawatib (shalat sunah sebelum atau sesudah shalat lima waktu)," terangnya, saat membawakan ceramah. 
 
Ia berharap, ketiga hal ini dapat diamalkan, dengan harapan dosa ataupun kesalahan di masa lalu, mendapatkan ampunan. "Kalau tiga hal ini kita lakukan, maka Insya Allah dosa-dosa kita yang lalu akan diampuni oleh Allah SWT," seru Abu Hasan.
 
Selain bisa mendapat ampunan dosa, lanjut dia, mengamalkan ketiga hal tersebut juga akan mengangkat derajat seseorang. "Selain kita punya masa lalu, kita juga ingin punya masa depan. Masa depan kita yang kita harapkan, Allah mengangkat derajat kita," tuturnya. 
 
Peliput: Ran
 

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Salah satu praktisi hukum Sulawesi Tenggara, La Ode Abdul Syaban menyebut Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra bunuh diri jika tidak melakukan pergantian terhadap dua caleg PKS yang saat ini berstatus terpidana. 
 
Pernyataan La Ode Abdul Syaban ini menanggapi pernyataan dari kuasa hukum Sulkhani dan Riki Fajar, La Samiru, yang mengklaim kliennya tidak dapat diganti setelah divonis bersalah dengan pidana kurungan dua bulan oleh majelis hakim Pengadilan Tinggi.
 
Syaban menuturkan pernyataan La Samiru yang dimuat di beberapa media sangatlah tidak berdasar, karena hanya berdasarkan kepentingan sepihak, bukan karena kepentingan undang-undang.
 
Syaban menjelaskan, berdasarkan pasal 426 ayat 1 huruf d dikatakan bahwa pergantian caleg DPRD dilakukan apabila calon yang terpilih yang bersangkutan terbukti melakukan tindak pidana pemilu berdasarkan putusan pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap.
 
"Sangatlah tepat jika KPU melakukan pergantian terhadap yang bersangkutan. Justru, KPU bunuh diri jika tidak melakukan pergantian karena bisa saja diadukan ke DKPP," ujar Syaban belum lama ini. 
 
Menanggapi hal itu, Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir menegaskan pihaknya tetap akan melakukan pergantian terhadap dua caleg yang saat ini telah menjalani masa tahanan di Lapas Kendari. 
 
Keputusan tersebut berdasarkan  pada Peraturan KPU nomor 5 tahun 2019 pasal 39 huruf d, bahwa dalam hal terdapat caleg yang terbukti melakukan pelanggaran larangan kampanye, berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.
 
Ketika inkrach pada waktu setelah penetapan perolehan suara sampai dengan sebelum penetapan calon terpilih, maka KPU menetapkan calon yang memperoleh peringkat suara sah terbanyak berikutnya sebagai calon terpilih anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota, dan menuangkan ke dalam berita acara.
 
"Keadaan hukum putusan tersebut inkrach 15 Mei atau setelah KPU Sultra dan KPU Kota Kendari telah menetapkan perolehan suara, namun belum menetapkan calon terpilih, terhadap calon dimaksud tidak dapat ditetapkan sebagai calon terpilih," ungkap La Ode Abdul Natsir, Selasa (21/05/2019).
 
Peliput: Muhammad Al Rajap

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Alumni SMA Negeri 1 Kulisusu Kabupaten Buton Utara (Butur) angkatan tahun 2001 memanfaatkan momentum bulan Ramadhan dengan berbagi. Pembagian sedekah ini berupa paket sembako, rencananya akan dilaksanakan di enam desa, mulai Kamis, 23 hingga 26/5/2019.
 
Keenam desa tersebut yakni Desa Lantagi Kecamatan Kulisusu, Desa Lanosangia Kulisusu Utara, Desa Lapandewa Kulisusu Barat. Selanjutnya, Desa Ronta Kecamatan Bonegunu, Desa Konde Kecamatan Kambowa dan Desa Wantulasi Kecamatan Wakorumba Utara, dengan jumlah keseluruhan sebanyak 1.176 kepala keluarga (KK).
 
Ketua Panitia, Ardiansyah menjelaskan, ide awal pembagian sedekah ini bermula saat acara buka puasa bersama para alumni 2001 awal bulan Mei lalu. Semula, kegiatan hanya akan dilaksanakan di Desa Lantagi. Namun karena  seluruh rekan-rekan seangkatannya mendukung dan memberikan suport, lokasi kegiatannya pun bertambah.
 
Dijelaskan pula, adanya kegiatan ini semata-mata sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas rejeki yang diberikan oleh Allah SWT. Dengan tujuan untuk dapat berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan serta terjalinnya hubungan silaturahmi antara para alumni 2001 SMA 1 Kulisusu dengan masyarakat.
 
"Adapun sumber dana dari kegiatan ini berasal dari sumbangan leting-leting kami angkatan 2001," kata Ardiansyah.
 
Salah satu Alumni 2001, Muh Aswadi Adam, menyampaikan pula, pemberian sedekah ini murni sebagai ungkapan rasa syukur atas rezeki yang didapatkan, baik dirinya maupun rekan-rekan seangkatannya. Sedikitpun, kata dia, tak ada maksud untuk meninggikan diri, ataupun merendahkan sesama.
 
"Mudah-mudahan niat yang mulia ini dapat tercapai dan berlangsung dengan baik. Sehingga, harapan saya momentum ini terus berlanjut dan tidak putus sampai di sini," kata Aswadi. 
 
Peliput: Ran
 

MUNA BARAT, ButonRayaNews.co.id - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Muna Barat (Mubar), La Ode  Andi Muna mengatakan aksi atau demo tidak dilarang akan tetapi harus jelas subtansinya. 
 
"Demo itu tak dilarang tapi demonya harus subtansi yakni harus memberikan manfaat atau kontribusi buat daerah dan masyarakat," Andi Muna, Selasa (21/05/2019). 
 
Dikatakannya, sebelum para pemuda  ataupun mashasiswa ingin melakukan aksi demo di wilayah Mubar. Mereka harus melapor di Kesbangpol sebagai badan yang menanggani stabilitas wilayah. Kemudian melapor di Polres sebagai pihak pengaman.
 
Andi Muna menyebut, melakulan aksi demo itu punya mekasnisme ataupun tahap-tahapan yakni menyurati Pemda ataupun istansi terkait tentang maksud dan tujuan aksi demo. Mau dialog atau shering. 
 
"Jika kemudian tidak diindahkan maka di tempuh jalur aksi atau demo. Tapi demonya yang elok dan beretika. Jangan langsung melakukan aksi. Jika ada masalah mari kita diskusikakan lebih enak dan elok," terangnya. 
 
Ia menambahkan, berbeda dengan persoalan tentang HAM. Jika HAM sudah dihargai dan diinjak-injak, sepenuhnya mendukung melakukan aksi demo. Karena berbicara HAM itu adalah harkat dan martabat kita sebagai manusia.
 
Peliput : LM Sacril
Editor : Asis

MUNA BARAT, ButonRayaNews.co.id - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Muna Barat (Mubar), La Ode  Andi Muna mengatakan aksi atau demo tidak dilarang akan tetapi harus jelas subtansinya. 
 
"Demo itu tak dilarang tapi demonya harus subtansi yakni harus memberikan manfaat atau kontribusi buat daerah dan masyarakat," Andi Muna, Selasa (21/05/2019). 
 
Dikatakannya, sebelum para pemuda  ataupun mashasiswa ingin melakukan aksi demo di wilayah Mubar. Mereka harus melapor di Kesbangpol sebagai badan yang menanggani stabilitas wilayah. Kemudian melapor di Polres sebagai pihak pengaman.
 
Andi Muna menyebut, melakulan aksi demo itu punya mekasnisme ataupun tahap-tahapan yakni menyurati Pemda ataupun istansi terkait tentang maksud dan tujuan aksi demo. Mau dialog atau shering. 
 
"Jika kemudian tidak diindahkan maka di tempuh jalur aksi atau demo. Tapi demonya yang elok dan beretika. Jangan langsung melakukan aksi. Jika ada masalah mari kita diskusikakan lebih enak dan elok," terangnya. 
 
Ia menambahkan, berbeda dengan persoalan tentang HAM. Jika HAM sudah dihargai dan diinjak-injak, sepenuhnya mendukung melakukan aksi demo. Karena berbicara HAM itu adalah harkat dan martabat kita sebagai manusia.
 
Peliput : LM Sacril
Editor : Asis

MUNA BARAT, ButonRayaNews.co.id - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Muna Barat (Mubar), La Ode  Andi Muna mengatakan aksi atau demo tidak dilarang akan tetapi harus jelas subtansinya. 
 
"Demo itu tak dilarang tapi demonya harus subtansi yakni harus memberikan manfaat atau kontribusi buat daerah dan masyarakat," Andi Muna, Selasa (21/05/2019). 
 
Dikatakannya, sebelum para pemuda  ataupun mashasiswa ingin melakukan aksi demo di wilayah Mubar. Mereka harus melapor di Kesbangpol sebagai badan yang menanggani stabilitas wilayah. Kemudian melapor di Polres sebagai pihak pengaman.
 
Andi Muna menyebut, melakulan aksi demo itu punya mekasnisme ataupun tahap-tahapan yakni menyurati Pemda ataupun istansi terkait tentang maksud dan tujuan aksi demo. Mau dialog atau shering. 
 
"Jika kemudian tidak diindahkan maka di tempuh jalur aksi atau demo. Tapi demonya yang elok dan beretika. Jangan langsung melakukan aksi. Jika ada masalah mari kita diskusikakan lebih enak dan elok," terangnya. 
 
Ia menambahkan, berbeda dengan persoalan tentang HAM. Jika HAM sudah dihargai dan diinjak-injak, sepenuhnya mendukung melakukan aksi demo. Karena berbicara HAM itu adalah harkat dan martabat kita sebagai manusia.
 
Peliput : LM Sacril
Editor : Asis

MUNA BARAT, ButonRayaNews.co.id - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Muna Barat (Mubar), La Ode  Andi Muna mengatakan aksi atau demo tidak dilarang akan tetapi harus jelas subtansinya. 
 
"Demo itu tak dilarang tapi demonya harus subtansi yakni harus memberikan manfaat atau kontribusi buat daerah dan masyarakat," Andi Muna, Selasa (21/05/2019). 
 
Dikatakannya, sebelum para pemuda  ataupun mashasiswa ingin melakukan aksi demo di wilayah Mubar. Mereka harus melapor di Kesbangpol sebagai badan yang menanggani stabilitas wilayah. Kemudian melapor di Polres sebagai pihak pengaman.
 
Andi Muna menyebut, melakulan aksi demo itu punya mekasnisme ataupun tahap-tahapan yakni menyurati Pemda ataupun istansi terkait tentang maksud dan tujuan aksi demo. Mau dialog atau shering. 
 
"Jika kemudian tidak diindahkan maka di tempuh jalur aksi atau demo. Tapi demonya yang elok dan beretika. Jangan langsung melakukan aksi. Jika ada masalah mari kita diskusikakan lebih enak dan elok," terangnya. 
 
Ia menambahkan, berbeda dengan persoalan tentang HAM. Jika HAM sudah dihargai dan diinjak-injak, sepenuhnya mendukung melakukan aksi demo. Karena berbicara HAM itu adalah harkat dan martabat kita sebagai manusia.
 
Peliput : LM Sacril
Editor : Asis

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Butur) Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali memperingati malam Nuzulul Quran yang jatuh setiap malam ke 17 Ramadhan, di Masjid At-Taqwa Kecamatan Kulisusu, Selasa (21/5/2019). 
 
Kegiatan ini, dirangkaikan pula dengan dengan buka puasa bersama, penyantunan anak yatim piatu dan fakir miskin.
 
Di kesempatannya, Bupati Butur, Abu Hasan menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bagian dari upaya mengokohkan syiar Islam. Yang mana, hal itu sudah menjadi komitmen pemda setempat, mewujudkan daerah yang religius. 
 
Di era modern ini, kata dia, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta peradaban manusia, terus berkembang pesat. Namun di balik itu, fenomena ketidakseimbangan secara psikis, sosial, maupun mental spiritual, juga menjadi tantangan yang tengah mengintai generasi saat ini.
 
Untuk menjawab ketidakseimbangan itu, lanjut dia, salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mendekatkan diri dengan Alquran. Dia berharap, dengan peringatan Nuzulul Quran ini, dapat dipetik hikmah untuk semakin meneguhkan keislaman. 
 
"Mudah-mudahan kita mendapatkan hikmah, memperkokoh tauhaid kita," kata Abu Hasan, dalam sambutannya di Masjid At -Taqwa.
 
Selanjutnya, ceramah dalam acara ini dibawakan oleh Zainal Mustamin, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sultra.
 
Dalam ceramah tersebut, Ia menyebutkan, hikmah Alquran hanya akan diperoleh bagi mereka yang sucih hatinya. Maka dari itu, kata dia, beruntunglah bagi mereka yang mensucikan dirinya dan merugilah bagi yang mengotori hatinya. 
 
"Cara untuk membersihkan hati kita dapat dilakukan dengan berbagai cara,  antara lain dalam momentum Nuzul Qur'an mari kita memahami isi kandungan Alquran. Memahami ajaranya, mengenai kebersamaan diantara perbedaan ditengah-tengah masyarakat, menginfaqkan sebagian harta dan memaafkan orang lain sebelum orang itu meminta maaf kepada kita," tuturnya.
 
Peliput: Ran
 

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - PT VDNI yang merupakan salah satu perusahaan pengelolaan, pengembangan dan pemurnian nikel (smelter) yang saat ini beroperasi di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) terus megembangkan sayapnya. 
 
Dikatakan Deputy Site Manager PT VDNI, Rusmin jika dalam waktu dekat pihaknya akan menambah target ekspor ke luar negeri. 
 
"Dalam waktu dekat kita akan tambah target ekspor kita ke luar, dari 600 ribu metrik ton menjadi 1 juta," terangnya, Senin (20/05/2019). 
 
Saat ini target yang dimiliki VDNI untuk ekspor ke luar dalam waktu satu tahun yakni 600 ribu metrik ton, namun dalam waktu dekat, lanjut Rusmin akan dilakukan revisi Rencana Kegiatan dan Anggaran Belanja (RKAB).
 
Penambahan target ekspor tersebut disesuaikan dengan jumlah tungku yang beroperasi saat ini.
 
"Kita maksimalkan 15 tungku yang ada saat ini, makanya kita tambah target ekspor feronikel kita," ujarnya. 
 
Namun hingga Mei 2019 ini jumlah ekspor feronikel yang dilakukan PT VDNI sudah mencapai 300 ribu metrik ton.
 
"Rata-rata dalam sebulan itu kita bisa ekspor hingga 50 ribu metrik ton, untuk target 600 ribu metrik ton tahun ini saya rasa pasti bisa mencukupi," tandasnya.
 
Peliput: Muhammad Al Rajap

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Bupati Buton Utara, Abu Hasan, bersama rombongan kembali melanjutkan Safari Ramadhan. Kali ini, titik yang dituju yakni Masjid Al Muhsinin Kelurahan Lemo, Senin (20/5/2019).
 
Di kesempatannya, Abu Hasan menyampaikan beberapa hal penting dalam momentum bulan suci Ramadhan ini. Salah satu diantaranya adalah berdoa. 
 
Kata dia, bulan Ramadhan ini merupakan salah satu momentum yang tepat bagi umat muslim untuk memperbanyak berdoa. Sehingga, sangat dianjurkan bagi mereka yang berpuasa untuk terus memperbanyak dzikir, shalat, sedekah, serta memanjatkan doa. 
 
Dia menjelaskan, ada beberapa golongan manusia yang doanya tidak ditolak oleh Allah SWT. Antaralain, orang yang sedang berpuasa. Mengapa?, karena orang yang sedang berpuasa, hati, pikiran, jiwa dan perasaannya dalam keadaan bersih.
 
"Oleh karena itu, selama bulan Ramadhan, banyak-banyak berdoa," kata Abu Hasan, saat membawakan ceramah. 
 
Selain itu, golongan orang yang juga tidak ditolak doanya adalah pemimpin yang adil. Pemimpin sendiri, lanjut dia, bukan berarti hanya mencakup seorang presiden, kepala daerah, camat lurah/kepala desa. Tetapi, setiap manusia juga adalah merupakan pemimpin bagi dirinya sendiri.
 
Selanjutnya, kata Abu Hasan, golongan manusia yang juga tidak ditolak doanya adalah seorang musafir dan doa orang tua terhadap anaknya. 
 
Selain memotivasi untuk berdoa, Abu Hasan juga mengingatkan kepada warganya untuk selalu membaca kitab suci Alquran. "Supaya genersi kita menjadi generasi Qurani, tidak jauh dengan Alquran," tutur Abu Hasan.
 
Peliput: Ran

Page 10 of 119

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0813 5444 5525

Visitors Counter

1591202
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
977
2968
20954
1548325
65699
89717
1591202