Wednesday, February 19, 2020

REDAKSI

REDAKSI

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Butur) menggelar rapat evaluasi dan penguatan fungsi pemerintah kecamatan yang berkaitan dengan program dana desa dan hal lain yang berkaitan dengan pertanahan, lingkungan dan penertiban pasar, di Aula Sekretariat Daerah, Senin (26/08/2019).

 

Acara ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah, Muhammad Yasin, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra, Mohamad Amaluddin Mokhram. Turut dihadiri Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat, Kepala Desa dan para Pendamping kecamatan dan desa.



Dalam kesempatan itu, Muhammad Yasin memberikan banyak catatan kepada peserta rapat. Diantaranya pengelolaan dana desa (DD), yang tidak menutup kemungkinan berpotensi menimbulkan masalah hukum. Sehingga, administrasi terkait dengan laporan pertanggung jawaban dana yang sudah dikeluarkan harus clear.

 

"Para kepala desa harus bisa memahami dan melaksanakan sesuai prosedur serta mekanisme yang telah di tentukan, terkait dengan pemanfaatan dana desa," tegasnya.

 

Terkait dengan tugas-tugas pemerintahan di tingkat kecamatan dan desa, ia pun menghimbau para camat, agar mengatur dengan baik regulasi dan pola menejemen yang tepat dalam mengelola tata pemerintahan yang baik. Termasuk sejumlah permasalahan di desa, sedapat mungkin harus sudah cleer di tangan para camat.

 

Begitu pula Badan Keuangan Daerah (BKD), harus memperhatikan secara teliti terkaitan pencairan dan laoparan pertanggung jawaban DD dan ADD, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Selain memberikan penegasan seputar fungsi pemerintah kecamatan dan pemanfaatn DD dan ADD, Sekda juga mengingatkan kepada Dinas Pertanahan Butur, agar tanah masyarakat yang terpakai dalam proses pembanguanan, harus mengacu pada aturan. Ganti utung atau minimal tidak ada yang dirugikan oleh kedua belah pihak.

 

Peliput: Ran


Oleh: Rian Adriansyah
 
 
Berandai-andai punya pendapatan hingga miliaran rupiah setiap bulan, rumah di Citra Land, Pajero Sport, Fortuner, Nissan GTR, berjejer rapih sembari menyaksikan supir pribadi mengelap kap mesin mobil yang baru saja dicuci olehnya serta memastikan kondisi mobil dalam keadaan baik-baik saja.
 
 
Well.. saya akan berangkat ke salah satu pulau untuk melihat lahan konsesi milik anak perusahaan, jangan salah, saya sudah kantongi IUP nya, IPPKH, dan apalah namanya itu yang sering diteriakkan oleh adik-adik aktivisi mahasiswa yang berkoar-koar bahwa perusahaan milik kami tak mengantongi izin.
 
 
Hallaahhh... ku benamkan saja korlap nya, orang-orang ku dilapangan tau perannya masing-masing. Masih diwaktu dan jam yang sama, sambil menyeruput teh anget, scrolling down di smartphone Asus ROG seharga Rp, 14.499.000. Ku baca media online yang dikirimkan oleh beberapa wartawan pasca konpers semalam, sambil ku balas WA pesan dari Gubernur, Bupati, dan Kapolda.
 
 
"Pak mobilnya udah siap...," kata pak supir yang segera mengantarkan kami ke pelabuhan jetti yang baru saja selesai kami bangun, tentunya anggarannya miliaran dengan mengambil sebagian lahan milik Sekolah Dasar yang bersampingan dengan wilayah pembangunan jetti milik kami.
 
 
But i dont care..., kepala sekolahnya udah saya berangkatkan umroh, terus pak desa gimana pak? sudaahhh, cek saja rumahnya sudah dua lantai, dengan Toyata Avanza di garasi. Oh iyaa anaknya sekarang berangkat ke kampus naik motor Vixion. Jebretttt... hujan turun membawa lumpur kuning setinggi atap rumah, kosong satu dan kosong dua saling tuding apa sebab banjir bandang yang menyisakan perih, luka hati, dan penyesalan.
 
 
Bukan salah kami, banjir yah karena intensitas hujan yang begitu tinggi. Saya dan manajemen rugi miliaran, 37 unit PC 200 kami juga terendam, kebayangkan biaya servicenya tembus berapa M... ckckckkckckc.. Masalah itu serahkan saja ke Bupati yang hanya mengenakan kaos oblong putih sambil mikul beras dan makan indomie rebus telur di pengungsian bersama sejumlah warga, kan dia yang punya wilayah, kan saya sudah bayar pajak!
 
 
"PING!!!...," ku baca pesan masuk dari salah seorang pimpinan redaksi salah satu media, "kanda... bagaimana penawaranku yang kemarin?,". Sbb, Wait.. kabar buruk, KPK datang berkunjung mewanti-wanti sekaligus memberikan ultimatum perusahaan tak ber IUP dan menunggak pajak, wahhh pak Gub ikut-ikutan, semua alat berat wajib menggunakan plat lokal untuk pemasukan sebagai sumber pendapatan daerah.
 
 
Bisa juga, asal kita ji..! Next bad news, warga bentrok dengan aparat kepolisian yang mengawal alat berat kami, karyawan saya disandera, diiket... bukannn maeennn kek sapi kurban yang bentar lagi dieksekusi. Sekali lagi aku katakan, kami sudah kantongi IUP nya dan IPPKH, pulau mu itu sudah masuk dalam wilayah konsesi kami.
 
 
"Tunggu dulu ya dinda, sebentar saya teruskan ke bagian keuangan...," halaahhh males ladenin kek beginian, dua bulan lalu, media tersebut menyerang kami secara brutal, massive, terstruktur, bertubi-tubi, tanpa ampun, tanpa amnesti, tanpa konfirmasi. "Jalan-jalan ke ruangan dinda, sambil ku akhiri dengan ucapan salam," GERTAK.. ANCAM.. TEKAN.. LOBBY. Metode paan sih itu?.
 
 
Humas ku yang cekatan dan cerdas tak tinggal diam, kami undang mereka semua, konferensi pers digelar, media gathering kami rencanakan, aku rangkul mereka, ku jadikan mitra, teken kontrak sembari menggerutu dalam hati dengan penuh dongkol "Ko' sudah serang kita, baru ko' mau juga uang ta, kata site manager kami sambil gemetar penuh ketakutan usai Toyota Hillux Double Cabin milik perusahaan yang dikendarai olehnya dilempari batu oleh warga yang ngaku lahannya diserobot.
 
 
Tunjukkan caranya kalian bisa HIDUP TANPA IKLAN. Serobot lahan kata mu? tunjukkan kalau lahan ini adalah milikmu, surat-suratnya mana? mereka diam, sudaahh jadilah karyawan kami saja, kamu ... hei... kamu... iyaa kamu yang gondrong kamu mau jadi kepala security? gaji kamu Rp. 3,6 juta setiap bulan, saya tunggu ijazah kamu besok.
 
 
Kebetulan banget nih pak Bupati, ada sisa dana CSR, saya bangunin sekolah yah pak?. Mesjid, jembatan, jalananan kami bangunkan untuk mereka yang menelan janji manis kampanye dari bapak. Infrastruktur kami genjot senilai ratusan miliar rupiah, tentunya dengan surat perjanjian utang pembangunan, kami bangunkan dulu, pembayarannya nanti pake APBD dicicil, tak perlu risau dan gusar, jaminkan aset daerah saja kepada kami untuk dikelola, kembali lagi jurus lama gaya baru
 
 
"Membangkrutkan Pemda Lewat Utang". Selingkar semeja dengan para jajaran Forkopimda, kami dikumpul disalah satu hotel berbintang, seluruh pemegang IUP dikumpul untuk diberi arahan dan wejangan, jadi kita ini apa? sebatas teman. Melihat wakil-wakil rakyat ketewa cekikikan... disambut tepuk tangan para hadirin dan undangan, ajudan ku berbisik "Pak alat kita dibakar massa,". Mainkan saja peranmu dengan penuh tanggung jawab, bergerak tanpa jejak, beraksi tanpa saksi, eksekusi tanpa bukti, dan akhiri tanpa sakit hati.
 
 
Penulis merupakan tukang Review Media Online

 
 
 
 
 
 
 
 
 

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Pelabuhan Khusus atau Pelsus milik PT Gema Kreasi Perdana (GKP) di Desa Sukarela Jaya, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) disebut tidak sesuai ruang. 
 
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tenggara, Askabul Kijo saat ditemui sela Rapat Rekonsiliasi IUP Se-Sultra di Kendari, Senin (26/8/2019).
 
"Berdasarkan ruang, pelabuhan khusus yang dibangun oleh PT GKP, tidak sesuai ruangnya. Itu ruang kawasan perikanan tangkap, artinya tidak boleh ada pelabuhan khusus," ujar Askabul Kijo, Senin (26/08/2019).
 
Menurutnya, wilayah yang dibangunkan pelabuhan khusus PT GKP merupakan wilayah perikanan tangkap, dan didalamnya tidak ada ruang untuk pembangunan pelabuhan khusus.
 
Askabul Kijo membeberkan pihak PT GKP sudah dua kali bersurat kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk meminta rekomendasi pemberian ruang terminal khusus. Namun, lanjut Askabul Kijo pihaknya tidak memberikan izin.
 
"Kita kasih rekomendasi bahwa bukan ruangnya," tuturnya.
 
Sementara itu, ditemui di lokasi berbeda, Direktur Eksekutif Walhi Sultra, Saharuddin mengatakan pelabuhan khusus yang dibangun oleh PT GKP belum memiliki izin lokasi, izin pemanfaatan dan pengelolaan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).
 
"Pelabuhan khusus yang dibangun PT GKP itu juga tidak ada izin reklamasinya," ungkap Saharuddin pada awak media di ruang kerjanya. 
 
Peliput: Muhammad Al Rajap
 

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Guna mencegah penggunaan dan penyalahgunaan narkoba pada prajurit, PNS maupun jajarannya, Korem 143/HO melakukan tes urine secara serentak dilaksanakan di Gedung Tamalaki Makorem.
Danrem 143/HO, Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto melalui Kasi Intel Rem 143/HO, Mayor Inf Rahmat Yunus mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka  Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) triwulan III tahun 2019 di jajaran Kodam XIV/Hasanuddin.
 
Dikatakannya, pelaksanaan kegiatan pemeriksaan urine merupakan perintah langsung Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi, kepada seluruh satuan jajaran korem di wilayah kodam.
 
"Ini adalah upaya nyata bagi Korem 143/HO untuk mencegah dan memerangi adanya narkoba di kalangan prajurit dan PNS TNI AD di jajaran Korem 143/HO," ujar Mayor Inf Rahmat, Senin (26/08/2019).
 
Menurutnya, narkoba adalah ancaman yang nyata bagi seluruh generasi bangsa Indonesia. Penyalahgunaan narkoba memiliki kecenderungan meningkat dengan korban dari kalangan anak-anak hingga aparat negara.
 
"Tidak ada pilihan lain bagi kita untuk menyatukan tekad, semangat dan kebersamaan untuk perang terhadap narkoba. Oleh karena itu bukan hanya BNN namun semua pihak harus turun tangan untuk melawan kejahatan narkoba ini," jelas perwira Abituren Akmil 2003 ini. 
 
Sebanyak 665 personel terlibat dalam pemeriksaan urine ini dengan rincian Makorem 135 orang, Kodim 1412/Kolaka 120 orang, Kodim 1413/Buton 120 Personel, Kodim 1416/Muna 120 orang dan Yonif 725/Woroagi sebanyak 50 orang.
 
"Tes urine ini juga diikuti oleh para dansat, kasi dan pasi, pamen, pama, bintara, tamtama dan PNS TNI AD jajaran Korem 143/HO," beber Rahmat. 
 
Peliput: Muhammad Al Rajap

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Mahasiswa KKN Tematik UHO di Desa Bajoe Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe bersama BNN Kota Kendari menggelar sosialisasi tentang bahaya Narkoba dan penyebarluasan informasi tentang pencegahan serta pemberantasan penyelahgunaan narkoba. 
 
Kegiatan yang diadakan pada, Selasa,  20 Agustus 2019 tersebut dihadiri sekitar 50 masyarakat Bajoe mulai dari kalangan remaja sampai orangtua, bapak-bapak maupun ibu-ibu, termasuk Kepala Desa Bajoe dan pihak TNI. Kegiatan tersebut diadakan di Aula Kantor Desa Bajoe.
 
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, pihak BNN Kota Kendari menyampaikan bahwa daerah sekitar pesisir memiliki potensi yang cukup tinggi bagi terjadinya transaksi narkoba. Terlebih lagi, Desa Bajoe yang merupakan daerah transit dari daerah lain ke Kota Kendari. Maka sangat memungkinkan terjadinya pengedaran narkoba di daerah tersebut.
 
Ketua Dosen Pembimbing Lapangan KKN Temarik UHO di Desa Bajoe, Akhmad Marhadi mengatakan, peran perguruan tinggi termasuk mahasiswa sangat strategis dalam mensosialisasikan dan mencegah narkoba. 
 
"Melalui Tridharma Perguruan Tinggi, dosen dapat melakukan pengabdian, penelitian, dan pendidikan. Tentunya berhubungan erat dengan bahaya narkoba," kata Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UHO ini, Senin 26 Agustus 2019.
 
Dosen pembimbing lapangan lainnya, La Ino mengungkapkan, bahwa keterlibatan semua stakeholder termasuk masyarakat sangat diperlukan dalam mencegah dan memberantas narkoba.
 
La Ino menambahkan, narkoba tidak hanya akan merusak pengguna atau pemakai tetapi juga bisa mempengaruhi keturunannya, tetangga, kerabat, dan teman-teman.
 
Sementara itu, Kepala Desa Bajoe Abdul Muis berharap agar kegiatan seperti ini terus dilakukan. Bukan saja di desa Bajoe tetapi juga di desa dan kelurahan lain, khususnya yang berada di Kecamatan Soropia.
 
Untuk diketahui, pengabdian kepada nasyarakat Tmterintegrasi KNN Tematik UHO di Desa Bajoe Kecamatan Soropia ini berlangsung selama satu bulan dimulai 25 Juli 2019 sampai dengan 24 Agustus 2019.
 
Peliput: Asis

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Menyikapi tensi politik yang terjadi di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Lingkar Studi Mahasiswa (LSM) Muna Jakarta bakal menggelar diskusi publik.
 
Ketua LSM Muna Jakarta, Ikhsan Jamal mengungkapkan diskusi publik tersebut bakal menghadirkan narasumber bakal calon (Balon) bupati Muna yang kerap disebut-sebut media maju pada pilbub Muna 2020 mendatang. 
 
"Tema yang akan kita angkat pada diskusi nanti adalah Adu Gagasan Tanpa Saling Fitnah," jelas Iksan Jamal pada ButonRayaNews.co.id, Senin (26/08/2019).
 
Dalam pelaksanaan diskusi tersebut, selain para balon bupati Muna, Wakil Direktur LKB HMI PB HMI ini juga menuturkan pihaknya juga bakal menghadirkan para akademisi dan pengusaha.
 
Adapun tujuan dari kegiatan tersebut kata Iksan agar para pemilih dapat memperoleh gambaran utuh tentang potensi dan konsep masing-masing dari bakal calon bupati Muna. 
 
Pria yang sedang melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Jayabaya ini juga mengungkapkan dalam diskusi tersebut, para balon bupati Muna juga dapat mengetahui secara langsung tawaran konsep yang diberikan pihak oleh akademisi. Dan menjamin dibukanya ruang kepada bakal calon bupati untuk menyampaikan program kepada publik secara terbuka.
 
"Diskusinya akan kita laksanakan di Kendari pada 1 September 2019 mendatang," katanya. 
 
Sementara untuk narasumber, pria yang akrab disapa Iksan ini mengatakan yang saat ini sudah di konfirmasi dan Insha Allah akan hadir antara lain Bupati Muna L.M Rusman Emba, Dirjen Kemendagri Bina Keuangan Daerah RI, Syarifuddin Udu, Laode Muhammad Aswin
dan Laode Ashadi mewakili akademisi.
 
"Selebihnya masih dalam tahap komunikasi. Yang tersisa kini LM. Rajiun Tumada dan LM. Baharuddin," tutupnya. 
 
 
Peliput: Muhammad Al Rajap

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Dalam perayaan Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, BNI Syariah cabang Kendari bekerjasama dengan Yayasan Hasanah Titik menyalurkan tujuh ekor hewan kurban. Tujuh hewan kurban tersebut terdiri dari enam ekor dapi dan satu ekor kambing.

Pemimpin BNI Syariah Cabang Kendari, Andi Muhammad Hatta mengatakan perayaan idul kurban 1440 Hijriah ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi masyarakat, nasabah, maupun karyawan dalam menyalurkan hewan kurban secara tepat sasaran dan menjangkau penerima manfaat yang lebih luas.

Dijelaskannya, tahun ini BNI Syariah menyelenggarakan tiga kegiatan, salah satunya Qurbanku Hasanahku di seluruh kantor wilayah dan cabang.

"Qurbanku Hasanahku merupakan kegiatan pengumpulan hewan qurban yang diberikan oleh nasabah, masyarakat, maupun karyawan melalui seluruh Kantor Cabang BNI Syariah, kemudian disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan," kata Andi Muhammad Hatta belum lama ini.

Dalam pelaksanaannya kata Andi, Qurbanku Hasanahku juga mengandung unsur green activity untuk kelestarian lingkungan, dimana penyerahan hewan kurban menggunakan besek bambu.

Peliput: Muhammad Al Rajap


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Bank Syariah bersama Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) Kota Kendari dan Yayasan Hasanah Titik berkurban satu ekor sapi jantan sehat dan gemuk.

Ketua JES Kendari, Rustam Djamaluddin mengatakan daging sapi kurban tersebut kemudian ditimbang dengan berat masing-masing satu kilo gram dan kemudian dibagikan kepada pengurus JES Kota Kendari.

Selain itu, masyarakat dari berbagai kelurahan di Kota Kendari juga menerima daging sapi kurban dari JES Kendari dan BNI Syariah ini.

"Alhamdulillah JES Kendari bersama BNI Syariah dan Yayasan Hasanah Titik, tahun ini bisa berkurban satu ekor sapi. Semoga niat tulus dan ikhlas kita diterima oleh Allah SWT," kata kata Rustam Djamaluddin.

Penyembelihan hewan qurban dilaksanakan di Sekretariat JES Kendari yang terletak di Jalan Malik Raya No 21, Kelurahan Korumba, Mandonga, Kota Kendari pada 11 Agustus 2019 M atau 10 Dzulhijjah 1440 Hijriyah sekitar pukul 13.10 Wita.

Sementara itu, ditempat yang sama, Ketua panitia, Mirkas menjelaskan persiapan penyembelihan hewan kurban sudah dilakukan beberapa hari sebelum penyembelihan sapi kurban.

"Teman-teman panitia sudah bagi tugas,sehingga persiapan pelaksanaan tidak ada kendala,"ujarnya.

Pembagian kupon untuk penerima daging kurban pun kata Mirkas telah tersalurkan sehari sebelum pelaksanaan penyembelihan sapi kurban.

"Selain untuk pengurus, kuponnya kami bagikan juga kepada warga yang dianggap layak untuk mendapatkan daging kurban," tutupnya.

Peliput: Muhammad Al Rajap


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Jelang peringatan Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, BNI Syariah menggelar Hasanah Photography Competition untuk wartawan media cetak dan online.
 
Adapun tema yang diangkat dalam kompetisi tahun 2019 ini adalah "QurbanKu HasanahKu".
 
Syarat ketentuan yang harus di penuhi yakni peserta harus berprofesi sebagai wartawan, foto yang akan dilombakan adalah foto yang di ambil pada puncak peringatan Hari Raya Idul Adha 1440 H yang bertemakan QurbanKu HasanahKu yang berlangsung di Kantor Cabang BNI Syariah seluruh Indonesia, mulai tanggal 11 sampai 14 Agustus 2019 M.
 
Bagi wartawan yang akan mengikuti Hasanah Photography Competition 2019, terlebih dahulu mendaftar dan mengisi formulir melalui website BNI Syariah yaitu bnisyariah.co.id.
 
Kepala Cabang BNI Syariah Kendari, Andi Muh Hatta Tajang mengatakan, disediakan tiga titik tempat pemotongan hewan qurban, bagi wartawan yang ingin mengikuti lomba bisa menentukan ketiga lokasi tersebut.
 
“Khusus untuk di Kendari, ada tiga titik lokasi pemotongan hewan qurban. Salah satunya para wartawan yang mau ikut lomba, silahkan datang di Pesantran Ummushabri Kendari pada hari Senin tanggal 12 Agustus 2019," ungkapnya, Jumat (09/08/2019).
 
Berita foto diterbitkan pada media cetak atau media online pada tanggal 11 sampai 24 Agustus 2019 dengan menggunakan bahasa inggris atau indonesia.
 
Berita foto asli dan formulir pendaftaran dikirim kepada unit komunikasi eksternal BNI Syariah selambat-lambatnya 26 Agustus 2019 melalui email : corcom This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it." ' + path + '\'' + prefix + ':' + addy649 + '\' target="_blank" rel="noopener noreferrer">'+addy_text649+'<\/a>'; //--> , cc ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it." ' + path + '\'' + prefix + ':' + addy74432 + '\' target="_blank" rel="noopener noreferrer">'+addy_text74432+'<\/a>'; //--> .
 
Setiap wartawan dapat mengikutsertakan lebih dari satu artikel dari pemuatan yang berbeda dan masing-masing berhak mendapatkan kesempatan untuk menang.
 
Pemenang akan diumumkan september 2019, melalui website bnisyariah.co.id. Selain itu, Ketua Komunitas JES Kendari, Rustam Djamaluddin mengungkapkan, siap mensukseskan event Hasanah Photography Competition yang digelar BNI Syariah.
 
”Saya sudah sampaikan ke seluruh pengurus dan anggota JES Kendari untuk berpartisipasi mensukseskan event ini. Insyaallah setiap peserta akan mengirim minimal dua judul berita foto,“ tuturnya.
 
Soal hadiah, terbilang besar. Peserta yang meraih juara 1 memperoleh hadiah Rp 5 juta, juara 2 Rp 3 juta dan juara 3 Rp 2 juta. Keputusan juri mutlak, tidak dapat diganggu gugat.
 
Kemudian peserta lomba tidak dipungut biaya pendaftaran. Informasi dapat menghubungi Fandi (0811 8425 226) dan Lutffi (0856 9199 6179).
 
Peliput: Muhammad Al Rajap

ButonRayaNews.co.id, KENDARI - Sebanyak 16 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) di Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga resmi ditarik. 
 
Penarikan mahasiswa KKN Tematik UHO itu turut dilakukan launching atau peresmian tanaman sagu Labibia menjadi produk Bagea Labibia. 
 
Produk yang diciptakan itu merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat berbasis kemasan pangan kearifan lokal di Kota Kendari. 
 
Ketua Pembimbing KKN Tematik UHO Kelurahan Labibia, La Ode Dirman mengungkapkan sagu merupakan makanan tradisional masyarakat Labibia dan mata pencaharian utama. Akan tetapi masyarakat belum bisa memproduksi sendiri. Bahkan masyarakat kesulitan dalam proses pemasarannya. 
 
"Kedepan kita akan tetap lakukan kerjasama dengan sejumlah pihak untuk membantu masyarakat memasarkan Bagea Labibia tersebut," kata Dirman, Jumat (23/08/2019).
 
Namun, tambah Dirman, semua itu bisa terwujud jika semua masyarakat ikut bergotong royong memanfaatkan kearifan lokal dalam menunjang perekonomian. 
 
"Salah satu tujuan KKN Tematik ini, mendesain kemasan makanan tradisional  yang selama ini belum dilakukan oleh masyarakat," ujar Dosen Tradisi Lisan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UHO ini. 
 
Koordinator Kelurahan Mahasiswa KKN Tematik UHO Kelurahan Labibia, Salim menjelaskan pembuatan produk Bagea Labibia terinspirasi dari makanan tradisional masyarakat Labibia adalah sagu. Akan tetapi tidak diolah dengan baik. 
 
"Awalnya partisipasi kurang, namun kita lakukan kerjasama sehingga ada kemauan masyarakat. Kita juga lakukan beberapa kali percobaan dan bersosialisasi bersama masyarakat," ucap mahasiswa Ilmu Sejarah FIB UHO.
 
Sebelum muncul ide untuk membuat produk itu, sambungnya, pihaknya telah melakukan observasi lapangan. Berdasarkan observasi, sagu hanya sebagai makanan hari-hari. 
 
"Tapi kami coba yakinkan masyarakat untuk mengembangkan sagu. Jika sagu itu tidak hanya digunakan sebagai sinonggi (dalam bahasa suku Tolaki) tapi bisa menambah nilai ekonomis masyarakat," tutur Salim.
 
Sementara itu, Lurah Labibia Dasril Yamin (Mantan Lurah Lahundape) menyambut positif dan mengapresiasi langkah seluruh mahasiswa KKN Tematik UHO dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. 
 
"Saya sangat mengapresiasi langkah mahasiswa KKN Tematik UHO dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dalam menciptakan produk Bagea Labibia," jelas Dasril. 
 
Untuk diketahui, mahasiswa KKN Tematik UHO di Kelurahan Labibia mulai 24 Juli 2019 sampai dengan 23 Agustus 2019.
 
Peliput: Asis

Page 10 of 126

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0822 9168 7184 

Visitors Counter

2123997
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
136
5155
15001
2074885
83392
95718
2123997