Thursday, January 17, 2019

MUNA BARAT, ButonRayaNews.co.id - Kunjungan kerja (Kunker) perdana di Kabupaten Muna Barat, Kapolda Sultra, Brigjen Pol Iriyanto menyebut Bupati Mubar, LM Rajiun Tumada merupakan sosok yang alim dan cerdas.
 
"Beliau (Rajiun) merupakan sosok bupati yang alim, cerdas dan ganteng," ujar Kapolda Sultra, Rabu (16/01/2019). 
 
Ia juga memberikan apresiasi kepada kepada bupati dan masyarakat yang telah memberikan sambutan yang begitu hangat kepada dirinya. 
 
Dalam kesempatan itu, kapolda berperan kepada masyarakat Mubar agar lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu.
 
"Kita jaga bersama keamanan dan ketertiban masyarakat agar pembangunan deerah bisa berjalan dengan lancar," ujarnya. 
 
Di tempat yang sama, Bupati Mubar, LM Rajiun Tumada mengatakan kondusifitas di Mubar tetap terjaga berkat kerjasama seluruh tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat serta tokoh pemuda
 
"Terima kasih kepada Kapolda Sultra atas kunjungannya di Bumi Laworo Kabupaten Muna Barat," imbuhnya. 
 
Peliput:  LM Sacril
Editor: Muhammad Al Rajap

MUNA BARAT, ButonRayaNews.co.id - Akibat cuaca buruk, Kapal Motor (KM) Bontoharu rute Tondasi-Sikeli-Bulukumba untuk sementara diberhentikan beroperasi.
 
Kadis Perhubungan Mubar, La Ode Hanafi mengatakan pemberhentian sementara kapal tersebut sesuai dengan surat yang diterima dari ASDP Selayar Pada tanggal (31/12/2018) dengan Nomor :  OP. 001/3/7/ASDP. SLY-2018.
 
Dalam surat tersebut dijelaskan pemberhentian kapal akibat cuaca buruk yakni angin kencang dan adanya tinggi gelombang dua sampai dengan tiga meter pada bulan Januari dan Februari.
 
"Hal ini juga sesuai laporan BMKG jika gelombang laut jalur yang dilewati KM. Bontoharu mencapai dua sampai dengan tiga meter," jelas La Ode Hanafi, Senin (14/01/2019).
 
Atas pemberitaan sementara tersebut, pihak Dinas Perhubungan telah menyampaikannya kepada Pemda Mubar dan para pengangkut jasa ekspedisi.
 
Sementara itu, untuk normalisasi pengaktifan kembali KM. Bontoharu jalur Tondasi-Sikeli-Bulukumba, tinggal menunggu informasi dari ASDP Selayar. tutupnya. 
 
Peliput: LM Sacril
Editor: Muhammad Al Rajap

MUNA BARAT, ButonRayaNews.co.id - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Muna Barat mengumumkan 126 orang yang lulus berkas sebagai tim relawan demokrasi pada pemilu serentak 2019.
 
Komisioner KPUD Mubar Divisi SDM dan Parmas, LM Nuzul Ansi mengatakan dari 127 jumlah pendaftar tim relawan demokrasi hanya satu orang yang tidak lulus berkas.
 
"Dari 126 orang ini kemudian akan mengikuti proses selanjutnya yakni wawancara. Dan kita akan mengambil 55 orang terbaik," jelasnya, Minggu (13/01/2019).
 
Lanjut Nuzul, dalam proses wawancara tersebut pihaknya akan dilaksanakan selama dua hari yang dimulai pada 13-14 Januari 2019.
 
"Nomor urut satu sampai dengan nomor 63 akan mengikuti proses wawancara pada hari Senin sedangkan nomor urut 64 sampai dengan 126 akan mengikuti proses wawancara pada hari Selasa," jelasnya. 
 
Peliput: LM Sacril
Editor: Muhammad Al Rajap

MUNA, ButonRayaNews.co.id - Seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara terpaksa diamankan polisi setelah kedapatan membawa dan menyimpan Senjata Tajam (Sajam) di bawah jok motornya.
 
Mahasiswa tersebut diketahui berinisial HR. Ia terjaring patroli tim rajawali Satlantas Polres Muna di bilangan by pass Raha.
 
Kasat Lantas Polres Muna, IPTU Muhamad Arifin Fajar menjelaskan, saat anggotanya melakukan patroli dan memberhentikan seorang pemuda yang berboncengan dengan satu orang temannya.
 
"Kami curiga karena si pengendara tersebut sebelumnya sempat mencoba menghindar dari petugas, dan ternyata setelah kami periksa dibawah jok kendaraannya terdapat sebuah senjata tajam" papar Fajar Sabtu (12/01/2018).
 
Fajar juga nenambahkan, setelah pengendara diamankan oleh tim rajawali kemudian di serahkan untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim Satreskrim Polres Muna.
 
"Kami hanya berkapasitas intuk penindakan mengenai kelengkapan baik si pengendara maupun surat-surat kendaraan, jadi yang menyangkut dengan senjata tajam kami serahkan ke bagian Reskrim," tambahnya.
 
Sementara, Kasat Reskrim Polres Muna, Muh Ogen Sairi sangat menyayangkan kejadian tersebut.
 
"Sebaiknya sekarang tidak perlu membawa bawa senjata tajam seperti itu, apalagi sekarang negara kita sudah aman, intinya serahkan saja semuanya sama polisi, karena membawa senjata tajam bisa dikenakan Undang Undang darurat No 12 dengan ancaman 10 tahun kurungan" tegasnya.
 
Peliput: Aris Apriadi
Editor: Muhammad Al Rajap

 
 
 
MUNA  BARAT,  ButonRayaNews.co.id - Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Muna Barat, Awaluddin Usa mengatakan salah satu calon anggota legislatif (Caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) La Ode Abu Bakar resmi mengundurkan diri dari Pilcaleg mendatang. 
 
Alasan La Ode Abu Bakar memilih untuk mengundurkan diri sebagai peserta caleg kata Awaluddin, karena Abu Bakar telah lulus dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). 
 
Dijelaskan Awaluddin, La Ode Abu Bakar merupakan salah satu Caleg PDI-P untuk Daerah Pemilihan (Dapil) II  yakni Kecamatan Lawa, Kecamatan Barangka, Kecamatan Wadaga, dan Kecamatan Tiworo Selatan.
 
"Abu Bakar sudah menyampaikan surat pengunduran dirinya ke KPU Mubar dua hari lalu," jelas Awaluddin, Jumat (11/01/2019).
 
Ia menambahkan Abu Bakar juga telah melakukan klarifikasi ke PDIP untuk memastikan keanggotaan segera dicabut.
 
"Kita juga sudah melakukan komunikasi dengan pihak Badan Kepegawaian Daerah Mubar untuk memastikan bahwa yang bersangkutan benar-benar telah lulus sebagai PNS," tambahnya. 
 
Walau sudah mengajukan pengunduran diri, namun nama Abu Bakar sebagai peserta masih tetap ada dalam kertas suara, kerena sudah penetapan Daftar Calon Tetap (DCT).
 
Peliput: LM Sacril
Editor: Muhammad Al Rajap

MUNA BARAT, ButonRayaNews.co.id - Ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Lagadi, Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat, Mardalin diduga menyalahgunakan anggaran Bumdes tahun 2017 dan 2018.
 
Bendahara Bumdes Lagadi, La Ode Asiri saat mengatakan dirinya tidak tahu-menahu terkait pencairan anggaran selama ini.
 
“Sejak menjadi Bendahara tahun 2017, saya tidak pernah dilibatkan sama sekali oleh ketua Bumdes dalam pencairan anggaran," ucap Asiri, Jumat (11/01/2019).
 
Asiri menjelaskan di 2018 lalu, anggaran Bumdes mencapai Rp 143 juta. Namun ia mengaku tidak mengetahui bagaimana cara mencairkan dana tersebut. Ia juga mengaku belum pernah bertandatangan terkait pencairan dana.
 
“Untuk pertemuan membahas peruntukan anggaran juga belum pernah, tidak ada sama sekali pertemuan,” tambahnya lagi.
 
Ditempat yang sama ketua BPD Desa Lagadi, Nurdin mengatakan selama menjabat sebagai ketua Bumdes, Mardalin tidak pernah melakukan koordinasi sedikit pun kepada dirinya.
 
“Setelah cair anggaran tahun 2018 tidak ada komunikasi sama kita terkait perencanaan program kerja, sama sekali tidak ada," ujar Nurdin. 
 
Menanggapi hal itu, dalam sebuah forum diskusi Mardalin mengaku belum saatnya membahas permasalahan terkait Bumdes. 
 
"Ada waktunya. (Duduk bersama membahas dan menyelesaikan persoalan dana Bumdes)," katanya. 
 
Peliput: LM Sacril
Editor: Muhammad Al Rajap

Oknum Polisi Pencuri Sapi di Muna di PDTH

Friday, 11 January 2019 00:00

MUNA, ButonRayaNews.co.id - Kepolisian Resort (Polres) Muna, kembali melakukan Pemberhentian Dengan Tidak Hormat atau PDTH kepada dua orang anggotanya.

Satu dari dua oknum polisi tersebut adalah Brigadir Budi Wahayu yang terlibat tindak pidana kasus pencurian sapi.

Upacara PDTH tersebut berlangsung di Mapolres Muna pada Jumat (11/01/2019). Dimana upacara PDTH kepada Budi Wahayu diwakili oleh anggota lainnya karena saat ini Budi masih berstatus buron.

Diketahui Brigadir Budi Wahayu mulai berdinas di institusi kepolisian sejak 31/12/1998. Terakhir Budi Wahayu bertugas di SPKT Polres Muna.

Kapolres Muna AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi kepada anggotanya yang bertindak tidak benar.

Kita tidak ingin citra kepolisian menjadi buruk di mata publik hanya karena perbuatan mereka yang tidak bertanggungjawab. Makanya kita berehentikan dengan tidak hormat," kata Agung Ramos diamini Wakapolres Muna, Kompol Yusuf Mars.

 Upacara PDTH itu ditujukan kepada dua oknum polisi yang mana keduanya tidak menghadiri upacara tersebut.Satu anggota lainnya yang di PDTH adalah Bripda Asri. Asri menjadi anggota kepolisian dengan masa dinas sejak 01/07/2003 sampai 11/012019, dan terakhir bertugas di Polsek Kulisusu.

 Asri dipecat akibat tidak menjalankan tugasnya sebagai seorang polisi. Bripda Asri diketahui tidak pernah masuk kantor selama kurang lebih satu tahun.

"Polres Muna tidak main-main dengan aturan," tegas Agung.

 

Peliput: Aris Apriadi
Editor: Muhammad Al Rajap


KPUD Mubar Akan Bentuk Tim Relawan Demokrasi

Thursday, 10 January 2019 00:00

MUNA BARAT, ButonRayaNews.co.id- Menjelang Pemilu serentak Tahun 2019, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Muna Barat (Mubar) akan membentuk tim relawan demokrasi.

Salah satu Komisioner KPUD Mubar, Divisi SDM dan Parmas, LM Nuzul Ansi mengatakan guna meningkatkan antusias masyarakat dalam pada Pemilu nanti, KPUD Mubar akan melakukan pembentukan Tim Relawan Demokrasi.

"Pembentukan tersebut dibuka sejak hari Kamis sampai Sabtu, Tanggal 10 Januari sampai dengan 12 Januari 2019.

Ia menambahkan, jumlah Relawan Demokrasi Maksimal 55 Orang yang mewakili seluruh basis pemilih dengan ketentuan setiap basis terdiri dari minimal 4 orang Relawan.

Dikatakannya, Tujuan pembentukan Tim relawan demokrasi adalah untuk meningkatkan kualitas proses Pemilu, meningkatkan partisipasi Pemilih, meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses Demokrasi dan membangkitkan kesukarelaan masyarakat sipil dalan agenda pemilu demokrasi," ujar, Nuzul, Kamis (10/01/2019).

Nuzul menjelaskan, adapun sasaran pelaksanaan sosialisasinya ialah sosialisasi dan pendidikan pemilih sesuai PKPU No. 10 Thn 2018, Pasal 5 Ayat 1 Huruf a, yang meliputi 11 Basis Pemilih yakni, Basis Keluarga, Basis Pemilih Pemula, Basis Pemilih Muda, Basis Pemilih Perempuan, Basis Penyandang Disabilitas, Basis Pemilih Berkebutuhan Khusus, Basis Kaum Marginal, Basis Komunitas, Basis Keagamaan, Basis Warga Internet dan Basis Relawan Demokrasi Itu sendiri.

Relawan Demokrasi adalah Subjek yang akan melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih maka hanya 10 basis yang akan menjadi sasaran sosialisasi dan pendidikan pemilih.

Jadi hanya 10 basis saja yang akan menjadi sasaran sosialisasi nanti," pungkasnya.

Peliput : LM Sacril

Editor : Mulyadi


MUNA BARAT, ButonRayaNews.co.id - Merasa kecewa dengan sikap yang ditunjukkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Lagadi, masyarakat desa setempat mendatangi dan menyegel balai desa. 
 
 
Penyegelan balai desa oleh puluhan masyarakat ini dilakukan pada Rabu (09/01/2019) sekitar pukul  10.00 Wita. 
 
 
Salah satu warga yang terlibat dalam aksi itu, Dalil mengungkapkan penyegelan kantor balai desa merupakan protes masyarakat kepada Alwi selaku Plt Kades yang tidak pernah menanggapi keluhan masyarakat.
 
 
Parahnya lagi sambung Dalil Alwi mengeluarkan bahasa ancaman kepada masyarakat setempat.
 
"Sudah berapa kali kita mengeluhkan akan mesin air tapi tidak pernah ditanggapi. Bahkan kades mengancam kita mau lapor polisi," beber Dalil. 
 
 
Dalil menuturkan sebelumnya dalam sebuah forum Alwi pernah mengatakan kepada masyarakat jika ada kendala yang dihadapi khususnya mesin air yang berada di mata air Lamoeyo, pihak desa dan ketua BPD Desa Lagadi yang akan bertanggungjawab.
 
 
Sementara itu, di tempat terpisah, Ketua Bumdes Desa Lagadi, Ikbal mengatakan warga sekitar telah menderita kekurangan air bersih sejak dua bulan lalu.
 
 
"Selama ini masyarakat selalu membayar iuran air yang langsung dilimpahkan ke pemerintah desa," jelasnya. 
 
 
Menanggapi hal itu, Plt Kepala Desa Lagadi, Alwi mengaku selama menjabat sebagai Plt kades setelah serah terima jabatan pada tanggal (03/10/2018), lalu sudah dihadapkan dengan masalah air oleh masyarakat.
 
 
"Sudah tiga kali mi itu mesin air Lamoeyo saya perbaiki. Semua pake uang pribadiku. Saya selalu upayakan agar mata air di Lamoeyo tetap jalan," katanya.
 
 
Untuk itu ia akan melakukan mediasi kepada masyarakat untuk membahas dan menemukan solusi terbaik agar krisis air bersih di Desa Lagadi tidak kembali terjadi.
 
Peliput:  LM Sacril
Editor: Muhammad Al Rajap

MUNA BARAT, ButonRayaNews.co.id - Bupati Muna Barat, LM Rajiun Tumada menyebutkan daerah yang dipimpinnya sebagai miniatur mini di Indonesia.

Hal itu bukan tanpa alasan, sebab di Muna Barat terdapat segala macam suku dan budaya baik dari suku Muna, Jawa, Sunda, Bali, Bugis, Tolaki, Bajo dan lainnya.

Pernyataan itu ia ungkapkan ketika meresmikan gedung serba guna Manuggal Barakati dan Pasar Desa Suka Damai, Kecamatan Tiworo Tengah, Rabu (09/01/2019).

Rajiun menuturkan ketika menempati rumah jabatan yang terletak di Desa Suka Damai, Kecamatan Tikep, dirinya merasa nyaman, aman dan damai.

Sebab sambung Rajiun, keharmonisasian masyarakat di wilayah tersebut sangat terjaga yang mana penghuninya datang dari berbagai suku, agama, ras dan adat-istiadat yang berbeda.

"Saya berharap kepada seluruh masyarakat Mubar, untuk bersama-sama menjaga keharmonisasian dengan bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Rajiun juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprofokasi oleh isu yang dapat memecah keharmonisasian yang sudah lama terbangun.

Peliput:  LM Sacril
Editor: Muhammad Al Rajap


Page 1 of 12

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0813 5444 5525

Visitors Counter

981368
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
368
1484
6315
965669
23410
46632
981368