Tuesday, October 16, 2018

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Muna Barat (Mubar) gandeng Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB. PGRI) dan Lembaga Donor Education Internasional (LDEI) berikan pelatihan kepada PGRI Mubar.

Ketua PGRI Mubar Al Rahman mengatakan, pelatihan itu dilakukan, agar tercipta pengurus PGRI Mubar memiliki kemampuan dan kapasitas dalam pengelolaan organisasi serta kepemimpinan. Mengingat, PGRI merupakan organisasi profesi yang harus dikelola oleh pengurus memiliki kemampuan, kapasitas dan ekstabilitas baik.

"Organisasi ini adalah organisasi modern. Sehingga marwah PGRI sebagai organisasi profesi harus terjaga nilai-nilainya," ungkapnya disalah satu hotel di Kendari, Jumat (12/18/2018).

Al Rahman menyebut kegiatan kali ini instrukturnya difasilitasi oleh PB PGRI. Jumlah peserta sebanyak 30 orang. Para peserta nantinya akan diberi pelatihan tentang advokasi guru.

"Insyaallah, ilmu yang mereka dapatkan dalam pelatihan itu membuat PGRI Mubar di segani dan dirindukan oleh kawan-kawan guru dan masyarakat," jelasnya.

Peliput : LM Sacril
Editor : Asis


MUNA BARAT, ButonRayaNews.co.id - Jelang Pemilihan Legislatif dan Pilpres 2019, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Muna barat (Mubar) lakukan sosialisasi pemilih pemula (SPP) ke sekolah-sekolah.

Dengan menyusun tema go to school, KPUD Mubar menyisir tiga sekolah SMA yang tersebar di tiga dapil wilayah Mubar. Ketiga SMA itu masing-masing SMAN 1 Maginti sebagai perwakilan Dapil 3, kemudian SMAN 1 Lawa perwakilan Dapil 2 dan SMAN 1 Kusambi perwakilan Dapil 1.

Divisi Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat, KPUD Mubar, La Ode Muh. Nuzul Ansi mengatakan sosialisasi kepada pemilih pemula dilakukan untuk memastikan daftar pemilih tetap dan memastikan partisipasi mereka dalam pemilihan nanti.

Ia menambahkan, dalam sosialisasi ini juga menargetkan berapa banyak pemilih pemula yang sudah mencapai umur 17 tahun, apakah sudah masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) atau tidak.

"Sosialisasi itu untuk memberikan informasi kepada siswa yang berumur 17 tahun bahwa mereka sudah bisa memilih," kata Nuzul, Jumat (12/10/2018).

"Kita juga memberikan informasi apa saja yang dilarang dalam pemilu. Seperti money politik," jelasnya.

Peliput : LM Sacril
Editor : Asis


MUNA BARAT, ButonRayaNews.co.id - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muna Barat (Mubar) gelar rapat dialog antar umat beragama di rumah jabatan (Rujab) Bupati Muna Barat LM Rajiun Tumada, Kamis (11/10/2018).

Dalam sambutannya, Bupati Mubar LM Rajiun Tumada mengucapkan terimakasih dan merespon positif kepada Kemenag Sultra, yang menjadikan Mubar sebagai tempat dialog antar umat beragama. Hal ini sangat bernilai strategis. Karena eksistensi penduduk Mubar yang multi keyakinan dan yang bisa dikatakan miniatur umat beragama di Indonesia.

Ia menambahkan, kegiatan dialog itu dalam rangka menghindari konflik umat beragama di Indonesia. Sebagaimana peraturan bersama yakni Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 dan 9 Tahun 2006 tentang pedoman pelaksanaan tugas kepala daerah/wakil kepala daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan forum kerukunan umat beragama serta pendirian rumah ibadah.

"Sesuai dengan peraturan Nomor 8 dan 9 pada pasal 2 sampai dengan 7 menjelaskan bahwa pemeliharaan kerukunan umat beragama menjadi tanggungjawab bersama umat beragama dan pemerintah. Dalam pelaksanaanya akan dibantu oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan kabupaten/kota," ungkapnya.

Kata Rajiun, tugas pemerintah daerah yakni memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat dengan memfasilitasi terwujudnya kerukunan umat beragama di wilayah kecamatan hingga desa. Dan melakukan koordinasi dalam kegiatan instansi vertikal, menumbuh kembangkan keharmonisan, saling pengertian, menghormati dan saling percaya antara umat beragama.

Ia menyebut, di Indonesia kehidupan beragama telah dijamin oleh Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 29 yang berbunyi negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu.

"Betapa pentingnya agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka pemerintah berkewajiban untuk melindungi setiap umat beragama dalam melaksanakan ajaran agamanya sepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang (UU) yang berlaku," jelas panglima Besar BSB Sultra ini.

Peliput : LM Sacril
Editor : Asis


MUNA BARAT, ButonRayaNews.co.id- Pemangku Adat Kabupaten Muna Barat (Mubar) memberikan nama gelar adat Sangia Barakati kepada Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi dan Sangia Mandolalo kepada Bupati Muna Barat (Mubar) LM. Rajiun Tumada.

Pemberian gelar tersebut bertepatan dengan kunjungan kerja (kunker) perdana Gubernur Sultra Ali Mazi di Mubar. Peresmian pemberian gelar itu dilakukan di Rujab Bupati Mubar, Senin malam (09/10/2018) dan dihadiri seluruh pemangku adat Mubar serta disaksikan oleh seluruh masyarakat Mubar.

Dalam sesi upacara tersebut, terlihat Gubernur Sultra Ali Mazi didampingi istri serta Bupati Mubar LM Rajiun Tumada didampingi istrinya dibersihkan kaki mereka oleh salah satu tokoh Adat. Hal ini sebagai rangkaian dalam pemberian nama gelar Adat.

Setelah itu, Gubernur Sultra Ali Mazi dan Bupati Mubar LM Rajiun Tumada yang didampingi oleh istri masing-masing, di kukuhkan dan dianugerahkan nama Gelar Adat.

Salah satu pemangku adat Mubar, La Ode Abdul Karim gelar Kosangiano mengatakan, gelar Sangia Barakati yang diberikan kepada Ali Mazi berarti pemimpin yang berkah dan amanah. Sedangkan Bupati Mubar LM Rajiun Tumada diberi nama gelar Sangia Mondolalo berarti pemimpin yang memiliki kemampuan yakni mampu segalanya serta pemimpin memiliki hati tenang dan suci.

"Sebelum diberikan gelar kepada kedua pemimpin itu, telah dilakukan rapat adat oleh seluruh pemangku adat Mubar. Dan hasil rapat adat tersebut disepakati untuk diberikan gelar keduanya," jelasnya.

Peliput : LM Sacril
Editor : Asis


MUNA BARAT, ButonRayaNews.co.id- Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi kagum dan bangga atas kinerja Bupati Muna Barat (Mubar) LM. Rajiun Tumada.

Menurutnya, Rajiun telah melakukan pembangunan yang luar biasa di Mubar. Kata dia, ini bukan sanjungan ataupun pujian karena Mubar telah memenangkan dirinya 72 persen suara di Pilgub kemarin. Akan tetapi ini kenyataan, dan masyarakat harus bersyukur mendapatkan bupati seperti LM. Rajiun Tumada.

"Semoga terobosan yang dilakukan Pemda Mubar menjadi contoh bagi kabupaten lain di Sultra," ungkap mantan Ketua DPW partai NasDem Sultra ini pada acara penganugerahan gelar Adat, Senin (09/10/2018).

Mantan Ketua DPD I Partai Golkar Sultra ini menjelaskan, awal ketemu dengan Bupati Mubar di Manado. Kala itu masih menjadi Gubernur Sultra.

"Saya merasa kagum dan bangga atas kinerja yang dilakukan Rajiun selama ini atas perkembangan pembangunan di lintas sektor di Mubar" tandasnya.

Peliput : LM Sacril
Editor : Asis


MUNA BARAT, ButonRayaNews.co.id - Tiba di Kabupaten Muna Barat (Mubar), Gubenur Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Ali Mazi di sambut dengan Silat Muna. Kedatangan Ali Mazi di Mubar dalam rangka kunjungan kerja (kerja) sekaligus tatap muka dengan masyarakat Mubar.

Pantauan awak ButonRayaNews.co.id, kedatangan mantan Ketua DPW partai NasDem ini di Mubar disambut meriah oleh pemerintah daerah (Pemda) dan masyarakat Mubar di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati pada Pukul 16.45 Wita, Selasa (9/10/2018).

Ratusan siswa SD, SMP hingga SMA berbaris rapi sambil memegang bendera merah putih saat Gubenur Sultra Ali Mazi bersama Istri dan didampingi Bupati dan Wakil Bupati Mubar menuju Rujab Bupati Mubar.

Saat memasuki Rujab Bupati Mubar, para tokoh adat Mubar menunggu dan menyambut Gubenur Sultra Ali Mazi. Terlihat Gubenur Sultra Ali Mazi, menghampiri serta bersalaman satu persatu para tokoh adat tersebut.

Tidak berhenti disitu, Tari Pokadulu sebagai penyambutan pada Gubernur Sultra pun di sajikan. Terlihat Gubenur Sultra Ali Mazi dan istrinya tersenyum dan bertepuk tangan akan persembahan dan sambutan yang dilakukan Pemda Mubar.

Peliput : LM Sacril
Editor : Asis


MUNA BARAT, ButonRayaNews.co.id - Kunjungan kerja (Kunker) perdana Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi di Kabupaten Muna Barat (Mubar) mendapat perhatian serius baik dari masyarakat secara umum, maupun dari masyarakat Mubar sendiri. Pasalnya, Pemda Mubar telah menyiapkan 300 lebih dulang demi menyambut orang nomor satu di Sultra ini.

Sekda Mubar, LM Husein Taali mengatakan kunker perdana gubernur Sultra di Mubar merupakan sebuah penghargaan yang luar biasa bagi Pemkab Mubar.

"Kami sudah menyiapkan kemeriahan untuk penyambutan pak gubernur," ujar Husein, Senin (09/10/2018).

Dikatakannya, pihaknya sudah menunggu kedatangan pak gubernur. Bahkan antusias seluruh masyarakat Mubar telah menanti dan menunggu di lingkungan Rujab Bupati Mubar di Desa Sukadamai, Kecamatan Tiworo Tengah.

"Kunker perdana Gubenur Sultra Ali Mazi di Mubar memberikan arti penting bagi Pemda khususnya masyarakat Mubar," jelasnya.

Untuk diketahui, Ali Mazi booking pesawat dari Jakarta menuju Kendari. Kemudian. menggunakan helikopter menuju Bandara Sugimanuru, Kabupaten Mubar.

Peliput : LM Sacril
Editor : Asis


Mantap Pemda Mubar Raih WTP Lagi

Tuesday, 09 October 2018 00:00

MUNA BARAT, ButonRayaNews.co.id- Paraemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat (Mubar) mendapatkan penghargaan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) kembali pada Tahun 2018.

Bupati Mubar LM Rajiun Tumada mengatakan selamat datang rombongan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sultra, yang telah memfasilitasi penerimaan penghargaan WTP kali ini. Ia menambahkan, terima kasih juga, kepada rombongan sudah menyempatkan diri untuk berkeliling di Kabupaten Muna Barat, semoga dengan hal itu dapat melihat dan memahami bahwa permintaan Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Perimbangan dan sebagainya yang di transfer di Mubar itu tidak salah-salah. Sebab para rombongam sudah melihat secara langsung bagaimana percepatan pembangunan yang ada di Mubar saat ini. ujar Rajiun, Senin (08/10/2018).

Raji'un berharap, semoga Tahun berikutnya Pemda Mubar mendapat dana DAK lagi, untuk percepatan pembangunan di Mubar. Tempat yang sama, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sultra, Ririn Kadariyah mengatakan kedatangannya bersama rombongan ke Mubar ini, yakni menyerahkan sertifikat atau penghargaan dari Menteri Keuangan RI kepada Bupati Mubar atas prestasinya dalam menyajikan laporan keuangan Pemda Mubar tahun 2017 yang meraih opini WTP.

“Kami mengucapkan selamat atas prestasi tersebut dan itu juga menjadi prestasi seluruh Pemda Mubar,. Dikatakannya, sebelumnya Pemda Mubar dalam hal ini Bupati telah mengikuti rapat koordinasi nasional akuntasi pada tanggal (21/09/2018) yang lalu, Menteri Keuangan menyampaikan bahwa mestinya pihaknya tidak pernah puas dengan laporan WTP saja. Tetapi, Pemda harus betul-betul mengupayakan agar APBN yang kemudian di transfer ke daerah, itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Ini menjadi tugas bersama dan tugas para kepala Desa dalam mengelolah Dana Desa. Rini juga berharap, Dana Desa yang kami sudah salurkan melalui Pemda masing-masing itu, benar-benar dilakukan untuk membangun wilayahnya. Dan Kami juga siap melakukan kerja sama dengan Pemda Mubar dan mensuport dalam menjalan tugas, khususnya yang terkait dengan keuangan,”tutupnya.

Peliput : LM Sacril

Editor : Mulyadi


Pemda Mubar Serahkan 11 Unit Motor Pada PLKB

Tuesday, 09 October 2018 00:00

MUNA BARAT, ButonRayaNews.co.id-Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyerahkan 11 unit sepeda motor Vixion bisa kepada para anggota Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di beberapa wilayah Mubar.

11 angkutan operasional itu diberikan langsung oleh Bupati Muna Barat LM Rajiun Tumada kepada 11 penyuluh yang tersebar di 11 kecamatan yakni Kecamatan Kusambi, Napano Kusambi, Sawerigadi, Barangka, Lawa, Wadaga, Tiworo Kepulauan (Tikep), Tiworo Tengah, Tiworo Utara, Tiworo Selatan, dan Kecamatan Maginti. Penyerahan tersebut dilaksanakan di halaman kantor Bupati Muna Barat, Senin (8/10/2018).

Bupati Muna Barat, LM Rajiun Tumada mengatakan, dengan adanya bantuan kendaraan operasional bagi penyuluh ini diharapkan mampu meningkatkan mutu pelayanan KB kepada masyarakat, sehingga program KB di Kabupaten Muna Barat ini bisa terlaksana dengan baik. Dikatakannya, kepada para penyuluh, motor ini jangan digunakan untuk keperluan pribadi. Tetapi digunakan untuk keperluan pelayanan KB. ujar Rajiun, Senin (08/10/2018).

Rajiun berharap, semoga dengan adanya kendaraan operasional ini, dapat dimanfaatkan dengan baik untuk menunjang kinerja para penyuluh lapangan KB, serta harus meningkatkan pelayanan untuk warga di daerah tempat tugasnya masing-masing. Rajiun juga berharap dengan adanya fasilitas transportasi tersebut dapat memperlancar kerja lapangan, karena selama ini masih banyak penyuluh yang mengeluhkan kendala sulitnya mengakses ke wilayah tugas karena tak memiliki kendaraan operasional.

Tahun ini, jalan di Mubar belum mendukung dan InsyaAllah Tahun depan melalui DAK yang masuk di Muna Barat seluruh jalan di sini sudah di aspal. Jadi para penyuluh bisa bekerja dengan baik lagi,” tutup mantan Kasatpol PP Sultra ini.

Peliput : LM Sacril

Editor : Mulyadi


Jaga Stabilitas Ala Kesbangpol Mubar

Monday, 08 October 2018 00:00

MUNA BARAT, ButonRayaNews.co.id- menjaga stabilitas wilayah Kabupaten Muna Barat (Mubar) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Muna Barat (Mubar) mengunakan pendekatan Antropologi Budaya dan Religi kepala masyarakat.

Kepala Kesbangpol Mubar, La Ode Andi Wuna mengatakan Kabupaten Mubar memiliki beragam suku, dan Agama. Untuk itu perlu diketahui budaya mereka. Ia menambahkan, dalam menjaga stabilitas wilayah Mubar, pendekatan Antropologi Budaya dan Religi sangat tepat dan efektif. Karena hal ini terbukti serta berjalan baik, ketika disalah satu Desa ataupun Kecamatan terjadi konflik, pendekatan Antropologi Budaya dan Religi yang digunakan dapat meredam dan menyelesaikan konflik tersebut. ujar Andi Wuna, Senin (08/10/2018).

Dikatakannya, setelah melakukan investasi lapangan, faktor utama terjadinya konflik baik dilingkungan keluarga maupun masyarakat disebabkan karena Miras. Untuk itu, penguatan Religi ini penting dalam menghilangkan kebiasaan buruk masyarakat mengkonsumsi alkohol atupun miras. Hal ini dilakukan agar Kabupaten Mubar, menjadi Daerah damai dan santun serta dicintai semua orang.

Lanjutnya, jika kemudian Kabupaten Mubar sudah damai dan santun maka banyak wisatawan lokal maupun asing akan berkunjung. Karena
Mubar juga memiliki tempat maupun objek wisata yang indah. Bupati Mubar LM Rajiun Tumada, mengharapkan agar Mubar menjadi Kiblat ataupun contoh bagi Daerah-Daerah lain. tutupnya

Peliput : LM Sacril

Editor : Mulyadi


Page 1 of 2

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0813 5444 5525

Visitors Counter

801169
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
617
3803
7615
772727
48481
132968
801169