Tuesday, October 16, 2018

Kendari,ButonRayaNews.co.ic - Sejumlah massa yang tergabung dari Lembaga Pemantau Keuangan dan Kebijakan Anggaran Pemerintah Indonesia (LEPKKAPI) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bank Tabungan Negara (BTN) cabang Kendari Sultra.

Unjuk (rasa red) dipicu terkait dengan sengketa lahan antara PT. Perumahan Tawang Alung (PTAK) Kendari dan warga di kelurahan Padaleu kecamatan Kambu Kodya Kendari. Dan berdasarkan surat pernyataan sikap dari LEPKKAPI, PT. PTAK di duga telah menyerobot salah satu lahan milik warga dengan membangun kurang lebih 40 unit Perumahan pada lahan salah satu warga yang letaknya tidak jauh dari Kampus baru. Mereka melakukan aksi demonstrasi di Kantor Bank BTN dan mendesak segera menyelesaikan (sengketa red) karena pihak Bank tersebut merupakan manajemen pembangunan perumahan yang di lakukan oleh PT. Tawang Alung Kendari.

“Maju semua kalau terbuka pintu harus masuk semua, teman-teman kepolisian persoalan ini bukan Korupsi persoalan inil adalah hak kita diambil oleh pihak bank BTN Sultra,”teriak salah satu orator dari perwakilan LEPKKAPI dengan menggunkan mic pengeras suara saat berorasi. Namun selang beberapa menit akhirnya keributan reda setelah Pimpinan BTN cabang Kendari R. Bambang Hendro. T keluar menemui pihak Demonstran. “BTN sebagai rekan kerja sama pihak developer dalam hal pembangunan perumahan ini khan kita tahu pak jadi kalau kita mau mengurus dari bawah sampai diatas ini panjang sekali mulai dari pembebasan lahan kemudian perlengkapan dokumen sampai Bank BTN itu meng, ACC,”urainya


Sementara itu Pimpinan Bank BTN Cabang Kendari Bambang Hendro mengatakan, bahwa sebelumnya pihaknya telah menjelaskan pada saat proses pengajuan kredit kepemilikan rumah. “Kita sudah melakukan verifikasi, melakukan klarifikasi juga implut komfirmasi jadi proses yang tadi saya katakan sebagai proses klirensiko, kita telah menanyakan kepada pihak badan pertanahan nasional, apakah tanah ini sedang dalam sengketa dan lain-lain faktanya kita dapatkan bahwa itu tidak dalam sengketa, pun demikian proses pemindahan sertifikat atas masing-masing debitur terjadi, jadi proses itu hingga kita laksanakan,”jelas Bambang saat bertatap muka langsung dengan Kordinator Lapangan (Korlap) demonstran Lilik Asron dan sejumlah massa (pengunjuk rasa).

Ditempat yang sama itu salah satu warga yang ikut berunjuk rasa mengatakan, bahwa pihaknya kwatir jika pada suatu saat pelunasan perumahan terjadi sesuatu hal yang imbasnya adalah pemilik tanah tersebut. “Kami merasa bersyukur kenapa hari ini muncul kenapa?, jangan sampai pada saat proses pelunasan lalu dikemudian hari muncul, khan tanggung jawab itu adalah masing-masing pemilik lahan, dengan munculnya sengketa itu, syukur-syukur masih dalam proses sehingga apa yang kami minta selaku konsumen adalah meminta kejelasan hukum,”ujarnya saat menanggapi pernyataan Bambang.


Peliput : Darson

Editor : Mulyadi


Gempa Bumi Guncang Kendari dan Pulau Wawonii

Thursday, 04 October 2018 00:00

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Hari Rabu, tanggal 03 Oktober 2018 pukul 21:25:21 WITA telah terjadi gempabumi tektonik di daerah Kendari dan disekitarnya. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi yang terjadi berkekuatan M = 3.9. Lokasi pusat gempa berada di laut, 50 Km Timur laut Kendari-SULTRA pada koordinat 3,76 LS – 123.03 BT pada kedalaman 10 km. Ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman sumber gempa penyebab gempa ini terjadi akibat aktifitas sesar Lawanopo.

Hal ini yang diungkapkan Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rosa Amelia S,Si dalam relessnya, Dari hasil pemodelan shakemap, getaran gempabumi diperkirakan dirasakan pada skala I SIG (Skala Intensitas Gempabumi) BMKG atau setara II MMI di Kendari dan P.Wawoni yang berdekatan dengan lokasi sumber gempabumi. Pada skala ini digambarkan getaran dirasakan oleh orang banyak, benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar.

Berdasarkan informasi masyarakat yang diterima di BMKG, getaran gempabumi dirasakan lemah-sedang (I SIG BMKG / II MMI) di Kendari dan di Wawoni – Kab Konawe Kepulauan. Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi BMKG.(istimewa)


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Dalam merespon bencana alam yang terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, PT Aneka Tambang TbK (Antam, Idx, Antm, Asx, Atm) melakukan pencarian dan penyelamatan terhadap para korban.

Team Antam tergabung dalam Emergency Response Team (ERT) Kementerian ESDM tim paramedis dan satu orang dokter memberikan bantuan kemanusiaan sejak 2 Oktober 2018.

Direktur Utama PT Antam, Arie Prabowo Ariotedjo mengatakan pihaknya turut berduka atas dampak bencana gempa dan tsunami di Provinsi Sulteng.

"Kita berharap masa pemulihan wilayah dapat berjalan cepat dan lancar. Kita berkomitmen sekuat tenaga untuk membantu melakukan aktivitas pencarian dan penyelamatan di lokasi bencana," jelas Arie Prabowo, Rabu (03/10/2018).

Ia menuturkan tim ERG Antam tiba di lokasi gempa pada Selasa 2 Oktober 2018 di Palu dan langsung melakukan pencarian korban. Di hari tersebut lanjut Arie, berhasil melakukan evakuasi dua jenazah di wilayah tersebut.

"Hari ini tim Antam kembali melakukan pencarian di wilayah I Gusti Ngurah Rai, Tawanjuka Palu dengan membawa peralatan lifting bag, rescue saw, chain saw, kantong mayat, LSB dan medical bag," tambah Arie.

Selain itu, team Antam juga membawa bantuan obat-obatan, tenda, selimut dan makanan bayi.

Peliput: Muhammad Al Rajap


Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0813 5444 5525

Visitors Counter

801366
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
814
3803
7812
772727
48678
132968
801366