Thursday, January 17, 2019

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Rumah bernyanyi keluarga Master Piece Kendari bakal memberangkatkan dua orang karyawannya ke tanah suci Mekah untuk menunaikan ibadah umroh pada Maret mendatang.

Hal ini disampaikan langsung oleh General Manager Master Piece Kendari, Guruh Perdana pada media ButonRayaNews.co.id belum lama ini.

Dijelaskan Guruh, ke dua karyawannya yang bakal berangkat umroh tersebut bernama Marwanto dan Alvelansyah.

Pemberangkatan dua karyawan tersebut kata Guruh sebagai bentuk apresiasi atas kinerja karyawannya yang dianggap loyal terhadap perusahaan.

"Sebelumnya, kami juga memberangkatkan seluruh karyawan ke (Pulau) Bali untuk liburan. Disana kita habiskan banyak uang. Dari situ saya kemudian berpikir kenapa uang sebanyak itu kita tidak manfaatkan untuk hal yang lebih positif lagi," ucap Guruh.

Guruh menjelaskan dua karyawan yang akan diberangkatkan tersebut telah memiliki masa kerja selama lebih dari dua tahun.

Pihak manajemen Master Piece Kedari juga berkomitmen untuk memberangkatkan umroh seluruh karyawannya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, bentuk apresiasi yang diberikan oleh Master Piece kepada karyawannya merupakan hal yang baru dan pertama diberlakukan.

"Untuk awal, kita berangkatkan dua orang. Selanjutnya tiap bulan satu orang sampai habis," bebernya.

Lebih lanjut Guruh menuturkan dua karyawan yang bakal diberangkatkan itu diumumkan setelah dilakukan undiuan.

Marwanto, karyawan Master Piece yang bakal berangkat umroh menuturkan dirinya tidak menyangka dan tidak pernah membayangkan dirinya akan menginjakkan dirinya di Mekkah.

"Tentu saja saya sangat berterima kasih kepada pihak manajemen Master Piece. Dan suatu kesyukuran bisa bekerja disini," ujarnya.

Sementara itu, satu karyawan lainnya, Alvelansyah juga tak bisa membayangkan bisa umroh dengan seluruh biaya ditanggung oleh perusahaan tempat dirinya bekerja.

Meski begitu, dirinya bakal diwakili oleh neneknya untuk berangkat umroh. Hal itu dilakukan untuk membalas seluruh jasa neneknya yang telah merawat dirinya sejak kecil.

"Tidak ada sedikitpun rasa penyesalan saya untuk memberangkatkan dia (nenek) umroh. Meskipun itu adalah kesempatan yang langka, saya ikhlas lahir dan batin. Karena saya berpikir masih muda dan masih kuat bekerja, kesempatan saya masih panjang," imbuhnya.

"Pas saya mau tulis namaku untuk diundi, saya langsung ingat nenek, jadi namaku diwakili oleh beliau. Dan alhamdulillah nama nenek keluar. Semoga semua dilancarkan sampai hari H," harapnya.

Peliput: Muhammad Al Rajap


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Kongres XV Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia atau lebih populer dengan singkatan KNPI yang dilangsungkan di Bogor pada 18-21 Desember 2018 lalu menimbulkan polemik.
 
Bagaimana tidak, salah satu calon dari dua nama yang menjadi kandidat pemilihan pucuk pimpinan DPP KNPI ini, Noer Fajrieansyah mengklaim bahwa kemenangan lawannya yakni Haris Pertama belum mencapai angka 50 plus 1 dari total jumlah pemilik suara yang ada.  
 
Hal tersebut yang mendasari pihak Noer Fajrieansyah menggelar kongres putaran ke dua pada 05-06 Januari 2019 dengan hanya menampilkan dirinya seorang diri atau dengan kata lain melawan kotak kosong.
 
Dari hasil kongres tersebut, ditetapkan Noer Fajrieansyah sebagai Ketua KNPI Sultra terpilih secara aklamasi.
 
Salah satu pengurus KNPI Sultra, Andi Muhammad Hasgar AS mengungkapkan merujuk pada kongres putaran pertama yang digelar di Bogor, rival Noer Fajrieansyah yakni Haris Pertama yang seharusnya menjadi pemenang dalam kongres tersebut.
 
Dimana kata Hasgar, perolehan suara Haris Pertama melebihi perolehan suara Noer Fajrieansyah dengan kemenangan 84-82 dengan suara abstain 1.
 
"Kongres putaran pertama KNPI yang diselenggarakan di The Forest Resort Hotel, Bogor itu dilakukan secara terbuka dan transparan," ucap Andi Hasgar via WhatsAppnya, Senin (07/01/2019).
 
Andi Hasgar yang juga berprofesi sebagai pengacara di Jakarta ini menambahkan melihat kondisi yang ada, tidak akan menuntup kemungkinan akan diselenggarakan putaran ke tiga pada kongres pemuda XV/KNPI di Bogor. 
 
"Jika memang terjadi kongres putaran ke tiga, bukan hal mustahil pula akan ada kemungkinan muncul figur lain selain dua candidat yang head to head pada putaran pertama kemarin di Bogor," bebernya. 
 
Ia berharap polemik yang terjadi di tubuh KNPI untuk segera disudahi dan mengikuti AD/ART yang telah di sepakati pada kongres di Bogor beberapa waktu lalu.
 
Karena menurut Andi Hasgar, ber-KNPI AD/ART adalah konstitusi dasar. Jika nilai-nilai yang telah di sepakati dalam AD/ART sudah tidak lagi di ikuti sesuai jalurnya, maka hal tersebut akan berimbas ketidak harmonisan dalam kepengurusan KNPI. 
 
Peliput: Muhammad Al Rajap

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Minggu (30/12/2018) puluhan mahasiswa Afirmasi pendidikan tinggi (Dikti) Universiatas Halu Oleo (UHO) menggelar Rihlah (perjalanan) dan Outbond (pembelajaran kepemimpinan dan manajemen di alam terbuka). Kegiatan itu dilaksanakan di Pantai Toronipa,  Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
 
Ketua Pengelola Bidikmisi dan Afirmasi Dikti UHO Pendais Haq mengatakan, Rihlah dan Outbond merupakan rangkaian dari kegiatan mahasiswa Afirmasi Dikti UHO 2018.
 
Dimana sebelumnya, tambah Pendais, para mahasiswa telah melaksanakan kursus bahasa inggris, kuliah kabangsaan dan kebudayaan, kuliah kewirausahaan, serta pengetahuan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). 
 
"Kegiatan itu bertujuan untuk membangun kebersamaan dan kedekatan sesama mahasiswa serta mahasiswa dan pengelola mahasiswa Afirmasi Dikti UHO," ujar Pendais,  Minggu (30/12/2018).
 
Pendais menyebut, mahasiswa Afirmasi Dikti terdiri dari mahasiswa asal Papua-Papua Barat, dan tertinggal, terdepan dan terluar (3T). 
 
Untuk diketahui, kegiatan Rihlah dan Outbond mahasiswa Afirmasi Dikti UHO 2018 turut diramaikan Raim La Ode peserta Stand Up Comedy Indonesia 2016.
 
Penulis: Asis

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Menjelang pergantian malam tahun baru, rumah bernyanyi keluarga Inul Vizta Kendari bakal memberikan diskon 50 persen kepada semua pelanggannya. 
 
Diskon tersebut berlaku untuk setiap pemesanan jenis room, baik room ukuran small hingga ukuran large. 
 
"Hari biasa pasti harganya beda cuman kita ada promo seperti room small yang tadinya harganya Rp100 ribu per jam kita potong 50 persen tapi itu ada syaratnya, terhitung dengan jumlah pembelanjaan pengunjung," ujar Supervisior marketing Inul Vizta Kendari Wulan, Jumat (28/12/18).
 
Tidak hanya itu, pada kemeriahan malam tahun baru nanti, karaoke tersebut juga menampilkan dekorasi kapal bajak laut yang diikuti dengan kostum yang akan digunakan oleh seluruh karyawannya. 
 
"Kami juga memberikan ruang kepada semua pengunjung untuk mengabadikan moment berfoto dengan dokorasi kapal bajak laut itu," beber Wulan.
 
Ia meyakini cara yang dilakukan oleh manajemen Inul Vista Kendari tersebut merupakan strategi yang bisa menarik perhatian para warga Kota Kendari untuk menghabiskan waktu bersama keluarga pada perayaan malam tahun baru nanti.
 
Peliput: Muhammad Al Rajap

KENDARI - Deklarasi dan pelantikan relawan pasangan calon presiden nomor urut satu, Joko Widodo-Makhruf Amien yang dilakukan oleh kelompok relawan Doakan Jokowi Menang Satu Kali Lagi atau DJM 1 KALI LAGI di Kendari hanya dihadiri oleh belasan orang saja.

Dari 200 kursi yang disiapkan oleh panitia, terlihat hanya sekitar 30 kursi saja yang terisi oleh peserta. Selebihnya kosong tak berpenghuni.

Dari hasil penelusuran awak ButonRayaNews.co.id, berdasarkan undangan yang tersebar, acara yang dilangsungkan di Hotel Claro tersebut seharusnya dimulai pada pukul 08.30 Wita.

Namun karena adanya hal-yang tidak dikehendaki sehingga acara tersebut diundur hampir enam jam lamanya dan baru dimulai pada pukul 14.00 Wita.

Ketua DPW DJM 1 KALI LAGI Sulawesi Tenggara, Abdul Hakim Johar menyampaikan permohonan maaf kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) DJM 1 KALI LAGI atas molornya waktu pelaksanaan deklarasi.

"Saya memaklumi jika ada kekecewaan atas kekacauan acara pada hari ini. Namun saya menyakinkan kepada kita semua, jika segalanya akan indah pada waktunya," ucap Abdul Hakim, Sabtu (22/12/2018).

Abdul tak menampik adanya kesalahan teknis antara pihak penyelenggara kegiatan dengan pihak hotel.

"Hanya itu saja dan itu hal kecil," imbuhnya.

Abdul juga mengakui, sepinya deklarasi ini karena tidak semua anggota relawan yang namanya tercantum dalam SK aktif bekerja.

"Berdasarkan SK itu, terdapat sekitar 60 anggota. Tapi memang tidak semua pengurus itu aktif dan bekerja,"

Padahal, menurut Ketum DPP DJM 1 KALI LAGI, Sahat Pasaribu, di wilayah Sulawesi Tenggara mereka menargetkan minimal suara yang diraih oleh Jokowi - Mal'ruf sebanyak 70 persen.

Perkumpulan yang berada dibawah naungan ormas Perhimpunan Masyarakat Indonesia ini juga menargetkan kemenangan di provinsi-provinsi yang pada Pemilu 2014 lalu Jokowi gagal mendulang kemenangan, seperti Banten, Jawa Barat, dan, Sumatera Barat.

Peliput: Muhammad Al Rajap


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Komandan Korem 143/HO, Kolonel Arm Dedi Nurhadiman memberikan apresiasi kepada Rafika Marsya Ramadhani alias Caca atlet selam dalam cabang olahraga air peraih enam medali emas dan satu medali perak dalam pergelaran Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Tenggara.
 
Caca yang masih duduk di bangku kelas enam Sekolah Dasar Kuncup Pertiwi Kota Kendari juga merupakan putri dari seorang prajurit TNI Korem 143/HO berpangkat Kapten dengan menjabat Kajasrem 143/HO.
 
"Tentu kita sangat bangga dengan prestasi ini, karena dalam usia 11 tahun telah menunjukkan prestasi yang sangat luar biasa," tutur Kolonel Dedi saat menerima kunjungan Caca yang didampingi orang tua di Gedung Tamalaki Korem 143/HO, Senin (17/12/2018).
 
Danrem berharap agar prestasi yang telah diraih Caca dapat dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi.
 
"Terus berlatih agar mendapatkan hasil yang lebih baik lagi kedepannya," tutup Danrem.
 
Sementara itu, Ayah Caca, Kapten Inf Syamsuddin mengatakan sebelum mengikuti Porprov di Kolaka, Caca telah mengikuti kejuaran nasional selam yang dilaksanakan pada bulan Mei 2018 lalu di Bali.
 
“Sebagai orang tua, kami akan selalu memberikan dukungan dengan apa yang telah dilakukan Caca, agar nantinya dapat mengharumkan nama keluarga, dan insya allah dapat menjadi duta buat Indonesia kedepannya,” kata Kapten Syamsuddin.
 
Gadis kelahiran Ampana, 17 September 20O7 lalu ini Caca merupakan atlet termuda dari semua peserta di 17 kabupaten/kota dalam gelaran cabang selam Porprov Sultra.  
 
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam perolehan tujuh medali tersebut, Caca turun dalam beberapa kelas baik perorangan maupun kelas beregu. 
 
Untuk diketahui, enam medali emas tersebut berasal dari kelompok estafet masing-masing: 
 
4x50 meter finswimming putri, 4x50 meter surface putri, 
4x100 meter finswimming putri, 4x100 meter surface putri, 4x200 meter finswimming putri, 4x200 meter surface putri 
 
Sementara satu medali perunggu di dapat melalui nomor perorangan 50 meter surface putri.
 
Peliput: Muhammad Al Rajap

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Komandan Korem 143/HO, Kolonel Arm Dedi Nurhadiman memberikan apresiasi kepada Rafika Marsya Ramadhani alias Caca atlet selam dalam cabang olahraga air peraih enam medali emas dan satu perak dalam pergelaran Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Tenggara. Caca yang masih duduk di bangku kelas enam Sekolah Dasar Kuncup Pertiwi Kota Kendari juga merupakan putri dari seorang prajurit TNI Korem 143/HO berpangkat Kapten dengan menjabat Kajasrem 143/HO. "Tentu kita sangat bangga dengan prestasi ini, karena dalam usia 11 tahun telah menunjukkan prestasi yang sangat luar biasa," tutur Kolonel Dedi saat menerima kunjungan Caca yang didampingi orang tua di Gedung Tamalaki Korem 143/HO, Senin (17/12/2018). Danrem berharap agar prestasi yang telah diraih Caca dapat dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi. "Terus berlatih agar mendapatkan hasil yang lebih baik lagi kedepannya," tutup Danrem. Sementara itu, Ayah Caca, Kapten Inf Syamsuddin mengatakan sebelum mengikuti Porprov di Kolaka, Caca telah mengikuti kejuaran nasional selam yang dilaksanakan pada bulan Mei 2018 lalu di Bali. “Sebagai orang tua, kami akan selalu memberikan dukungan dengan apa yang telah dilakukan Caca, agar nantinya dapat mengharumkan nama keluarga, dan insya allah dapat menjadi duta buat Indonesia kedepannya,” kata Kapten Syamsuddin. Gadis kelahiran Ampana, 17 September 20O7 lalu ini Caca merupakan atlet termuda dari semua peserta di 17 kabupaten/kota dalam gelaran cabang selam Porprov Sultra.   Seperti diberitakan sebelumnya, dalam perolehan tujuh medali tersebut, Caca turun dalam beberapa kelas baik perorangan maupun kelas beregu.  Untuk diketahui, enam medali emas tersebut berasal dari kelompok estafet masing-masing: 4x50 meter finswimming putri, 4x50 meter surface putri,  4x100 meter finswimming putri, 4x100 meter surface putri, 4x200 meter finswimming putri, 4x200 meter surface putri Sementara satu medali perunggu di dapat melalui nomor perorangan 50 meter surface putri. Peliput: Muhammad Al Rajap

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Pakar Hukum Pidana dan Perdata, Rizal Akman mengatakan ada kongkalingkong antara pihak penentu kebijakan dalam pembiaran dugaan pelanggaran aktifitas penambangan nikel PT Babarina Putra Sulung (BPS) di Desa Lapao-pao, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka.

Dugaan kuat penambangan nikel tersebut adalah ditemukannya tumpukan ore di atas wilayah IUP PT BPS oleh pansus penertiban pertambangan sewaktu melakukan sidak beberapa bulan lalu.

"Saya melihat ada kongkalikong, ada permainan dalam persoalan PT Babarina ini. Dan seharusnya itu tidak bisa dibiarkan," ujar Rizal, Senin (17/12/2018).

Jika dilihat dari segi administrasi kata Rizal, jelas terjadi pelanggaran di dalam aktifitas PT BPS dimana di dalam IUP perusahaan tersebut adalah izin usaha batuan sementara faktanya sambung Rizal PT Babarina melakukan penambangan nikel.

"Dari segi administrasi saja salah (melanggar). Jelas, pelanggaran itu sudah memenuhi unsur tindak pidana," tambah Rizal.

Hal ini tambah Rizal tidak bisa dibiarkan. Pihak-pihak yang dianggap bertanggungjawab seharusnya mengambil langkah cepat untuk melakukan pencabutan izin serta melakukan penindakan terhadap dugaan pelanggaran tersebut.

Rizal menambahkan ada dua pihak yang harus tegas dalam persoalan pertambangan yang dijalani oleh PT BPS yakni pihak penegak hukum dan Pemerintah Daerah (Pemda).

Ia menyayangkan sikap penegak hukum yang terkesan tutup mata dalam dugaan pelanggaran aktivitas PT BPS. Begitu pula dengan sikap yang ditunjukkan oleh Pemda yang dinilai lamban dalam mengambil keputusan.

Ketika ditanyakan soal kepengurusan IUP nikel oleh PT BPS, Rizal menyebut hal tersebut tidak menghilangkan unsur pidananya. Sebab sambung Rizal, PT BPS telah melakukan aktivitas pertambangan nikel diatas IUP batuan.

Sementara itu, ditempat terpisah Panitia Khusus (Pansus) Pertambangan DPRD Prov Sultra, La Ode Mutanafas mengatakan aktifitas pertambangan PT BPS adalah ilegal mining.

"Yang jelas aktifitasnya (PT BPS) itu ilegal mining sesuai fakta di lapangan waktu kita turun ke lokasi," jelas Mutanafas, Kamis (13/12/2018) lalu.

Pihaknya juga menemukan jika PT BPS dalam menjalankan aktifitasnya menambang di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) tanpa mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari Menteri Kehutanan.

Selain itu, PT BPS juga tidak memiliki terminal khusus atau tersus layaknya perusahaan pertambangan pada umumnya.

Dalam kesempatan berbeda, saat menerima masa aksi Forum Lingkar Tambang, Mutanafas juga menuturkan bakal memanggil pihak-pihak terkait untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan PT BPS.

Dikatakan Mutanafas, jika aktivitas PT BPS telah masuk dalam radar Pansus DPR Prov Sultra. Mutanafas juga menyebut jika IUP batuan pada PT BPS hanya sebatas untuk mengalihkan perhatian dinas terkait.

Senada dengan itu, Pansus Pertambangan DPRD Prov Sultra lainnya, Firdaus Tahir mengungkapkan pihaknya bakal terus mengawasi semua profil perusahaan tambang di Sultra.

"Kita sama-sama niat baiklah. Kalau memang melakukan kesalahan yaa jangan dibiarkan, karena kita punya potensi berlimpah untuk pertambangan di Sultra," singkatnya.

Peliput: Muhammad Al Rajap


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Meski pergelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke XIII Sulawesi Tenggara telah berakhir, namun sejumlah kenangan hingga prestasi masih tetap tertanam dibenak para atlet maupun masyarakat yang menyaksikannya.
Demikian halnya yang dirasakan oleh atlet selam dalam cabang olahraga air, Rafika Marsya Ramadhani. 
 
Caca sapaan akrab Rafika ini adalah salah satu atlet perwakilan Kota Kendari yang berhasil menyumbangkan enam medali emas dan satu medali perunggu dalam ajang olahraga empat tahunan tersebut.
 
Dalam perolehan tujuh medali tersebut, Caca turun dalam beberapa kelas baik perorangan maupun kelas beregu. 
 
Gadis kelahiran Ampana, 17 September 20O7 lalu ini masih tercacatkan namanya di Sekolah Dasar (SD) Kuncup Pertiwi Kota Kendaru kelas 6.
 
Caca merupakan atlet termuda dari semua peserta di 17 kabupaten/kota dalam gelaran cabang selam porprov tahun ini. 
 
Ayah Caca, Kapten Inf Syamsuddin mengatakan sebelum mengikuti Porprov di Kolaka, Caca telah mengikuti kejuaran nasional selam yang dilaksanakan pada bulan Mei 2018 lalu di Bali.
 
“Sebagai orang tua, kami akan selalu memberikan dukungan dengan apa yang telah dilakukan Caca, agar nantinya dapat mengharumkan nama keluarga, dan insya allah dapat menjadi duta buat Indonesia kedepannya,” kata Kapten Syamsuddin.
 
Untuk diketahui enam medali emas tersebut berasal dari kelompok estafet masing-masing 
 
4x50 meter finswimming putri, 4x50 meter surface putri, 
4x100 meter finswimming putri, 4x100 meter surface putri, 4x200 meter finswimming putri, 4x200 meter surface putri dan medali perunggu di dapat melalui nomor perorangan 50 meter surface putri.
 
Dalam Porprov ke VIII tahun ini memperebutkan sebanyak 573 medali emas, 573 medali perak, dan 732 medali perunggu 
 
Peliput: Muhammad Al Rajap

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau HIPMI menggagas terbentuknya konsorsium pengusaha lokal industri pertambangan.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Kompartemen HIPMI Sultra Bidang Industri Pertambangan, Sastra Alamsyah.

Sastra Alamsyah yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT. Pandewa Indonesia Perkasa menjelaskan konsorsium tersebut digagas dengan tujuan untuk pemberdayaan bagi para pengusaha lokal di tambang yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara.

"Sinergisitas pengusaha lokal melalui industri pertambangan
harus dijaga agar ekonomi di Sultra ini terus tumbuh demi kemajuan pembangunan daerah," jelas Sastra, Rabu (12/12/2018).

Mantan Direktur salah satu perusahaan media ini menambahkan dengan terbentuknya konsorsium tersebut, pengusaha-pengusaha lokal industri pertambangan nantinya akan saling memback up satu sama lain dengan tetap bersinergi dengan pemerintah serta investasi-investasi luar.

Peliput: Muhammad Al Rajap


Page 1 of 2

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0813 5444 5525

Visitors Counter

981608
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
608
1484
6555
965669
23650
46632
981608