Thursday, January 17, 2019

Polemik Pemilihan Pucuk Pimpinan di Tubuh DPP KNPI

Written by  January 07 2019
Pengurus KNPI Sultra, Andi Muhammad Hasgar AS. Foto: Doc pribadi Pengurus KNPI Sultra, Andi Muhammad Hasgar AS. Foto: Doc pribadi
KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Kongres XV Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia atau lebih populer dengan singkatan KNPI yang dilangsungkan di Bogor pada 18-21 Desember 2018 lalu menimbulkan polemik.
 
Bagaimana tidak, salah satu calon dari dua nama yang menjadi kandidat pemilihan pucuk pimpinan DPP KNPI ini, Noer Fajrieansyah mengklaim bahwa kemenangan lawannya yakni Haris Pertama belum mencapai angka 50 plus 1 dari total jumlah pemilik suara yang ada.  
 
Hal tersebut yang mendasari pihak Noer Fajrieansyah menggelar kongres putaran ke dua pada 05-06 Januari 2019 dengan hanya menampilkan dirinya seorang diri atau dengan kata lain melawan kotak kosong.
 
Dari hasil kongres tersebut, ditetapkan Noer Fajrieansyah sebagai Ketua KNPI Sultra terpilih secara aklamasi.
 
Salah satu pengurus KNPI Sultra, Andi Muhammad Hasgar AS mengungkapkan merujuk pada kongres putaran pertama yang digelar di Bogor, rival Noer Fajrieansyah yakni Haris Pertama yang seharusnya menjadi pemenang dalam kongres tersebut.
 
Dimana kata Hasgar, perolehan suara Haris Pertama melebihi perolehan suara Noer Fajrieansyah dengan kemenangan 84-82 dengan suara abstain 1.
 
"Kongres putaran pertama KNPI yang diselenggarakan di The Forest Resort Hotel, Bogor itu dilakukan secara terbuka dan transparan," ucap Andi Hasgar via WhatsAppnya, Senin (07/01/2019).
 
Andi Hasgar yang juga berprofesi sebagai pengacara di Jakarta ini menambahkan melihat kondisi yang ada, tidak akan menuntup kemungkinan akan diselenggarakan putaran ke tiga pada kongres pemuda XV/KNPI di Bogor. 
 
"Jika memang terjadi kongres putaran ke tiga, bukan hal mustahil pula akan ada kemungkinan muncul figur lain selain dua candidat yang head to head pada putaran pertama kemarin di Bogor," bebernya. 
 
Ia berharap polemik yang terjadi di tubuh KNPI untuk segera disudahi dan mengikuti AD/ART yang telah di sepakati pada kongres di Bogor beberapa waktu lalu.
 
Karena menurut Andi Hasgar, ber-KNPI AD/ART adalah konstitusi dasar. Jika nilai-nilai yang telah di sepakati dalam AD/ART sudah tidak lagi di ikuti sesuai jalurnya, maka hal tersebut akan berimbas ketidak harmonisan dalam kepengurusan KNPI. 
 
Peliput: Muhammad Al Rajap
Rate this item
(1 Vote)
Read 181 times

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0813 5444 5525

Visitors Counter

981524
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
524
1484
6471
965669
23566
46632
981524