Monday, October 21, 2019

Usut Kasus VDNI dan OSS, ARK Segel Kantor DPRD Sultra

Written by  July 11 2019
Masa aksi ARK saat melakukan penyegelan di salah satu pintu DPRD Sultra. Foto: Istimewa Masa aksi ARK saat melakukan penyegelan di salah satu pintu DPRD Sultra. Foto: Istimewa
KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Konawe (ARK) melakukan demonstrasi di depan kantor DPRD Sulawesi Tenggara dengan membawa tuntutan penyelesaian dan pengusutan terhadap perusahaan asal Tiongkok, PT Virtu Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) yang diduga telah menimbulkan dan menjadi biang kerok beragam masalah yang terjadi di Konawe, khususnya di Kecamatan Morosi.
 
Saat demonstrasi berlangsung dan beberapa orator menyuarakan aspirasinya, tak ada perwakilan anggota DPRD Sultra yang menemui para demonstran. Sehingga masa aksi mencoba menerobos pagar betis aparat kepolisian dari Polres Kendari dan Polda Sultra yang mengamankan jalannya aksi.
 
Pantauan ButonRayaNews.co.id, dalam situasi tersebut beberapa masa aksi dan aparat terlibat saling jotos hingga keributan pun tak terhindarkan.
 
Hingga akhirnya massa aksi berhasil melakukan penyegelan kantor DPRD Sultra dengan menggunakan papan dan balok kayu. Beberapa pegawai dan staf DPRD Sultra yang melihat tindakan itu tak bisa berbuat banyak. 
 
Di kesempatan itu, Koordinator Lapangan ARK, Ahmad Zainul mengatakan pihaknya meminta DPRD Sultra agar mendesak Pemprov Sultra segera mengevaluasi dan mengusut tuntas berbagai masalah yang ditimbulkan dari aktivitas PT VDNI dan PT OSS.
 
Kata dia, PT VDNI dan PT OSS telah melakukan pelanggaran dan melakukan penyalahgunaan izin lokasi kawasan industri. Akibatnya masyarakat yang menjadi korban akibat dampak keberadaan perusahaan Tiongkok tersebut.
 
“Kami tidak akan pernah berhenti, apapun tawarannya kalau bukan solusi penegakan supremasi hukum. Masyarakat yang merasakan dampak penderitaan akibat perusahaan itu, sebab itu haram hukumnya berhenti menyuarakan sebelum menuai keadilan," teriak Zainul, Kamis (11/07/2019).
 
Seusai berorasi, massa aksi kemudian menbubarkan diri namun mereka berjanji akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak diindahkan.
 
Peliput: Muhammad Al Rajap
 
Rate this item
(1 Vote)
Read 167 times

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0813 5444 5525

Visitors Counter

1696044
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
47
3268
3315
1666773
73826
96715
1696044