Thursday, October 29, 2020

iklan arifudin

Himbauan Covid

Sekda

Hindari Kebingungan Masyarakat, Rangkul Kendari Minta DPR Solid Dukung Kebijakan Walikota

Written by  September 04 2020
 Koordinator Rangkul Kendari, Edy Salam Hadiyanto. Foto: Muhammad Al Rajap Koordinator Rangkul Kendari, Edy Salam Hadiyanto. Foto: Muhammad Al Rajap

KENDARI,ButonRayanews.co.id – Pasca dikeluarkannya surat edaran pemerintah Kota Kendari mengenai pembatasan aktivitas masayarakat di malam hari beragam komentar muncul dalam menanggapi surat edarat tersebut.

 

Ada pihak yang mendukung, ada pula yang mengkritisi kebijakan dikeluarkannya Surat Edaran Nomor 443.1/2992/2020 tetang Pembatasan Aktivitas Masyarakat Dalam Rangka Pencegahan Resiko Penyebaran Covid-19 di Kota Kendari ini.

 

Di internal DPRD Kota Kendari misalnya. Perbedaan pendapat itu dapat dilihat pada Komisi II. Dimana, Andi Sulolipu selaku Ketua Komisi II mendukung surat edaran tersebut namun salah satu anggotanya Apriliani Puspitawati justru memberikan tanggapan berbeda.

 

Menanggapi hal ini, Koordinator relawan juang Kendari untuk Sul (Rangkul) Kendari, Edy Salam Hadiyanto sangat menyayangkan perbedaan pendapat tersebut. Sebab menurutnya, perbedaan pendapat itu bisa membuat bingung masyarakat Kota Kendari.

 

“Anggota DPR (Kota Kendari) ini kan representativ dari masyarakat Kota Kendari. Harusnya satu suara dong. Paling tidak komisinya atau unsur pimpinannya. Kalau dari komisinya (Komisi II) saja sudah beda pendapat, bagaimana caranya? yang dibuat bingung kan masyarakat. Sementara, DPR ini bekerja juga untuk masyarakat itu sendiri,” jelas Edy, Kamis (04/09/2020).

 

“Maksud saya disaat pandemic Covid-19 sekarang ini, DPR ketika mengeluarkan pernyataan ke publik jangan ada tendesi apa-apa dulu. Kita bicara soal kemanusiaan dulu. Jangan ada unsur-unsur yang lain,” beber Edy.

 

Untuk itu, Edy meminta DPRD Kota Kendari satu suara dan solid dalam mendukung kebijakan Pemerintah Kota Kendari dalam hal ini mengenai pembatasan aktivitas masayarakat di malam hari.

 

Seperti dibertakan sebelumya, terdapat lima poin aturan dalam surat edaran walikota Nomor 443.1/2992/2020. Yang pertama, masyarakat Kota Kendari diminta untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah diatas pukul 22.00 hingga pukul 04.00 Wita kecuali jika ada kepentingan yang mendesak.

 

Poin yang ke dua adalah, mall, toko, pasar modern, rumah makan, warung kopi, warung makan, café, restoran THM, karaoke, pedagang kaki lima, lapak jajanan, lapangan futsal yang sifatnya tempat perkumpulan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas diatas pukul 22.00 Wita.

 

Kemudian pihak kepolisian, TNI dan Satpol PP dapat menindaklanjuti surat edaran tersebut dengan melakukan pemantauan atau monitoring dari timgkat kecamatan dan kelurahan agar saling bersinergi melakukan kegiatan patrol secara berkala.

 

Poin yang ke empat bagi masyarakat yang masih melakukan aktivitas di luar rumah waktu pemberlakuan jam malam yang telah ditetapkan oleh Pemkot Kendari, maka dapat dilakukan pembinaan oleh pihak kepolisian, TNI dan Satpol PP.

 

Poin ke lima serat edaran tersebut mulai berlaku pada saat diberlakukan peraturan walikota tentang penerapan disiplin dan penegakkan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan Virus Corona serta dilakukan evaluasi secara berkala.

 

Penulis: Muhammad Al Rajap

Rate this item
(1 Vote)
Read 723 times
Login to post comments

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0822 9168 7184 

Visitors Counter

3541514
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
2450
4798
22640
3476321
161176
177939
3541514