Wednesday, February 19, 2020

REDAKSI

REDAKSI

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Jenazah Praka  Anumerta Risno, Parjurit Bataliyon Intenfari 725/Woroagi tiba di kampung halamannya di Desa Konde, Kecamatan Kambowa, Buton Utara, Rabu, (19/02/2020).
 
 
Isak tangis keluarga serta kerabat menyambut kedatangan jenazah anggota TNI yang gugur akibat kecelakaan Helikopter MI-17 tersebut.
 
 
Praka Anumerta Risno (24) merupakan sala satu korban jatuhnya Helikopter MI-17 di Kabupaten Pagunungan Bintang, Provinsi Papua pada Jumat, 28 Juni 2019 lalu.
 
 
Praka Anumerta Risno dimakamkan secara militer dikediamannya yang di pimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 1416 Muna, Letkol Inf Febi Triandoko.
 
 
Dalam kesempatannya Febi Triandoko yang mengatasnamakan Kodim 1416/Muna turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya terhadap prajurit TNI itu.
 
 
"Jika almarhum ada salah-salah kata atau perbuatan mohon dimaafkan dan saya juga berharap, agar keluarga almarhum tetap tabah dan kuat musibah ini. Semoga arwah Almarhum diterima disisi Yang Maha Esa," ujarnya.
 
 
Selain pemakaman secara militer, Praka Anumerta Risno juga diberikan santunan dari Pangdam XIV Hasanudin sebagai penghormatan dan penghargaan negara kepada almarhum atas jasa dan pengorbanannya yang telah dilakukan semasa hidupnya.
 
 
Penulis: Deni Irawan
Editor: Muhammad Al Rajab

BUTON TENGAH, ButonRayaNews.coid - Kepala Dinas Kesehatan Buton Tengah, Kasman mengatakan kondisi pasien gizi buruk La Rungge mulai berangsur-angsur membaik.
 
 
Hal ini kata Kasman berkat penanganan serius dari tim kesehatan yang terus mengontrol dan memenuhi semua kebutuhan sang pasien.
 
 
Kasman mengaku pihaknya terus melakukan komunikasi dengan direktur RSUD Buton Tengah selaku penanggungjawab terhadap pasien yang juga mengetahui kondisi La Rungge.
 
 
"Jadi, semua kebutuhan pasien ini kita penuhi. Baik berupa obat maupun asupan nutrisinya tetap kita perhatikan demi kesehatan pasien. Kita berharap kedepan tidak ada lagi penderita gizi buruk di daerah ini," ucap Kasman pada media ini, Senin (17/02/2019).
 
 
Sementara terkait biaya selama perawatan La Rungge di rumah sakit, Kasman mengaku telah digratiskan atas perintah langsung dari Bupati Buteng, Samahuddin.
 
 
"Kondisinya memang terus membaik. Karena sekarang pasien sudah tidak dipasangi lagi infus," katanya.
 
 
Kasman menambahkan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Buteng untuk dilakukan penerbitan kartu BPJS.
 
 
Hanya saja kata dia, sistem di BPJS Kesehatan saat ini masih terkunci. Meski demikian sambung Kasman, pihaknya akan berusaha agar pasien La Rungge segera mendapat kartu BPJS Kesehatan.
 
 
"Kita sih maunya (penerbitan kartu BPJS Kesehatan La Rungge) sekarang. Hanya karena sistem yang belum mendukung, itu tidak bisa kita paksakan," urai Kasman.
 
 
Di tempat terpisah, Kepala BPJS Kesehatan Buton Tengah, Muhammad Ayyub Ibrahim mengaku semua persyaratan untuk penerbitan kartu BPJS Kesehatan La Rungge telah terpenuhi.
 
 
"Per 1 Maret 2020 kartu BPJS Kesehatan untuk pasien La Rungge sudah bisa diterbitkan dan sekaligus juga bisa difungsikan sebagaimana mestinya," tutur Ayyub, Rabu (19/02/2020).
 
 
Sementara itu, Kepala RSUD Buteng, Karyadi yang dihubungi via teleponnya belum menanggapi pertanyaan media.
 
 
Penulis: Muhammad Al Rajap
 
 
 
 
 

 
BUTONRAYANEWS,CO,ID, BAUBAU - Secara Nasional Pemerintah telah meluncurkan sensus penduduk untuk tahun 2020 secara on line, tidak terkecuali di Kota Baubau. Walikota Baubau DR AS Tamrin MH dan Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Moniase Spd secara resmi melakukan mengisi Sensus penduduk secara on line, Senin 17 Februari 2020.
 
Mengawali sensus penduduk online lingkup Pemkot Baubau ini, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Baubau menyambangi Rujab Wali Kota Baubau, Senin 17 Februari 2020. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Baubau, Dr AS Tamrin nampak secara mandiri mengisi data dalam sensus penduduk secara online. 
 
"Saya mengajak seluruh masyarakat Kota Baubau untuk berpartisipasi pada sensus penduduk online. Catatkan diri kalian secara online di sensus.bps.go.id mulai 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Mari bersama mencatat Indonesia, Indonesia maju dengan jawabanmu," pinta Dr AS Tamrin usai proses sensus.
 
Di hari yang sama, Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse juga dikunjungi BPS Baubau untuk melakukan sensus penduduk secara online di kediamannya di Kelurahan Lanto. Kepada awak media, La Ode Ahmad Monianse mengaku sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan BPS. Ia pun berharap seluruh Kota Baubau akan berpartisipasi pada sensus online ini.
 
"Kalaupun belum terkaver dalam online ini maka akan ada sensus yang offline pada Juni mendatang. Tapi sebisanya mari kita ikut berpartisipasi di sensus.bps.go.id mulai 15 Februari hingga 31 Maret 2020," katanya.
 
Politisi PDI Perjuangan ini berharap besar seluruh ASN bisa melakukan sensus online. Apalagi seluruh ASN telah memiliki android dan dukungan signal cukup kuat di Kota Baubau. "Kecuali dipinggir kota masih kita maklumi. Tapi kalau ditengah kota kita harapkan bisa menggunakan sensus online," katanya.
 
Data kependudukan ini, kata dia, sangat dibutuhkan negara. Olehnya karena ASN adalah aparat negara maka wajib berpartipasi. "Kalau tidak berpartisipasi maka Wali Kota Baubau akan menegur karena ini dibutuhkan partisipasi seluruh warga Kota Baubau. Kalau ASN tidak ikut, saya kira itu keterlaluan," katanya.
 
Kepala BPS Baubau, Sudirman K mengatakan, sensus penduduk dilakukan dua tahap. Tahap pertama secara online mulai mulai 15 Februari hingga 31 Maret 2020 dan tahap kedua secara manual atau door to door pada 1-31 Juli 2020. Sudirman menargetkan 51 persen penduduk Kota Baubau melakukan sensus penduduk secara online. Olehnya sesuai arahan presiden, ASN harus melakukan sensus secara online.
 
"Sampai kemarin, berdasarkan data yang dikirimkan provinsi sudah 250 orang. Sedang target kita 80 ribu dari 170 ribu warga Kota Baubau yang melakukan sensus online. Tapi kalau bisa seluruhnya secara online," katanya. Ia pun sangat berharap sensus penduduk ini bisa digunakan sebaik-baiknya. Sebab data ini akan menjadi acuan pemerintah untuk mengambil kebijakan. 
 
Editor : Mulyadi

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Sejak dilantik pada 17 Februari 2016 lalu, kepemimpinan Abu Hasan dan Ramadio selaku Bupati dan Wakil Bupati Buton Utara genap berusia empat tahun. Kedua tokoh ini berhasil memimpin Butur dengan capaian di berbagai sektor

Pencapaian di berbagai sektor tersebut dikemas dalam ekspose empat tahun kepemimpinan pasangan berakronim ABR dengan mengangkat tema" SDM Unggul, Buton Utara Maju dan Sejahtera" yang bertempat di Gedung Islamic Center, Senin, 17/02/2020.

Sukses Jadikan Butur Sebagai Sentra Daerah Pertanian Organik

Pasangan Abu Hasan dan Ramadio terbilang sukses menjadikan Buton Utara sebagai daerah yang dikenal dengan daerah penghasil pertanian organik. Hal itu tidak terlepas dari sejumlah terobosan kebijakan pemerintahannya yang pro terhadap pengembangan pertanian padi organik di daerahnya.

Salah satu kebijakan yang sudah dilakukan keduanya dalam mendorong terbukanya lahan pertanian di daerah itu yakni dengan memberi subsidi atau bantuan bagi masyarakat yang ingin membuka lahan pertanian baru.Abu Hasan dan ibu-ibu PKK saat panen Beras Wakawondu (Organik). Foto: Istimewa

Pemberian bantuan itu dimulai sejak tahun 2017 lalu dengan nilai sebesar Rp1 miliar. Anggaran itu diperuntukan untuk pembukaan lahan baru seluas 400 hektar. Anggaran itu masuk dalam APBD perubahan di tahun 2017 lalu. Abu Hasan sengaja mengambil kebijakan itu mengingat banyaknya animo masyarakat yang ingin mengembangkan pertanian organik akan tetapi kadang terkendala pada anggaran.

"Sehingga kita anggarkan untuk para petani yang akan membuka lahan pertanian padi ladang organik. Ini sebagai bagian dari upaya memajukan sektor pertanian organik di Butur," ungkap Abu Hasan.

Dengan rincian tersebut lanjut Abu Hasan, maka setiap petani yang akan membuka lahan baru berarti akan akan mendapat bantuan sebesar Rp 2,5 juta per hektarnya.

"Ingat, ini bantuan untuk membuka lahan saja. Jadi kalau ada petani yang mau buka lahan padi organik di lahan tidurnya yang seluas 4 hektar, berarti total bantuan yang akan diberikan sebesar Rp10 juta," jelasnya.

Orang nomor satu Butur itu mengaku sengaja nendorong terwujudnya perluasan lahan dikalangan petani di Butur mengingat sudah mulai dikenalnya padi organik milik Butur di sejumlah daerah termasuk beberapa negara di luar negeri. Menurutnya dengan mengembangkan pertanian organik, maka akan banyak permintaan pasar terhadap beras organik andalan daerah itu nantinya.

"Beras milik kita sudah kita sosialisasikan bahkan ke manca negara. Permintaan akan itu juga sudah mulai banyak. Khawatirnya nanti jangan sampai permintaannya banyak namun ketersediaannya di kita minim," tegasnya.

Hadirkan Gedung Instalasi Farmasi

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton Utara kini sudah memiliki gedung khusus instalasi farmasi sebagai tempat penyimpanan obat. Berbekal dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 950 juta,

Kepala Dinas Kesehatan Buton Utara, dr. Muhammad Kasrul, menjelaskan untuk memberikan pelayanan maksimal pada masyarakat, instansi kesehatan harus ada amunisi yang maksimal pula. Salah satunya adalah urusan obat-obatan.

Peresmian gedung farmasi. Foto: Deni Irawan

Posisi Butur yang terbilang jauh dari ibu kota provinsi sebagai akses sumber obat, membuat pemerintah daerah harus punya alternatif baru untuk tetap memenuhi kebutuhan farmasi itu. Olehnya itu penting membangun gedung khusus untuk menjamin ketersediaannya.

"Obat itu bukan asal simpan saja, tetapi ada kualitas dan juga keamanan yang harus kita jaga. Makanya memang penting untuk ada gedung khusus. Itu sudah dibangun sejak tahun lalu," katanya.

 Serahkan Bantuan Pakan Ternak Bumdes Bakti Jaya

Abu Hasan menyerahkan bantuan kepada Bumdes Bakti Jaya, Desa Karya Bakti, Kecamatan Kulisusu Barat. Orang nomor satu di Butur itu juga meresmikan gedung pengelolaan pakan ternak unggas, Rabu (29/01/2020).

Bantuan yang diberikan dari Pemda Butur itu berupa bantuan pakan dan mesin pengolah pakan ternak yang nantinya akan di kelola oleh Bumdes Bakti Jaya Desa Karya Bakti itu sendiri.

Abu Hasan saatmenyerahkan bantuan pakan ternak ke Bumdes Bakti Jaya. Foto: Istimewa

Saat ditemui usai pemberian bantuan, Abu Hasan mengatakan pihaknya akan terus melakukan upaya untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejateraan masyarakat.

"Saya berharap agar dinas terkait terus melakukan memonitoring pabrik tersebut agar tidak mendapatkan masalah," ujarnya.

Lanjut dia, pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Pertanian terus memberikan perhatiannya khususnya kepada Butur dengan memperhatikan desa-desa yang membutuhkan pabrik yang menjadi kebutuhan para petani, peternak dan pekerja lainnya.

"Dengan terbentuknya pabrik pakan ternak ini juga akan memudahkan kita untuk mendapatkan bantuan-bantuan ternak dari kementrian," tuturnya.

 Raih WTP Dua Kali Berturut-Turut

Pemerintah Kabupaten Buton Utara sejak dipimpin Abu Hasan dan Ramadio tercatat sudah dua kali memeroleh perdikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun 2017 dan tahun 2018 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Bupati Butur Abu Hasan mengatakan capaian WTP tidak lain merupakan hasil dari kesungguhan dan kerja keras seluruh stakeholder, dalam menunaikan tugasnya. Menurutnya, ke depan, tak ada lagi pilihan lain, selain mempertahankan prestasi yang telah sukses diraih itu.

"Kerja keras ini tidak boleh kita hentikan, sekarang maupun ke depan kita harus bekerja keras, karena kalau kerja keras dan sungguh-sungguh ini kita hentikan, maka prestasi yang kita sudah capai, ini hanya akan menjadi mitos di masa depan," ungkapnya.

Abu Hasan saat menerima penghargaan WTP. Foto: Istimewa

Abu Hasan menjelaskan selama ini Butur hanya berkutat dengan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Sehingga kata dia penghargaan tersebut merupakan kado yang sangat istimewa bagi pemerintahannya.

Subsidi 23 Ribu Penerima BPJS

Bupati Buton Utara, Abu Hasan, terus menghadirkan kesehatan maksimal dan gratis bagi warga tidak mampu.Tak tangung-tanggung, Pasangan Abu Hasan dan Ramadio itu menggelontorkan anggaran yang besar untuk memberikan subsidi bagi 23 ribu warga Butur penerima kartu Kesehatan Nasional (JKN).

"Pemerintah terus memberikan perhatian terhadap layanan kesehatan. Tahun ini, kami gelontorkan anggaran Rp6 miliar untuk mensubsidi BPJS 23 ribu warga Butur yang terdaftar sebagai penerinma kartu JKN Kartu," ujar Abu Hasan.Abu Hasan saat menyerahkan bantuan JKN kepada salah satu warganya. Foto: Istimewa

Rumah Sakit Umum Daerah Butur kata Abu Hasan kini telah memiliki dokter spesialis dan alat kesehatan yang memadai. Sementara itu, Kepala BPJS Buton Utara, Ashari Ramadhani mengaku sebanyak 65 ribu warga Butur terdaftar sebagai penerima jaminan sosial tersebut.

"23 ribu disubsidi oleh pemerintah Kabupaten Butur, selebihnya melalui pemerintah pusat," ujarnya.

Pengembangan Infrastruktur Jalan

Tahun 2019, Pemda Butur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menggelontorkan anggaran miliaran rupiah untuk pengaspalan kurang lebih 9,2 KM, antara lain di ruas Waode Buri-Peteteaa, Lakansai-Lamoahi, jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dan Kelurahan Wandaka. Jalan tersebut menggunakan kualitas aspal yang baik, yakni jenis CPHMA (Cold Paving Hot Mix Asbuton).

Abu Hasan dan jajarannya meninjau langsung pembangunan jalan. Foto: Istimewa

Tak hanya mengandalkan APBD, pemkab Butur juga mengincar APBN untuk menggenjot pembangunan infrastruktur jalan. Alhasil, tahun lalu mendapat kucuran dana senilai Rp17 miliar lebih dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk infrastruktur jalan dan jembatan.

Anggaran itu digunakan untuk lima paket pekerjaan, yakni peningkatan jalan Tri WacuWacu-Bumi Lapero dengan nilai kontrak Rp3,18 miliar. Kemudian pembangunan jalan Karya Bakti-Kotawo Rp3,68 miliar. Pembangunan jalan Lapero-Langere Rp5,2 miliar dan lanjutan pembangunan jalan Membuku-Jampaka Rp3,67 miliar. Selain jalan, juga ada peningkatan jembatan sungai di Wantulasi Kecamatan Wakorumba Utara. Nilai kontraknya Rp1,36 miliar.

Wujudkan Daerah Religius

Demi terwujudnya Daerah Buton Utara yang Religius, kini selama Empat tahun memimpin, pasangan Abu Hasan dan Ramadio sukses membangun sejumlah gedung keagamaan seperti gedung Islamic Centre, Masjid agung At-Taqwa. Kemudian, pembangunan rumah Quran di beberapa desa dan kelurahan dan juga pembenahan sejumlah tempat ibadah. Abu Hasan saat meresmikan rumah Qur'an. Foto: istimewa

Pemda Butur Gelar festival Barata Kulisusu

Dalam rangka melestarikan daerah pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara menggelar Festival Barata Kulisusu yang di rangkaikan dengan sunat masal 40 anak laki-laki dan perempuan di Gedung PKK Tongano Lipu, Kecamatan Kulisusu, Senin, 12 Agustus 2019.

Bupati Butur Abu Hasan saat ditemui awak media mengatakan, Festival Budaya Barata Kulisusu bertujuan untuk melestarikan budaya yang merupakan karakteristik masyarakat dulu dan secara selektif membantu masyarakat dalam hal sunat.

“Apresiasi masyarakat cukup tinggi, karena jika mereka melakukan sendiri-sendiri maka akan membutuhkan energi, waktu dan biaya yang cukup banyak, jadi secara selektif membantu masyarakat dalam hal Sunat masal,” katanya

Abu Hasan saat menghadiri Festifal Barata Kulisusu. Foto: Istimewa

Abu Hasan berharap, hal tersebut agar dipelihara dan di lestarikan budaya sunat (Perere) yang mempunyai keunikan tersendiri dan telah diwariskan secara turun-temurun. Sehingga nantinya akan membentuk karakter generasi muda, yang akan membedakan masyarakat Buton Utara dan masyarakat daerah lain

Peresmian Polres Buton Utara

Kapolda Sulawesi Tenggara, Brigjend Pol Merdisyam meresmikan Markas Polres Buton Utara sekaligus melantik AKBP Wasis Santoso, sebagai Kapolres Butur, Rabu (15/01/2020). Peresmian dan pelantikan itu merupakan tindak lanjut dari keputusan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), tentang pembentukan Polres Buton Utara Polda Sulawesi Tenggara.

Hadirnya Polres di utara pulau Buton itu, merupakan upaya Polri khususnya Polda Sultra untuk menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks. Sekaligus, langkah dalam meningkatkan pelayanan Kepolisian kepada masyarakat.

Foto bersama kapolda Sultra dan jajarannya, kapolres Butur serta bupati Abu Hasan saat peresmian Polres Butur. Foto: Deni Irawan

Kapolda menyampaikan ucapan terima kasih pada Pemerintah Daerah, DPRD dan semua pihak, yang telah membantu dan mendukung terbentuknya Polres Butur. Sehingga, dapat segera beroperasi. Ia juga tak lupa ia berpesan kepada seluruh personilnya agar selalu melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat.

"Jangan sakiti hati rakyat, jangan berbuat yang mencederai perasaan rakyat, karena kalian adalah pengayom, pelindung masyarakat," tuturnya.

Polres Butur menaungi empat polsek yang tersebar di enam kecamatan. Kempatnya yakni Polsek Kulisusu, Polsek Kulisusu Barat, Polsek Bonegunu dan Polsek Wakorumba Utara. (Adv)


BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) Republik Indonesia, mendukung pengembangan dan pemasaran kopra putih di Kabupaten Buton Utara dengan menghadirkan PT. Inacom, salah satu startup mitranya dalam membantu perekonomian lokal.
 
 
Direktorat Pengembangan Ekonomi Lokal Kemendesa PDTT, Grace Meyanti Putri mengatakan Butur memiliki potensi kelapa yang luar biasa.
 
 
Pihaknya kata Grace kini fokus pada pengembangan dan pengolahan komoditas pasca panen, seperti memberi bantuan berupa alat pengelola kopra dan mitra (pasar) dengan harga yang lebih baik.
 
 
Selain itu, pihaknya juga memberikan pelatihan kepada para petani, agar menghasilkan kualitas kopra putih yang baik.
 
 
"Jadi kalau kualitas kopranya baik, harga juga pasti baik dan pasar akan lebih muda di tembus," ujar Grace dalam acara sosialisasi pengolahan kopra putih di aula Bapeda Butur, Jumat, (14/02/2020).
 
 
Sementara Bupati Abu Hasan, mengatakan kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan daerahnya yang bisa meningkatkan ekonomi bahkan menciptakan lapangan pekerjaan.
 
 
Perkebunan kelapa di Butur lanjut Abu Hasan merupakan salah satu yang terbesar di Sulawesi Tenggara (Sultra). Luas tanamnya mencapai kurang lebih 6000 ha.
 
 
"Kopra putih ini nantinya yang akan menjadi tambahan branding Buton Utara, karna memiliki nilai ekonomi cukup tinggi," katanya.
 
 
Selama ini, sambung Abu Hasan kelapa di Butur hanya di jual butiran dan kopra hitam saja. Pembelinya pun terbatas dan harga jualnya masih relatif rendah. Sehingga, nilai ekonominya cukup memprihatinkan.
 
 
"Saya minta setiap kecamatan bisa menjadi penyuplai kopra putih untuk dikembangkan secara masif di Buton Utara," pinta orang nomor satu di Buton Utara ini.
 
 
Sementara itu, Biwi Suwito utusan dari PT. Inacom menjelaskan pihaknya merupakan sebuah starup yang memberi akses kepada masyarakat lewat media dan masyarakat bisa mengakses ke semua negara.
 
 
"Jadi masyarakat bisa mengakses pasar sendiri, menjual pruduk sendiri dan menawarkan sendiri lewat startup yang kami tawarkan," ujarnya.
 
 
Tahun in tambah Biwi, PT. Inacom sudah berhasil mengekspor 30 kontener per bulan ke luar negeri, seperti Banglades, Dubai dan Pakistan.
 
 
Biwi menegaskan petani kelapa di Butur tak perlu ragu mengembangkan kopra putih industri. Soal pasar, pihaknya mengaku siap untuk membeli. Untuk mendorong perputaran ekonomi di desa, perusahaanya, hanya akan menampung kopra putih dari petani melalui Bumdes.
 
 
"Inacom, berapapun yang bisa diproduksi di sini, kami siap membelinya," tandasnya.
 
 
Penulis : Deni Irawan
Editor : Muhammad Al Rajab
 

BUTON TENGAH, ButonRayaNews.co.id - Satu keluarga di Kabupaten Buton Tengan (Buteng) tepatnya di Desa Lowu-Lowu, Kecamatan Gu mengalami kondisi yang cukup memprihatinkan.

 

Bagaimana tidak, ibu Wa Lani (23) menderita gangguan jiwa selama kurang lebih tiga tahun terakhir sementara anaknya La Rungge yang masih berusia enam tahun divonis penyakit gizi buruk.

 

Kepala Dusun Langkule yang juga merupakan tetangga, La Hanisi menuturkan Wa Lani tinggal disebuah rumah kecil bersama anaknya dan kakek La Mbolosi serta neneknya Wa Nini.

 

"Jadi, satu rumah itu tinggal berempat. Kakek Lambolosi tidak punya pekerjaan apa-apa yang bisa menghasilkan uang. Begitu pula dengan nenek Wa Nini. Mereka hanya mengharap kiriman dari anak-anaknya dari luar daerah," tutur La Hanisi pada media ini, Jumat (14/02/2020).

 

La Hanisi menambahkan jika penyakitnya kambuh, Wa Lani sering "menyiksa" nenek Wa Nini dengan menjambak rambutnya. Kakek La Mbolosi pun tak luput dari hardikan cucunya tersebut. Bahkan Wa Lani sempat berniat untuk membakar kediamannya itu.

 

Menurutnya, kakek La Mbolosi dan nenek Wa Nini berniat agar cucunya tersebut di rawat di tempat yang layak agar penderitaannya bisa berangsur-angsur membaik. Namun, karena biaya yang serba terbatas membuat harapan itu jadi terpendam.

 

Sementara itu, Kepala Desa Lowu-lowu, Karim Wendo menjelaskan sebelumnya pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak keluarga Wa Lani untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang dialami.

 

"Kalau kakek dan neneknya sih setuju kalau Wa Lani ini di rawat di rumah sakit jiwa. Hanya saja kita terkendala dengan komunikasi orang tua kandungnya. Sampai saat ini kita belum menerima tanggapan apapun dari orang tua Wa Lani yang berada di luar kota," ungkap Karim.

 

Di tempat yang sama, nenek Wa Nini berharap agar pemerintah daerah segera mencari jalan terbaik untuk kesembuhan cucunya itu. Dirinya pun sangat berterima kasih jika nantinya ada kaum dermawan bersedia membantu kebutuhan Wa Lani maupun keluarganya.

 

Sementara itu, anak Wa Lani yang mengidap gizi buruk saat ini telah dirawat di rumah sakit umum daerah Buton Tengah. Dari penelusuran ButonRayaNews.co.id, La Rungge saat ini telah dirawat di ruang anak kamar 5B.

 

Kepala Rumah Sakit dr. Karyadi yang dihubungi via teleponnya belum tersambung. Sementara pesan yang terkirim pun belum terbalas.

 

Penulis: Muhammad Al Rajap

 


 

BAUBAU, ~ Dalam mempererat kemitraan dengam berbagai pihak salah satubya dengan wartawan, Kapolres Baubau, AKBP Rio Chandra Tangkari menggelar coffe morning.Kamis 12-02-2020 dihalaman mapolres Baubau, yang dihadiri petinggi Polres Baubau dan sejumlah awak media, dan pengurus PWI Baubau.

Kegiatan berlangsung dalam suasana sederhana dirangkaikan sarapan bersama jajaran pejabat utama Polres Baubau. Ketua PWI Baubau,

La Ode Aswarlin didampingi Sekretaris PWI, Yuhandri Hardiman, pengurus PWI Baubau serta sejumlah wartawan di Kota Baubau hadir dalam pertemuan pagi tadi. Usai sarapan, Kapolres Baubau memberi kejutan dengan membawakan kue ulang tahun kepada para wartawan.

Hal itu sebagai bentuk apresiasi peringatan Hari Pers Tahun 2020 yang dirayakan 9 Februari lalu. "Pers adalah salah satu pilar demokrasi. Pers adalah mitra dan pers adalah kita," ujar Kapolres Baubau, AKBP Rio Chandra Tangkari.

Ketua PW Baubau, La Ode Aswarlin berterimakasih kepada Polres Baubau yang memberikan kejutan kepada insan pers di Kota Baubau. Direktur Utama Rubriksultra.com ini juga mengapresiasi atas partisipasi Polres Baubau yang ikut menghadiri puncak perayaan Hari Pers Tahun 2020 yang berlangsung dI Banjarmasin beberapa waktu lalu.

"Terimakasih pak Kapolres sudah meluangkan waktunya untuk hadir bersama merayakan peringatan HPN di Banjarmasin beberapa waktu lalu. Saya rasa ini sebuah penghargaan yang begitu besar terhadap profesi wartawan," ungkapnya.

Aswar berharap kemitraan yang terjalin dalam kaitan menjalankan tugas profesi terus terjaga dengan baik. Apalagi Sulawesi Tenggara merupakan daerah yang meraih penghargaan indeks kemerdekaan pers tertinggi yang diberikan penghargaan oleh dewan pers di HPN Banjarmasin beberapa waktu lalu.

"Ini merupakan kebanggaan sekaligus tantangan bagi kita semua yang berprofesi sebagai wartawan untuk terus menyajikan berita yang berkualitas sesuai kode etik dan kode prilaku sebagai salah satu pedoman kita dalam menjalankan tugas profesi," ungkap La Ode Aswarlin.

Editor : Mulyadi


BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Dua Anggota DPRD Kabupaten Buton Utara, Muh. Muslimin Isi dan Mazlin melaksanakan reses guna menyerap aspirasi masyarakat di Desa Wasalabose, Kecamatan Kulisusu (dapil I), Rabu (12/02/2020).
 
 
Reses yang dilaksanakan anggota DPRD Butur tersebut dimulai sejak tanggal 9 hingga 14 Februari 2020, di daerah pemilihan (dapil) masing-masing untuk nantinya disuarakan di parlemen.
 
 
Misalnya di Desa Wasalabose, keduanya menerima berbagai usulan dan saran dari warga setempat. Seperti pengadaan bantuan nelayan dan pertanian yang tepat sasaran, pembangunan jalan lingkar dalam kawasan benteng termasuk pendirian Sekolah Dasar (SD) yang belum ada di desa tersebut.
 
 
Dihadapan warga, Muh. Muslimin Isi menerima dengan baik usulan tersebut. Selain menyatakan akan menyuarakan di dewan, dia juga meminta dukungan dari masyarakat setempat. 
 
 
Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi masalah di kemudian hari, Politisi PDI Perjuangan ini menyarankan agar lokasi nantinya yang disediakan harus benar-benar clear dari sengketa. 
 
 
"Usulan dan juga himbauan ini kami akan bantu bapak dan ibu sampaikan ke pemerintah daerah," ujar Muslimin. 
 
 
Di tempat yang sama, Mazlin mengatakan, aspriasi tersebut nantinya akan disinkronkan dengan program pemerintah desa setempat. Hal ini penting, agar tidak terjadi tumpang tindih program antara pemerintah daerah dan desa.
 
 
"Saya sarankan kepada pemerintah desa setempat, agar usulan masyarakat juga harus didukung dengan data yang real," katanya. 
 
 
Ketua Komisi II DPRD Butur itu juga menambahkan bantuan jaring untuk nelayan tentunya harus disertakan dengan ukuran jaring yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga, ketika disalurkan nanti bisa termanfaatkan dengan baik. 
 
 
Untuk diketahui, anggota DPRD Butur berjumlah 20 orang. Yang berasal dari tiga Dapil, Yakni Dapil I meliputi Kecamatan Kambowa, Bonegunu dan Kulisusu Barat. Kemudian, dapil II meliputi Kecamatan Wakorumba Utara dan Kulisusu Utara, dan Dapil III meliputi Kecamatan Kulisusu.
 
 
 
Penulis : Deni Irawan
Editor : Muhammad Al Rajab

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Reses Anggota DPRD Kabupaten Buton Utara (Butur) Sulawesi Tenggara (Sultra) masa sidang 1 tahun sidang 2019-2020, dimanfaatkan dengan kunjungan ke daerah pemilihan masing-masing, terhitung mulai tanggal 9 sampai 14 Februari 2020. 
 
 
Para anggota dewan ini turun lapangan, menyerap aspirasi rakyat untuk kemudian disuarakan di parlemen. 
 
 
Seperti yang dilakukan Sujono. Salah satu dari 20 anggota DPRD Butur ini menyambangi konstituen di Desa Lelamo dan Labelete Kecamatan Kulisusu Utara, pada Rabu (12/2/2020).
 
 
Di sana, politisi Partai Golkar itu berhasil menyerap berbagai aspirasi dari masyarakat. 
 
 
Desa Lelamo misalnya. Pembangunan jalan lingkungan yang sebelumnya sudah dianggarkan melalui Dana Desa,  belum termanfaatkan dengan baik karena kondisinya masih sebatas pengerasan. Untuk pengaspalannya, butuh duit yang cukup besar. 
 
 
Karena itu, warga setempat meminta agar peningkatannya bisa dianggarkan melalui APBD. 
 
 
Begitu pula saat kunjungan di Desa Labelete. Warga setempat juga meminta dukungan terkait percepatan pembangunan masjid, termasuk jalan menuju tempat pembuangan sampah agar diperhatikan. 
 
 
Selain jalan dan masjid, Sujono juga dicurhati soal pembukaan formasi tenaga Guru TK. Sebab pada rekrutmen CPNS Butur dua tahun terkahir, kuotanya tidak tersedia. 
 
 
Padahal, TK yang berstatus negeri di Butur sudah terbilang banyak. Jumlahnya kurang lebih 10 unit. Begitu pula dengan alumni jurusan PGTK di Butur, yang jumlahnya terus bertambah dari tahun ke tahun. 
 
 
Senada dengan warga, menurutnya formasi tenaga Guru TK ini perlu menjadi prioritas pada rekrutmen CPNS Butur berikutnya.
 
 
"Aspirasi atau usulan-usulan masyarakat yang diserap melalui reses ini, kami di DPRD memparipurnakan. Setelah itu, kami akan sampaikan kepada pemerintah daerah melalui Sekwan," terangnya.
 
 
Untuk diketahui, 20 anggota DPRD Butur ini berasal dari tiga dapil. Dapil I meliputi Kecamatan Kambowa, Bonegunu dan Kulisusu Barat. Kemudian, dapil II meliputi Kecamatan Wakorumba Utara dan Kulisusu Utara, dan Dapil III meliputi Kecamatan Kulisusu.
 
Editor: Muhammad Al Rajap

Oleh: Yuhandri Hardiman *)

Moh Sadli Saleh adalah penulis berita di website liputanpersada.com. Salah satu tulisannya yang paling menohok adalah yang berjudul "Abdakadabra: Simpang Lima Labungkari Disulap Jadi Simpang Empat" terbit 10 Juli 2019. Tulisan ini mengundang reaksi publik dan menggoyang konsentrasi Bupati Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ramo.

Tulisan ini kemudian yang menggiring Sadli masuk jeruji besi. Yang menjadi pertanyaan publik, kenapa wartawan bisa dipidanakan? Di mana demokrasi? Bukankah ini sengketa pers yang harus dijerat dengan UU Pers No.40/1999.

Merujuk dari media tempat Sadli menulis berita gempar itu ditayangkan di website liputanpersada.com. Website liputanpersada.com diduga berada di bawah naungan lembaga perusahaan dengan nama PT Global Media Nusantara (PT.GMN) yang diduga tidak berbadan hukum pers.

Ditelusuri, rupanya PT GMN adalah perusahan yang bergerak di bidang usaha dialer HP. Sadli yang selama ini meliput di lapangan dengan teman-teman pers lainnya kemudian secara defacto mendapat pengakuan sebagai seorang wartawan namun di sisi lain Sadli menulis di media yang tidak berbadan hukum pers atau di media yang tidak memiliki hak untuk menyalurkan berita pers. (klik: http://flexterkita.com/?pg=custom&type=cx&id=801)

Jika dianalogikan, ibaratnya ada toko semen yang memiliki website. Lalu karyawannya secara aktif menulis isu-isu publik. Dan suatu ketika menerbitkan tulisan yang berdampak hukum. Berdasarkan analogi ini, apakah ini kasus pers? Dan apakah penulisnya bisa dikategorikan sebagai wartawan? Mari obyektif.

Pada akhir September 2019, Sadli hengkang dari liputanpersada.com ke durasitimes.com brand online SKH Baubau Post. Sejak saat ini, Sadli resmi menjadi wartawan di media berbadan hukum pers di bawah naungan PT Faren Grafika.

Per Desember 2019, Sadli menjadi peserta orientasi di PWI Baubau berbekal rekomendasi dari Pemred durasitimes.com, dia juga memiliki ijazah, dan menyertakan photo copy akta notaris PT Faren Grafika. Berdasarkan hasil verifikasi panitia, Sadli memenuhi syarat untuk menjadi peserta orientasi dan berhak mendapatkan Sertifikat Calon Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Baubau.

Mengungkap jati diri Sadli berarti memulai dari Sadli saat menulis di liputanpersada.com. Setelah itu barulah Sadli setelah berstatus wartawan durasitimes.com, ini adalah suatu rentang waktu dan ruang lingkup berbeda, betapa tidak, Sadli adalah "pelarian" dari liputanpersada.com dan kemudian menjadi wartawan durasitime.com yang ternyata sebelumnya sudah berstatus tersangka dan kemudian lolos menjadi peserta orientasi PWI Baubau.

UU Pers No.40/1999, yang dimaksud dengan pers dijelaskan dalam pasal 1 ayat 1, perusahaan pers dijelaskan dalam pasal 1 ayat 2, dan wartawan tertuang dalam pasal 1 ayat 4. Ayat (1) pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan meyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik dan segala jenis saluran yang tersedia".

Ayat (2) perusahaan pers adalah badan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers meliputi perusahaan media cetak, media elektronik, dan kantor berita, serta perusahaan media lainnya yang secara khusus menyelenggarakan, menyiarkan, atau menyalurkan informasi. Dan ayat (4) wartawan adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik. 

Ada satu hal sebagai garis tegas untuk diketahui tentang apa itu pers? Pers adalah sebuah keterkaitan antara perusahaan pers dan wartawan. Wartawan sebagai profesi yang melakukan kegiatan jurnalistik berupa meliput, mengolah informasi menjadi berita. Sedangkan media sebagai kanal untuk menyebarluaskan karya jurnalistik yang harus berupa perusahaan berbadan hukum pers.

"Pasal 9 (1) Setiap warga negara Indonesia dan negara berhak mendirikan perusahaan pers. (2) Setiap perusahaan pers harus berbentuk badan hukum Indonesia" UU Pers No.40/1999.

Dengan pasal ini kemudian kita bisa membedakan apa itu media abal-dan bagaimana media yang bukan abal-abal. Lalu bagaimana status orang yang menulis di media abal-abal? Mari obyektif.

Sadli sebagai Pemred liputanpersada.com berkantor redaksi di Kabupaten Buton Tengah Provinsi Sulawesi Tenggara. Nama perusahaan PT Global Media Nusantara, dengan akta notaris Nomor : 20 tanggal 30 April 2005. Nomor AHU : C-01590 HT.01. Tahun 2016. TDP Nomor : 1011 1521 1277. NPWP : 02.480.9337.7-423.000. Perusahaan ini dipimpin oleh Wira Pradana yang kantornya beralamat di Jalan Musyawarah B 54 RT 005/RW 002 Kebun Jeruk Jakarta Barat. (Dikutip dari kasamea.com dengan judul berita "Dilaporkan Bupati Buteng dan Dipenjara, Istri Dipecat, Sadli Wartawan Perusahaan Pers Berbadan Hukum."

Inilah kemudian yang ingin diperjelas agar tidak membingungkan publik. Benarkah kritik Sadli yang diterbitkan di liputanpersada.com sebagai kasus pers? Kalau medianya berbadan hukum pers maka itu kasus pers dan jika tidak memiliki badan hukum pers lalu harus diakui sebagai kasus pers, maka semua tulisan di blog, di website apapun, di facebook pun harus diakui sebagai karya pers. Mari obyektif.

Tempat menulis sebuah karya sekaligus menggambarkan jenis karya tulis. Feature misalnya yang merupakan tulisan khas wartawan jika ditulis pada sebuah novel dipastikan menjadi karya sastra. Jadi mungkin tulisan Sadli bisa jadi sebagai jenis jurnalisme warga dan penulisnya harus mempertanggung jawabkan tulisannya, atau mungkin sama dengan tulisan di Facebook. Sebab akan berbeda jika ditulis dan disebarluaskan oleh media berbadan hukum pers. Mari obyektif.

Sadli menjadi tahanan kejaksaan sehari setelah konferensi PWI Baubau. Kurang lebih 10 orang anggota PWI Baubau dipimpin ketua terpilih La Ode Aswarlin langsung bergerak ke lapas dan bertemu Sadli. Langkah yang ditawarkan adalah menempuh jalur mediasi, apalagi kasus sadli sudah tahap dua.(*)

*) Penulis: Komisaris tribunbuton.com


Page 1 of 126

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0822 9168 7184 

Visitors Counter

2127968
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
4107
5155
18972
2074885
87363
95718
2127968