Wednesday, April 1, 2020

REDAKSI

REDAKSI

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Persediaan masker di sejumlah apotek di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mulai mengalami kelangkaan sejak merebaknya Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia. Bahkan, tidak sedikit masyarakat membeli dalam jumlah yang cukup banyak.
 
 
Untuk mengakali kelangkaan masker tersebut, pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Kesehatan menyarankan masyarakat untuk menciptakan masker sendiri. Dimana, masker buatan yang dimaksud dapat digunakan berulang kali.
 
 
"Kita bisa buat masker sendiri dari kain dan itu bisa dipakai berulang-ulang. Tinggal dicuci saja pake Bayclin (Deterjen pembersih kain) kalau sudah kotor," ucap Rahminingrum, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Selasa (17/03/2020).
 
 
Sebelumnya, Walikota Kendari Sulkarnain Kadir menyatakan bakal membagikan sebanyak 11.000 masker secara gratis kepada warga Kota Kendari untuk mencegah penyebaran Virus Corona di ibukota Sulawesi Tenggara ini.
 
 
"Sebagai upaya preventif (pencegahan) terhadap Virus Corona, Kami siapkan 11.000 masker untuk dibagikan secara gratis kepada seluruh warga. Dan untuk waktu dan teknis pembagian masker akan diatur oleh dinas kesehatan Kota Kendari," ujar Sulkarnain belum lama ini.
 
 
Menanggapi hal itu, Rahminingrum mengaku pihaknya baru menerima sebanyak 5.000 pcs masker dari 11.000 pcs masker yang pernah dijanjikan oleh walikota Kendari. Sementara 6.000 pcs masker lainnya bakal menyusul minggu ini.
 
 
Meski demikian sambung Rahminingrum, stok masker tersebut tidak akan dibagikan kepada masyarakat Kota Kendari seperti yang diutarakan oleh Sulkarnain. Stok masker yang ada bakal disalurkan ke puskesmas-puskesmas dan rumah sakit di Kendari.
 
 
"Masker yang sudah ada ini kita prioritaskan kepada pasien yang berobat di puskesmas-puskesmas dan rumah sakit. Kita juga akan bagikan kepada petugas kesehatan," beber Rahminingrum.
 
 
Penulis: Muhammad Al Rajap
 

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Ombudsman RI Perwakilan Sultra sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh Brigjen Pol Merdisyam selaku Kapolda Sultra yang telah mengklarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas misinformasi terkait kedatangan TKA asal China pada hari Minggu 15 Maret 2020 lalu.
 
 
Kepala Perwakilan Ombudsman Sultra, Mastri Susilo memaklumi misinformasi yang terjadi. Kata dia, hal tersebut merupakan pembelajaran bersama bagi untuk tetap cermat dan berhati-hati dalam mengelola informasi.
 
 
Selain itu, Ombudsman juga mengapresiasi langkah yang diambil oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan pemerintah kabupaten/kota yang telah membentuk gugus tugas penanggulangan pandemi Virus Corona.
 
 
"Kami mengharapkan inisiatif ini bisa berjalan efektif dalam melakukan deteksi dini, pencegahan dan penyebaran Covid-19 dengan menunjuk juru bicara dan mengumumkan akses masyarakat kepada pusat krisis," jelas Mastri dalam press releasenya, Rabu (18/03/2020).
 
 
Ombudsman berharap ke depan ada perlindungan terhadap Harjono sebagai anggota masyarakat yang telah mengambil vidio TKA sebagai dalam upaya pencegahan dan titik awal terbukanya tabir kedatangan TKA yang saat ini telah menjadi isu nasional ditengah upaya antisipasi Virus Corona.
 
 
"Marilah kita semua, masyarakat, jurnalis, paramedis dan aparatur negara terus bahu membahu dalam melakukan upaya pencegahan virus corona di Sultra. Semoga kita semua tetap dalam lindungan Allah SWT dan terjaga dari virus corona, Aamiin YRA," tutup Mastri Susilo. 
 
 
Penulis: Muhammad Al Rajap
 

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Guna mencegah merebaknya Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Buton Tengah, sejumlah kantor pelayanan masyarakat dihentikan sementara, salah satunya kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

 

Meski demikian, tidak semua kantor pelayanan ditutup. BPJS Kesehatan Buteng misalnya. Kantor yang beralamat di Jalan Gersamata, Kecamatan Lakudo ini tetap melayani peserta yang hendak berurusan di kantor tersebut.

 

Kepala BPJS Buteng, Muhammad Ayyub Ibrahim memastikan jajaran frontliner dan satpam telah menggunakan masker saat kontak dengan peserta dan dilanjutkan penggunaan atau pemberian hand sanitizer (oleh satpam).

 

"Kami dari BPJS Kesehatan meminta maaf terhadap penggunaan masker pada saat melayani peserta. Adapun penyampaian informasi langsung/sosialisasi kepada masyarakat mengenai program BPJS Kesehatan untuk sementara ditunda," ucap Muhammad Ayyub Ibrahim pada media ini, Selasa (17/03/2020).

 

Untuk lebih memudahkan pelayanan kepada masyarakat (peserta BPJS Kesehatan) pria yang akrab disapa Ayyub ini mengimbau kepada masyarakat agar dapat menggunakan Aplikasi Mobile JKN BPJS Kesehatan yang dapat di unduh melalui Play Store bagi pengguna handphone android.

 

Dijelaskan Ayyub, dalam aplikasi Mobile JKN BPJS Kesehatan terdapat lima kemudahan yang diberikan kepada peserta yang telah mengunduhnya tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.

 

Berikut lima kemudahan yang diberikan kepada pengunduh aplikasi Mobile JKN BPJS Kesehatan:

 1. Mendaftar dan mengubah data kepesertaan

 2. Mengetahui informasi data peserta dan keluarga

 3. Mengetahui informasi tagihan dan pembayaran iuran

 4. Mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan (KIS Digital)

 5. Menyampaikan pengaduan dan permintaan informasi seputar JKN-KIS

 

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, jangan panik, saring berita hoax. Kami juga meminta agar masyarakat selalu menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat. Rajin mencuci tangan serta makan makanan yang bergizi," imbau pria berkatamata ini.

 

"Tindakan preventif yang kita lakukan secara individual tidak hanya melindungi diri kita namun juga orang terdekat kita dan orang-orang lain yang lebih rentan dalam lingkungan kita. Mari bersama melawan Corona Virus," tutup Ayyub.

Penulis: Muhammad Al Rajap

 

 

Penulis: Muhammad Al Rajap


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Brigjen Pol Merdisyam menyadari ada perbedaan keterangan yang telah disampaikannya dengan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Sultra, Sofyan mengenai masuknya 49 Warga Negara Asing (WNA) asal China di Bandara Halu Oleo.
 
 
Sebagaimana diketahui, sebanyak 49 WNA asal China masuk di Bandara Halu Oleo pada Minggu 15 Maret 2020 sekitar pukul 20.00 Wita. 49 WNA itu tiba di bandara menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA-696.
 
 
Brigjen Merdisyam menjelaskan perbedaan keterangan itu disebabkan oleh informasi awal yang diperoleh dari masing-masing institusi. Namun, meski demikian kata Merdisyam, hal tersebut tidak perlu dipertajam.
 
 
"Dalam menghadapi situasi saat ini, kita tentunya harus saling bersinergi. Tidak perlu untuk dipertajam," ucap jenderal bintang satu ini pada awak media di Gedung Media Center Polda Sultra, Selasa (17/03/2020).
 
 
Pengganti Brigjen Pol Iriyanto ini mengungkapkan berdasarkan informasi awal yang diperoleh langsung dari otoritas Bandara Halu Oleo dan Komandan Lanud Halu Oleo, bahwa 49 WNA asal China yang tiba di Bandara Halu Oleo itu berasal dari Jakarta.
 
 
Keberadaan 49 WNA asal China di Bandara Halu Oleo Kendari kata Brigjen Merdisyam telah dilengkapi dengan visa dan medical certificate serta Health Alert Card (HAC) yang merupakan persyaratan masuk bagi orang asing di Indonesia dalam situasi saat ini dengan merebaknya Virus Korona.
 
 
"Informasi yang kita peroleh dari otoritas Bandara Halu Oleo hanya dapat menjelaskan terkait asal keberangkatan WNA asal China yang datang ke Kendari karena Bandara Halu Oleo merupakan bandara domestik nasional yang tidak terdapat pemeriksaan keimigrasian pada pintu kedatangan," jelas Merdisyam.
 
 
Lebih lanjut pria berkacamata ini menuturkan tujuan kedatangan 49 WNA asal China tersebut di Kendari adalah untuk menuju ke salah satu perusahaan yang berada di Kabupaten Konawe yakni Virtu Dragon Nikel Industri (VDNI).
 
 
"Informasi ini kami dapat berdasarkan hasil konfirmasi langsung kami dari pihak perusahaan yang menyatakan bahwa kedatangan 49 WNA China itu akan ke perusahaan VDNI yang berada di Konawe," katanya.
 
 
Terkait dengan pernyataan 49 WNA asal China yang datang ke perusahaan VDNI di Kabupaten Konawe itu bukan tenaga kerja asing baru kata Merdisyam juga merupakan hasil konfirmasi dan penjelasan langsung dari pihak VDNI.
 
 
"Pihak perusahaan menjelaskan, setelah adanya perhentian penerbangan dari China ke Indonesia sejak Februari 2020, perusahaan menyatakan belum ada tenaga kerja baru yang datang dari China. Dan TKA yang ada merupakan para pekerja lama yang masih bekerja," tutup Merdisyam.
 
 
Penulis: Muhammad Al Rajap
 
 
 
 

BUTUO UTARA, ButonRayaNews.co.id - Bencana angin puting beliung yang disertai hujan deras menerjang wilayah Desa Benu-benua Jaya (Bajo), Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, Jumat (13/03/2020).

 

Bencana tersebut merobohkan satu rumah warga. Pemilik rumah, Martini (36) mengatakan, angin puting beliung yang disertai hujan deras itu terjadi sekitar pukul 16.00 Wita.

 

"Kami belum tinggal di rumah itu, karena masi semntara dibikin. Baru sekitar 80 persen yang sudah jadi, tinggal dindingnya saja yang belum selesai," ungkap Martini dengan nada sedih.

 

Sementara itu, Rusman selaku Camat Kulisusu menuturkan rumah yang roboh akibat diterjang angin puting beliung tersebut memang belum sepenuhnya rampung dikerjakan.

 

"Kami akan menghubungi dinas terkait untuk mencari solusi secepatnya. Tetap kami akan diupayakan untuk persoalan bantuan dan lainnya," tutup Rusman.

 

Penulis: Deni Irawan
Editor: Muhammad Al Rajab


BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Utara membantah isu yang beredar di masyarakat terkait seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Butur yang baru pulang dari negara Korea dan telah terinfeksi Virus Corona.

 

Kepala Dinas Kesehatan Butur, Dr Kasrul menegaskan seorang pasien berjenis kelamin laki-laki itu kini telah diperiksa oleh tim RSUD Butur. Pri tersebut kata Kasrul keadaannya baik-baik saja dan tidak terinfeksi Virus Korona.

 

"Setelah dilakukan pemeriksaaan, pasien sehat wal'afiat. Dia juga tidak sementara sakit, apalagi terjangkit Virus Corona," ungkap Dr Kasrul, saat menggelar konfrensi pers di Kantor Dinas Kesehatan, Kamis (12/03/2020).

 

Dr Kasrul menambahkan, pasien juga diketahui telah beberapakali melalukan pemeriksaan sejak tiba di Indonesia yakni di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Bandar Udara Hasanuddin dan Bandar Udara Betoambari.

 

"Jadi, saat pemeriksaan di bandara tadi, si pasien ini lolos karena memang tidak terinfeksi Virus Corona. Dan saat ini status pasien itu sebagai Orang Dalam Pantauan (ODP) selama 14 hari," katanya.

 

Ia mengimbau agar masyatakat khususnya di Buton Utara untuk tetap tenang dan tetap lakukan aktivitas sehari-harinya.

 

"Masyarakat jangan takut, tidak ada Virus Corona, kami sudah mengeceknya. Waspada boleh, panik jangan," imbuhnya.

 

Sementara itu, Dokter RSUD Butur, Muh. Ali Badar menambahkan pemeriksaan pasien tersebut sudah dikomunikasikan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra.

 

"Hasilnya sudah dikirim, dan pasien tidak terinfeksi Virus Corona. Hanya pasien akan tetap diperiksa maupun dipantau karena statusnya ODP sesuai protec dari WHO," jelas Ali Badar.

 

Penulis: Deni Irawan
Editor: Muhammad Al Rajap


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Sebanyak 17 ketua Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puuwatu resmi dilantik. Dimana, empat orang sebagai ketua RW dan 13 orang lainnya sebagai ketua RT.
 
 
Pelantikan 17 ketua RW dan RT ini berdasarkan Surat Keputusan Camat Puuwatu Nomor 06 Tahun 2020 tentang Pengangkatan Pengurus Rukun Warga dan Pengurus Rukun Tetangga Dalam Wilayah Kelurahan Lalodati Kecamatan Puuwatu Kota Kendari.
 
 
Pelantikan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Lalodati dan dipimpin langsung oleh Camat Puuwatu, Saharuddin, Rabu (11/03/2020).
 
 
Dalam sambutannya, Saharudin mengucapkan selamat kepada para ketua RW dan ketua RT yang telah terpilih. Saharuddin bilang sebuah jabatan merupakan suatu amanah yang dipercayakan kepada seseorang.
 
 
"Saya menitip pesan kepada bapak dan ibu yang telah dilantik pada hari ini untuk menjaga kepercayaan (jabatan) ini dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab," ujar Saharuddin.
 
 
Camat Puuwatu ini menambahkan dari enam kelurahan yang ada di Kecamatan Puuwatu, baru Kelurahan Lalodati yang telah melakukan pemilihan ketua RT dan RW sejak keluarnya peraturan walikota Kendari di tahun 2019.
 
 
"Sejak keluarnya Perwali tahun 2019 ini, para ketua RW dan ketua RT yang masa kerjanya hanya tiga tahun, kini telah menjadi lima tahun masa jabatan. Sama dengan lama jabatan walikota, gubernur dan presiden," beber Saharuddin.
 
 
Dengan selesainya pelantikan tersebut, Saharuddin berharap agar para ketua RW dan ketua RT untuk saling berkoordinasi dengan  pemerintah Kelurahan Lalodati, umumnya Pemkot Kendari.
 
 
Sementara itu, Ketua RT 004/RW 002, Yawaluddin menjelaskan pasca pemilihan yang dilakukan beberapa waktu lalu, pihaknya telah melakukan beberapa item pekerjaan seperti kerja bakti bersama warga.
 
 
"Kita juga sudah melakukan pembentukan pengurus dasawisma, kemudian melakukan pembentukan arisan dasawisma dan pembuatan kebun dasawisma di lingkungan RT 004/RW 002," katanya.
 
 
Penulis: Muhammad Al Rajap
 

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Pemerintah Kabupaten Buton Utara, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, terus melakukan pemeliharaan jalan provinsi dengan melakukan pengerasan pada setiap jalan yang rusak atau berlubang, salah satunya di Desa Eelahaji Kecamatan Kulisusu yang sementara dikerjakan.
 
 
Bupati Butur Abu Hasan, menjelaskan pekerjaan jalan provinsi tersebut merupakan lanjutan pengerasan dari perbatasan Desa Mata Kecamatan Kambowa sampai Desa Eelahaji Kecamatan Kulisusu.
 
 
"Sebenarnya setiap jalan yang berlobang, akan dilakukan pengerasan, tapi yang lalu cuaca lagi tidak bersahabat dan baru sekarang dikerjakan lagi," ujar Abu Hasan saat ditemui awak media, Sabtu (07/02/2020).
 
 
Abu Hasan bilang hal itu dilakukan untuk merapikan jalanan agar masyarakat nyaman, karena sudah terlalu banyak jalanan yang berlubang. Selain itu pihaknya juga menunggu pengaspalan yang akan dilakukan oleh gubernur melalui APBD Provinsi.
 
 
"jalan tersebut adalah tanggung jawab provinsi. Jadi, kita hanya membantu sementara, supaya masyarakat merasa nyaman saat berkendara," ungkap ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sulawesi Tenggara ini.
 
 
Untuk anggaran pengerasan dari Desa Mata sampai Desa Eelahaji kata Abu Hasan menghabiskan anggaran sekitar Rp1.5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah atau APBD Kabupaten.
 
 
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Butur, Wawan Wardaya juga menjelaskan pengerasan jalan di Desa Eelahaji merupakan pemeliharaan rutin jalan yang menutup permukaan jalan yang berlubang.
 
 
"Nanti semua permukaan jalan yang berlubang kita tutup agar kendaraan yang lewat tidak terganggu," tutupnya.
 
 
Penulis : Deni Irawan
Editor : Muhammad Al Rajab

BAUBAU, ButonRayaNews.co.id - Suasana akrab dan penuh kekeluargaan diperlihatkan oleh para pemuda Kanakea dan Pemuda Tanah Abang Kota Baubau yang belum lama ini saling bertikai.
 
 
Para pemuda ini duduk dan makan siang bersama dalam satu meja di sebuah rumah makan di bilangan Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari Kota Baubau dan didampingi oleh Kanit I Sat Intelkam Polres Baubau, Aiptu I Wayan Tantri dan Kanit IV Sat Intelkam Polres Baubau, Aiptu Razak, Jumat (06/03/2020).
 
 
Kanit IV Sat Intelkam Polres Baubau, Aiptu Razak mengatakan dalam pertemuan tersebut para pemuda dari Kanakea di pimpin oleh Yamin. Sementara para pemuda dari Tahan Abang di pimpin oleh La Ode Sahrul yang juga anggota DPRD Kota Baubau.
 
 
Pertemuan yang penuh kekeluargaan tersebut kata Razak merupakan tindak lanjut hasil mediasi pada 29 Februari 2020 lalu pasca keributan antar kedua kelompok sehari sebelumnya.
 
 
"Dalam perteman itu, para pemuda ini sepakat untuk melupakan pertikaian yang telah terjadi. Para pemuda ini juga akan bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Baubau khususnya di lingkungannya masing-masing," ujar Aiptu Razak.
 
 
Di sela-sela makan siang itu sambung Razak, pihaknya menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada dua kelompok yang telah sepakat untuk kembali menjalin tali silaturrahmi dan persaudaraan.
 
 
Dalam pesan itu, Aiptu Razak menyampaikan bahwa pertikaian-pertikaian yang telah berlalu dijadikan sebagai pelajaran berharga dan kedepannya, pemuda Kanakea dan pemuda Tanah Abang takkan ada lagi perselisihan ataupun permusuhan.
 
 
Razak juga bilang pertikaian yang telah terjadi antar dua kelompok itu, yakni kelompok Kanakea dan kelompok Tanah Abang telah membuat kecemasan dan keresahan pada masyarakat Kota Baubau.
 
 
Olehnya itu Razak mengimbau agar para pemuda baik pemuda Kanakea dan para pemuda Tanah Abang untuk saling mendukung dalam menjaga persatuan dan perdamaian sehingga tercipta suasana kondusif di Kota Baubau.
 
 
Penulis: Muhammad Al Rajap
 

BAUBAU, ButonRayaNews.co.id - Direktur Intelijen Keamanan (Intelkam) Polda Sulawesi Tenggara, Kombes Pol Hartoyo melakukan asistensi di Aula Mapolres Baubau. Giat itu dihadiri oleh seluruh jajaran baik pimpinan maupun PJU Polres Baubau.
 
 
Giat ini dilakukan dengan tujuan untuk meredam aksi perkelahian antar pemuda Kanakea dan pemuda Tanah Abang Kota Baubau yang terjadi pada Jumat malam (28/02/2020) lalu.
 
 
Di kesempatan itu, perwira tiga bunga melati ini menginstruksikan anggotanya khususnya di wilayah Polres Baubau untuk mencari solusi terbaik agar perkelahian antar pemuda ini tidak lagi terjadi.
 
 
"Kita lakukan pendekatan-pendekatan persuasif kepada dua kelompok ini. Dengan cara ini, kita akan dapat mengetahui persoalan-persoalan yang kecil yang timbul di masyarakat. Sehingga dengan begitu, kita bisa memutus persoalan itu agar tidak terjadi persoalan yang lebih besar," jelas Kombes Pol Hartoyo, Sabtu (29/02/2020).
 
 
Tak hanya itu, mantan kapolres Kolaka ini juga mengatakan untuk melakukan pendekatan yang sama terhadap seluruh kumpulan-kumpulan pemuda yang ada di Baubau. Hal ini dimaksudkan agar konflik-konflik kecil yang terjadi dapat segera diatasi tanpa menimbulkan keserakahan di masyarakat.
 
 
Disisi lain, Hartoyo juga mengimbau kepada seluruh pemuda di wilayah hukum Polda Sultra khususnya di Kota Baubau untuk tetap tenang dalam menyikapi persoalan yang terjadi.
 
 
"Semua persoalan yang ada tidak bisa diselesaikan dengan cara yang panas. Dan setiap persoalan mesti dilakukan dengan cara yang dingin. Olehnya itu, marilah kita saling membuka diri dengan hati yang tenang demi terciptanya daerah kita yang aman dan kondusif," imbuhnya.
 
 
Penulis: Muhammad Al Rajap

Page 2 of 131

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0822 9168 7184 

Visitors Counter

2341086
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
6432
6565
24286
2280249
6432
155776
2341086