Wednesday, April 1, 2020

REDAKSI

REDAKSI

BAUBAU, ButonRayaNews.co.id - Sekretaris DPW Partai Nasdem Sulawesi Tenggara, La Ode Ikhsanuddin Saafi mengatakan dalam menghadapi pemilihan kepala daerah serentak di Sulawesi Tenggara, pihaknya terus melakukan konsolidasi di internal partai guna memenangkan pilkada 2020.

 

Sejauh ini kata Ikhsanuddin, dua kader Nasdem dari dua kabupaten telah mengantongi rekomendasi partai untuk bertarung dalam pilkada serentak. Dua kader tersebut berasal dari Kabupaten Kolaka Timur dan Kabupaten Konawe Kepulauan.

 

"Kolaka Timur kita tutup pendaftarannya untuk calon bupati dan kita berikan langsung kepada Ketua DPW Nasdem, Tony Herbiansyah. Kemudian untuk Konkep juga pendaftarannya kita tutup dan kita berikan kepada Ketua DPD Nasdem Konkep, Andi Muhammad Lutfi," ujar Ikhsanuddin di sela-sela rapat koordinasi khusus wilayah DPW Partai Nasdem Sultra di Baubau, Rabu (04/03/2020).

 

Ikhsanuddin menjelaskan, Tony Herbiansyah akan kembali maju sebagai calon bupati Kolaka Timur. Saat ini Tony Herbiansyah masih menjabat sebagai bupati Koltim. Sementara untuk Andi Muhammad Lutfi akan maju bertarung di pilkada Konkep sebagai calon wakil bupati. Andi Muhammad Lutfi akan mendampingi bupati Konkep saat ini, Amrullah.

 

Lebih lanjut Ikhsanuddin menuturkan terkait dengan konsolidasi dengan partai lain, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing kader Nasdem yang telah diusung.

 

"Kalau untuk Koltim itu sudah cukup kursinya, bahkan lebih. Ada delapan kursi," katanya.

 

Pria berkacamata ini juga menekankan bahwa dalam menghadapi pemilihan kepala daerah serentak 2020, seluruh kader Partai Nasdem harus siap dan solid serta bertekad bekerja maksimal guna memenangkan Pilkada tersebut.

 

Untuk diketahui, tujuh daerah yang akan melakukan Pilkada serentak di Sultra yakni, Kabupaten Muna, Buton Utara (Butur), Wakatobi, Konawe Selatan (Konsel), Konawe Kepulauan (Konkep), Konawe Utara (Konut) dan Kolaka Timur (Koltim).

 

Penulis: Muhammad Al Rajap

 


BUTON TENGAH, ButonRayaNews.co.id - La Rungge, anak penderita gizi buruk di Desa Lowu-Lowu, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah kondisinya kini telah membaik. Namun, meski demikian sang bocah masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buteng.
 
 
Ayah sang bocah, Arlan mengatakan sejak pertama kali dirawat di RSUD Buteng 18 hari lalu, buah hatinya itu banyak menunjukkan perubahan signifikan. Dikatakannya, La Rungge kini telah bisa berinteraksi dengan orang sekelilingnya.
 
 
"Waktu dibawah kesini (RSUD Buteng), berat badannya itu sekitar sembilan kilo (gram). Tapi sekarang, beratnya sudah bertambah. Tadi kita cek berat badannya sudah mencapai 14,5 kilo (gram)," tutur Arlan saat ditemui di RSUD Buteng, Selasa (03/03/2020).
 
 
Arlan menambahkan, saat ini La Rungge sudah tidak mau lagi mengonsumsi bubur dari rumah sakit sejak satu minggu terakhir. Sang anak hanya ingin makan nasi dan ikan atau ayam yang dibuat nenek maupun kerabatnya yang lain.
 
 
"Dokter masih melarang makan buah atau jenis sayur-sayuran. Selain nasi, makananya yang lain ada juga kue-kue makanan ringan. Dia juga sekarang sudah sering minta makan," kata Arlan. 
 
 
 
Selain itu sambung Arlan, anak semata wayangnya itu juga telah aktif bermain layaknya anak-anak pada umumnya. Pada ayahnya, La Rungge mengaku sudah rindu dan ingin bertemu dengan neneknya dan keluarganya yang lain.
 
 
"Tentu saja kami keluarganya sangat bahagia dengan segala perkembangan yang ada. Harapannya ya agar anak kami ini bisa segera benar-benar pulih dari penyakitnya dan kita juga bisa segera kembali ke rumah," harap Arlan.
 
 
Penulis: Muhammad Al Rajap

BUTON TENGAH, ButonRayaNews.co.id - Setelah hampir 20 tahun menderita penyakit gangguan jiwa berat hingga dipasung dan diasingkan oleh keluarganya, Wa Kaabe warga Desa Waliko, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah kini memiliki kartu BPJS Kesehatan.
 
 
Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan itu diserahkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Tengah, Kasman dan diterima langsung oleh Wahid yang merupakan kakak dari Wa Kaabe.
 
 
Kepada keluarga Wa Kaabe, Kasman menuturkan agar kartu BPJS Kesehatan milik Wa Kaabe itu dapat dipergunakan dengan baik sesuai dengan peruntukannya.
 
 
"Kami serahkan kartu BPJS Kesehatan atas nama Wa Kaabe semoga dapat digunakan sesuai fungsinya. Dan kartu ini mulai hari ini juga sudah dapat digunakan oleh pemiliknya," ucap Kasman, Senin (02/03/2020).
 
 
Kasman menambahkan penyerahan kartu BPJS itu merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah dalam upaya untuk menyejahterakan masyarakat Buton Tengah khususnya di bidang kesehatan.
 
 
"Kita berharap dengan adanya kartu tersebut dapat membantu dan memudahkan keluarga Wa Kaabe dalam menggunakan layanan kesehatan secara gratis. Dan yang paling penting bagaimana agar Wa Kaabe ini dapat segera pulih dari penyakitnya ini," kata Kasman.
 
 
Di tempat yang sama, Wahid, kakak Wa Kaabe mengaku bakal melakukan pertemuan dengan keluarganya guna mencari solusi terbaik untuk adiknya dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan milik Wa Kaabe yang baru diterimanya.
 
 
"Saya ucapkan terima kasih kepada semua yang telah membantu dalam untuk upaya kesehatan saudara kami Wa Kaabe. Semoga tuhan dapat menggantinya dengan balasan yang setimpal," tutur Wahid.
 
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Wa Kaabe yang menderita gangguan jiwa berat dipasung dan diasingkan seorang diri dalam sebuah gubuk kecil yang berada dibelakang rumah orang tuanya dengan kondisi yang memprihatinkan.
 
 
Gubuk tempat Wa Kaabe diasingkan dan dipasung tersebut berdindingkan jelajah, seng dan papan. Sementara pada bagian depannya tidak memiliki pintu. Dan sebagian lantainya telah bolong.
 
 
Pihak keluarga telah berusaha untuk mengobati penyakit yang diderita Wa Kaabe hingga keluar Buton Tengah namun belum mendapatkan hasil yang diharapkan.
 
 
Penulis: Muhammad Al Rajap
 

BUTON TENGAH, ButonRayaNews.co.id - Anak penderita gizi buruk usia enam tahun di Desa Lowu-Lowu, Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah, La Rungge akhirnya menerima kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
 
 
Pemberian kartu BPJS Kesehatan itu diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Buteng, Kasman kepada ayah La Rungge, Arlan di ruang perawatan Rumah Sakit Umum Daerah Buteng, Senin (02/03/2020).
 
 
Pada media ini Kasman mengatakan selain penyerahan kartu BPJS Kesehatan untuk La Rungge, pihaknya juga turut menyerahkan kartu BPJS untuk ibunya yang menderita gangguan jiwa berat, Wa Lani. Dan kartu BPJS Kesehatan untuk ayah La Rungge.
 
 
"Dengan penyerahan kartu (BPJS Kesehatan) ini kepada penderita gizi buruk dan orang tuanya, terlebih kepada ibunya (Wa Lani), semoga dapat dimanfaatkan dengan baik sebagaimana mestinya," ucap Kasman yang didampingi jajarannya.
 
 
Terkhusus untuk Wa Lani kata Kasman, dengan adanya kartu BPJS Kesehatan itu, Wa Lani sudah dapat dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Kendari untuk perawatan yang lebih layak. Namun terkait rujukan ke rumah sakit tersebut, maka pihak keluarga perlu melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah khususnya dinas sosial.
 
 
"Kalau perawatannya disana (RSJ Kendari), sudah ini (kartu BPJS Keaehatan) jaminannya. Namun untuk biaya transportasi ke rumah sakit jiwa, maka itu perlu dikomunikasikan dengan (dinas) sosial," tutur Kasman.
 
 
Kasman berharap La Rungge bisa segera sehat dari penyakitnya agar bisa menikmati masa-masa kecilnya sebagaimana anak-anak pada umumnya. Ia pun juga berdoa agar ibunya Wa Lani segera mendapatkan perawatan yang layak demi kesehatannya.
 
 
Sementara, Arlan yang merupakan ayah La Rungge tak banyak kata yang terucap dari bibirnya. Ia mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat  dalam membantu dan memperhatikan kondisi kesehatan buah hatinya serta keluarganya.
 
 
"Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu keluarga kami. Apalagi dengan adanya kartu BPJS ini manfaatnya sangat berarti buat kami sekeluarga," singkat Arlan.
 
 
Penulis: Muhammad Al Rajap
 

 

BUTONRAYANEWS.CO.ID, BAUBAU - Dalam menindak lanjuti hasir rapat Koordinasi Partai Nasdem Pusat di Kota Makassar pekan lalu, maka Dewan Pimpinan Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggra Partai Nasdem akan menggelar Rapat Khusus Wilayah 3 di Kota Baubau, pekan ini. DPD Partai Nasdem Kota Baubau menggelar rapat internal persiapan Rakorsus, Senin (2 maret 2020) di Sekretariat Partai Nasdem Kota Baubau.

Ketua DPD Partai Nasdem Kota Baubau, Makruf Madi dalam rapat pesiapan internal Kota Baubau mengungkapkan sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakorsus untuk wilayak 3 provinsisi Sulawesi Tenggara Kota Baubau ditunjuk sebagai tuan rumah. "Insya allah tanggal 4 Maret 2020 akan diselenggarakan rapat khusus Partai Nasdem Provinsi Sulawesi Tenggara untuk wilayah 3. Kegiatan ini akan dipandu langsung oleh DPW Partai Nasdem Sulawesi Tenggara," ungkapnya.

Ia menambahkan Rakorus ini adalah menindak lanjuti hasis konsolidasi di Kota Makassar yang dihadiri langsung ketua Umum Partai Nasdem Kaka Surya Paloh. Untuk itu selain sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakorsus ini, DPD Partai Nasdem Kota Baubau juga harus siap untuk melaporkan perkembangan partai NasDem di Kota Baubau pasca Pilcaleg dan Pilpres 2019 yang lalu.

"Rakorsus yang akan digelar di Kota Baubau nantinya akan dihadiri delapan DPD yakni Kota Baubau, Buton, Busel, Buteng, Wakatobi, Muna, Mubar dan Butur," ucap Makruf Madi.

Rapat internal DPD Partai Nasdem yang diselanggarakan di Sekretariat DPD Partai Nasdem Kota Baubau ini dihadiri pengurus DPD, ketua Bapilu, anggota DPRD dari Partai Nasdem, ketua Garnita, ketua Garda dan pengurus DPC.

Peliput / editor : Mulyadi


BUTON TENGAH, ButonRayaNews.co.id - Pasca pemberitaan mengenai Wa Kaabe, penderita gangguan jiwa berat yang dipasung selama hampir 20 tahun oleh keluarganya beberapa waktu lalu, kepala dinas sosial Buton Tengah akhirnya angkat bicara.
 
 
Sebagaimana diketahui, Wa Kaabe merupakan warga Desa Waliko, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah yang hingga saat ini masih belum memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
 
 
Malik, selaku Kepala Dinas Sosial Buton Tengah menyoroti kinerja pemerintah daerah Waliko yang dianggap lamban atau kurang aktif dalam memperhatikan kebutuhan masyarakatnya, salah satunya Wa Kaabe yang belum memiliki kartu BPJS Kesehatan.
 
 
"Pemerintah desa harus lebih pro aktif dalam melihat masyarakatnya apakah sudah memiliki kartu BPJS (Kesehatan) atau belum, jangan masyarakatnya dibiarkan begitu saja. Atau keluarganya (Wa Kaabe) yang berurusan supaya kita kasi pengantar ke BPJS. Lalu BPJS yang kasi terbit karu BPJSnya," ujar Malik di kantornya, Kamis (20/02/2020).
 
 
Malik mengaku belum mengetahui ada penderita gangguan jiwa berat yang dipasung dan diasingkan hampir 20 tahun lamanya. Ia menyarankan kepada pemerintah desa setempat atau keluarganya untuk segera melakukan pendataan terhadap Wa Kaabe agar kartu BPJS Wa Kaabe bisa diterbitkan.
 
 
Menanggapi hal itu, Plt Desa Waliko, La Saini mengaku juga belum mengetahui ada waganya yang menderita gangguan jiwa berat hingga dipasung dan belum memiliki kartu BPJS Kesehatan.
 
 
"Saya ini masih baru menjabat sebagai Plt kepala desa, karena kepala desa yang lama telah habis masa jabatannya. Soal Wa Kaabe bisa ditanyakan sama sekretaris desa Waliko. Beliau bisa menjelaskannya," tutur La Saini di kantor Desa Waliko, Sabtu (29/02/2020).
 
 La Saini (depan) di kantor Desa Waliko. Foto: Muhammad Al Rajap
 
Sementara, La Fidi dalam hal ini Sekretaris Desa Waliko menuturkan sejak ada permintaan data terhadap warga yang belum memiliki kartu BPJS Kesehatan pihaknya selalu mendatanya melalui para kepala dusun dan direkab lalu dikirim ke dinas sosial.
 
 
"Bukan hanya sebatas satu orang itu (Wa Kaabe), semua kita data masyarakat yang belum memiliki kartu BPJS. Tahun 2019 kemarin ada pendataan lagi bagi warga miskin yang memiliki kartu BPJS," ujar La Fidi.
 
 
La Fidi mengungkapkan sebelum pihaknya melakukan pendataan warganya yang miskin di tahun 2019, pemerintah desa Waliko juga telah melakukan pendataan di tahun 2017. Bahkan di tahun 2016 pemerintah Desa Waliko juga melakukan pendataan yang kemudian data tersebut diteruskan ke dinas sosial Buton Tengah.
 
 
"Waktu pengajuan 2016 di 2017 ada yang keluar (Kartu BPJS Kesehatan) tapi, nama Wa Kaabe tetap tidak ada. Saat itu ada beberapa warga yang dapat, tapi tidak semua. Kami yakin semua data itu sampai ke dinas sosial. Karena kalau tidak sampai, pasti tidak ada yang keluar," beber La Fidi.
 
 
Ia berharap kepada pemerintah kabupaten Buton Tengah dalam hal ini dinas sosial untuk memperhatikan kembali data warga miskin yang telah dikirim oleh pihak Desa Waliko yang kemudian diteruskan kepada pihak BPJS hingga kartu BPJS seluruh warganya yang telah terdata bisa keluar.
 
 
Penulis: Muhammad Al Rajap
 

BUTON TENGAH, ButonRayaNews.co.id - Perbedaan pendapat ditunjukkan kepala dinas sosial Buton Tengah, dengan kepala Desa Lowu-lowu, soal penanganan lebih lanjut ibu penderita gizi buruk yang viral di Kecamatan Gu, Buton Tengah, Wa Lani (23).
 
 
Sebagaimana diketahui, Wa Lani menderita penyakit gangguan jiwa selama kurang lebih tiga tahun terakhir. Anaknya La Rungge yang masih berusia enam tahun divonis penyakit gizi buruk sebelum akhirnya dirawat di RSUD Buton Tengah.
 
 
Saat ini, Wa Lani tinggal bersama tinggal disebuah rumah kecil bersama kakek La Mbolosi serta neneknya Wa Nini. Kakek Lambolosi tidak memiliki pekerjaan yang bisa menghasilkan uang. Begitu pula dengan nenek Wa Nini. Mereka hanya mengharap kiriman dari anak-anaknya dari luar daerah.
 
 
Pada media ini, Kepala Dinas Sosial Buton Tengah, Malik mengatakan Wa Lani bakal segera diberangkatkan ke Kota Kendari dan dirawat di Rumah Sakit Jiwa.
 
 
"Orang tua La Rungge (Wa Lani) sudah mau dibawa ke rumah sakit jiwa," ujar Malik saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (20/02/2020).
 
 
Kepala Dinas Sosial Buton Tengah, Malik. Foto: Muhammad Al Rajap
 
 
Malik mengaku pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak pemerintah desa Lowu-lowu mengenai Wa Lani yang akan segera diberangkatkan ke ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara itu.
 
 
Sementara itu, Kepala Desa Lowu-lowu, Karim Wendo yang dikonfirmasi mengatakan hal berbeda. Karim mengaku belum mendapat informasi atau melakukan komunikasi dengan pihak dinas sosial mengenai Wa Lani yang akan diberangkatkan ke RSJ Kendari.
 
 
"Kami belum tau itu kalau Wa Lani akan dibawa ke rumah sakit jiwa. Kami juga Belum dapat informasi dari dinas sosial. Justru kami ini masih mengurus kartu BPJS untuk Wa Lani," tutur Karim Wendo di Kantor Kepala Desa Lowu-lowu, Sabtu (29/02/2020).
 
 
Karim menuturkan terkait pembuatan kartu BPJS Wa Lani, pihaknya masih terkendala dengan regulasi yang ada.
 
 
"Terakhir saya pergi bersama sekdes. Kan sudah ada surat (pengantar) dari dinas sosial. Lalu kita bawa ke kantor BPJS, tapi dikasih kembali dengan catatan bahwa surat (pengantar) itu harus dinas sosial yang menyerahkannya ke kantor BPJS," beber Karim.
 
 Kepala Desa Lowu-lowu, Karim Wendo. Foto: Muhammad Al Rajap
 
 
Karim meluruskan terkait keberadaan kartu BPJS Wa Lani. Ia mengaku jika Wa Lani memang memiliki kartu BPJS. Hanya saja sambung Karim kartu tersebut tidak bisa diaktifkan.
 
 
Disisi lain, pihaknya juga tengah melakukan penggalangan dana untuk Wa Lani yang akan diberangkatkan ke Rumah Sakit Jiwa Kendari atas inisiatif dari pemerintah desa dan nenek Wa Lani. Saat ini pihaknya telah mengumpulkan uang sebesar Rp800 ribu.
 
 
"Kami memang berniat mau bawa Wa Lani ke RSJ Kendari. Karena neneknya itu selalu datang sama saya dan bertanya kapan Wa Lani mau dibawa ke Kendari. Si nenek ini mengaku sering dipukul sama Wa Lani yang menanyakan keberadaan anaknya. Namun kami juga masih terkendala biaya," katanya.
 
 
Penulis: Muhammad Al Rajap
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 
BUTONRAYANEWS.CO.ID, BAUBAU - Dalam sepekean Kota Baubau, dihebohkan dengan beberapa kasus yang terjadi di tengah masyarakat, termasuk dua kelompok pemuda yang terlibat bentrok pada Jum'at malam, 28 Februari 2020 di bilangan eks Buton Theatre. Namun dari kebesaran dua kelompok pemuda ini yang ingin melihat Baubau kembali aman dan tentram akhirnya berdamai. Kesepakatan damai dituangkan dalam sebuah surat perjanjian setelah dimediasi Wali Kota Baubau, Dr AS Tamrin di rujabnya, Sabtu 29 Februari 2020.
 
Mediasi juga turut dihadiri Wakil Wali Kota Baubau, Sekda Kota Baubau, Wakil Ketua DPRD Kota Baubau, Anggota DPRD Kota Baubau, Kapolres Baubau, Dandim 1413 Buton, Ketua Pengadilan Kota Baubau, dan Kejaksaan Negeri Kota Baubau.
 
Wali Kota Baubau, Dr AS Tamrin sangat mengapresiasi jiwa besar dari dua kelompok pemuda tersebut. Termasuk kerjasama yang baik antara Forkompimda untuk membangun Baubau secara bersama-sama.
 
Kata Dr AS Tamrin, pertikaian yang melibatkan dua kelompok pemuda ini merupakan sebuah rangkaian kasus yang tengah ditangani pihak kepolisian. Atas kondisi ini, pemerintah daerah bersama Forkopimda ingin menciptakan suasana damai di Baubau.
 
"Kita tahu Baubau adalah kota budaya, masa sih begitu tidak bisa kita pertemukan. Alhamdulillah, adik-adik kita ini mau kita pertemukan untuk saling sambung rasa, terjadi dialog, itulah yang kita inginkan," katanya.
 
Dr AS Tamrin mengaku awalnya prihatin sebab pada dasarnya semua kelompok pemuda ini berteman. Namun entah kenapa bisa berhadap-hadapan di lapangan.
 
"Saya agak prihatin tadinya, tapi dengan adanya ini (Perjanjian damai kedua belah pihak), saya jadi lega, bersyukur, dan berbangga dengan jiwa besar adik-adik kita ini," katanya.
 
"Hari ini adalah hari bersejarah, mudah-mudahan kita akhiri seluruh polemik masa lalu dengan dikukuhkannya kesepakatan damai ini," tambahnya.
 
Politisi PAN ini pun mengajak sejumlah pihak apabila masih ada permasalahan yang sifatnya perlu ditelusuri dengan seksama untuk diserahkan kepada pihak kepolisian.
 
Ia menyakini, kepolisian akan melakukan tugas secara profesional. Tentunya dengan memberi mereka waktu dan ruang untuk bergerak.
 
Kapolres Baubau, AKBP Zainal Rio Chandra Tangkari sangat mengapresiasi kecakapan, ketanggapan kepekaan, seluruh Forkopimda. Terutama Wali Kota Baubau untuk memediasi kedua belah pihak yang berselisih paham.
 
"Alhamdulillah tadi sudah bertemu dan membicarakan masalah dengan suasana yang damai. Kita semua sepakat menjaga keamanan, ketertiban dan membangun Baubau yang lebih aman dan nyaman untuk semua kalangan," katanya. (Ist)
 
Editor : Mulyadi

 
 
BUTONRAYANEWS.CO.ID, BAUBAU - Seminar dan Workshop Literasi Digital dan Privasi dalam rangka Safer Internet Day akan hadir di Kota Baubau yang akan menjadi kota kedelapan setelah Banda Aceh, Semarang, Pangkep, Barru, Maros, Jakarta, Wakatobi dalam rangkaian edukasi literasi digital pada tanggal 29 Februari 2020 di aula Palagimata Kantor Wali Kota.
 
Kegiatan ini akan diikuti  peserta dari tingkat sekolah maupun dari mahasiswa yang ada di Kota Baubau. Literasi Privasi sendiri merupakan ketertarikan, sikap dan kemampuan individu menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola, mengitegrasikan, menganalisis dan mengevaluasi informasi, membangun pengetahuan baru, membuat dan berkomunikasi dengan orang lain agar dapat berpartisipasi secara efektif.
 
Akan hadir beberapa narasumber yakni Sekretaris Daerah Kota Baubau- Dr.Roni Muhtar,M.Pd, Eko Prasetya- CEO dan Ce Founder Kururio, Ery Muchyar H-Ketua Jurusan Teknik Informatika Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau, Widuri - Plt. Direktur Eksekutif ICT Watch.(ist)
 
Editor : Mulyadi

 
 
 
BUTONRAYANEWS.CO.ID, BAUBAU - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sultra akan dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang. Walikota Baubau, DR AS Tamrin MH menyatakan Kota Baubau, siap menjadi tuan rumah.
 
Walikota Baubau, DR AS Tamrin MH, dalam acara Musyawarah Koni Kota Baubau, mengungkapkan meskipun belum ada penetapan final lokasi tuan rumah Porprov tahun 2021 namun Kota Baubau sudah menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah ivent 3 tahunan tersebut.  Di rilis Dinas Komunikasi dan Informatika,menurut orang nomor satu di Kota Baubau ini, untuk menunjukkan keseriusan Baubau sebagai tuan rumah, pihaknya sudah menulis surat ke Pemprov dan Koni Sultra terkait kesiapan Baubau bila ditunjuk jadi tuan rumah Porprov tahun 2021 mendatang."Saya tinggal menunggu panggilan untuk mempresentasikan kesiapan Baubau menjadi tuan rumah Porprov tahun 2021,"ujarnya.
 
Terkait prestasi Kota Baubau di Porprov Kolaka tahun 2018 lalu, Walikota Baubau Dr H AS Tamrin MH mengakui sudah berusaha maksimal dan mengalami kemajuan menempati posisi ketujuh.Namun demikian, dirinya berharap pada Porprov Sultra tahun 2021 mendatang prestasi Baubau bisa ditingkatkan..Apalagi bila Baubau berhasil jadi tuan rumah Porprov Sultra.
 
AS Tamrin berharap kerja sama yang baik dan kompak kepada pengurus Koni Kota Baubau yang baru untuk mewujudkan semua itu sehingga mendapatkan prestasi yang maksimal.
 
Ditempat yang sama, wakil ketua I Koni Sultra Drs Ashar MM memuji kepemimpinan Walikota Baubau Dr H AS Tamrin MH yang membawa Koni Baubau lebih maju lagi.Bahkan, banyak atlet-atlet Baubau yang mengharumkan nama Sultra dikancah nasional.(Ist)
 
Editor : Mulyadi

Page 3 of 131

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0822 9168 7184 

Visitors Counter

2341402
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
6748
6565
24602
2280249
6748
155776
2341402