Wednesday, April 1, 2020

REDAKSI

REDAKSI

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) Republik Indonesia menggandeng perusahaan asal Belanda, Nuts2 sebagai perusahaan exportir kacang mente, guna mengembangkan komoditas jambu mente di Buton Utara.
 
 
Kasubdit Direktorat Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa, Rosemary mengatakan bumdes dapat berperan sebagai produsen dalam pengembangan komoditas mente, dan perannya juga sangat besar dalam mengakomodir produk mente menuju pasar yang besar melalui Nuts2.
 
 
"Kami menangkap bahwa peluang ini adalah salah satu strategi dalam peningkatan pengembangan ekonomi lokal walaupun Buton Utara bukan daerah tertinggal namun efeknya dapat berdampak pada daerah tertinggal," ujar Rosemari dalam acara sosialisasi dan pengembangan komoditas mente di Aula Bapeda, Kamis, (27/02/2020).
 
 
Dia berharap, bumdes dapat berperan aktif dalam mengembangkan jambu mente sehingga nantinya akan meningkatkan kesejateraan bagi petani dan masyarakat lainnya.
 
 
"Harapan kami dalam kunjungan ini agar terciptanya aksi nyata pengembangan komoditas mente dan tentunya harus dibarengi dengan kwalitas mente yang sepadan dan memenuhi standar pembeli," katanya.
 
 
Sementara Bupati Abu Hasan, mengatakan komoditas utama seperti beras, kelapa dan jambu mente memiliki skala ekonomi yang tinggi sehingga memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejateraan masyarakat Butur.
 
 
"Momentum ini harus diraih, harus dimanfaatkan dan jadikan ini sebagai peluang untuk memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat Butur," Ucap Abu Hasan.
 
 
Dia Juga menambahkan komoditas jambu mente yang tersebar diseluruh wilayah Buton Utara sekitar 6000-7000 Ha. Sementara selama ini kata Abu Hasan jambu mente produk Butur hanya dijual di pasaran lokal saja dengan harga yang cukup minim.
 
 
"Saya berharap tidak ada yang masa bodoh, semua hal difasilitasi mulai dari Dinas Pertanian, jajaran camat, kepala desa hingga bumdes tidak boleh tinggal diam," beber orang nomor satu di Butur ini.
 
 
Sementara itu Pekik Warnendya menjelaskan perusahaan Nuts2 merupakan perusahaan pembeli, pengolah dan memasarkan pada sektor pertanian yang menjembatani petani langsung ke pasar dunia dengan harga yang pantas.
 
 
"Kami bertujuan untuk memaksimalkan nilai bisnis dan produk untuk dapat meningkatkan pendapatan petani dan juga mendukung ekonomi lokal," ungkapnya.
 
 
Beberapa tahun yang lalu di Negara Afrika, Nuts2 sudah mempekerjakan 3.400 petani dengan melakukan Infestasi, mengelolah dan mempekerjakan 1.500 pekerja dan memproses 3.500 ton pertahunnya.
 
 
"Buton Utara sendiri merupakan tempat pertama yang dikunjungi di Indonesia dan pelatihan-pelatihan khusus tentunya juga akan diberikan ke bumdes ataupun pekerja lainnya," tandasnya.
 
 
Penulis : Deni Irawan
Editor : Muhammad Al Rajab
 

BUTON TENGAH, ButonRayaNews.co.id - Wa Kaabe, penderita gangguan jiwa berat yang beralamat di Desa Waliko, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah dipasung oleh keluarganya selama hampir 20 tahun.
 
 
Wa Kaabe dipasung dan diasingkan seorang diri dalam sebuah gubuk kecil yang berada dibelakang rumah orang tuanya dengan kondisi yang memprihatinkan. 
 
 
Dimana, gubuk tempat Wa Kaabe diasingkan dan dipasung berdindingkan jelajah, seng dan papan. Dan pada bagian depannya tidak memiliki pintu. Sementara sebagian lantainya telah bolong.
 
 
Menurut kakak Wa Kaabe, Wa Anda menuturkan adik perempuannya itu mulai mengalami gangguan kejiwaan sekitar 20 tahun lalu.
 
 
Pihak keluarga kata Wa Anda sudah berusaha untuk mengobati penyakit yang diderita Wa Kaabe hingga keluar Buton Tengah namun belum mendapatkan hasil yang diinginkan.
 
 
"Hampir semua cara kita sudah lakukan demi kesehatan adik kami ini. Sampai keluar daerah juga kita bawa tapi belum ada hasil yang memuaskan," tutur Wa Anda dengan bercucuran air mata, Rabu (26/02/2020).
 
 
Gubuk tempat Wa Kaabe dipasung dan diasingkan. Foto: Muhammad Al Rajap
 
Wa Anda bilang, Wa Kaabe terpaksa dipasung dan diasingkan oleh pihak keluarga pada sebuah gubuk kecil sebab jika dibiarkan bebas adik bungsunya tersebut sering berbuat onar. Bahkan bisa mengancam jiwa orang lain.
 
 
"Sejak ayah kami masih hidup sampai beliau meninggal dunia, adik kami ini masih dalam keadaan seperti ini," ungkap Wa Anda sambil menyeka air matanya yang jatuh membasahi pipinya.
 
 
Sementara itu, Wa Nggani yang merupakan Ibu Wa Kaabe menuturkan Wa Kaabe merupakan anak terakhir dari 10 orang bersaudara. Sementara suaminya telah wafat sekitar 10 tahun lalu.
 
 
"Saya ini sudah tua. Tidak punya pekerjaan. Hanya berharap kiriman dan pemberian anak-anak saya. Makan seadanya. Begitu juga Wa Kaabe yang makan apa adanya," kata Wa Nggani.
 
 
Wa Nggani menyebut selama hampir 20 tahun anaknya "menderita", belum ada perhatian dari pemerintah setempat. Bahkan kata Wa Nggani anak bungsunya tersebut belum menerima kartu BPJS Kesehatan.
 
 
"Kami berharap semoga pemerintah bisa membantu untuk proses kesehatan anak kami agar bisa sehat seperti anak yang lain kasian," harap Wa Nggani.
 
 
Sementara itu, Programer Kesehatan Jiwa Puskesmas Gu, Sitti Nur Hasanah menjelaskan dari tiga penderita gangguan jiwa berat yang dipasung, dua diantaranya belum mendapatkan kartu BPJS Kesehatan.
 
 
"Satu penderita gangguan jiwa berat yang kami tangani di Desa Walando itu sudah mendapatkan kartu BPJS Kesehatan," ungkap wanita berhijab ini.
 
 
Penulis: Muhammad Al Rajap
 
 
 
 
 

BUTON TENGAH, ButonRayaNews.co.id - Sebanyak enam dari total tujuh kecamatan yang tersebar se-Kabupaten Buton Tengah (Buteng) terdapat beberapa warganya yang dipasung.
 
 
Kepala Dinas Kesehatan Buton Tengah, Kasman ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.
 
 
"Iya, betul. (Ada penderita gangguan jiwa yang dipasung). Namun untuk lebih jelasnya, bisa koordinasi dengan pak Ziada (Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Buteng)," ujar Kasman, Selasa (25/02/2022).
 
 
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Buteng, Ziada menyebut pemasungan warga di enam kecamatan di Buteng itu karena para penderita masuk dalam kategori Orang Dengan Gangguan Jiwa (OGDJ) berat.
 
 
"Penderita gangguan jiwa berat ini dipasung karena dikhawatirkan akan membahayakan jiwa orang lain dan juga dirinya sendiri jika dibebaskan berkeliaran," tutur Ziada pada media ini, Rabu (26/02/2020).
 
 
Selain dipasung lanjut Ziada, para penderita gangguan jiwa berat di Buteng juga mendapat perlakuan lain dari keluarganya seperti dirantai bahkan dikurung dalam sebuah gubuk dengan ukuran yang relatif kecil.
 
 
Ziada bilang, satu-satunya kecamatan di Kabupaten Buton Tengah yang warganya terbebas dari kasus pasung dan sejenisnya adalah Kecamatan Mawasangka Timur.
 
 
"Jadi tidak semua penderita ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) dipasung. Ada juga yang dirantai dan dikurung salah satunya ada di Kecamatan Boneoge. Disana, penderita ODGJ itu bersaudara. Ada yang dipasung, ada yang dirantai," katanya.
 
 
Dari data yang dipeoleh media ini, terdapat 32 kasus pasung dan sejenisnya di Kabupaten Buteng. Kasus pasung terbanyak ada di Kecamatan Mawasangka dengan jumlah 10 kasus.
 
 
Kemudian sembilan kasus pasung terdapat di Kecamatan Gu. Lalu delapan kasus pasung di Kecamatan Lakudo.
 
 
Sementara dua kasus pasung ada di Kecamatan Mawasangka Tengah dan Kecamatan Talaga Raya. Dan satu kasus pasung lainnya ditemui di Kecamatan Sangia Wambulu.
 
 
"Para penderita gangguan jiwa yang dipasung ini belum semua mendapatkan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan. Pembagian kartu BPJS belum merata," imbuhnya.
 
 
Penulis: Muhammad Al Rajap
 
 

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Polda Sultra bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tenggara turun bersama dalam memantau harga-harga sembako di sejumlah pasar yang ada di Kota Kendari.
 
 
Kasubdit II Dit Intelkam Polda Sultra, Kompol Rafiuddin mengatakan Polda Sultra bersama sejumlah stakeholder memiliki kewajiban untuk turun langsung di pasar-pasar untuk memastikan harga sembako tetap normal.
 
 
"Jadi, sidak ini kita lakukan karena dalam beberapa hari terakhir beberapa kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan," ujar Rafiuddin saat dikonfirmasi usai melakukan sidak di sejumlah pasar, Selasa (25/02/2020).
 
 
Dikatakannya, Polda Sultra yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sultra dan Satgas Pangan Sultra turun di sejumlah pasar untuk memastikan ketersediaan stok sembako tetap ada dalam menghadapi bulan puasa.
 
 
"Kami juga melakukan pemantauan ke beberapa distributor guna memastikan ketersediaan barang-barang utamanya kebutuhan pokok tetap ada saat menjelang bulan suci ramadan," katanya.
 
 
Meski demikian lanjut Rafiudin, hingga saat ini harga kebutuhan pokok di pasar dalam Kota Kendari cenderung stabil. Ia juga mengimbau kepada para pedagang untuk tidak menaikkan harga sembako dengan alasan tertentu.
 
 

 

BAUBAU, BUTONRAYANEWS.CO.ID - Sempat menghebohkan warga Kota Baubau dengan ditemukannya dua jenasa perempuan ditempat yang berbeda dua hari lalu, akhirnya Polres Baubau berhasil meringkus satu yang terduga pelaku.

Kasat Reskrim Polres Baubau, AKP Ronald Arron Maramis, mengungkapkan saat ini Polres Baubau telah mengamankan satu orang terduga pelaku berinsial A. "Sekitar pukul 17.00 selasa 25-februari 2020 kami berhasil menangkap terduga pelaku pembuhuhan dua wanita Wainni dan Wa Diva.

Pelaku diamankan dikediamannya di Kecamatan Betoambari, tanpa melakukan perlawanan," ungkapnya kepada wartawan. Ia menambahkan saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Baubau dan masih dalam pengembangan.

Pelaku inisial A diduga tega menghilangkan nyawa dua wanita karena sakit hati. Untuk pengembangan kasus ini pihak Polres Baubau akan merilis secara lengkap dan masih dalam pengembangan.

Sebagaimana diketahui, meski tidak bersaudara kedua korban yakni Wa Inni dan Wa Devi tinggal di dalam satu rumah yang sama.Keduanya temukan sudah tak bernyawa didua lokasi berbeda.

Wa Inni ditemukan meregang nyawa di Simpang Lima Palagimata Kota Baubau, Minggu malam. Sedang Wa Devi ditemukan beberapa jam kemudian di belakang kafe Labamba, Kelurahan Katobengke, Kecamatan Betoambari Kota Baubau pada Senin pagi, 24 Februari 2020 juga dalam keadaan tidak bernyawa.

Peliput / Editor : Mulyadi


BUTON TENGAH, ButonRayaNews.co.id - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau TP PKK Kabupaten Buton Tengah menggelar Rapat Koordinasi dengan PKK Kecamatan se-Kabupaten Buteng di Gedung Zahra, Buteng.
 
 
Ketua TP PKK Buteng, Hj Jusniar Samahuddin mengatakan tujuan rakor tersebut adalah untuk membangun sinergitas PKK untuk mengoptimalkan peran TP PKK dalam pencapaian 10 program pokok PKK.
 
 
Rakor terserbut kata Hj Jusniar dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas kinerja anggota PKK yang sangat penting untuk keberhasilan target kerja yang telah dirumuskan.
 
 
Disela-sela kegiatan, wanita berkacamata ini menyempatkan diri melihat beberapa kerajinan tangan dari anggota PKK kecamatan. Kata dia, kerajinan tangan anggotanya itu diambil dari bahan dasar atau limbah-limbah plastik yang sudah tidak dimanfaatkan.
 
 
"Ada beberapa hasil kerajinan tangan buatan anggota PKK seperti fas bunga, kemudian bunga itu sendiri. Ada juga tikar. Jadi itu semua terbuat dari plastik yang sudah tidak digunakan lagi yang kemudian dikemas menjadi karya yang berilai dan bermanfaat," jelas Hj Jusniar pada media ini.
 
 
Menurutnya, dengan adanya keterampilan dari plastik-plastik bekas tersebut, pihaknya telah berusaha membantu pemerintah dalam mengurangi sampah plastik yang tidak dimanfaatkan.
 
 
"Kerajinan-kerajinan ini memang belum pernah dipasarkan. Tapi kami berencana akan memasarkannya melalui UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga)," tambah Hj Jusniar. 
 
 
Ia berharap dengan adanya rapat koordinasi tersebut para anggota PKK dapat meningkatkan keterampilannya sehingga akan menghasilkan keterampilan atau karya-karya baru yang bisa bernilai ekonomis.
 
 
Penulis: Muhammad Al Rajap
 

BAUBAU, BUTONRAYANEWS.CO.ID, - Menyikapi kondisi Kota Baubau yang saat ini telah dihebohkan dengan penemuan mayat ditempat yang berbeda, Walikota Baubau DR AS Tamrin MH tetap berharap kepada seluruh masyarakat Kota Baubau tetap menjaga kemanan dan ketertiban daerah.

Walikota Baubau, AS tamrin mengharapkan kepada seluruh masyarakat menjadi sadar untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan kriminal yg berbuntut pada aspek hukum dan pidana. Yang selanjutnya akan terjadi suasana yang tidak kondusif di masyarakat. Perlunya kesadaran bagi masyarakat untuk mrngimplementasikan nilai Pomaamaasiaka, Popiapiara, Pomamaeaka, Poangkaangkataka dan Pobincibinciki kuli, agar tercipta kedamaian, kondusifitas serta keharmonisan dalam interaksi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Ia menambahkan pemerintah, Aparat Keamanan dan Pol PP telah berkomitmen bersinergi untuk melakukan cegah dini, tapi faktor utama dan sangat mendasar adalah kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan hal2 yang melanggar hukum, melanggar etika. Berakhlak yang baik mengimplementasika nilai kebersamaan dalam cakupan POLIMA.

Memang tidak mudah tapi kita harus gemakan, melalui sosialisasi, pendekatan, tindakan, dan sinkronisasi tugas dan langkah-langkah yg harus diambil demi terwujudnya kedamaian, kekompakan dan stabilitas bagi kehidupan yg harmonis mewujudkan Baubau yg Maju, Sejahtera dan Berbudaya , Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melindungi serta membimbing kita sekalian.

Editor : Mulyadi


BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Musim penghujan sangat rentan dengan Penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD). Menyikapi hal ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Utara melakukan upaya pencegahan terhadap nyamuk Aedes Aegipty dengan penerapan pola 3M.
 
 
Gerakan 3M dimaksud, yakni membersihkan penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang-barang bekas yang berpotensi tempat nyamuk bersarang.
 
 
"Kami sudah sampaikan ke semua puskesmas di Butur, bahwa kita harus waspada dengan adanya penyakit demam berdarah ini, agar melakukan pola 3M," tegas Muhamad Darlan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Butur saat ditemui, Senin (24/02/2020).
 
 
Dijelaskan, penyakit DBD kebanyakan menyerang anak-anak karena mempunyai daya tahan tubuh yang lemah bila dibandingkan dengan orang dewasa. Gelajanya antaralain, demam secara tiba-tiba tanpa mengalami flu ataupun batuk-batuk.
 
 
"Saya menghimbau bagi masyarakat yang mempunyai penampungan air (bak Air) atau lainnya yang merupakan sarang nyamuk agar dibersihkan setiap minggunya guna menghindari nyamuk-nyamuk berkembang biak," katanya.
 
 
Dia menambahkan, nyamuk Aedes Aegypty sekali bertelur bisa mencapai 200-300 telur. Daya terbangnya bila sudah menjadi nyamuk, bisa menjangkau jarak kurang lebih 100 meter.
 
 
"Nyamuk berdasi atau Aedes Aegipty berbeda dengan nyamuk yang lainya. Nyamuk ini paling suka bertempat di air yang bersih, tidak mau yang kotor (Got) jadi itulah disebut nyamuk berdasi," ucapnya.
 
 
Di Buton Utara sendiri, tahun ini belum ada catatan kasus yang positif terkena penyakit DBD. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada semua pihak, agar bersama-sama melakukan pencegahan melalui gerakan 3M.
 
 
Muhammad Darlan juga berharap, apabila ada anak mengalami demam, segera dibawa ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan.
 
 
Untuk fogging, masih kata Muhamad Darlan, pihaknya akan bergerak ketika ada pasien yang positif DBD yang didukung dengan hasil kajian di lapangan, lingkungan sekitar tempat tinggal pasien bersangkutan berpotensi besar adanya penyakit tersebut.
 
 
Penulis : Deni Irawan
Editor : Muhammad Al Rajab

BUTON TENGAH, ButonRayaNews.co.id - Pemerintah Daerah Buton Tengah dan DPRD Buton Tengah menandatangani nota kesepakatan rancangan awal perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2017-2022 dalam rapat paripurna yang digelar di gedung DPRD Buteng.
 
 
Dalam acara ini, Bupati Buteng, Samahuddin berhalangan hadir dan diwakili oleh Asisten III Sekretariat Daerah Buteng, Asrarudin. Rapat juga dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Buteng.
 
 
Rapat diawali dengan pembacaan pandangan akhir seluruh (empat) fraksi di DPRD Buteng. Dimana, empat fraksi DPR secara umum menerima dan menyetujui rancangan perubahan untuk disepakati bersama antara DPRD dan pemda Buteng.
 
 
"Kami dari Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada bupati dan wakil bupati Buteng atas kinerja dan pencapaiannya dalam membangun dan mensejahterakan masyarakat Buton Tengah," ucap Azaluddin, Senin (24/02/2020).
 
 
Di tempat yang sama, Asisten III Setada Buteng, Asrarudin turut menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Buteng. Ia juga mengucapkan terimakasih atas disetujuinya rancangan awal perubahan RPJMD Buteng tahun 2017-2022.
 
 
"Dengan disetujuinya rancangan awal perubahan RPJMD Buteng tahun 2017-2022, kami instruksikan kepada OPD Buteng untuk melakukan penuntasan rencana strategis perangkat daerah sesuai urusan dan kewenangan masing-masing dengan berpedoman kepada Permendagri No. 90 tahun 2019," jelas Asrarudin.
 
 
Pemda Buteng juga menginstruksikan kepada OPD untuk melakukan koordinasi lintas sektor dengan unit instansi terkait khususnya guna sinkronisasi dan penajaman program dan sumber pendanaan daerah.
 
 
Penulis: Muhammad Al Rajap
 
 
 
 

BUTON TENGAH, ButonRayaNews.co.id - Hari pertama pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Buton Tengah sebanyak 277 peserta dinyatakan lulus passing grade.
 
 
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buteng, Samrin Saerani mengatakan pelaksanaan ujian di hari pertama ini berlangsung dalam empat sesi.
 
 
Dimana sambung Samrin, setiap sesi memiliki kuota sebanyak 200 peserta. Sehingga, jumlah peserta ujian SKD CPNS Buteng di hari pertama berjumlah 800 peserta.
 
 
"Setelah kita akumulasi dari sesi pertama sampai sesi keempat, maka total peserta yang lulus passing grade hari ini berjumlah 277 peserta," ujar Samrin pada awak media, Sabtu (22/02/2020).
 
 
Dijelaskannya, pada sesi pertama peserta yang lulus berjumlah 68 peserta. Dimana Sitti Nurjana keluar sebagai nilai tertinggi yakni 397 hasil dari akumulasi TWK 90, TIU 165 dan TKP 142.
 
 
Kemudian pada sesi kedua, peserta ujian hanya diikuti oleh 195 peserta. Lima peserta lainnya dianggap tidak mengikuti ujian. Peserta yang lulus pada sesi ini berjumlah 74 orang. Muhammad Ahyan Fahri keluar sebagai peserta dengan nilai tertinggi, 398.
 
 
"Untuk sesi ketiga, peserta yang lulus passing grade sebanyak 71 orang. Nilai tertinggi 389 atas nama Yuni Karo Beru Bangun," tambah Samrin.
 
 
Sementara sesi terakhir atau sesi ke empat peserta yang lulus passing grade berjumlah 64 peserta. Wahyu Adi Putra keluar dengan nilai tertinggi yakni 385.
 
 
"Alhamdulillah pelaksanaan ujian CPNS hari ini berjalan dengan aman dan lancar. Tidak ada kendala, tidak ada yang aneh-aneh juga. Kita berharap semoga situasi seperti ini terus berlanjut sampai pelaksanaan ujian selesai," harap Samrin.
 
 
Penulis: Muhammad Al Rajap
 

Page 4 of 131

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0822 9168 7184 

Visitors Counter

2341659
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
7005
6565
24859
2280249
7005
155776
2341659