Wednesday, April 1, 2020

REDAKSI

REDAKSI

 

BAUBAU, ~ Dalam mempererat kemitraan dengam berbagai pihak salah satubya dengan wartawan, Kapolres Baubau, AKBP Rio Chandra Tangkari menggelar coffe morning.Kamis 12-02-2020 dihalaman mapolres Baubau, yang dihadiri petinggi Polres Baubau dan sejumlah awak media, dan pengurus PWI Baubau.

Kegiatan berlangsung dalam suasana sederhana dirangkaikan sarapan bersama jajaran pejabat utama Polres Baubau. Ketua PWI Baubau,

La Ode Aswarlin didampingi Sekretaris PWI, Yuhandri Hardiman, pengurus PWI Baubau serta sejumlah wartawan di Kota Baubau hadir dalam pertemuan pagi tadi. Usai sarapan, Kapolres Baubau memberi kejutan dengan membawakan kue ulang tahun kepada para wartawan.

Hal itu sebagai bentuk apresiasi peringatan Hari Pers Tahun 2020 yang dirayakan 9 Februari lalu. "Pers adalah salah satu pilar demokrasi. Pers adalah mitra dan pers adalah kita," ujar Kapolres Baubau, AKBP Rio Chandra Tangkari.

Ketua PW Baubau, La Ode Aswarlin berterimakasih kepada Polres Baubau yang memberikan kejutan kepada insan pers di Kota Baubau. Direktur Utama Rubriksultra.com ini juga mengapresiasi atas partisipasi Polres Baubau yang ikut menghadiri puncak perayaan Hari Pers Tahun 2020 yang berlangsung dI Banjarmasin beberapa waktu lalu.

"Terimakasih pak Kapolres sudah meluangkan waktunya untuk hadir bersama merayakan peringatan HPN di Banjarmasin beberapa waktu lalu. Saya rasa ini sebuah penghargaan yang begitu besar terhadap profesi wartawan," ungkapnya.

Aswar berharap kemitraan yang terjalin dalam kaitan menjalankan tugas profesi terus terjaga dengan baik. Apalagi Sulawesi Tenggara merupakan daerah yang meraih penghargaan indeks kemerdekaan pers tertinggi yang diberikan penghargaan oleh dewan pers di HPN Banjarmasin beberapa waktu lalu.

"Ini merupakan kebanggaan sekaligus tantangan bagi kita semua yang berprofesi sebagai wartawan untuk terus menyajikan berita yang berkualitas sesuai kode etik dan kode prilaku sebagai salah satu pedoman kita dalam menjalankan tugas profesi," ungkap La Ode Aswarlin.

Editor : Mulyadi


BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Dua Anggota DPRD Kabupaten Buton Utara, Muh. Muslimin Isi dan Mazlin melaksanakan reses guna menyerap aspirasi masyarakat di Desa Wasalabose, Kecamatan Kulisusu (dapil I), Rabu (12/02/2020).
 
 
Reses yang dilaksanakan anggota DPRD Butur tersebut dimulai sejak tanggal 9 hingga 14 Februari 2020, di daerah pemilihan (dapil) masing-masing untuk nantinya disuarakan di parlemen.
 
 
Misalnya di Desa Wasalabose, keduanya menerima berbagai usulan dan saran dari warga setempat. Seperti pengadaan bantuan nelayan dan pertanian yang tepat sasaran, pembangunan jalan lingkar dalam kawasan benteng termasuk pendirian Sekolah Dasar (SD) yang belum ada di desa tersebut.
 
 
Dihadapan warga, Muh. Muslimin Isi menerima dengan baik usulan tersebut. Selain menyatakan akan menyuarakan di dewan, dia juga meminta dukungan dari masyarakat setempat. 
 
 
Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi masalah di kemudian hari, Politisi PDI Perjuangan ini menyarankan agar lokasi nantinya yang disediakan harus benar-benar clear dari sengketa. 
 
 
"Usulan dan juga himbauan ini kami akan bantu bapak dan ibu sampaikan ke pemerintah daerah," ujar Muslimin. 
 
 
Di tempat yang sama, Mazlin mengatakan, aspriasi tersebut nantinya akan disinkronkan dengan program pemerintah desa setempat. Hal ini penting, agar tidak terjadi tumpang tindih program antara pemerintah daerah dan desa.
 
 
"Saya sarankan kepada pemerintah desa setempat, agar usulan masyarakat juga harus didukung dengan data yang real," katanya. 
 
 
Ketua Komisi II DPRD Butur itu juga menambahkan bantuan jaring untuk nelayan tentunya harus disertakan dengan ukuran jaring yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga, ketika disalurkan nanti bisa termanfaatkan dengan baik. 
 
 
Untuk diketahui, anggota DPRD Butur berjumlah 20 orang. Yang berasal dari tiga Dapil, Yakni Dapil I meliputi Kecamatan Kambowa, Bonegunu dan Kulisusu Barat. Kemudian, dapil II meliputi Kecamatan Wakorumba Utara dan Kulisusu Utara, dan Dapil III meliputi Kecamatan Kulisusu.
 
 
 
Penulis : Deni Irawan
Editor : Muhammad Al Rajab

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Reses Anggota DPRD Kabupaten Buton Utara (Butur) Sulawesi Tenggara (Sultra) masa sidang 1 tahun sidang 2019-2020, dimanfaatkan dengan kunjungan ke daerah pemilihan masing-masing, terhitung mulai tanggal 9 sampai 14 Februari 2020. 
 
 
Para anggota dewan ini turun lapangan, menyerap aspirasi rakyat untuk kemudian disuarakan di parlemen. 
 
 
Seperti yang dilakukan Sujono. Salah satu dari 20 anggota DPRD Butur ini menyambangi konstituen di Desa Lelamo dan Labelete Kecamatan Kulisusu Utara, pada Rabu (12/2/2020).
 
 
Di sana, politisi Partai Golkar itu berhasil menyerap berbagai aspirasi dari masyarakat. 
 
 
Desa Lelamo misalnya. Pembangunan jalan lingkungan yang sebelumnya sudah dianggarkan melalui Dana Desa,  belum termanfaatkan dengan baik karena kondisinya masih sebatas pengerasan. Untuk pengaspalannya, butuh duit yang cukup besar. 
 
 
Karena itu, warga setempat meminta agar peningkatannya bisa dianggarkan melalui APBD. 
 
 
Begitu pula saat kunjungan di Desa Labelete. Warga setempat juga meminta dukungan terkait percepatan pembangunan masjid, termasuk jalan menuju tempat pembuangan sampah agar diperhatikan. 
 
 
Selain jalan dan masjid, Sujono juga dicurhati soal pembukaan formasi tenaga Guru TK. Sebab pada rekrutmen CPNS Butur dua tahun terkahir, kuotanya tidak tersedia. 
 
 
Padahal, TK yang berstatus negeri di Butur sudah terbilang banyak. Jumlahnya kurang lebih 10 unit. Begitu pula dengan alumni jurusan PGTK di Butur, yang jumlahnya terus bertambah dari tahun ke tahun. 
 
 
Senada dengan warga, menurutnya formasi tenaga Guru TK ini perlu menjadi prioritas pada rekrutmen CPNS Butur berikutnya.
 
 
"Aspirasi atau usulan-usulan masyarakat yang diserap melalui reses ini, kami di DPRD memparipurnakan. Setelah itu, kami akan sampaikan kepada pemerintah daerah melalui Sekwan," terangnya.
 
 
Untuk diketahui, 20 anggota DPRD Butur ini berasal dari tiga dapil. Dapil I meliputi Kecamatan Kambowa, Bonegunu dan Kulisusu Barat. Kemudian, dapil II meliputi Kecamatan Wakorumba Utara dan Kulisusu Utara, dan Dapil III meliputi Kecamatan Kulisusu.
 
Editor: Muhammad Al Rajap

Oleh: Yuhandri Hardiman *)

Moh Sadli Saleh adalah penulis berita di website liputanpersada.com. Salah satu tulisannya yang paling menohok adalah yang berjudul "Abdakadabra: Simpang Lima Labungkari Disulap Jadi Simpang Empat" terbit 10 Juli 2019. Tulisan ini mengundang reaksi publik dan menggoyang konsentrasi Bupati Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ramo.

Tulisan ini kemudian yang menggiring Sadli masuk jeruji besi. Yang menjadi pertanyaan publik, kenapa wartawan bisa dipidanakan? Di mana demokrasi? Bukankah ini sengketa pers yang harus dijerat dengan UU Pers No.40/1999.

Merujuk dari media tempat Sadli menulis berita gempar itu ditayangkan di website liputanpersada.com. Website liputanpersada.com diduga berada di bawah naungan lembaga perusahaan dengan nama PT Global Media Nusantara (PT.GMN) yang diduga tidak berbadan hukum pers.

Ditelusuri, rupanya PT GMN adalah perusahan yang bergerak di bidang usaha dialer HP. Sadli yang selama ini meliput di lapangan dengan teman-teman pers lainnya kemudian secara defacto mendapat pengakuan sebagai seorang wartawan namun di sisi lain Sadli menulis di media yang tidak berbadan hukum pers atau di media yang tidak memiliki hak untuk menyalurkan berita pers. (klik: http://flexterkita.com/?pg=custom&type=cx&id=801)

Jika dianalogikan, ibaratnya ada toko semen yang memiliki website. Lalu karyawannya secara aktif menulis isu-isu publik. Dan suatu ketika menerbitkan tulisan yang berdampak hukum. Berdasarkan analogi ini, apakah ini kasus pers? Dan apakah penulisnya bisa dikategorikan sebagai wartawan? Mari obyektif.

Pada akhir September 2019, Sadli hengkang dari liputanpersada.com ke durasitimes.com brand online SKH Baubau Post. Sejak saat ini, Sadli resmi menjadi wartawan di media berbadan hukum pers di bawah naungan PT Faren Grafika.

Per Desember 2019, Sadli menjadi peserta orientasi di PWI Baubau berbekal rekomendasi dari Pemred durasitimes.com, dia juga memiliki ijazah, dan menyertakan photo copy akta notaris PT Faren Grafika. Berdasarkan hasil verifikasi panitia, Sadli memenuhi syarat untuk menjadi peserta orientasi dan berhak mendapatkan Sertifikat Calon Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Baubau.

Mengungkap jati diri Sadli berarti memulai dari Sadli saat menulis di liputanpersada.com. Setelah itu barulah Sadli setelah berstatus wartawan durasitimes.com, ini adalah suatu rentang waktu dan ruang lingkup berbeda, betapa tidak, Sadli adalah "pelarian" dari liputanpersada.com dan kemudian menjadi wartawan durasitime.com yang ternyata sebelumnya sudah berstatus tersangka dan kemudian lolos menjadi peserta orientasi PWI Baubau.

UU Pers No.40/1999, yang dimaksud dengan pers dijelaskan dalam pasal 1 ayat 1, perusahaan pers dijelaskan dalam pasal 1 ayat 2, dan wartawan tertuang dalam pasal 1 ayat 4. Ayat (1) pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan meyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik dan segala jenis saluran yang tersedia".

Ayat (2) perusahaan pers adalah badan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers meliputi perusahaan media cetak, media elektronik, dan kantor berita, serta perusahaan media lainnya yang secara khusus menyelenggarakan, menyiarkan, atau menyalurkan informasi. Dan ayat (4) wartawan adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik. 

Ada satu hal sebagai garis tegas untuk diketahui tentang apa itu pers? Pers adalah sebuah keterkaitan antara perusahaan pers dan wartawan. Wartawan sebagai profesi yang melakukan kegiatan jurnalistik berupa meliput, mengolah informasi menjadi berita. Sedangkan media sebagai kanal untuk menyebarluaskan karya jurnalistik yang harus berupa perusahaan berbadan hukum pers.

"Pasal 9 (1) Setiap warga negara Indonesia dan negara berhak mendirikan perusahaan pers. (2) Setiap perusahaan pers harus berbentuk badan hukum Indonesia" UU Pers No.40/1999.

Dengan pasal ini kemudian kita bisa membedakan apa itu media abal-dan bagaimana media yang bukan abal-abal. Lalu bagaimana status orang yang menulis di media abal-abal? Mari obyektif.

Sadli sebagai Pemred liputanpersada.com berkantor redaksi di Kabupaten Buton Tengah Provinsi Sulawesi Tenggara. Nama perusahaan PT Global Media Nusantara, dengan akta notaris Nomor : 20 tanggal 30 April 2005. Nomor AHU : C-01590 HT.01. Tahun 2016. TDP Nomor : 1011 1521 1277. NPWP : 02.480.9337.7-423.000. Perusahaan ini dipimpin oleh Wira Pradana yang kantornya beralamat di Jalan Musyawarah B 54 RT 005/RW 002 Kebun Jeruk Jakarta Barat. (Dikutip dari kasamea.com dengan judul berita "Dilaporkan Bupati Buteng dan Dipenjara, Istri Dipecat, Sadli Wartawan Perusahaan Pers Berbadan Hukum."

Inilah kemudian yang ingin diperjelas agar tidak membingungkan publik. Benarkah kritik Sadli yang diterbitkan di liputanpersada.com sebagai kasus pers? Kalau medianya berbadan hukum pers maka itu kasus pers dan jika tidak memiliki badan hukum pers lalu harus diakui sebagai kasus pers, maka semua tulisan di blog, di website apapun, di facebook pun harus diakui sebagai karya pers. Mari obyektif.

Tempat menulis sebuah karya sekaligus menggambarkan jenis karya tulis. Feature misalnya yang merupakan tulisan khas wartawan jika ditulis pada sebuah novel dipastikan menjadi karya sastra. Jadi mungkin tulisan Sadli bisa jadi sebagai jenis jurnalisme warga dan penulisnya harus mempertanggung jawabkan tulisannya, atau mungkin sama dengan tulisan di Facebook. Sebab akan berbeda jika ditulis dan disebarluaskan oleh media berbadan hukum pers. Mari obyektif.

Sadli menjadi tahanan kejaksaan sehari setelah konferensi PWI Baubau. Kurang lebih 10 orang anggota PWI Baubau dipimpin ketua terpilih La Ode Aswarlin langsung bergerak ke lapas dan bertemu Sadli. Langkah yang ditawarkan adalah menempuh jalur mediasi, apalagi kasus sadli sudah tahap dua.(*)

*) Penulis: Komisaris tribunbuton.com


BANJARMASIN, BUTONRAYANEWS.CO.ID - Setelah melalui proses penilaian begitu panjang didalam memperebutkan penganugerahan kebudayaan PWI Pusat, akhirnya Wali Kota Baubau, Dr AS Tamrin resmi menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat dalam rangkaian Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020. Penghargaan diserahkan Ketua PWI Pusat, Atal S Depari dan disaksikan langsung Presiden RI, Joko Widodo di halaman kantor Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu 8 Februari 2020.

Wali Kota Baubau, Dr AS Tamrin mengaku sangat bangga dengan kepercayaan tersebut. Apalagi penyerahan penghargaan disaksikan langsung Presiden RI, Joko Widodo. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang telah memberikan penghargaan itu.

Kata dia, penghargaan ini merupakan prestasi seluruh masyarakat Kota Baubau. Termasuk seluruh jajaran Forkopimda yang telah mendukung jalannya pemerintahan di daerah. "Kita diberikan penghargaan anugerah kebudayaan. Artinya potensi nilai luhur budaya daerah kita telah intens kita kembangkan," kata Dr AS Tamrin usai menerima anugerah.

Olehnya, Ia menilai bila Kota Baubau pantaslah diberikan penghargaan itu. "Selain kita ucapkan terima kasih, kita juga patut bersyukur atas penghargaan ini," katanya.

Doktor jebolan IPDN Jatinangor inipun mengutip pernyataan Ketua Dewan Pers, Moh. Noeh. Kata dia, segala sesuatu bila dilaksanakan dengan pendekatan budaya maka akan didapatkan titik temunya.

"Bila didekati dengan pendekatan politik maka hanya akan didapatkan perbedaan. Olehnya budaya ini sangat tepat dikembangkan untuk menciptakan suasana kondusif di daerah kita," katanya.

Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari mengatakan, anugerah kebudayaan ini akan diselenggarakan setiap tahun. Ia menilai bila bangsa ini dibangun dengan budaya maka bangsa akan berbudaya. "PWI mencintai budaya. Kami ingin menciptakan kebudayaan yang berkepribadian seperti yang diutarakan Soekarno. Kita harus bangun bangsa dengan pendekatan budaya," katanya. (Ist)

Editor : Mulyadi


BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Dalam 
memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke 74 tahun 2020, Forum Jurnalis Butur menggelar turnamen liga futsal II yang diresmikan langsung oleh Bupati Butur, Abu Hasan.
 
 
Abu Hasan dalam kesempatannya mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, turnamen liga futsal merupakan kegiatan yang positif sehingga dapat menjadi inspirasi untuk para generasi muda lainnya.
 
 
"Saya berharap, kompetisi ini melahirkan kompetisi kekeluargaan dan persahabatan. Ini salah satu kegiatan yang menarik dan semoga menjadi tuntunan generasi kita kedepan," ujar Abu Hasan di Barel Futsal, Jumat, (07/02/2020).
 
 
Sementara itu ketua Forum Jurnalis Butur, Darso menambahkan kegiatan itu bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara pers Butur dan sejumlah lembaga pemerintah maupun swasta di Butur.
 
 
"Selain memperingati Hari Pers Nasional, kegiatan ini juga agar hubungan kita tetap terjaga dengan baik antara satu dengan lainnya," ucap Darso.
 
 
Dikatakannya, sebanyak 13 tim akan berlaga dalam gelaran turnamen liga Futsal II tersebut. Dimana, kegiatan itu dimulai dari 7 hingga 9 Februari 2020.
 
 
Penulis: Deni Irawan
Editor: Muhammad Al Rajab

 

BANJARMASIN, BUTONRAYANEWS.CO.ID - Disela sela mengjadiri Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan, dua pemimpin daerah penerima Anugerah Kebudayaan PWI 2020, yakni Wali Kota Baubau - Dr. H.AS. Tamrin, MH dan Wali Kota Banjarmasin - Ibnu Sina bertemu Kamis siang (6/2) di Balai Kota Banjarmasin. Keduanya membicarakan banyak hal soal pembangunan dan sosial kemasyarakatan. Wali Kota Baubau sendiri didampingi langsung Sekda Baubau, Dr. Roni Muhtar, M.Pd.

“Saya datang ke sini, silaturrahim ke tuan rumah, Pak Wali Banjarmasin,” kata AS. Tamrin disambut hangat Ibnu Sina, sang tuan rumah. “Pak Tamrin adalah wali kota yang banyak menginspirasi kami,” balas Wali Kota Banjarmasin di sela-sela kesibukannya menerima tetamu dari Komnas HAM.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Baubau Drs. Sadarman, M.Si merilis bila kedua tokoh ini memulai pembicaraannya dengan saling memuji, dan membicaraan banyak hal. Beberapa pokok pembahasan diantaranya; rencana kerjasama ‘Sister City’ antar kedua daerah dalam hal kepariwisataan dan kebudayaan; penanganan konflik sosial antar warga. Dimana Banjarmasin menurut Ibnu Sina adalah kota tua yang di huni 34 etnis di Indonesia. Sehingga seperti Baubau, Banjarmasin adalah miniatur Indonesia.

Wali Kota Baubau AS. Tamrin juga mengundang Wali Kota Ibnu Sina untuk menghadiri peluncuran dan bedah buku “Polima, Gema pancasila dari Baubau” yang akan dilaksanakan Sabtu 8 Februari 2020 di Venus Room Hotel Golden Tulip Banjarmasin, yang dihadiriDiaspora Buton di Banjarmasin.

Keduanya bahkan berkelakar tentang siapa yang saling mengundang. “Acaranya milik Wali Kota Baubau, tempatnya milik Wali Kota Banjarmasin,” kelakar Ibnu Sina yang menyatakan berupaya meluangkan waktu di tengah kesibukannya sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional.

Usai membicarakan banyak hal, kedua kepala daerah ‘berbudaya’ ini saling menyerahkan cendera mata. Tetapi pertemuan belum berakhir, sebab Wali Kota Baubau bersama Wali Kota Banjarmasin mengundang dua orang warga Banjarmasin yang dikenalnya dan pernah bertugas di Baubau. pertemuan keduanya berlangsung 1,5 jam lamanya dalam suasana yang hangat dan penuh kekerabatan. (Ist)

Editor : Mulyadi


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara dari Fraksi Partai Golkar, Aksan Jaya Putra (AJP) melakukan reses masa sidang I tahun 2019-2020 di daerah pilihannya (Dapil) I Kota Kendari.
 
 
Reses perdana untuk menjaring aspirasi masyarakat ini berlangsung di Kelurahan Anggalomelai, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Selasa (04/02/2020).
 
 
Dalam reses tersebut, sejumlah masyarakat yang berasal dari berbagai elemen itu menyampaikan aspirasinya. Di kesempatan itu, mayoritas warga setempat mengeluhkan infrastruktur dan ekonomi kreatif seperti bantuan ternak serta air bersih.
 
 
Salah satu warga Anggalomelai, Agus menyampaikan yang menjadi keluhan warga di Kelurahan Anggalomelai saat ini adalah banjir dikala musim penghujan. Selain itu, warga juga membutuhkan bantuan tenda jadi. 
 
 
"Sekarang ini sudah memasuki musim hujan, Kelurahan Anggalomelai rawan banjir akibat pengerjaan bronjong yang tak kunjung selesai. Selain itu, kami membutuhkan bantuan tenda besi, selama ini setiap ada kegiatan masyarakat harus meminjam tenda jadi dengan biaya yang banyak," keluh Agus. 
 
 
Dalam kesempatan itu pula, warga minta perbaikan jalan karena jalan yang ada saat ini sudah rusak. Mereka juga mengusulkan normalisasi kali, bantuan kelompok ternak dan bantuan pendanaan untuk kegiatan usaha masyarakat. 
 
 
"Jika bantuan kelompok ternak dapat diperjuangkan di tingkat provinsi, warga disini siap mengelolah bantuan tersebut. Kami juga berharap dibantu sarana air bersih, kemudian rehab rumah, karena rumah warga disini banyak sekali yang sudah tidak layak huni," ujarnya. 
 
 
Di tempat yang sama, Sekcam Abeli, Dasri menuturkan dari dulu hingga saat ini Kecamatan Abeli belum memiliki Sekolah Menengah Atas atau SMA sementara syarat untuk mendirikan SMA sudah terpenuhi. 
 
 
Menanggapi aspirasi masyarakat tersebut, AJP sapaan akrab Aksan Jaya Putra menuturkan normalisasi sungai pihaknya akan koordinasikan dengan pihak Balai Sungai. Sama halnya dengan aspal jalan, ia akan koordinasikan dengan Dinas PU. 
 
 
"Pengaspalan Lorong PGRI, akan dikoordinasikan dulu dengan pemkot. Jika memang masuk kewenangan pemprov akan dilakukan tapi jika masuk kewenangan pemkot berarti tanggung jawab pemkot. Sementara bantuan dana, saya akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi Sultra, tapi hal yang disiapkan dulu adalah proposal permohonan," kata AJP. 
 
 
Wakil Ketua Komisi III DPRD Sultra itu melanjutkan, untuk mendapatkan bantuan ternak sapi, warga harus menyiapkan kandanisasi. Kemudian keluhan warga terkait gaji karyawan yang tidak sesuai UMR, menyarankan warga untuk menyurat ke DPRD Sultra. 
 
 
"Terkait usulan pembangunan SMA, pemerintah kelurahan mengusulkan ke pemkot, dan dilanjutkan ke pemprov. Tapi sebelum mengusulkan harus menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah tersebut. Terkait dengan banjir saya akan koordinasikan dengan Balai Sungai. Bantuan bedah rumah, masing-masing kelurahan harus ada datanya. Jika mau cepat bawakan semua datanya karena semua usulan harus berbasis data agar cepat ditindaklanjuti," tandasnya.
 
 
Untuk diketahui, dalam reses perdana AJP di Kecamatan Abeli ini turut dihadiri oleh Camat Abeli, Ibnu Aim Muis serta serta pemerintah kelurahan lingkup Kecamatan Abeli. 
 
 
Penulis: Abu
Editor: Muhammad Al Rajab
 

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke VII tingkat Kabupaten Buton Utara (Butur) resmi dibuka oleh Bupati Abu Hasan, Selasa (04/02/2020) malam.

 

Kegiatan tersebut akan berlangsung selama tiga hari yang dimulai dari tanggal 4 hingga 6 Februari 2020. MTQ ke VII itu diikuti oleh 119 kafila dari enam kecamatan di Buton Utara.

 

Dalam sambutannya, Abu Hasan menjelaskan Musabaqah Tilawatil Quran merupakan festival seni baca Al-Quran yang dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional dan bahkan internasional.

 

"MTQ tingkat kabupaten ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari upaya kita untuk mempersiapkan Buton Utara ke ajang MTQ tingkat provinsi di bulan Maret mendatang," ujarnya.

 

Abu Hasan bilang ada beban psikologis bagi Butur dalam menghadapi MTQ yang akan datang. Sebab, tahun lalu Butur, merupakan tuan rumah MTQ tingkat provinsi yang terbilang sukses dalam hal penyelenggara maupun prestasi.

 

"Kita harus bersungguh-sungguh dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mempertahankan prestasi tersebut," ungkapnya.

 

Ia menambahkan MTQ sudah menghistoris kehidupan bangsa, oleh karna itu MTQ merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya revolusi mental, upaya membangun spiritualisme, membangun jiwa bangsa Indonesia.

 

"Sebelum kita bangun badannya, Buton Utara harus kita bangun jiwannya, spiritnya adalah nilai-nilai agama dan budaya, sesuai dengan lagu Indonesia Raya, bangunlah jiwanya, bangunlah badannya," kata Abu Hasan.

 

Orang nomor satu di Butur itu berharap agar generasi muda hari ini mampu memiliki keunggulan dari berbagai aspek agar bisa berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

 

"Ada beberapa faktor yang perlu dimiliki generasi muda kita agar bisa berkompetisi, yakni harus kuat akidahnya, kuat syariatnya, kuat akhlaknya, dan menguasai teknologi," bebernya.

 

Untuk diketahui, berbagai lomba akan diperlombakan dalam MTQ tahun ini, seperti lomba hafalan Al-Quran, cabang seni kaligrafi Al-Quran dan cabang festival seni kasida.

 

Penulis : Deni Irawan
Editor : Muhammad Al Rajab


BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Sebanyak 970 peserta dinyatakan lolos Passing Grade pada pelaksanaan tes CPNS Kabupaten Buton Utara yang dimulai sejak 30 Januari 2020 lalu.
 
 
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Butur, La Nita menjelaskan dari total peserta ujian 3.520 peserta, hanya 970 peserta yang berhasil lolos pada ujian Computer Assisted Test (CAT). Sementara 153 peserta lainnya tidak mengikuti ujian.
 
 
"Jumlah tersebut (970 peserta) merupakan hasil dari seleksi selama lima hari yang dibagi dalam 24 sesi. Dimana, ujiannya dimulai dari 31 Januari sampai dengan 3 Februari 2020," beber La Nita pada awak media, Senin (03/02/2020).
 
 
970 peserta yang lolos Passing Grade itu merupakan hasil kalkulasi dari rincian 205 peserta di hari pertama,167 peserta di hari kedua. Hari ke tiga 214 peserta, 209 peserta hari ke empat dan hari ke lima sebanyak 175 peserta.
 
 
Selama pelaksanaan ujian yang dipusatkan di Lab Kantor BKPSDM Butur sejak hari pertama sampai hari terakhir kata La Nita berjalan dengan aman, lancar dan kondusif.
 
 
"Sebelumnya saya sudah berkomunikasi dengan pihak PLN dan Kominfo agar tetap menjamin keamanan jaringan listrik sampai berakhirnya ujian CAT CPNS tersebut," katanya. 
 
 
Kepada peserta ujian yang lolos Passing Grade, La Nita berpesan agar mempersiapkan diri dengan materi SKB yang mantap, dan tetap menjaga kesehatan agar proses ujian dapat di lewati dengan baik sesuai harapan.
 
 
"Peserta yang berhasil lulus SKD ini, akan di ranking tiga besar dari nilai tertinggi untuk satu jumlah kuota," ucapnya.
 
 
Selanjutnya, peserta yang dinyatakan lulus perengkingan, akan mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di Lab Kantor BKPSDM Butur pada bulan Maret mendatang.
 
 
Tahun ini, Butur mendapat kuota CPNS sebanyak 183 orang, dengan rincian, guru (tenaga pendidik) sebanyak 84 orang, tenaga kesehatan 76 dan tenaga teknis 23 orang.
 
 
Perlu diketahui juga, untuk jadwal perengkingan, Butur masih menunggu pelaksanaan ujian tes CPNS selesai secara nasional yang akan berakhir tanggal 28 Februari. Setelah itu masih akan dilaksanakan Rapat Koordinasi Nasional untuk melakukan pemetaan peringkat yang akan masuk di tes SKB.
 
 
 
Penulis : Deni Irawan
Editor : Muhammad Al Rajab

Page 6 of 131

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0822 9168 7184 

Visitors Counter

2340723
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
6069
6565
23923
2280249
6069
155776
2340723