Wednesday, April 1, 2020

REDAKSI

REDAKSI

 
BAUBAU,BUTONRAYANEWS.CO.ID - Sebagai salah satu daerah di Indonesia yang memiliki keaneka ragam budaya, Kota Baubau sebagai salah satu daerah eks kesultanan Buton, memiliki andil didalam melestarikan budaya yang merupakan warisan masa lalu. Menghadapi Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020, akan diberikan anugrah kepada 10 kepala daerah yang ikut melestarikan kebudayaan daerah, salah satunya Walikota Baubau, DR AS Tamrin MH.
 
Wali Kota Baubau, Dr AS Tamrin terpilih bersama sembilan bupati wali kota sebagai penerima anugerah kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat. Keberhasilan ini sebagai komitmen pemerintah Kota Baubau dalam perwujudan pembangunan daerah berlandaskan kearifan budaya.
 
Sebagai pusat eks Kesultanan Buton, Kota Baubau memang menyimpan segudang peninggalan sejarah. Mulai dari situs cagar budaya, adat istiadat hingga nilai-nilai luhur para pendahulu. Salah satunya benteng keraton Buton. Benteng yang mulai dibangun pada masa pemerintahan La Sangaji ke-III dari 1591-1597 dan selesai dibangun pada masa pemerintahan La Buke Gafarul Wadudu (1632–1645) ini telah didaulat sebagai benteng terluas didunia.
 
"Panjangnya 2.740 meter dengan luas lebih dari 23 hektar," urai Dr AS Tamrin saat memaparkan presentasi anugerah kebudayaan PWI Pusat dihadapan dewan juri yang terdiri dari Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T, Ninok Leksono, dan Yusuf Susilo Hartono di kantor PWI Pusat, Jakarta, Kamis 9 Januari 2020 lalu.
 
Hadir dengan mengenakan baju kebesaran Kesultanan Buton, Dr AS Tamrin merinci kiat pemerintah dalam melaksanakan pembangunan berbasis kebudayaan. Kata dia, berbagai program revitalisasi telah dilakukan guna melestarikan dan mengembangkan eksistensi benteng keraton Buton.
 
"Kita saat ini juga tengah berjuang agar benteng keraton Buton bisa menjadi salah satu situs warisan dunia. Ini menjadi target kedepan agar gema peninggalan luar biasa ini semakin dikenal masyarakat luas," katanya.
 
Selain itu, berbagai event budaya juga turut dihelat. Event budaya dapat digunakan sebagai ajang promosi keragaman budaya mulai dari melestarikan pakaian adat, situs budaya, hingga eksistensi ritual adat yang sudah sejak lama dipertahankan leluhur hingga saat ini.
 
"Kesemuanya untuk membangkitkan dan menggunggah masyarakat Baubau untuk bersama mempertahankan keragaman budaya yang dimiliki. Event ini juga akan berimplikasi dengan kesejahteraan ekonomi masyarakat utamanya para pengrajin, seperti tenunan, pakaian adat, serta pelaku ekonomi tradisional lainnya," katanya.
 
Sejak dulu, masyarakat Baubau sebagai masyarakat eks Kesultanan Buton sudah memiliki landasan hidup yang diikat dalam falsafah "Sara Pataanguna". Falsafah ini lalu diimplementasikan dalam budaya Polima yang kini digaungkan sebagai landasan pembangunan daerah.
 
Kata dia, budaya Polima memuat lima nilai dasar kehidupan dalam bermasyarakat. Diantaranya, Poma-masiaka (Saling menyangangi), Popia-piara (Saling menjaga), Pomae-maeaka (Saling menanggung rasa malu), dan Poangka-angkataka (Saling menghormati).
 
Keempat nilai dasar ini lalu diikat oleh falsafah Pobinci-binciki Kuli (Arti harafiah saling mencubit) sebagai kausa prima. Pobinci-binciki kuli dapat dimaknai sebagai suatu perbuatan agar dipikirkan terlebih dahulu supaya tak menyakiti orang lain.
 
"Nilai-nilai ini saya sudah tuangkan dalam tulisan atau buku berjudul Polima, Gema Pancasila dari Baubau. Polima ini sebagai kristalisasi nilai Pancasila agar masyarakat bisa hidup secara rukun, aman dan damai," katanya.(adv)
 
Editor : Mulyadi
 

 

BAUBAU,BUTONRAYANEWS.CO.ID - Bertempat dipelataran Kantor Walikota Baubau, Senin, 13 Januari 2020 Ketua PWI Baubau atas nama PWI Pusat menyerahlan Surat Keputusan (SK) Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusatkepada Walikota Baubau, DR AS Tamrin MH.

SK diserahkan langsung Ketua PWI Baubau, La Ode Aswarlin usai apel pagi di halaman kantor Wali Kota Baubau, dan dierima langsung Walikota Baubau, AS Tamrin disaksikan seluruh Kepala SKPD lingkup pemerintah Kota Baubau. Anugerah Kebudayaan ini berhasil diraih Wali Kota Baubau, Dr AS Tamrin usai menjalani serangkaian penilaian. Mulai dari proposal hingga presentasi langsung dihadapan dewan juri di kantor PWI Pusat, Jakarta tanggal 8-9 Januari 2020 lalu.

"Kita sangat bersyukur kepada Allah, kita telah diberikan kemampuan untuk melakukan kinerja dan mendapat perhatian oleh wartawan khususnya PWI Pusat. Rupanya atas kinerja kita selama ini, kita pantas menerima anugerah dari sekian banyak daerah yang dinilai,' kata Dr AS Tamrin.

Kata dia, anugerah ini tak terlepas dari sinergitas antara pemerintah daerah dan insan pers di Baubau. Seandainya tidak ada sinergitas maka anugerah ini tidak mungkin diperoleh. "Untuk itu saya ucapkan terima kasih atas sinergitas ini. Penilaian ini bukan hanya dari sisi materi, tapi juga dari sisi pembangunan kebudayaan yang telah banyak dilakukan baik itu implementasi Polima hingga revitalisasi situs budaya serta pelestarian ritual adat kebudayaan di daerah," katanya.

Peran pers juga sangat penting dalam kemajuan kebudayaan daerah. Melalui publikasi, pers telah mengambil peran dan berkontribusi langsung dalam memajukan kebudayaan daerah."Inilah bentuk kerjasama yang baik dan positif. Mari kita bekerjasama membangun daerah ini dengan sesuatu yang berguna sesuai dengan tupoksi masing-masing," katanya.

Sementara itu Ketua PWI Baubau, La Ode Aswarlin mengucapkan selamat kepada Wali Kota Baubau atas anugerah kebudayaan yang disematkan kepada Wali Kota Baubau, Dr AS Tamrin. Latar belakang penganugerahan kebudayaan yang dilakukan PWI Pusat diperingatan HPN 2020, merupakan inisiatif PWI Pusat dalam rangka membantu Presiden RI untuk mendorong nilai-nilai kebudayaan di tingkat daerah.

Atas dasar ini, PWI Baubau berkoordinasi dengan PWI Cabang Sultra untuk mengusulkan Wali Kota Baubau AS Tamrin sebagai salah satu calon penerima anugerah. Berdasarkan hasil pengkajian tim dewan juri, selanjutnya proposal yang diajukan kepada PWI Pusat, masuk dalam 10 besar calon penerima Anugerah Kebudayaan yang diundang untuk melakukan presentase langsung di hadapan dewan juri pada tanggal 8-9 Januari 2020 lalu.

"Alhamdulillah Wali Kota Baubau masuk dalam salah satu kepala daerah yang ditetapkan sebagai penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat. Rencananya penganugerahan ini akan diserahkan di puncak peringatan Hari Pers Nasional, 9 Februari di Kota Banjarmasin," ungkap Aswar sapaan akrab Ketua PWI Baubau

Yang patut disyukuri, kata dia, dari berbagai daerah di nusantara yang mengajukan proposal sebagai calon penerima Anugerah Kebudayaan, Kota Baubau salah satu daerah yang diapresiasi karena mendorong pembangunan moral generasi melalui nilai-nilai warisan kebudayaan yang saat ini dikenal dengan Polima (Pomamasiaka, Poangka-angkataka, Pomae-maeaka, Popia-piara dan Pobinci-bincikikuli). Polima sebagai perekat persatuan dan kesatuan dalam bingkai sistem kearifan lokal yang diadopsi dari Sarapatanguna (Falsafah Budaya Buton) telah dituangkan dalam buku "Polima Gema Pancasila dari Baubau".

"Jika tidak ada aral melintang, momentum peringatan Hari Pers Nasional 2020 di Kota Banjarmasin, juga akan dilakukan beda buku "Polima Gema Pancasila dari Baubau," tambahnya.

"Satu penegasan yang disampaikan ketua dewan juri saat penyerahan surat keputusan penetapan kepala daerah yang menerima anugerah, bahwa pembangunan moral merupakan salah satu poin penting yang harus didorong demi kemajuan dan masa depan bangsa. Dan hal ini telah dilakukan oleh Kota Baubau," tambahnya. (adv)

 

Editor : Mulyadi


Dewan Juri Fokus Mendalami PO Lima Dalam Persentase Walikota Baubau

 

JAKARTA.BUTONRAYANEWS.CO.ID - Sesuai dengan hasil pencabutan nomor undian dalam persentase proposal bagi 10 daerah Calon penerima penganugrahan Kebudayaan PWI pusat tahun 2020, Walikota Baubau mendapat nomor urut dua. Dalam persentase tiga dewan juri lebih memilih dan mendalami PO Lima kepada Walikota Baubau, DR AS Tamrin.

Tepat pulu 10.00 waktu Jakarta Walikota Baubau, DR AS Tamrin diberi kesempatan untuk memaparkan proposal yang sudah dibuatnya. Walikota diberi waktu 10-15 menit untuk memaparkan. Dalam kesempatan itu Walikota Baubau memaparkan empat pokok Po Lima sebagai nilai dasar dalam membangun manusia masyarakat Kota Baubau.

Walikota Baubau dalam pemaparannya menjelaskan ada 4 landasan yang dilaksanakan pemerintah Kota Baubau didalam menerapkan Po Lima ini. Saat ini nilai- nilai budaya sudah mulai terkikis habis karena masuknya budaya barat. Termasuk pola perilaku manusia saat ini sudah mulai tidak saling menghargai. "Untuk itu sejak saya memimpin Kota Baubau sebagai Walikota Baubau saya sudah menerapkan Po Lima didalam menjalankan roda pemerintahan, dimulai dari tingkat sekolah dimana PO Lima ini sudah harus diperkenalkan kepada generasi muda sebagai penerus bangsa," ungkap AS Tamrin.

Sementara itu di sesi pendalaman yang terdiri empat orang dewan juri tiga dewan juri lebih memperbanyak. Fakta dan seberapa besar penerimaan masyarakat terhadap penerapan Po Lima dalam kehidupan keseharian. Termasuk bagaimana komitmen pemerintah kota Baubau didalam menjalani nilai dari Po Lima ini.

Dewan juri juga memapresiasi Walikota Baubau yang mencoba membangkitkan nilai kebudayaan Indonesia yang didalamnya menuju dan menumbuhkan kegotong Royongan.(red)

Peliput / Editor : Mulyadi


JAKARTA, BUTON RAYA NEWS.CO.ID - Susana nampak berbeda digedung lantai 4 Kantor Persatuan Wartawan Indoesia (PWI) Pusat di Jakarta, Rabu (8/1/2020). 10 calon penerima penganugrahan kebudayaan PWI mengenakan pakaian kebesaran daerahnya termasuk Walikota Baubau, DR AS Tamrin dengan mengenakan pakaian adat kesultanan Buton.
 
 
Diawal pertemuan didalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020 di Banjarmasin, PWI pusat mengandakan persentase proposal kepada 10 kepala daerah calon penerima penganugrahan kebudayaan PWI pusat. 
 
 
Ketua PWI Pusat, Atal Sembiring Depari menjelaskan pemberian penganugrahan kepada kepala daerah yang konsen terhadap pengembangan budaya daerah ini adalah yang kedua. "Ini adalah penganugrahan kedua yg pertama dilombok 2016 ada delapan tokoh yang diberikan diantaranya, Ridwan Kamil Dedi Mulyadi yg pernah menerima dari PWI pusat," ungkapnya.
 
 
Ia menambahkan secara pribadi PWI pusat merasa bangga saat ini dimana dalam momen yang tak kala pentingnya PWI dapat berkontribusi didalam pelestarian budaya dengan memberikan penghargaan kepada kepala daerah yang memiliki komitmen didalam pelestarian nilai budaya daerah.
 
 
PWI menilai kebudayaan itu penting namun tidak  mendapatkan perhatian yang memadai maka PWI mengambil peran didalam pengembangan kebudayaan Nusantara.
 
 
Sementara itu Walikota Baubau, DR AS Tamrin merasa bangga dengan diberikannya Kota Baubau sebagai salah satu daerah penerima penganugrahan Kebudayaan di HPN nanti. "Atas nama masyarakat dan pemerintah Kota Baubau mengucapkan terima kasih kepada PWI yang telah memberikan kepercayaan kepada Baubau didalam penganugrahan ini," ungkap Tamrin.
 
 
Ia menambahkan Kota Baubau terpilih sebagai salah satu daerah dari 10 daerah penerima penganugrahan ini layak, pasalnya Kota Baubau dulunya merupakan ibukota dan pusat pemerintahan pada jaman kesultanan Buton dulu.
 
 
"Kami juga sudah berbuat dimana didalam menjalankan pemerintahan di Kota Baubau selain secara profesional juga harus berlandaskan dengan nilai- nilai budaya," ungkapnya.
 
Dalam acara persiapan persentase proposal bagi kepala daerah penerima penganugrahan nampak dihadiri Ketua PWI pusat, ketua Dewan Pers yang diwakili Wakil ketua dewan pers, 8 kepala daerah penerima penganugrahan yang didampingi SKPD dan sejumlah wartawan daerah.(red)
 
Penulis / Editor : Mulyadi

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Hari Amal Bhakti ke-74 Kementerian Agama Ri diperingati di seluruh tanah air, termasuk Kabupaten Buton Utara, Sultra. Momentum tersebut, mengusung tema 'Umat Rukun Indonesia Maju'.
 
 
"Saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama di Pusat dan di daerah, agar menjadi agen perubahan dalam memperkuat kerukunan antar umat beragama di tanah air," pesan Menteri Agama RI, Fachrul Razi, yang dibacakan Bupati Butur, Abu Hasan, pada upacara peringatan HAB ke-74, Jumat (3/1/2020).
 
 
Menurutnya, kerukunan merupakan modal besar untuk membangun negara dan menjaga integrasi nasional. Kemenag, hadir untuk melindungi kepentingan agama dan semua pemeluk agama.
 
"Seluruh jajaran Kementerian Agama harus bisa mengawal dan mengembangkan peran strategis Kementerian Agama secara kontekstual di tengah masyarakat," katanya menambahkan.
 
 
Sejak dibentuk 3 Januari 1946, perjalanan sejarah Kemenag telah banyak perubahan dan kemajuan yang dicapai. Seperti, dalam fungsi bimbingan masyarakat beragama, pelayanan nikah, pembinaan pengelolaan zakat dan wakaf serta dana sosial keagamaan lainnya. 
 
 
Kemudian, penyelenggaraan ibadah haji, pendidikan agama dan keagamaan di semua jenjang, penelitian dan pengembangan serta kediklatan. Lalu, pembinaan kerukunan antar umat beragama, penyelenggaraan jaminan produk halal serta penguatan tata kelola manajemen dan organisasi sesuai dengan agenda reformasi birokrasi.
 
 
"Kita semua dituntut untuk terus beradaptasi dengan tuntutan perubahan dan percepatan pelayanan publik yang mengedepankan prinsip efisiensi, transparansi dan akuntabilitas serta bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme," tandasnya.
 
 
Dalam upacara itu, hadir jajaran pegawai lingkup Kemenag Butur, Organisasi Perangkat Derah (OPD), Pimpinan dan Anggota DPRD Butur, TNI, POLRI, pimpinan Bank Sultra Cabang Ereke, para tokoh agama, tokoh adat, dan siswa.
 
 
Ditemui usai upacara, Kepala Kantor Kemenag Butur, Muhammad Saleh, mengatakan dalam memelihara kerukunan tersebut, pihaknya memaksimalkan kemitraan dengan Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) dan sejumlah organisasi kemasyarakatan di daerah setempat. Caranya, dengan menghidupkan dialog maupun diskusi-diskusi seputar umat.
 
 
Selaku pejabat Kemenag di daerah, pihaknya akan selalu berupaya semaksimal mungkin menciptakan suasana hidup rukun dan damai. Sebab, menurutnya tidak akan terwujud Indonesia maju apabila masyarakatnya tidak rukun dan tidak damai. 
 
 
"Saya mengajak untuk kita bergandengan tangan, bersama-sama memelihara kerukunan, kita menciptakan kedamaian di tengah tengah masyarakat Buton Utara, demi terciptanya cita-cita pembangunan nasional," tuturnya. 
 
 
Peringatan Hari Amal Bhakti kali ini, Kemenag Butur sebelumnya sudah menyelenggarakan beberapa kegiatan. Diantaranya launching zona integritas, jalan santai kerukunan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat Butur, dan pertandingan futsal.
 
 
Kemudian, ada pula pertandingan hiburan antar karyawan, Dharma Wanita serta perkemahan Pramuka Madrasah. 
 
 
Dan terakhir, sehari sebelum upacara puncak Hari Amal Bhakti ke-74, Kemenag Butur bekerjasama dengan Pengurus Cabang Nahdatul Ulama setempat melaksanakan Istighosah, dzikir dan doa bersama di Masjid Babussaholeh Kantor Kemenag Butur.
 
 
"Saya menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Buton Utara, dalam hal ini Bupati, yang saya lihat memberikan perhatian yang full terhadap seluruh rangkaian kegiatan Kementerian Agama tingkat Kabupaten Buton Utara tahun ini. Alhamdulillah semua rangkaian kegiatan itu beliau hadir sendiri," ungkapnya.
 
 
Editor: Muh Al Rajap

KONAWE SELATAN, ButonRayaNews.co.id - Komandan Batalyon Ifanteri 725/Woroagi resmi berganti. Mayor Inf Muhammad Amin di dapuk untuk mengkomandoi kesatuan tersebut.
 
 
Mayor Inf Muhammad Amin menggantikan pimpinan sebelumnya, Letkol Inf Hendry Ginting. Acara serah terima jabatan itu dilakukan di Lapangan Pancasila Yonif 725/Woroagi.
 
 
Komandan Korem 143/HO, Kolonel Yustinus Nono Yulianto mengatakan serah terima jabatan dalam suatu kesatuan bertujuan untuk memberikan pengalaman tugas yang beragam bagi perwira yang dinilai memiliki prestasi dedikasi dan loyalitas.
 
 
"Melalui serah terima jabatan ini juga sebagai wahana yang efektif untuk meningkatkan wawasan berpikir dan bertindak sebagai seorang perwira dalam menghadapi segala tantangan tugas yang dapat dipertanggungjawabkan serta dilaksanakan secara terarah, terencana dan teratur serta berkesinambungan agar diperoleh prosedur yang berkualitas untuk menduduki jabatan yang sesuai dengan tingkat kebutuhan organisasi," jelas Danrem, Jumat (03/01/2020).
 
 
Dalam kesempatan itu, Danrem juga menyampaikan terimakasih serta penghargaan kepada pimpinan Yonif Woroagi yang lama, Mayor Inf Hendry Ginting atas segala dedikasi dan pengabdiannya sebagai pucuk pimpinan di Yonif 725 selama hampir dua tahun.
 
"Semoga berbagai pengalaman yang telah diperoleh selama memimpin Yonif 725 Woroagi dapat menjadi bekal yang bermanfaat dalam mengemban tugas selanjutnya," harap Yustinus Nono. 
 
 
Dan sebagai pimpinan Batalion Infantri yang baru, Danrem 143/HO mengucapkan selamat atas kepercayaan dan kehormatan yang diberikan oleh pimpinan TNI AD untuk memimpin Yonif 725/Woroagi.
 
 
Untuk diketahui, Letkol Hendry Ginting selanjutnya akan menduduki jabatan sebagai Komandan Depo Pendidikan dan Latihan Pertempuran (Dandodiklatpur) Rindam XIV/Hsn. Dan Mayor Inf Muhammad Amin sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Korem 142/Taroada Tarogau.
 
 
Penulis: Muhammad Al Rajap
 
 
 

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Pembangunan sarana air bersih di UPT Desa Laeya Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara (Butur) tuntas dan sudah mengaliri rumah-rumah warga. Sarana tersebut dibangun secara gotong-royong melalui swadaya dengan dukungan dari Sintesa - BFDW (German).

 

Bupati Butur, Abu Hasan, mengatakan, air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Tanpa air, sanitasi akan menjadi sulit, termasuk pemenuhan kebutuhan baik untuk dikonsumsi mapun untuk mencuci dan lain sebagainya.

 

Karena itu, mengingatkan agar masyarakat setempat untuk memelihara, menjaga kesinambungan air bersih tersebut agar tetap terjaga. Sehingga, dapat terus dirasakan manfaatnya.

 

Ia tak menampik, bahwa untuk mendapatkan air bersih seperti yang dikerjakan oleh Sintesa bersama warga setempat, memang tidak gampang. Karena itu, Abu Hasan mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pihak Sintesa, termasuk semangat gotong-royong yang dimiliki warga UPT Desa Laeya.

 

Direktur Sintesa, Muh Sudair, mengatakan, anggaran untuk pembangunan sarana air bersih ini sebesar Rp. 400 juta lebih. Pihaknya, hanya menyiapkan sebesar Rp. 200 juta, dan lebih dari setengahnya adalah swadaya masyarakat.

 

"Ini membuktikan bahwa masyarakat UPT Laeya sudah siap. Siap bekerja secara gotong-royong, bantu membantu yang sekarang ini desa-desa lain sudah mulai hilang semangat goyong-royongnya," ujarnya, Minggu (29/12/2019).

 

Kata Sudair, agar sarana tersebut berkelanjutan, maka warga setempat harus kompak menjaga kelestarian hutan. "Kalau sarana mau berjalan bagus, pelihara hutan. Pelihara hutan, sekali lagi," Sudair berpesan.

 

Pembangunan sarana air bersih UPT Laeya ini dikerjakan sejak bulan Maret sampai November 2019.

 

Sasaran kebutuhan sarana air bersih ini sebanyak 533 jiwa. Untuk rumah yang sudah terlayani sebanyak 100 unit dan tujuh buah fasilitas umum.

 

Editor: Muh. Al Rajap


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Komunitas motor Kendari Max Owner atau KMO menyumbangkan puluhan kantong darah berbagai golongan untuk masyarakat Kota Kendari.

 

Penyumbangan puluhan kantong darah ini ditandai dengan digelarnya bakti sosial berupa donor darah oleh KMO yang dilakukan di Taman Kota Kendari, Minggu (08/12/2019).

 

Pantauan media ini, selain diikuti oleh anggota KMO itu sendiri, kegiatan yang melibatkan anggota dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kendari ini juga diikuti oleh masyarakat setempat.

 

Dalam kesempatan itu, Ketua KMO, Faisal mengatakan satu tetes darah yang didonorkan sangat bermanfaat bagi orang yang membutuhkan. Disamping itu, pihaknya juga ingin membantu PMI Kota Kendari dalam menjaga ketersediaan stok darah.

 

"Dari hasil kegiatan ini, kami berhasil mengumpulkan sebanyak 40 kantong darah. Kami juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Kota Kendari yang ikut terlibat serta mendonorkan darahnya dalam kegiatan yang kami lakukan hari ini," ujar Faisal.

 

Faisal menambahkan baksos donor darah itu merupakan rangkaian dari kegiatan dari KMO lainnya. Diungkapkan Faisal, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan menggelar touring ke Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.

 

"Rencananya tanggal 13 sampai 15 besok kami akan touring ke Bone dengan membawa paket sembako. Kita awali di Desa Wanggeduku, Kabupaten Konawe," katanya.

 

Lebih lanjut Faisal menjelaskan suksesnya kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan beberapa pihak, salah satunya dari Pimpinan Utama PT. Sultra 56, Destaro.

 

Sementara, Direksi PT. Sultra 56, Muh. Safriansyah yang juga menjadi bagian dari Kendari Max Owner sangat mengapresiasi terbentuknya komunitas ini, dimana setiap kegiatan yang dilakukan kata Andi sangat bernilai positif.

 

"Insha Allah kedepannya, komunitas ini bisa selalu eksis dalam berkomunitas dengan mengedepankan persaudaraan dan rasa saling membantu satu sama lain," tutur direktur salah satu media online ini.

 

Untuk diketahui, Komunitas yang berdiri sejak 21 April 2018 ini, telah memiliki anggota kurang lebih 48 orang dari berbagai latarbelakang pekerjaan. Dimana motor yang tergabung dari KMO yakni motor merek Yamaha seperti Jenis motor VMax, TMax, XNax dan NMax.

 

Laporan: Muhammad Al Rajap

 


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) daerah pemilihan Provinsi Sulawesi Tenggara, Rusda Mahmud menyosialisasikan empat pilar kebangsaan di Keluragan Lapulu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

 

Dalam kesempatan itu, mantan bupati Kolaka Utara ini  mengatakan salah satu tugas dari dewan adalah ikut menyosialisasikan empat pilar kebangsaan dimana didalamnya terdapat UUD 1945, Pancasila, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

 

Rusda Mahmud yang juga merupakan politisi Partai Demokrat ini menyebut empat pilar kebangsaan sangatlah penting untuk dipedomani oleh seluruh rakyat Indonesia.

 

"Sosialisasi empat pilar kebangsaan tentunya sangat penting bagi Bangsa Indonesia. Ini juga, sebagai bentuk penyegaran kembali di tataran masyarakat tentang arti penting empat pilar kebangsaan," ujar Rusda belum lama ini.

 

Rusda menambahkan tantangan tantangan dalam empat pilar kebangsaan, salah satunya ialah perkembangan zaman dan teknologi, serta penyebaran paham-paham yang bertentangan dengan idelogi bangsa Indonesia.

 

Dalam sosialisasi yang dipadati oleh masyarakat Kecamatan Poasia itu, Rusda Mahmud menekankan kepada masyarakat untuk menerapakan arti dan makna empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Laporan: Muhammad Al Rajap


Kendari, ButonRayaNews.co.id - Salah satu aktivis di Kota Kendari, Muhammad Ikram Pelesa mendorong dan mendukung Kepolisian Republik Indonesia dalam menegakkan supremasi hukum di negara ini

 

"Kami mendukung upaya Polri dalam menindak tegas para perusuh, atau oknum-oknum yang dengan sengaja melawan hukum yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa," ucap Ikram, Sabtu (19 Oktober 2019).

 

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Ikram ini mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya di Sulawesi Tenggara untuk tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kita sadari bersama bahwa di Sulawesi Tenggara ini terdapat berbagai suku bangsa. Olehnya itu mari kira saling menjaga dan menjalin hubungan persaudaraan agar tercipta situasi yang aman dan kondusif," imbuhnya.

 

Selain itu, Ikram juga mengimbau kepada segenap  aktivis di Kota Kendari agar dalam menyampaikan setiap aspirasinya dilakukan dengan cara yang tidak benar atau tidak mencederai konstitusi.

 

"Negara ini memang menjamin setiap orang untuk berbicara di depan umum, tapi dilakukan dengan cara yang benar. Kita tidak menginginkan adanya kerusuhan apalagi sampai ada korban jiwa dalam setiap aspirasi yang disampaikan oleh kawan-kawan aktivis," tutupnya.

 

Peliput: Muhammad Al Rajap

 

 


Page 9 of 131

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0822 9168 7184 

Visitors Counter

2341574
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
6920
6565
24774
2280249
6920
155776
2341574