Wednesday, April 1, 2020

REDAKSI

REDAKSI

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Duta Keadilan Sulawesi Tenggara yang menangani kasus penyekapan dan kekerasan terhadap 10 orang karyawan PT GKP meminta Polda Sultra untuk bersikap netral.

 

Tim Kuasa Hukum korban PT GKP, Wahyu Prianto memberikan apresiasi terhadap langkah cepat yang diambil Polda Sultra dalam menangani kasus 10 karyawan PT GKP tersebut.

 

"Selaku tim kuasa hukum kami menilai apa yang dilakukan pihak kepolisian sudah tepat. Baik dalam melakukan penyidikan, penangkapan, hingga pemeriksaan para tersangka dan calon tersangka. Sepanjang itu memenuhi prosedur, maka hal itu sudah berkekuatan hukum yang sah," ujar Wahyu, Jumat (29/11/2019).

 

Sementara, mengenai pernyataan salah satu LBH untuk menghentikan penyelidikan atau penyidikan perkara yang saat ini sedang bergulir, Wahyu menjelaskan persoalan tersebut harus tetap berjalan dengan mengacu pada peraturan yang berlaku di negara ini.

 

"Pihak kepolisian tidak boleh di intervensi oleh pihak manapun. Apalagi menghentikan proses penyelidikan dan penyidikan ataupun proses pengembangan perkara, karena itu akan menjadi masalah besar," ungkap Wahyu.

 

MAR

 

 


JAKARTA, ButonRayaNews.co.id - Ketua Anak Muda Indonesia Kabupaten Muna, Faisal Yamin mengatakan perdebatan tentang persoalan baliho di Kabupaten Muna harus segera diakhiri karena hanya membuang waktu dan menghabiskan tenaga saja.
 
 
"Kita tidak boleh terlalu berlarut-larut dalam perdebatan tentang persoalan perdebatan pengrusakan baliho. Persoalan ini harus diakhiri secepatnya, karena hal ini hanya membuang waktu dan energi saja," tutur Faisal, Kamis (28/11/2019).
 
 
Kata Faisal, perdebatan tentang pengrusakan baliho di Kota Jati itu telah berjalan cukup lama. Padahal, sambung Faisal, pelaksanaan tahapan pemilihan bupati Muna belum dimulai. 
 
 
"Pemda Muna dan pihak kepolisian harusnya bisa memediasi sehingga pengrusakan baliho menjadi jelas, sehingga tidak lagi saling lempar kesalahan," kata mahasiswa administrasi publik pascasarjana Universitas Nasional ini.
 
 
Terlepas bupati Muna sebagai bakal calon bupati kata Faisal, Rusman Emba harusnya tetap menjalankan aturan yang jelas sehingga bisa memberi efek pencerahan politik untuk masyarakat. 
 
 
Sebab laljut Faisal, masih terlalu banyak yang harus dilakukan dalam menyambut pemilihan kepala daerah di Muna pada 2020 mendatang agar menjadi Pilkada yang bermartabat.
 
 
"Saya ingin ingatkan, jangan sampai Pilkada Muna  2020 akan sama dengan Pilkada 2015, yang harus terjadi PSU sampai tiga kali. Ini adalah pendidikan politik yang tak lazim. Kebetulan skripsi saya waktu kuliah S1 di Universitas Halu Oleo tentang konflik pada pemilihan suara ulang yang terjadi sebanyak 3 kali di Kabupaten Muna. Jadi saya tahu betul konflik, dampak dan kerusakan yang ditimbulkan akibat pemilihan tersebut," beber Faisal. 
 
 
Laporan: Muhammad Al Rajap
 

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Sepanjang tahun 2019 hingga November ini, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara telah mengungkap peredaran narkoba jenis sabu sebanyak lebih dari 18 kilo gram.

 

Direktur Reserse Narkoba Polda Sultra, Kombes Pol Satria Adhi Permana mengatakan pengungkapan narkoba ini merupakan keseriusan Polda Sultra dalam memerangi dan memberantas peredaran narkoba di Sulawesi Tenggara

 

Hal ini diungkapkan saat ditemui usai pemusnahan narkoba jenis sabu di depan Gedung Reserse Narkona Polda Sultra, Kamis (2/11/2019).

 

"Jadi selama tahun 2019, kami sudah memusnahkan 18,895 gram. Hampir 19 kilo gram. Ini merupakan upaya dan kerja keras kami untuk memberantas narkoba di Sulawesi Tenggara," ujar Satria.

 

Dalam kesempatan itu, pihaknya mengajak seluruh stakeholder dan elemen masyarakat untuk bersama-sama dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan gelap narkoba.

 

Menurut perwira tiga bunga melati ini, masuknya narkoba di Sulawesi Tenggara khususnya di Kota Kendari telah melalui berbagai jalur, baik dari jalur darat, jalur laut hingga jalur udara.

 

Laporan: Muhammad Al Rajap

 

 

 


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu di Mapolda Sultra.

 

Sebanyak 1.338,92 gram narkoba jenis sabu dimusnahkan dengan cara di blender. Cara ini juga sebelumnya sudah pernah dilakukan. Barang bukti narkoba ini merupakan hasil pengungkapan Ditres Narkoba Polda Sultra periode Oktober-November 2019.

 

Pemusnahan ribuan gram sabu ini dilakukan di depan gedung Ditresnarkoba Polda Sultra yang dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Sultra, Kombes Pol Satria Adhi Permana.

 

Selain pemusnahan narkoba jenis sabu, Ditresnarkoba Polda Sultra juga ikut memusnahkan barang bukti narkoba lainnya berupa Pil Ekstacy sebanyak 15 butir dengan berat 5,72 gram.

 

"Barang bukti narkoba yang kita musnahkan ini merupakan hasil pengungkapan untuk periode Oktober hingga November dengan tiga laporan polisi dan tiga tersangka," jelas Kombes Pol Satria, Kamis (28/11/2019).

 

Kombes Satria menambahkan pemusnahan barang bukti narkoba itu merupakan perintah undang-undang untuk menyelamatkan anak bangsa dari peredaran dan penyalahgunaan gelap narkoba.

 

Guna memerangi dan memberantas peredaran narkoba kata Satria, juga dibutuhkan komitmen bersama antar stakeholder dan seluruh elemen masyarakat.

 

Laporan: Muhammad Al Rajap

 


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Entah apa yang ada dibenak Suwandi (54) pria yang tinggal di Jalan Edi Sabara, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari ini. 
 
 
Lelaki paruh baya yang juga dikatahui sebagai pemilik nasi goreng gila di Kota Kendari ini tidak berkutik setelah diamankan tim jajaran Reserse Kriminal Polsek Mandonga.
 
 
Kapolres Kendari, AKBP Didik Erfianto mengungkapkan Suwandi diketahui menyewa mobil rental yang ada di Kota Kendari. Lalu tanpa sepengetahuan pemilik, mobil  yang disewa tersebut digadaikan ke orang lain.
 
 
Tak hanya satu mobil, setelah dilakukan pendalaman oleh polisi, Suwandi mengaku telah menyewa dan menggadaikan 13 unit mobil dengan pola yang sama yakni menipu pemilik rental.
 
 
"Tindakan yang dilakukan Suwandi ini terhenti setelah salah satu pemilik rental melaporkannya ke Polsek Mandonga. Pemilik rental melaporkan Suwandi karena menanyakan keberadaan mobilnya. Namun dengan berbagai alasannya, pelaku tidak dapat memperlihatkan mobil sewaannya," beber kapolres Rabu (27/11/2019).
 
 
Lebih lanjut perwira dua bunga melati ini mengatakan dalam melancarkan siasat liciknya, Suwandi menyewa mobil rental dengan biaya Rp9 juta perunitnya. Oleh Suwandi, mobil sewa itu kemudian digadaikannya dengan harga Rp75 juta. 
 
 
"Semua itu dilakukan oleh pelaku untuk membayar utangnya. Jadi, uang hasil penggadaian mobil itu digunakan untuk menutupi utang di mobil-mobil yang lain yang disewa oleh pelaku," jelas kapolres. 
 
 
Kapolres mengimbau kepada seluruh pemilik rental di Kota Kendari yang merasa kehilangan mobil untuk datang ke Polsek Mandongan guna mengecek mobil yang diamankan.
 
 
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini pelaku telah diamankan dan mendekam dibalik jeruji besi Polsek Mandonga. Pelaku juga dijerat dengan pasal 378  KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. 
 
 
Peliput: Muhammad Al Rajap
 
 
 

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Brigjen Pol Merdisyam mengingatkan kepada Direktur Polisi Perairan, AKBP Suryo Aji untuk menuntaskan kasus-kasus penggunaan bom ikan dalam wilayah hukum Polda Sultra.

 

Jenderal bintang satu ini mengurai, wilayah Sulawesi Tenggara merupakan daerah kepulauan. Dan penggunaan bom ikan di Sulawesi Tenggara ini kata Merdisyam masih menjadi modus yang dipakai oleh masyarakat dan sering terjadi.

 

Pengganti Brigjen Pol Iriyanto ini menjelaskan penggunaan bom ikan sangat berbahaya dan juga berimbas pada kerusakan ekosistem di laut seperti terumbu karang.

 

"Saya sudah tekankan kepada dir polair yang baru untuk benar-benar melakukan penegakan hukum pada masyarakat (pelaku bom ikan)," tegas kapolda Sultra, Rabu (27/11/2019).

 

Namun sambung Merdisyam, sebelum dilalukan penindakan pucuk pimpinan di Polda Sultra ini mengingatkan untuk lebih dulu dilakukan sosialisasi pedekatan dan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya penggunaan bom ikan.

 

"Ini akan jadi prioritas utama kita untuk melakukan upaya-upaya baik secara persuasif, prefentif dan represif terhadap penggunaan bom ikan di Sulawesi Tenggara," jelas merdisyam.

 

Laporan: Muhammad Al Rajap


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Pucuk pimpinan di Direktorat Kepolisian Perairan (Dit Polair) Polda Sultra resmi berganti. Serah terima jabatan dari pimpinan yang lama, Kombes Pol Andi Anugrah kepada pimpinan yang baru, AKBP Suryo Aji. 

 

Acara serah terima jabatan dan pisah sambut Dir Polair itu dilakukan di Aula Dachara Polda Sultra dan di pimpin langsung oleh Kapolda Sultra, Brigjen Pol Merdisyam.

 

Saat ditemui usai sertijab, AKBP Suryo Aji memuji kinerja yang telah dilakukan oleh pendahulunya. Mantan Kapolres Baubau ini juga menambahkan di bawah kepemimpinan Kombes Pol Andi Anugrah Polda Sultra termasuk Polda yang diperhitungkan di Indonesia.

 

"Banyak hal yang telah dilakukan oleh beliau (Kombes Pol Andi Anugrah). Dan kami akan meneruskan program-program kerja senior saya khususnya yang berkaitan dengan penegakan hukum di laut," ujar Suryo Aji pada awak media, Rabu (27/11/2019).

 

Perwira dua bunga melati ini menambahkan pihaknya berjanji akan bekerja keras untuk meningkatkan pencapaian yang telah diperoleh pendahulunya. Minimal kata Suryo Aji dirinya bisa mempertahankan pencapaian seniornya itu.

 

Untuk diketahui, AKBP Suryo Aji sebelumnya menjabat sebagai Wadirpolair Polda Sultra. Sementara Kombes Pol Andi Anugrah, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabagkerma Korpolairud Baharkam Polri.

 

Laporan: Muhammad Al Rajap


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sultra berhasil menangkap seorang kurir narkoba berinisial RY (27) belum lama ini. RY merupakan kurir dari jaringan Lapas Kelas II A Kendari.

 

Tersangka Rey sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang alias DPO yang melarikan diri ketika dilakukan penangkapan pada 2 Agustus 2018 lalu di Jalan Sao-Sao, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

 

Kasubit Penmas Polda Sultra, Kompol Agus Mulyadi menjelaskan dalam penyergapan 2018 lalu, pelaku berhasil melarikan diri. Dari keterangannya, pelaku lari ke Provinsi Papua.

 

"Kami berhasil menangkap pelaku setelah pelaku kembali ke Kota Kendari pada Februari lalu. Di Kendari, pelaku ini kerap berganti-ganti tempat dan bersembunyi dirumah keluarganya," kata Kompol Agus.

 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 132 ayat (1) jo pasal 114 ayat (2) Subs pasal 112 ayat (2), Undang- Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

 

Laporan: Muhammad Al Rajap

 


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Forum Komunikasi Keluarga Besar Karyawan (FKKB) PT Gema Kreasi Perdana (GKP) mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk memproses secara hukum pelaku penyanderaan karyawan PT GKP. 
 
 
Ketua FKKB PT GKP, Musrawan mengatakan Jasmin merupakan salah satu terduga yang ditengarai sebagai provokator saat aksi penyanderaan terhadap 10 orang karyawan PT GKP pada Agustus lalu. Dimana, 10 karyawan itu disandera dengan cara diikat. 
 
 
Tak sampai disitu kata Musrawan, 10 karyawan PT GKP itu juga mendapatkan perlakuan yang tidak sangat tidak wajar. Para karyawan itu juga dipukuli, ditendang dan tidak diperbolehkan untuk makan.
 
 
"Para korban juga dicaci maki. Ada juga barang-barang dari karyawan yang disandera itu dirusak. Bahkan ada sebagian yang hilang. Dan yang lebih parah lagi, korban dilarang untuk menjalankan ibadah. Ini kan sangat tidak manusiawi," ungkap Musrawan, Senin (25/11/2019).
 
 
Lebih jauh Musrawan yang juga merupakan masyarakat Wawonii ini mengungkapkan pihaknya membantah pernyataan dari Mando Maskuri yang mengatakan bahwa perusahaan kerap menerobos lahan warga.
 
 
"Kami juga meminta kepada apak Ahmad Taufan Damanik selaku Ketua Komnas HAM Republik Indonesia untuk membuka mata dan hatinya. Sebab korban yang sebenarnya adalah 10 karyawan PT GKP yang disandera dengan cara-cara yang biadab. Bahkan yang sangat miris mereka tidak dibolehkan melaksanakan sholat lima waktu," beber Musrawan. 
 
 
Laporan: Muhammad Al Rajap

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Aladin dan Jasmine, dua tokoh dalam dunia perfilman yang terkenal di jamannya dipastikan hadir di malam pergantian tahun baru di Claro Hotel Kendari.
 
 
General Manager Claro Hotel Kendari, Syahrir Ramadan mengatakan menjelang pergantian tahun baru pihaknya melakukan berbagai inovasi untuk menarik perhatian masyarakat Kota Kendari datang ke Claro. 
 
 
Salah satunya, manajemen hotel nomor satu di Kendari itu bakal mengusung tema Story of Agrabah. Tema ini lebih dikenal luas oleh masyarakat dengan tokohnya yang bernama Aladin. 
 
 
"Setiap tahun kami mengusung tema berbeda dan kami peruntukkan kepada tamu-tamu Hotel Claro Kendari. Tentunya dengan harapan agar tamu-tamu kami selalu merasa betah dan tidak bosan selama menginap di hotel kami," ujar Syahrir belum lama ini.
 
 
Menurutnya, tema yang identik dengan Aladin itu dipilih karena film Aladin sangat digemari oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa di jamannya. 
 
 
Tema Story of Agrabah atau Aladin, kata Syahrir bertempat di Phinisi Ballroom dan akan digelar pada tanggal 31 Desember 2019 nanti dengan nuansa galla dinner. Kegiatan itu rencananya juga akan dimeriahkan oleh artis ibu kota.
 
Peliput: Muhammad Al Rajap

Page 10 of 131

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0822 9168 7184 

Visitors Counter

2341801
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
7147
6565
25001
2280249
7147
155776
2341801