Saturday, September 21, 2019

REDAKSI

REDAKSI

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Dalam menghadapi kemajuan teknologi yang semakin cepat, perusahaan otomotif merk Honda juga terus berbenah dan melakukan berbagai inovasi. Terbaru, perusahaan yang dikenal dengan jargon "Salam Satu Jari" itu kembali meluncur produk terbarunya, yakni Honda Genio dan Honda ADV 150.

 

Kedua jenis kendaraan ini telah resmi diperkenalkan kepada masyarakat Sulawesi Tenggara khususnya warga Kota Kendari pada Sabtu 21 September 2019 di salah satu tempat perbelanjaan Kendari. Manager Marketing Astra Motor Makassar, Matthew Poetra Sah mengatakan peluncuran produk Honda baru tersebut merupakan penyegaran jenis baru dari produk-produk Honda sebelumnya. 

 

"Keduanya (Honda Genio dan Honda ADV 150 adalah brand baru untuk memenuhi permintaan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali di Kota Kendari," kata Matthew pada awak media dalam acara press conference.

 

Dijelaskannya, produk terbaru dari Honda itu dikhususkan untuk kaum milenial di Indonesia yang selalu ingin tampil beda. Karena menurut Matthew, kaum milenial di Indonesia sangat banyak dan dianggap cocok dan pas mengendarai produk Honda tersebut.

 

"Honda Genio bodynya lebih kompleks, rangkanya juga lebih ringan dari Produk Honda lainnya. Genio ini ada di tengah-tengah antara Scoopy dan Beat Sporty," tambah Matthew.

 

Sementara produk Honda ADV 150 kata Matthew di desain untuk kaum milenial yang memiliki jiwa petualang. Sebab di kendaraan tersebut dilengkapi dengan fitur spidometer lebih canggih.

 

"Ban dari Honda ADV 150 ini sangat cocok untuk di Kota Kendari ini. ADV 150 juga sudah memiliki subreker yang dipakai oleh para pembalap. Jadi, tidak perlu ragu lagi untuk memiliki Honda ADV 150," kata SPV People Chanel Astra Motor Makassar, Jonathan Sugianto.

 

Sementara itu, Corporate Communication Astra Motor Makassar, Abiyyu Febby mengatakan produk terbaru dari Honda tersebut telah tersedia di dialer-dialer resmi Honda yang ada di Kota Kendari.

 

"Tentu saja kita siapkan dulu semua produk-produknya dan ditempatkan di dialer resmi kami, baru kita umumkan secara resmi," kata pria yang akrab disapa Febby itu

 

Peliput: Muhammad Al Rajap


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Dalam menghadapi kemajuan teknologi era digital 4.0, dua dokter ahli forensik Sulawesi Tenggara menghadiri menerima materi dari Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusddokes) Polri, Brijen Pol Musyafak.

 

Kegiatan tersebut berlangsung dalam Muktamar Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PIT-PDFI) 2019 di Provinsi Yogyakarta, Kamis 19 September 2019. Dua dokter forensik Sultra tersebut adalah Kompol Dr dr Mauluddin SSos SH MH MKes SPF dan dr Raja Al Fath Widya Iswara MHKes SpFM.

 

Saat ditemui usai menerima materi dari Kapusdokkes Polri, Kompol Mauliddin mengatakan ilmi yang diperoleh sangat penting dan berarti untuk diaplikasikan dalam kehidupan yang serba modern ini. Materi yang dibawakan jenderal polisi bintang satu itu yaitu mengenai dokter forensik dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

 

"Jadi, materi yang diberikan oleh Kapusdokkes Polri itu mengenai kemajuan teknologi 4.0. Dan materi ini sangat penting bagi peserta khususnya kami dari perwakilan dokter forensik Sultra," jelas Mauluddin.

 

Lebih lanjut Kompol Mauluddin mengungkapkan dengan adanya materi yang diterima dari Kapusdokkes Polri, maka pihaknya mengaku siap untuk menghadapi menghadapi era revolusi industri 4.0.

 

"Saya rasa PIT (Pertemuan Ilmiah Tahunan) ini juga sebagai ajang silaturahmi antara dokter forensik se-Indonesia," tutur Mauluddin.

 

Sementara itu, Brigjen Pol Musyafak menekankan, forensik harus memanfaatkan teknologi digital bagi dunia medis yang sudah berkembang.

 

Hal penting lainnya, menurut dia, peningkatan profesionalisme dokter forensik dalam penyelenggaraan scientific crime investigation di era revolusi indusri 4.0.

 

"Forensik sifatnya independen, anggarannya terbatas, dokter harus bekerja dengan profesional," kata jenderal bintang satu ini.

 

Saat ini, kata Musyafak, pelayanan kesehatan seiring sejalan dengan perkembangan teknologi. Mengetahui penyakit dalam tubuh menggunakan alat teknologi yang canggih.

 

"Anak yang masih dalam kandungan saja sudah diketahui jenis kelaminnya. Ini semua karena teknologi," katanya.

 

Musyafak berharap, dokter forensik mulai bekerja dengan standar pendidikan, pelayanan, dan pengembangannya untuk mencapai cita-cita yang diinginkan.

Peliput: MAR


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - PT Amin, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan diduga melakukan aktivitas diluar Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dimilikinya. 

 

Pasalnya, IUP perusahaan berlokasi di Desa Patikala, Kecamatan Tolala Kabupaten Kolaka Utara sementara PT AMIN diduga melakukan aktivitas penambangan di Laburino, Desa Mosiku, Kecamatan Batu Putih, Kolaka Utara.

 

Tak hanya itu, Mantan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Tenggara, Kombes Pol Rosyanto Yudha Hermawan juga di sebut-sebut terlibat dalam aktifitas pertambangan. 

 

Saat ditemui di Polda Sultra, perwira tiga bunga melati dipundaknya itu membantah dengan tegas tudingan miring yang dialamatkan kepada dirinya.

 

"Saya sudah panggil mereka-mereka (anggota Polri) yang katanya mengaku bekerja atas nama saya," jelas Kombes Pol Yudha.

 

Pengganti Kombes Pol Winarto ini juga mengaskan sudah memerintahkan PT Amin untuk menghentikan aktivitasnya, dan bila masih beraktivitas maka akan segera ditindak tegas.

 

Ia juga mengakui adanya aktivitas pertambangan tersebut. Dan dirinya telah memerintahkan untuk menghentikan aktivitasnya.

"Hentikan segera, atau tidak saya tangkap," tegas Rosyanto.

Sementara itu ditempat terpisah, Kapolres Kolaka Utara, AKBP Soesilo Setiawan mengatakan saat ini pihaknya tegah melakukan penyelidikan soal dugaan aktivitas ilegal PT Amin.

 

"Kami sudah meminta klarifikasi dari pihak PT Amin, namun masih dalam tahap lidik," kata kapolres, Rabu (18/09/2019).

 

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sultra, Ali Mazi mengatakan bila PT Amin benar melakukan aktivitas ilegal maka dirinya akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

 

"Tidak boleh menambang secara ilegal," ujarnya.

Peliput: MAR


Oleh: DR. Saharuddin

 

Pulau Muna sudah berkembang sejak sebelum masa kolonial dengan sistem budaya dan politiknya yang khas. Dalam diskursus demokrasi, pemerintahan Muna masa lalu  sudah menerapkan sistem kepemimpinan yang mencerminkan sistem pemerintahan yang demokratis.

 

Sepanjang perjalanan sejarah sistem budaya dan politiknya telah mengalami dinamika sehingga praktek budaya dan politik juga mengalami pergeseran. Celakanya, pergeseran tersebut semakin menjauhkan masyarakat Muna dari akar-akar budayanya.

 

Karena itu, untuk membangun Muna masa depan maka diperlukan pemahaman kembali tentang budaya dan politik pembanguna yang bersifat "keMunaan".

 

Budaya dalam pengertian ini adalah pedoman dan cara-cara orang Muna bertingkah laku dalam kehidupan sosial termasuk di bidang adat istiadat, seni budaya, pertanian sebagai aktivitas mata pencaharian utama, dan sistem pemerintahan.

 

Keseluruhannya dipandu dengan nilai-nilai budaya kebersamaan dengan nafas religius. Aktivitas pertanian misalnya, terlaksana sedemikian rupa sehingga unsur-unsur religius, gotong royong dan seni budaya hadir secara bersamaan.

 

Sesuai dengan konteks lingkungannnya, maka pertanian lahan kering, seperti jati, jambu, jagung, padi wuna dan ubi-ubian, serta peternakan ayam kampung, sapi, kambing dan kuda menjadi ciri khasnya.

 

Dari rangkaian aktivitas di semua bidang kehidupan sosial tersebut kerbersamaan dan kebahagiaan relatif tercipta.  Kini akibat kikisan peradaban modern, maka praktek-praktek bertingkahlaku dalam kehidupan sosial sudah semakin menjauh dari akar-akar budaya Muna.

 

Di sektor pemerintahan, kebersamaan juga tampak. Perpaduan "Kaomu" - "Walaka" dalam sistem kepemimpinan pemerintahan Muna sudah terjalin sejak lama. Seolah tanpa perpaduan "Kaomu" - "Walaka" pelaksanan kepemimpinan akan terasa hambar.

 

Meskipun saat ini, terutama dari kalangan muda yang masih kurang memahami atau mendalami makna budaya Muna sudah mulai mempesoalkan relevansi perpaduan "Kaomu" - "Walaka" dalam penyelengaraan system pemerintahan di Muna, khususnya dalam pemilihan bupati dan wakil bupati.

 

Namun, membaca kecendurungan politik pemerintahan di Muna, rasa-rasanya tidak akan ada yang "berani" mencoba untuk maju dalam pasangan bupati-wakil bupati tanpa menyertakan paket "Kaomu" - "Walaka" atau "Walaka" - "Kaomu".

 

Politik dalam pegertian "pembangunan melalui jalur budaya dan politik" adalah segala kebijakan yang diambil dalam praktek pemerintahan di Muna. Kebijakan pembangunan seyogyanya merupakan kelanjutan dari kebijakan-kebijakan pembangunan pada era pemerintahan sebelumnya.

 

Termasuk dalam pengertian ini adalah merubah orientasi arah kebijakan pembangunan dengan tetap memperhatikan kebijakan pembangunan sebelumnya sebagai acuanya, dan tidak boleh terperangkap dalam terminology "salah" atau "keliru" terhadap pelaksanaan pembangunan sebelumnya.

 

Evaluasi dan perbaikan arah kebijakan adalah suatu keniscayaan, tetapi menyalahkan atau menduplikasi kebijakan sebelumnya tanpa pengayaan semestinya harus dihindari.

 

Pada kenyataannya, praktek budaya masa lalu dalam kehidupan sosial sudah jauh ditinggalkan. Hadirnya komoditas baru sebagai tuntuan konsumsi masyarakat  secara perlahan mulai "menggeser" peran komoditas asli jati, jambu, jagung, padi wuna dan  ubi-ubian, serta peternakan ayam kampung, sapi, kambing dan kuda.

 

Dalam sektor kepemimpinan, pasangan "Kaomu" - "Walaka" atau "Walaka" - "Kaomu" hanya muncul dalam posisi bupati-wakil bupati tetapi tidak menjadi pertimbangan dalam jabatan dan posisi-posisi lain dalam struktur birokrasi.

 

Celakanya, dalam dua periode kepemimpinan terakhir yang berlangsung di Muna, meskipun terumuskan gagasan "Kaomu"– "Walaka" dalam proses politik di Pilkada, tetapi ketika roda pemerintahan berjalan maka wacana yang berkembang di masyarakat adalah selalu  "pecah kongsi" baik antara bupati dan wakil bupati, maupun antara bupati dengan partai pengunsungnya.

 

Celakanya lagi, perpecahan tersebut semakin mempertegas polarisasi sosial antar kubu berdasarkan pasangan pilkada "menang vs kalah".  Akibatnya adalah bahwa roda pemerintaan tidak berjalan efektif dan gejala konflik kepentinga antara kubu  di masyarakat semakin meningkat  sepanjang praktek pemerintahan.

 

Karena itu saya berpandangan bahwa pemerintahan ke depan secara kultural harus menjadi pewaris kepemimpinan sebelumnya, dan secara politik harus menjadi penerus kebijakan pembangunan dari pemerintahan sebelumnya.

 

Secara kultural, bahwa nilia-nilai budaya yang pernah hidup dan berkembang dalam mengawal kehidupan sosial masyarakat, termasuk komoditas asli Muna yang mencerminkan mata pencaharian penduduk harus dihidupkan, dihadirkan kembali dan ditransformasi sesuai kebutuhan hidup masa kini.

 

Harus ada rekonstruksi budaya masa lalu secara tepat dalam setiap aspek kehidupan sosial, termasuk di sektor pertanian, peninggalan budaya dan seni budaya. Demikian pula di bidang politik, harmonisasi "Kaomu" - "Walaka" harus hadir dalam struktur birokrasi pemerintahan.

 

Tentu saja hal ini harus tersinergi dengan pertimbangan married system dimana kompetensi, keahlian dan integritas yang memihak pada kepentingan rakyat  harus tetap dikedepankan, demi tercapainya cita-cita untuk memakmurkan   bumi dan memakmurkan rakyat dalam segala aspek kehidupan sosial.

 

Budaya Muna harus terus dihidupkan, diperkaya, dan diaplikasikan dalam kehidupan sosial dan dalam birokrasi demokrasi harus ditegakkan, politik pembangunan harus bersifat meneruskan, inovatif dan melayani, serta menghapuskan segala bentuk politik balas budi dan polarisasi atas dasar kepentingan politik dan golongan.

 

Penulis adalah dosen tetap pada Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Instritut Pertanian Bogor

 

Penulis juga bakal calon bupati Muna 2020-2025


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Ratusan mahasiswa program pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara mengikuti Kuliah Umum dengan tema "Reflecting on Our Situations as Graduate Students" pada Senin (09/09/2019).

Kuliah Umum itu diampu oleh Profesor Yazid Basthomi, seorang Pakar English Language Teaching (ELT) dari Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, Jawa Timur.

Kegiatan yang digelar guna memberikan arahan dan penguatan bagi para mahasiswa pascasarjana ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai latar belakang departemen, seperti Keguruan Bahasa, Pendidikan IPS, Ilmu Budaya, dan Pendidikan Bahasa Indonesia.

"Kita memerlukan kemampuan fleksibilitas, yakni kemampuan untuk mudah menyesuaikan diri terhadap perkembangan sesuatu karena kita berhadapan dengan perkembangan 'Infotech dan Biotech' yang akan pesat," kata Profesor Yazid dalam paparannya.

Menurutnya, Infotech atau teknologi informasi dan Biotech akan mengalami perkembangan ilmu yang sangat cepat. "Perubahannya sangat sulit untuk diprediksi. Kita harus mempersiapkan diri dengan lebih fleksibel terhadap perubahan sosial ke depan," imbuhnya.

Untuk itu, mahasiswa program pascasarjana UHO diharapkan mampu beradaptasi dengan tuntutan perubahan di tengah kondisi global yang penuh dengan ketidakpastian.

"Apakah Indonesia mampu menerima perkembangan infotech dan biotech yang begitu cepat ini, saya kurang mampu memprediksi, tetapi rasanya kita tetap bisa 'keep in touch' dengan perkembangan itu. Yang kita perlukan adalah kesadaran terhadap perkembangan situasi yang begitu cepat itu," jelas Prof Yazid.

Sementara itu, Ketua Program Studi Keguruan Bahasa, Alberth mengatakan, kegiatan ini pada dasarnya adalah bentuk penguatan dan refleksi bagi mahasiswa pasca sarjana tentang karakter-karakter apa saja yang diharapkan dapat dimunculkan oleh mahasiswa dalam menghadapi era yang penuh dengan ketidakpastian ini.

"Termasuk tuntutan tentang pentingnya publikasi karya ilmiah bagi mahasiswa. Kita harus membangkitkan kesadaran mahasiswa, khususnya pada tataran pascasarjana agar mereka tidak kehilangan arah," kata Alberth.

Kedepannya, diharapkan ada tindaklanjut dari kegiatan kuliah umum ini, baik itu terhadap mahasiswa, maupun para dosen.

"Kami harapkan ada kelanjutan dari kegiatan ini, mungkin kedepannya kami akan mengadakan kegiatan pelatihan penulisan karya tulis ilmiah, bagi mahasiswa dan juga dosen," pungkasnya.

Peliput: Muhammad Al Rajap


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Sebagai kegiatan rutinitas bulanan, Dharma Wanita Persatuan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar pertemuan yang dihadiri oleh Ketua Unit DWP UHO beserta jajaran pengurusnya serta ketua-ketua Sub Unit tingkat fakultas dan anggota-anggotanya. 
 
Ketua Sub Unit DWP FIB, Trimunasly Akhmad Marhadi mengungkapkan jika suksesnya kegiatan tersebut karena persiapan yang cukup matang. 
 
Ia menyampaikan rasa terimakasih kepada Ketua DWP sub unit FIB, menyampaikan resa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DWP Unit UHO beserta ibu-ibu DWP Sub Unit telah hadir dalam acara.
 
"Saya juga menyampaikan terimakasih kepada pemateri yang sudah meluangkan waktunya dan berbagi pengetahuan kepada ibu-ibu DWP Dharma Wanita Persatuan UHO," ungkapnya belum lama ini. 
 
Sementara itu, pemateri dalam pertemuan itu Rahmat Sewa Suraya menjelaskan pentingnya kapasitas ibu rumah tangga dalam pengelolaan kuliner tradisi haroa. 
 
Ketua Jurusan Tradisi Lisan FIB ini menambahkan, tujuan dari itu agar pemahaman mengenai tradisi serta mengelolah tradisi agar tradisi tetap lestari dan tetap dipertahankan. 
 
"Saya berharap bahwa kemampuan ibu rumah tangga dalam mengolah kuliner haroa dapat ditingkatkan," jelasnya. 
 
Peliput: Asis

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Sebuah promo menarik dari rumah bernyanyi keluarga, Lyric Karaoke Kendari yang diberi nama Lucky Draw ditawarkan kepada pengunjung untuk semua kalangan.

 

Setiap pengunjung yang bernyanyi di Lyric Karaoke ini akan mendapatkan kesempatan untuk memenangkan hadiah utama berupa satu unit motor matic jenis Honda.

 

Manager Lyric Karaoke Kendari, Alfius mengatakan dalam pengadaan promo ini pihaknya bekerjasama dengan Nusantara Surya Sakti (NSS) dan PT Bali Hai.

 

Alfi mengungkapkan selain hadiah utama motor, pengunjung juga akan mendapatkan kesempatan untuk memenangkan hadiah hiburan lainnya berupa televisi dan Handphone atau HP.

 

"Untuk bisa mendapatkn satu kupon undian dari promo tadi, pengunjung mesti melakukan pembelanjaan minimal Rp250 ribu serta memesan minimal tiga botol Bali Hai. Promo itu juga berlaku untuk kelihatannya. Semakin banyak pemesanan, maka kupon undiannya juga akan ditambah," ujar Alfius pada awak media, Sabtu (07/09/2019).

 

Promo Lucky Draw ini mulai diberlakukan sejak Sabtu 7 September 2019 hingga 31 Desember 2019. Sementara untuk waktu pengundiannya, akan dilakukan menjelang pergantian tahun.

 

Sementara itu, Area Sales Manager PT Bali Hai Sultra, Salahuddin mengatakan Lyric Karaoke merupakan mitra dari PT Bali Hai yang telah lama bekerjasama dan saling mendukung dalam pengembangan usaha.

 

"Karaoke Lyric ini memang outlet terbesar kami (Bali Hai) karena, penjualan Bali Hai disini cukup signifikan dibandingkan dengan outlet kami di tempat lain," kata pria yang akrab disapa Bang Udin ini.

 

Lebih lanjut Udin menuturkan berkat penjualan yang signifikan tersebut, pihaknya mengaku dapat mengimbangi market penjualan dari kompetitor.

 

"Memang ini baru pertama kali dilakukan di Kota Kendari. Namun jika promo ini sukses, tentu saja akan kita kembali adakan di tahun selanjutnya," tutup Udin.

 

Di tempat yang sama, PC Dealer NSS Kendari, Andi menjelaskan pihaknya mendukung penuh diadakannya promo Lucky Draw tersebut.

 

Ia berharap melalui penguatan kemitraan, market produk honda terus meningkat dan NSS juga kian dikenal serta digandrungi para pencinta motor Honda.

 

"Yah, ini juga bagian dari promo buat kami (NSS). Insha Allah, kami juga bisa selalu terlibat di project lainnya," ungkap Andi.

 

Peliput: Muhammad Al Rajap

 


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Dalam ajang Pra-PON, sebanyak enam rider Sulawesi Tenggara dibawah asuhan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sultra bakal menjajal Sirkuit Sentul Internasional Karting.

 

Dalam ajang pra-PON ini, enam rider handal Sultra akan berjibaku dengan rider-rider lainnya yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia yang juga memiliki kemampuan balap motor yang berkualitas.

Ketua Bidang Olahraga Sepeda Motor IMI Sultra, Erwin menyebut ke enam pembalap Sultra tersebut adalah Adriansyah, Muh Resky Awal, Laode Muh Sefian, Handy Tuahatu, Teddy Tuahatu dan Yudi Prayogo.

 

"Ke enam pembalap kita (Sultra) ini akan turun dalam kelas yang berbeda. Untuk Handy Tuahatu, Teddy Tuahatu dan Yudi Prayogo akan turun di kelas utama (seeded) sementara tiga lainnya turun di kelas pemula," ujar Erwin, Sabtu (08/09/2019).

 

Menurutnya, yang menjadi tantangan para rider andalan Sultra itu pada ajang pra-PON adalah sirkuit. Karena sirkuit yang digunakan, sedikit berbeda dengan sirkuit sebelumnya.

"Sebelum bertanding, pembalap kita ini lebih dulu akan beradaptasi dengan sirkuitnya. Dan persiapan kita saat ini sudah 80 persen," kata Erwin.

 

Di ajang pra-PON nanti kata Erwin, pihaknya optimis bisa lolos 16 besar sebagai syarat untuk tampil di PON yang akan dilaksanakan di Provinsi Papua pada 2020 mendatang. 

 

"Para pembalap kita ini aktif mengikuti berbagai kejuaraan. Prestasi mereka selalu baik. Untuk itu, kami minta doa dan dukungan dari masyarakat Sultra agar target kita ke PON Papua nanti bisa terpenuhi," tutup Erwin.

 

Peliput: Muhammad Al Rajap


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Entertainment Hotel Claro Kendari, memperkenalkan talent-talent barunya untuk menghibur semua pengunjung hingga pelanggan setia Claro Hotel Kendari.
 
 
Terdapat tiga talent baru yang dihadirkan oleh manajemen hotel tertinggi di ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara ini. 
 
 
Ketiga talent tersebut adalah, Disc jockey atau DJ, dancer dan band. Untuk talent DJ, Claro Hotel Kendari menghadirkan dua orang sekaligus. 
 
 
Manager Entertainment Grand Clarion Kendari, Parmin mengatakan semua talent yang dihadirkan merupakan talent-talent profesional yang telah memiliki jam terbang tinggi. 
 
 
"Kita juga hadirkan Ozone Band yang beranggotakan tujuh orang. Sama halnya dengan DJ, Ozone Band ini juga memiliki jam terbang tinggi yang telah tampil di kota-kota besar di Indonesia," ujar Parmin di Claro Kendari, Jumat (06/09/2019).
 
 
Tak ubahnya dengan talent DJ dan band yang telah diperkenalkan, manajemen Claro Hotel Kendari juga memperkenalkan empat orang dancer yang siap menampilkan penampilan terbaik di setiap aksi panggungnya. 
 
 
"Jadi, manajemen Claro Hotel Kendari selalu menghadirkan talent-talent baru setiap dua bulan sekali. Hal ini kita lakukan agar penampilan setiap talent kita itu tidak monoton dan tidak membuat pengguna menjadi bosan," ujar Parmin. 
 
 
Seluruh talent tersebut lanjut Parmin akan tampil menghibur semua pengunjung Claro Hotel Kendari sesuai dengan bidang dan keahliannya masing-masing. 
 
 
"Talent-talent yang telah kita perkenalan ini akan bekerja dengan kami untuk periode September-November. Dan untuk pergantian talent di Claro Kendari merupakan hal yang biasa kita lakukan," tutup Parmin. 
 
 
Peliput: Muhammad Al Rajap

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Puluhan mahasiswa IAIN Kendari yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMPK) melakukan aksi terkait dukungan atas kebijakan Rektor IAIN dalam melakukan pemberantasan radikalisme dilingkup Kampus IAIN.
 
 
Aaksi tersebut di lakukan di pelataran gedung terpadu IAIN Kendari, Kamis 5 September 2019.
 
 
Korlap aksi Nasruddin menghimbau kepada seluruh mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi dengan segala bentuk isu yg di hembuskan oleh segelintir orang yang memiliki niat merusak tatanan kampus tercinta IAIN Kendari. 
 
 
"Saya pikir setiap langkah yang dikeluarkan oleh Rektor sudah sesuai prosedur dan melalui rapat koordinasi dengan stakeholders terkait," ujarnya. 
 
 
Ia menambahkan, kebijakan populis seperti ini telah melalui kajian yang ilmiah terkait asas manfat dan mendorong proses perkuliahan yang transparan dan interaktif. 
 
 
Untuk diketahui, buntut dari demonstrasi itu berawal dari sejumlah mahasiswa IAIN Kendari yang mendukung langkah Rektor IAIN Kendari yang melarang mahasiswinya menggunakan cadar selama proses belajar mengajar berlangsung. 
 
 
Peliput: Asis

Page 1 of 119

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0813 5444 5525

Visitors Counter

1591220
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
995
2968
20972
1548325
65717
89717
1591220