Monday, July 22, 2019

REDAKSI

REDAKSI

KONAWE SELATAN, ButonRayaNews.co.id - Sebanyak 51 mahasiswa Jurusan Tradisi Lisan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar praktek kuliah lapangan (PKL) di Desa Ranooha Lestari, Kecamatan Buke, Konawe Selatan.
 
Kepala Desa Ranooha Lestari, Hasrianti mengapresiasi PKL yang dilakukan oleh mahasiswa Tradisi Lisan FIB UHO. Menurutnya, kegiatan seperti itu perlu dilakukan agar masyarakat mengetahui Tradisi Lisan di masyarakat. 
 
"Semoga masyarakat dapat memperoleh ilmu dari kegiatan PKL ini. Dan bisa membantu pemerintah desa merancang desa wisata," kata Hasrianti, Sabtu (20/07/2019).
 
Sementara itu, Ketua Jurusan Tradisi Lisan FIB UHO, Rahmat Sewa Suraya mengatakan, ada beberapa item kegiatan PKL di Desa Ranooha Lestari diantaranya identifikasi Tradisi Lisan ke masyarakat dan sosialisasi Jurusan Tradisi Lisan ke sekolah.
 
Ia menambahkan, kegiatan PKL itu akan dilaksanakan selama dua hari yaitu mulai 19 Juli hingga 20 Juli 2019.
 
"Saya mengucapkan termaksih atas sambutan yang baik oleh pemerintah desa dan masyarakat," ujarnya. 
 
"Saya juga berharap kepada mahasiswa, agar kegiatan PKL ini menggali secara nyata atau langsung tentang tradisi sosial yg berkembang di masyarakat," harap Rahmat. 
 
Peliput: Asis

Tradisi Lisan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar praktek kuliah lapangan (PKL) di Desa Ranooha Lestari, Kecamatan Buke, Konawe Selatan.
 
Kepala Desa Ranooha Lestari, Hasrianti mengapresiasi PKL yang dilakukan oleh mahasiswa Tradisi Lisan FIB UHO. Menurutnya, kegiatan seperti itu perlu dilakukan agar masyarakat mengetahui Tradisi Lisan di masyarakat. 
 
"Semoga masyarakat dapat memperoleh ilmu dari kegiatan PKL ini. Dan bisa membantu pemerintah desa merancang desa wisata," kata Hasrianti, Sabtu (20/07/2019).
 
Sementara itu, Ketua Jurusan Tradisi Lisan FIB UHO, Rahmat Sewa Suraya mengatakan, ada beberapa item kegiatan PKL di Desa Ranooha Lestari diantaranya identifikasi Tradisi Lisan ke masyarakat dan sosialisasi Jurusan Tradisi Lisan ke sekolah.
 
Ia menambahkan, kegiatan PKL itu akan dilaksanakan selama dua hari yaitu mulai 19 Juli hingga 20 Juli 2019.
 
"Saya mengucapkan termaksih atas sambutan yang baik oleh pemerintah desa dan masyarakat," ujarnya. 
 
"Saya juga berharap kepada mahasiswa, agar kegiatan PKL ini menggali secara nyata atau langsung tentang tradisi sosial yg berkembang di masyarakat," harap Rahmat. 
 
Peliput: Asis

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP- PKK) Buton Utara (Butur), siap ambil bagian dalam rangka mensukseskan lomba jambore tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara yang akan dilangsungkan di Kabupaten Muna, bulan depan. Kegiatan itu rencananya akan berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 Agustus 2019. 
 
Menjelang pelaksanaan kegiatan tahunan itu, TP-PKK Butur, mulai memantapkan persiapan, salah satunya dengan menggelar rapat di Aula Setda setempat, Jumat (19/7/2019). 
 
Ketua TP PKK Butur, Siti Rabiah Abu Hasan menuturkan, kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan. Penyelenggaraannya dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat. 
 
Lanjut dia, pelaksanaan kegiatan tersebut, untuk menambah wawasan, pengetahuan dan mengeratkan persaudaraan.  Selain itu, juga menjadi ajang memotivasi para kader dalam menggerakkan keluarga, guna mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, bertaqwa dan mandiri.
 
Terlepas dari suksesnya kegiatan, ia juga berharap, agar dalam setiap cabang lomba yang diselenggarakan nanti, pihaknya bisa meraih juara. Selain itu, juga bisa mendapatkan pengalaman yang bernilai manfaat dalam meningkatkan peran-peran keluarga sampai ke tingkat desa.
 
"Dan untuk kedepannya para kader akan lebih maju lagi untuk meningkatkan kinerja terutama kegiatan-kegiatan 10 program pokok PKK, pungkasnya.
 
Adapun lomba yang akan diikuti antaralain lomba devile, penyuluhan, lomba gembira, vokal grup, lomba terompa, lomba pesan berantai, lomba mengiring balon. 
 
Peliput: Ran

Buton Selatan, ButonRayaNews.co.id - Tepat hari jadi Kabupaten Buton Selatan (Busel) yang memasuki tahun ke 5 pada tanggal 24 Juli 2019, Pemerintah Desa Lampanairi Kecamatan Batauga terus menggenjot pembangunan desa diberbagai bidang.
 
Upaya menggenjot Pembangunan di Desa dimaksud dilaksanakan dalam rangka meng implementasikan Visi misi Pemerintah Kabupaten Busel  2017-2022 dibawah kendali Bapak Plt Bupati H. La Ode Arusani, yakni Terwujudnya Kabupaten Busel sebagai pusat pertumbuhan baru melalui Optimalisasi sumber daya lokal menuju Masyarakat yang sejahtera, Mandiri dan bermartabat.
 
Pernyataan tersebut disampaikan PJ. Kepala Desa Lamapanairi, Waode lizaama saat ditemui awak media di kantor Kepala Desa Lampanairi Kec. Batauga Kab. Buton Selatan baru baru ini. 
 
Ibu Srikandi yang juga sebagai Koordinator Pajak Bumi dan Bangunan pada Kecamatan Batauga ini mengungkapkan bahwa sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipercaya oleh Bupati sebagai PJ Kepala Desa harus berusaha maksimal dalam mengjewantahkan apa yang menjadi Program Pemerintah Kabupaten Busel sehingga dapat singkron antara apa yang menjadi kebutuhan Masyarakat Desa serta harus sesuai dengan Visi dan misi Bupati Busel. 
 
"Saya sebagai ASN yang diberi kepercayaan untuk menjabat sebagai PJ. Kepala Desa Lampanairi oleh Bapak Bupati harus berusaha maksimal agar Apa yang menjadi Program kegiatan di Desa Lampanairi dapat berkontribusi terhadap pencapaiian dan terwujudnya pembangunan di tingkat desa. Artinnya bahwa kegiatan yang diprogramkan di Desa harus terintegrasi dengan rencana Pembangunan pada tingkat Kabupaten sehingga anggaran tidak mubasir dan sia sia,  karena jika hal ini tidak kita konndisikan, maka akan terjadi penganggaran yang tumpang tindih atau doble" ungkapnya.
 
Ibu dari tiga orang anak ini menuturkan bahwa seiring dengan Peringatan Hari jadi Kabupaten Busel yang ke 5 pihaknya terus menyukseskan Sejumlah program Pembangunan di Desa Lampanairi baik program pembangunan dari Pemerintah Kabupaten maupun program pembangunan yang anggaranya dari APBDes 
 
"Saya bersama Jajaran Pemerintah Desa Lampanairi, tengah menggenjot beberapa program Pemerintah Kabupaten seperti Program Bedah Rumah bagi Masyarakat maupun Program yang sumber anggaranya dari Dana Desa yang termuat dalam Apbdes Tahun Anggaran 2019" tuturnya.
 
Penjabat Kepala Desa yang menjabat sejak tanggal 10 Agustus 2018 ini menyampaikan bahwa pada Tahun anggaran 2019 Pihaknya bersama Aparat dan BPD Desa Lampanairi telah menetapkan Anggaran pendapatan dan belanja Desa (APBDes)  sebanyak Rp. 1.479.036.000 yang bersumber dari Dana Desa (DD)  Sebesar Rp. 861.289.000 dan Alokasi Dana Desa (ADD)  sebesar Rp. 617.748.000.
 
Dari total anggaran tersebut di dialokasikan sebanyak Rp. 234.900.000 untuk Belanja penghasilan dan Tunjangan Kepala Desa dan perangkatnya Belanja Penyediaan jaminan sosial bagi Kepala Desa dan Perangkat sebanyak Rp. 9.583.500,- Belanja Operasional Pemerintah Desa sebesar Tp. 24.510.000,- Tunjangan dan Operasional Badan Perwakilan Desa (BPD)  sebanyak Rp. 28.900.000,- Belanja penyediaan Sarana perkantoran sebesar Rp. 32.800.000,- Belanja penyelenggaraan PAUD/TK/TPA sebanyak Rp. 12.000.000. 
 
Sementara itu untuk belanja barang dan jasa  adalah Pemeiharaan sarana dan prasarana PAUD/TK 1 unit sebanyak Rp. 130.253.500,-  Penyelenggaraan Posyandu sebanyak Rp. 21.000.000,-Penyuluhan dan pelatihan Bidang kesehatan bagi kader kesehatan sebanyak Rp. 8.462.000,-Kegiatan pembinaan dan pengawasan upaya kesehatan tradisional sebanyak Rp. 3.600.000,-,Untuk Belanja Modal dialokasikan Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa sebesar Rp. 36.000.000.
 
"Untuk kegiatan Pembangunan Talud pemecah ombak mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp. 612.538.000  Pengadaan pipa air bersih sebanyak Rp 35.000.000,- Pengadaan bantuan bibit perikanan sejumlah Rp. 163.200.000,- dan peningkatan produksi tanaman pangan senilai Rp. 25.000.000," tururnya.

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Butur) terus mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam pengembangan kemitraan pariwisata. Salah satu langkah dilakukan dengan menggelar seminar, pada Kamis (18/7/2019).

 

Seminar itu diikuti sejumlah organisasi kepariwisataan, komunitas perhotelan, kelompok pengrajin tradisional dan kelompok kuliner. Pematerinya, berasal dari TP PKK, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Butur.

 

Ketua panitia, Santi Fajar Ningsih, menuturkan, seminar ini diselenggarakan untuk memberikan pengetahuan sumber daya kepariwisataan yang berkaitan dengan peran serta masyarakat, dalam pengembangan kemitraan pariwisata dan budaya.

 

Dengan adanya partisipasi tersebut, lanjut dia, diharapkan bisa meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat dan semua pihak yang terlibat dalam kepariwisataan, untuk meningkatkan potensi pariwisata.

 

Sementara itu, Bupati Butur, Abu Hasan memandang, bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah yang sangat tepat.

 

Karena bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, dan penerapan secara aplikasi dari pelaku dan stakeholder pariwisata, yang tertuang dalam visi misi, juga dalam RPJMD Butur tentang sapta pesona dan kesadaran pembangunan pariwisata secara konprehensif.

 

"Dengan adanya seminar, diharapkan bisa meningkatkan SDM masyarakat khususnya para pelaku wisata dan masyarakat di sekitar kawasan wisata," ungkap Bupati Butur dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah, Muhammad Yasin.

 

Selanjutnya ia berharap, melalui kegiatan seminar ini, dapat tercipta kebersamaan dalam melakukan gerakan pembangunan kepariwisataan di Butur, atas dasar kerja sama, sinergis, strategis dan harmonis.

 

"Kita berharap, kiranya kegiatan seperti ini benar-benar tepat sasaran dan sampai pada tujuan diadakannya kegiatan, serta diharapkan akan menjadi kegiatan rutin tiap tahunnya," harapnya.

Peliput: Ran


KONAWE, ButonRayaNews.co.id - Sebanyak 1000 paket sembako diserahkan kepada korban banjir bandang di kabupaten Konawe, Minggu, (14/07/19). Paket sembako itu berupa beras, mie instan dan bahan makanan lainnya.
 
Bantuan tetsebut diserahkan langsung tim penanggulangan banjir Kabupaten Konawe-Konawe Utara Nahdlatul Ulama (NU) Peduli Sulawesi Tenggara dan Pengurus Cabang NU Kabupaten Konawe. 
 
Selain sembako, turut diserahkan santunan kepada sejumlah anak yatim piatu dan kita suci Alquran kepada mushola dan masjid yang terdampak banjir awal Juni 2019. 
 
Ketua Tim NU Peduli Sulawesi Tenggara, Milwan Lukman mengatakan bantuan disalurkan di Kabupaten Konawe saat tanggap darurat meliputi, 4.780 paket sembako senilai Rp 382.400.000, generator set (Genset) empat buah senilai Rp 12.000.000, kitab suci Alquran untuk masjid, TPA, madrasah Diniyah dan pondok pesantren sebanyak 150 buah.
 
"Disamping itu juga telah didirikan empat dapur umum serta membuat toilet umum," kata Sekretaris PWNU Sultra ini. 
 
Seluruh bantuan itu, tambah Milwan, sebagian besar sudah tersalurkan kepada warga terdampak yang berada di sembilan kecamatan di Kabupaten Konawe. Bantuan tersebut berasal dari sejumlah pihak diantaranya, relawan La Ode Ida, PT Phapros Tbk, PT Pos Indonesia Cabang Kendari, PT BNI Tbk, Muslimat NU Konawe, PCNU Konawe, Muuslimat NU Sultra serta PWNU Sultra.
 
"Meski tanggap darurat sudah dicabut, namun tim NU Peduli Sultra tetap melakukan aktifitas kemanusia di dua kabupaten terdampak banjir (Konawe dan Konawe Utara). Sebab masih ada dua tahapan yang akan diselesaikan yakni tahap pemulihan dan rehabilitasi," ungkap Milwan.
 
Masih kata Milwan, bantuan logistik di Konawe bertepatan dengan acara pengajian gabungan minggu Wage Muslimat NU enam kecamatan se kabupaten Konawe yang dipusatkan di masjid At Taqwa Desa Lalousu, Kecamatan Wanggeduku, Konawe. Ke enam kecamatan dimaksud, yakni Kecamatan Wanggeduku, Wanggeduku Barat, Pondidaha, Meluhu, Amonggedo, Wawotobi dan Anggotoa.
 
Untuk diketahui, penyerahan seribuan paket sembako turut dihadiri Ketua Tanfidziah PCNU Konawe Ahmad Fanani, Ketua PC Muslimat NU Konawe, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBPI) PWNU Sultra Sahar Ibnu Isnain serta tim penanggulangan bencana NU Sultra dan Kabupaten Konawe.
 
Peliput: Asis

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Desa Matalagi Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara (Butur) kini genap berusia 22 tahun. Untuk memeriahkan hari jadinya di tahun 2019 ini, kegiatan olahraga dan seni tradisional digelar di desa setempat. 
 
Kegiatan tahunan ini dihadiri langsung Bupati Butur, Abu Hasan bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Siti Rabiah Abu Hasan. Dalam kesempatan itu, Abu Hasan menitip pesan penting seputar nilai perjuangan dan dinamika dalam proses pembangunan ke depan.
 
Beberapa diantaranya yakni pentingnya menumbuh kembangkan rasa memiliki desa. Menurut dia, semangat memiliki tersebut, harus tertanam di setiap warga desa. 
 
"Ini desa saya. Rasa memiliki ini tidak boleh runtuh. Sebagai tempat kita hari ini dan daerah kita," ujar Abu Hasan di hadapan Warga Desa Matalagi, Sabtu (13 Juli 2019).
 
Selain semangat memiliki, lanjut dia, partisipasi dalam memajukan desa maupun kecamatan juga perlu ditumbuh kembangkan dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga, geliat pembangunan bisa berkembang pesat. 
 
Selanjutnya, pesan ketiga yang disampaikan Abu Hasan adalah perlunya ada rasa bertanggungjawab dan tidak saling menyalahkan. "Seluruh masyarakat bertanggung jawab untuk kesejahteraan masyarakat Desa Matalagi," tandasnya.
 
Peliput: Ran

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Konawe (ARK) melakukan demonstrasi di depan kantor DPRD Sulawesi Tenggara dengan membawa tuntutan penyelesaian dan pengusutan terhadap perusahaan asal Tiongkok, PT Virtu Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) yang diduga telah menimbulkan dan menjadi biang kerok beragam masalah yang terjadi di Konawe, khususnya di Kecamatan Morosi.
 
Saat demonstrasi berlangsung dan beberapa orator menyuarakan aspirasinya, tak ada perwakilan anggota DPRD Sultra yang menemui para demonstran. Sehingga masa aksi mencoba menerobos pagar betis aparat kepolisian dari Polres Kendari dan Polda Sultra yang mengamankan jalannya aksi.
 
Pantauan ButonRayaNews.co.id, dalam situasi tersebut beberapa masa aksi dan aparat terlibat saling jotos hingga keributan pun tak terhindarkan.
 
Hingga akhirnya massa aksi berhasil melakukan penyegelan kantor DPRD Sultra dengan menggunakan papan dan balok kayu. Beberapa pegawai dan staf DPRD Sultra yang melihat tindakan itu tak bisa berbuat banyak. 
 
Di kesempatan itu, Koordinator Lapangan ARK, Ahmad Zainul mengatakan pihaknya meminta DPRD Sultra agar mendesak Pemprov Sultra segera mengevaluasi dan mengusut tuntas berbagai masalah yang ditimbulkan dari aktivitas PT VDNI dan PT OSS.
 
Kata dia, PT VDNI dan PT OSS telah melakukan pelanggaran dan melakukan penyalahgunaan izin lokasi kawasan industri. Akibatnya masyarakat yang menjadi korban akibat dampak keberadaan perusahaan Tiongkok tersebut.
 
“Kami tidak akan pernah berhenti, apapun tawarannya kalau bukan solusi penegakan supremasi hukum. Masyarakat yang merasakan dampak penderitaan akibat perusahaan itu, sebab itu haram hukumnya berhenti menyuarakan sebelum menuai keadilan," teriak Zainul, Kamis (11/07/2019).
 
Seusai berorasi, massa aksi kemudian menbubarkan diri namun mereka berjanji akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak diindahkan.
 
Peliput: Muhammad Al Rajap
 

KENDARI, ButonRayaNews.co.id -  Sebanyak 45 organisasi perempuan di Provinsi Sulawesi Tenggara mendeklarasikan menolak segala bentuk radikalisme dan terorisme di wilayah Sultra.  
 
Puluhan organisasi ini juga menolak lahir serta munculnya berita hoaks dan masalah SARA.
 
Deklarasi tersebut disampaikan saat acara workshop pelibatan perempuan dalam pencegahan radikalisme dan terorisme Badan Nasional Pencegahan Terorisme bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sultra di salah satu hotel di Kendari, Kamis (11/7/2019). 
 
Kepala Subdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT Dr. Hj Andi Intan Dulung mengatakan, perempuan sangat berperan penting dalam mencegah timbulnya faham radikalisme di lingkungan keluarga bahkan masyarakat.
 
"Kasus bom Surabaya dan Sibolga secara jelas menunjukkan kepada kita betapa militansinya seorang ibu rumah tangga yang rela mengorbankan nyawanya lewat aksi bom bunuh diri," ujarnya.
 
Dari peristiwa tersebut, kata Andi Intan membuka mata semua orang kalau seorang istri itu lebih militan dibanding suaminya. Mereka rela mengorbankan jiwanya bahkan bersama anak-anaknya melakukan bom bunuh diri tanpa rasa takut sedikitpun.
 
Menurutnya, kearifan lokal yang selama ini dikawal tokoh masyarakat merupakan salah satu unsur untuk mencegah timbulnya faham radikalisme di lingkungan masyarakat, terkhusus di daerah.
 
Workshop yang bertemakan perempuan agen perdamaian juga menghadirkan salah seorang Deportan Syuriah yang pernah direkrut organisasi ISIS, Febri Ramdhani (20). 
 
Kurun waktu 2016-2017, Febri keluar masuk wilayah Syuriah menjadi seorang simpatisan, meski tidak sempat mengikuti wajib militer. Sepanjang perjalanannya bergabung dengan kelompok ISIS semuanya yang dijanjikan seperti jaminan hidup sejahtera dengan menerima aneka fasilitas dengan mudah ternyata jauh dari harapan.
 
"Semua janji yang pernah kita baca atau tonton lewat berbagai media sosial maupun komunikasi secara personal hanyalah sebuah ilusi. Semuanya jauh dari harapan dan kenyataan," kenangnya.
 
Peliput: Muhammad Al Rajap

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 Kodim 1416/Muna di Kabupaten Buton Utara (Butur) Sulawesi Tenggara (Sultra), dimulai. Seremoni pembukaan baru saja digelar khidmat, di lapangan Raja Jin, Kecamatan Kulisusu, Rabu (10/7/2019).
 
Bupati Butur, Abu Hasan, menuturkan pihaknya sangat menyambut baik kegiatan TMMD ini. Hadirnya program dari TNI tersebut, kata dia, memang sudah sangat diinginkan masyarakat tidak terkecuali pemerintah daerah setempat.
 
"Program TMMD setelah beberapa tahun vakum akhirnya hadir kembali di Bumi Buton Utara. Program yang selama ini sangat dirindukan dan direspon dengan baik oleh masyarakat Buton Utara," tuturnya saat menyampaikan amanat dalam pelaksanaan upacara, di Lapangan Raja Jin, Rabu (10/7/2019).
 
TMMD sendiri, merupakan program lintas sektoral yang dilaksanakan secara terpadu, dalam rangka percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Khususnya, bagi desa-desa yang dianggap tertinggal, terpencil dan terisolir.
 
Dengan hadirnya TMMD ke-105 Kodim 1416/Muna, Abu Hasan berharap program tersebut dapat mempercepat pembangunan infrastruktur di Butur. Selain itu, juga dapat mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat setempat. 
 
"Kemanunggalan TNI dan Masyarakat Buton Utara adalah sebuah keniscayaan," tutur Abu Hasan  
 
Dandim 1416 Muna, Letkol Inf. Febi Triandoko, dalam kesempatannya menyebutkan, sasaran TMMD di Butur kali ini mencakup kegiatan fisik dan non fisik. 
 
Untuk sasaran fisik, kegiatannya meliputi pembangunan masjid ukuran 12x16 meter, rehab jalan lingkungan titian kayu dalam lingkungan desa, serta rehab tambatan perahu. Sedangkan non fisik, meliputi penyuluhan tentang narkoba, HIV AIDS, KB kesehatan, bela negara, paham radikal, terorisme dan bencana alam. 
 
TMMD ke-105 Kodim 1416/Muna ini mengusung tema "Bersama TMMD membangun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat". Kegiatannya dipusatkan di Desa Banu Banua Jaya (Bajo) Kecamatan Kulisusu, Butur, dan akan berlangsung selama 30 hari, sejak 10 Juli hingga 8 Agustus 2019.
 
Peliput: Ran
Editor: Muhammad Al Rajap

Page 1 of 114

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0813 5444 5525

Visitors Counter

1395572
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
280
3241
3521
1369683
63147
86935
1395572