Saturday, November 28, 2020

iklan arifudin

Himbauan Covid

Sekda

REDAKSI

REDAKSI

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Sempat tertunda karena pandemi Covid-19, kini Pelaksanaan Tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), di Kabupaten Buton Utara (Butur), direncanakan akan dilaksanakan pada Agustus hingga Oktober tahun 2020.
 
 
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Butur, La Nita menjelaskan terkait hal tersebut pihaknya masi menunggu surat resmi dari Badan Kepegawaian Nasional Republik Indonesia (BKN).
 
 
"Sudah ada penyampaian tapi itu belum di buatkan dengan surat edaran dari BKN kemarin," jelas La Nita, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (07/07/2020).
 
 
"Paling cepat kita laksanakan di Bulan Agustus dan paling lambat di bulan Oktober, kita tinggal menunggu surat resmi dari BKN pusat," tambahnya.
 
 
Saat ini, lanjut La nita, harus menunggu surat edaran terkait dengan pelaksanaan tes SKB CPNS Karena tidak bisa bekerja tanpa petunjuk langsung dari Panitia seleksi nasional (Panselnas).
 
 
"Karena seminggu pelaksanaan itu harus tersosialisasi di semua peserta untuk mempersiapkan diri mengikuti tes SKB,"ujarnya.
 
 
Ditengah pandemi, masih kata La Nita, untuk pelaksanaan tes SKB CPNS di Butur akan dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan.
 
 
"Kita laksanakan sesuai protokol Kesehatan Covid-19 dan pengaturan mengikuti ujian SKB itu tentu kita sesuaikan dengan kondisi ruangan dengan jumlah peserta," katanya.
 
 
La Nita, berharap kepada peserta untuk mempersiapkan ilmu sesuai profesinya, karena yang akan menentukan lulus ada di nilai SKB.
 
 
"lulus di SKD belum tentu lulus di SKB, keluar nilai yang baik di SKB itu memberikan peluang yang sangat besar untuk lulus dalam seleksi CPNS pemerintah daerah kabupaten Butur," tutupnya.
 
 
Sementara itu, sebanyak 364 orang yang akan mengikuti tes ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), sementara untuk kuota CPNS Butur tahun 2019 sebanyak 183 orang, dengan rincian tenaga pendidik (Guru) paling banyak sekitar 84 kuota, tenaga kesehatan 76 kuota dan tenaga tehnis 23 orang.
 
 
Penulis : Deni Irawan
Editor : Muhammad Al Rajab

KENDARI, ButonRayaaNews.co.id - Kepala Balai Latihan Kerja Kota Kendari, Dr La Ode Haji Polondu menutup dan membuka pelatihan pendidikan dan keterampilan bidang jasa, manufaktur serta agribisnis bagi narapidana di Lapas Kelas II A Kendari, Senin (60/07/2020).
 
 
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Lapas Kelas II A Kendari tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, H Sofyan, Kepala Lapas Kelas II A Kendari Abdul Samad, dan beberapa Kepala Dinas Pemerintahan Kota Kendari serta para narapidana.
 
 
Kepala BLK Kendari Dr La Ode Haji Polondu menuturkan, pelatihan tahap I yang telah dibuka sebelumnya kini telah ditutup dengan capaian luar biasa dari warga binaan, karena mampu bekerja dengan baik dalam mengikuti proses pelatihan yang diberikan.
 
 
"Dalam jangka waktu lima hari, para narapidana dapat membuat sebuah hasil karya hebat berupa satu buah tenda terowongan," katanya dihadapan para awak media.
 
 
Orang nomor satu di BLK Kendari ini menyebutkan, meski pelatihan tersebut telah ditutup karena waktunya usai, bukan berarti ilmu dan keterampilan yang didapatkan para narapidana ikut hilang. Capaian yang diraih patut mendapatkan apresiasi dan dari BLK Kendari telah memberikan sertifikat pelatihan kepada para pesertanya.
 
 
"Ilmu dan keterampilan yang mereka dapatkan pada proses pelatihan itu, kami harap bisa diaplikasikan di kehidupan mereka setelah keluar dari sini. Minimal bisa menolong diri mereka sendiri dari sisi ekonomi," jelasnya.
 
 
Kepala Bagian (Kabag) Urusan Rumah Tangga Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) ini melanjutkan, untuk pelatihan yang baru dibuka atau pelatihan Tahap II di Lapas Kendari adalah jurusan otomotif. Pada proses pelatihan ini, pihaknya masih berharap para narapidana bisa belajar dengan baik dan mengikuti proses pelatihan secara sungguh-sungguh.
 
 
"Setelah pelatihan tahap II ini usai, kita akan buka lagi pelatihan tahap III dan seterusnya hingga target kita terpenuhi yaitu memberikan pelatihan bagi 300 narapidana," tandasnya.
 
 
Diketahui, kegiatan program pelatihan yang dibangun antara BLK Kendari dan Lapas Kelas IIA Kendari merupakan bagian dari kerjasama yang telah terbangun sesuai hasil Momerandum Of Understanding (MoU) bersama Kanwil KemenkumHAM Sultra. 
 
Penulis: Rull

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari buka program rehabilitasi sosial Tahap II bagi pecandu dan penyalahguna Narkotika, Senin (6/7/2020) di Aula Lapas Kelas IIA Kendari.
 
 
Kepala Lapas Kelas IIA Kendari Abdul Samad dalam sambutannya menuturkan, bahwa kegiatan program rehabilitasi yang dilakukan pihaknya kali ini merupakan tindak lanjut dari program rehabilitasi tahap I sebelumnya.
 
 
"Target kita, agar mereka para narapidana kasus ini bisa berhenti dari candunya dan mereka yang menyalahgunakan Narkotika bisa meninggalkan aktifitas itu," katanya.
 
 
Dari capaian program rehabilitasi tahap I sebelumnya, jelas Samad, pihaknya berhasil membuat 100 narapidana lebih baik, dimana dari hasil tes urine yang dilakukan sudah menunjukan bahwa para narapidana tidak lagi positif.
 
 
"Ini capaian yang kuat biasa dan kami berharap di tahap II nanti capaian yang kami raih bisa lebih baik lagi," paparnya.
 
 
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil KemenkumHAM) Sultra, Sofyan dalam sambutannya juga menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi Lapas Kelas IIA Kendari dan berharap prestasi tersebut bisa dipertahankan.
 
 
"Kami harap kegiatan-kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, sebab ini memiliki nilai positif dan dengan kegiatan ini bisa menjadikan para narapidana bisa lebih baik bahkan kami berharap ketika mereka di luar nanti tetap seperti ini," tutupnya. 
 
 
Penulis: Rull

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Sebanyak 80 warga Sulawesi Tenggara ikut pelatihan tanggap Covid-19 Tahap IV di Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari yang pembukaan pelatihannya dilakukan hari ini, Senin (6/7/2020) di Aula Besar BLK Kendari.
 
 
80 peserta atau disebut juga siswa pelatihan yang hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut, tersebar di lima jurusan yaitu satu paket memasak, tiga paket menjahit masker dan satu paket pembuatan wastafel.
 
 
"Dengan jumlah peserta yang banyak seperti ini, kami selalu memperhatikan protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah dan menempatkan setiap siswa di setiap paketnya sebanyak 16 orang," kata Kepala BLK Kendari Dr La Ode Haji Polondu saat membuka kegiatan.
 
 
Ia menjelaskan, dalam proses pelatihan yang diikuti para siswa, ada tiga manfaat yang bisa diperoleh mulai dari kemanusiaan karena ikut andil dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kemudian ada unsur pemberdayaannya dimana BLK Kendari memberikan kompensasi kepada para peserta berupa uang saku.
 
 
"Manfaat yang ketiga adalah peningkatan keterampilan dan kami akan memberikan siswa berupa sertifikat kompeten sebagai timbal balik dari kerja mereka," jelasnya.
 
 
Orang nomor satu di BLK Kendari ini juga menambahkan, dalam masa pelatihan yang dijalani siswa selama 10 hari, ada target yang mesti dicapai, misalnya untuk masker harus bisa memproduksi 8.000 masker selama 10 hari, memasak mesti memproduksi 1.500 nasi kotak dan wastafel sebanyak 16 buah.
 
 
"Hasil dari karya siswa ini nantinya akan dibagikan kepada masyarakat dan besar kemungkinan nanti akan dibagikan langsung Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Menaker RI) Dra Ida Fauziah," tutupnya.
 
Penulis: Rull

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Ratusan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton Utara melakukan aksi demonstrasi atau unjuk rasa di gedung Aula DPRD Butur guna menuntuk hak-hak mereka.
 
 
Masa aksi diterima dan melakukan hearing bersama wakil ketua I DPRD Butur, Ahmad Afif Darvin, Ketua Komisi III, Josri dan anggota DPRD Butur lainnya serta pihak Rumah sakit daerah setempat, Kamis, (02/07/2020).
 
 
Jendral Lapangan, La Ode Abdul Husni yang juga sebagai petugas honorer P3K RSUD Butur, dalam orasinya mengatakan aksi tersebut menyikapi permasalahan uang honor yang tidak sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
 
 
Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan terkait ditiadakannya uang jaga pelayanan dipenganggaran Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) RSUD dan juga dana BPJS tahun anggaran 2019 yang tak kunjung dicairkan.
 
 
"Kalau berdasarkan SK Bupati tentang P3K, gajinya itu sebesar 600 ribu per bulan. Tapi kalau di DPA, gajinya kisaran 800-900 ribu per bulan, seharusnya kan mengikuti DPA," jelas Husni.
 
 
Sebelumnya, kata Husni pada tanggal 12 Juni 2020 lalu, tenaga honorer sempat melakukan aksi mogok kerja terkait tersebut namun belum menemukan jalan keluar. Pihaknya menegaskan akan melakukan aksi yang sama dengan jumlah yang lebih banyak jika hak hak mereka tidak dipenuhi.
 
 
Diwaktu yang sama, Wakil Ketua DPRD Butur, Ahmad Afif Darvin, mengatakan pihaknya akan memanggil pihak-pihak terkait untuk mengungkapkan apa yang menjadi kendala dilapangan khususnya di RSUD Butur.
 
 
"Jadi kita harapkan kepada pemerintah daerah, mereka ini (petugas honorer rumah sakit) harus kita sejahterakan. Tuntutan mereka juga tidak sulit, mereka hanya tuntut hak-haknya yang diperlambat seperti sekarang ini," ungkapnya saat ditemui awak media.
 
 
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Butur, Josri menjelaskan terkait gaji honorer P3K tersebut akan segera dibayarkan sedangkan tuntutan lainnya masi akan dirapatkan dengan pihak terkait.
 
 
"Kita sudah dengar bersama tadi, gaji mereka akan segera dibayarkan sesuai Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan paling lama itu hari Senin depan. Kalau tuntutan yang lain kita akan memanggil tim TAPD, kepala BPJS untuk membicarakan kembali 6 Juli 2020 mendatang," jelas Josri.
 
 
Penulis : Deni Irawan
Editor : Muhammad Al Rajab

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Cegah penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di tataran narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari, Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari bagikan 1.000 masker hasil produksi siswa pelatihan tanggap Covid-19 jurusan membuat masker.
 
 
Kepala BLK Kendari, Dr La Ode Haji Polondu dalam mengatakan pemberian masker yang dibagikan kepada penghuni Lapas Kelas II A Kendari merupakan bagian dari bentuk kepedulian Keluarga Besar BLK Kendari untuk memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19 di Sulawesi Tenggara.
 
 
"Kalau bukan kita siapa lagi, wabah ini adalah musuh kita semua yang harus kita putus penyebarannya. Salah satu caranya melindungi diri dengan menggunakan masker," tuturnya kepada wartawan media ButonRayaNews.co.id, Rabu (01/07/2020).
 
 
Ia menjelaskan, penyerahan 1.000 masker ke Lapas Kelas IIA Kendari merupakan bagian dari janji yang pernah diutarakannya ketika membuka kegiatan pelatihan untuk warga binaan beberapa waktu lalu.
 
 
"Selain karena janji, kami juga memang sudah berniat untuk membagikan masker ke sini, karena narapidana bagian dari masyarakat yang juga cukup rentan bisa tertular. Jadi lebih baik kita mencegah itu," jelas mantan Kepala Bagian (Kabag) Urusan Rumah Tangga Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemenaker RI) ini.
 
 
Dilain pihak, Kepala Lapas Kelas II A Kendari Samad ditemui di tempat yang sama menuturkan, pihaknya sangat berterima kasih atas bantuan dari BLK Kendari, dimana bantuan yang diberikan bukan hanya sekedar masker tetapi mau ikut andil dalam proses pelatihan bagi warga binaan di Lapas Kelas IIA Kendari.
 
 
"Memang ini bagian dari kerja sama yang telah dibangun dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil KemenkumHAM) Sultra, tetapi bantuan dari BLK Kendari tetap harus kami apresiasi," sebutnya.
 
 
Apalagi, lanjut dia, harapan pihaknya dan BLK Kendari sama yaitu berharap warga binaan yang ada di Lapas Kelas IIA Kendari saat ini, bisa berubah lebih baik setelah keluar dan kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang dimiliki.
 
 
"Dengan mengikuti pelatihan yang instrukturnya kami hadirkan dari BLK Kendari, Dinas Perikanan dan Kelautan serta Dinas Pertanian, kami harap warga binaan ini bisa lebih baik," tutupnya. 
 
 
Penulis: Rull

 
Pasien Positif Covid-19, dinyatakan Sembuh
 
BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Kabar gembira untuk Kabupaten Buton Utara(Butur) yang berstatus zona merah penyebaran Covid-19, kini kembali ke zona putih dikarenakan pasien positif Covid-19 telah dinyatakan Negatif
 
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Butur, dr. Ali Badar mengatakan hal tersebut berdasarkan surat yang dikeluarkan Dinas Kesehatan provinsi Sulawesi Tenggara pada tanggal 1 Juli 2020, Nomor 440/1770 tentang perihal hasil Follow up covid 19 pada pasien 001 Kabupaten Buton Utara di nyatakan Negatif setelah dilakukan 2 kali pemeriksaan Swab follow up 
 
"Alhamdulillah hasil swab tes ke-dua pasien Covid-19 Butur, akhirnya negatif. Jadi daerah kita kembali ke zona putih penyebaran Covid-19" jelas Ali Badar saat dikonfirmasi Via WhatsApp, Rabu,(1/07/2020)
 
"berdasarkan data terupdate Rabu, 01 Juli 2020, 18.30 WITA, untuk kasus baru maupun kasus dalam pemantauan/pengawasan baik OTG, ODP, dan PDP sekarang tidak ada" sambungnya. Sebelumnya, lanjut Dia, pada tanggal 17 Juni 2020 yang lalu, hasil swab tes pertama pasien 001 Covid-19 telah keluar dan hasilnya juga negatif
 
"Total kasus yang di nyatakan selesai pemantauan berjumlah 174 kasus .dengan rincian OTG: 84 kasus, ODP: 88 Kasus, PDP: 1 Kasus dan Terkonfimasi Swab PCR: 1 Kasus" rincinya
 
Menghadapi New Normal, tambah Ali Badar, masyarakat diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan. "kita sudah buatkan protokol kesehatan menghadapi new normal, berharap agar masyarakat bisa disiplin dan beradaptasi dengan kebiasaan baru, untuk tetap produktif dan aman dari Covid-19" harapnya
 
"karena tidak ada yg menjamin bahwa daerah kita steril dari covid 19, sehingga upaya pencegahan dalam menghadapi new normal lebih di tingkatkan" tutupnya
 
peliput : Deny
Editor : Mulyadi

 
BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Kepala kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Buton Utara (Butur) akan menindak tegas segala bentuk aksi premanisme
 
AKBP Wasis Santoso, S.I.K menegaskan terkait dengan masalah premanisme dalam rangka dari tahapan Pemilihan Kepala Daerah sampai selesai akan ditindaki dengan tegas. "Saya warning kepada para premanisme, saya tidak sungkan-sungkan menindak tegas segala bentuk premanisme yang masuk ataupun sengaja membuat keonaran yang membuat masyarakat tidak nyaman dari peserta pemilu atau yang lain sebagainya" jelas Wasis Santoso usai menghadiri acara Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Bayangkara ke-74 di Gedung DPRD Kabupaten Buton Utara, Rabu, (1/07/2020)
 
"Saya selaku Kapolres Butur, akan perintahkan seluruh jajaran dari polres untuk menindak tegas pelaku premanisme yang masuk di wilayah Buton Utara ini" sambungnya. Sama halnya dengan sosial media, pihaknya sudah membentuk tim cyber untuk melaksanakan patroli cyber 
 
"Kami ada timnya untuk melaksanakan patroli cyber, untuk mengecek akun-akun yang berisi provokator, provokasi dan lain sebagainya, Untuk sangsinya kami serahkan ke kasat Reskrim, yang jelas ada sangsi sesuai observasi hukum yang dilanggar oleh mereka" ungkapnya. Ia menambahkan, untuk pengamanan Pilkada, yang jelas pihaknya terlibat baik dari polres maupun di Polsek
 
"Kami sudah siap rencana pengamanannya, tentu dengan sesuai dengan protokol Kesehatan" ujarnya.
 
 
Peliput : Deny
Editor : Mulyadi

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Utara kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia untuk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2019.
 
 
Kepala Kantor BPK RI Perwakilan Sultra, M. Ali Asyhar menyerahkan secara langsung piagam penghargaan beserta plakat WTP tersebut kepada Bupati Buton Utara, Abu Hasan di Kantor BPK RI perwakilan Sulawesi Tenggara.
 
 
Bupati Abu Hasan menjelaskan pencapaian opini WTP yang ketiga ini merupakan keberhasilan seluruh unsur pemerintahan Kabupaten Butur. Untuk mempertahankan WTP tiga tahun berturut-turut, Pemda Butur telah melakukan berbagai pembenahan SDM dari tingkat yang paling kecil hingga skala besar.
 
 
"Pembenahannya memang kita harus sabar dan tekun melakukan pembenahan terus-menerus," kata Abu Hasan yang didampingi PJ. Sekda Butur, Budianti Kadidaa, di Kantor BPK Sultra, Selasa, (30/06/2020).
 
 
"Kemudian yang kedua penggunaan IT, itu juga sesuatu yang sangat mendesak karena hampir semua transaksi, hampir semua mekanisme lewat elektronik dan yang ketiga adalah integritas pejabat terutama pimpinan OPD sangat menentukan karena merekalah yang memberikan arahan kepada jajaran dan stafnya untuk berkomitmen memberikan laporan keuangan sehingga laporan itu terakumulasi dan akumulasi laporan itulah yang menjadi bahan dasar yang dibutuhkan oleh pemeriksa saat turun di daerah," rincinya.
 
 
Dia juga menegaskan bahwa Pemda Butur siap melengkapi tindak lanjut rekomendasi LHP yang sudah diberikan oleh BPK dalam jangka waktu 60 hari.
 
 
"Bukan hanya tindak lanjut, kita memang sudah membuat kesepakatan untuk menindaklanjuti banyak hal, pertama rekomendasi dan kita diberi waktu 60 hari untuk menindaklanjuti LHP ini dan kita sudah siap serta presentase hasil pemeriksaan itu kita sudah siap diatas 85 persen," tegasnya.
 
 
Di tempat yang sama, Pelaksana Jabatan (PJ) Sekda Butur, Budianti Kadidaa selaku ketua tim anggaran mengaku sangat gembira dengan perolehan Opini WTP tersebut.
 
 
Ia mengatakan Opini WTP merupakan bentuk apresiasi yang sangat baik terhadap pemeriksaan keuangan untuk Pemda Kabupaten Butur.
 
 
"Ini merupakan kerja-kerja tim antara tim anggaran dalam hal ini dari badan keuangan, kemudian inspektorat bersama seluruh jajarannya yang pada akhirnya kita bisa mempertahankan Opini WTP ini untuk yang ketiga kalinya," ungkapnya.
 
 
"Ini merupakan suatu kesyukuran kami Pemda Butur, tetapi bukan berarti dengan kita memperoleh WTP ini kerja-kerja untuk pengawasan untuk pengawasan di bidang keuangan ini menjadi berhenti. Ini justru merupakan suatu tantangan untuk kita bisa kerja lebih maksimal lagi," tutupnya.
 
 
Pemda Butur berhasil meraih Opini WTP selama tiga kali berturut-turut di masa kepemimpinan Bupati Buton Utara, Abu Hasan dimana WTP pertama diraih pada tahun 2018 atas LHP-LKPD tahun anggaran 2017, kedua di tahun 2019 atas LHP-LKPD tahun anggaran 2018 dan ketiga di tahun 2020 atas LHP-LKPD tahun anggaran 2019.
 
 
Penulis : Deni Irawan
Editor : Muhammad Al Rajab

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Pelatihan bagi narapidana di Lapas Kelas IIA Kendari hasil Kerjasama antara Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Tenggara (Kanwil KemenkumHAM Sultra) dan Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari mulai dihelat.
 
 
Pelatihan dengan tema pendidikan dan keterampilan bidang jasa, manufaktur serta agribisnis bagi narapidana di Lapas Kelas IIA Kendari resmi dibuka Kepala BLK Kendari Dr La Ode Haji Polondu mewakili Kepala Kanwil KemenkumHAM Sultra H Sofyan yang disaksikan Kepala Lapas Kelas IIA Kendari Samad, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Kendari serta tamu undangan lainnya di ruang terbuka Lapas Kelas IIA Kendari, Senin (29/6/2020).
 
 
Kepala BLK Kendari Dr La Ode Haji Polondu dalam sambutannya mengatakan, kegiatan pelatihan yang dibuka hari ini merupakan pelatihan yang telah direncanakan sejak Maret lalu, sebagai bagian dari bentuk kerjasama yang terbangun antara Kanwil KemenkumHAM dan BLK Kendari.
 
 
"Tujuannya, agar menjadikan narapidana atau warga binaan di Lapas Kelas IIA Kendari bisa memiliki kemampuan keterampilan yang kompeten," terangnya.
 
 
Keterampilan kompeten tersebut, jelas dia, bukan hanya sekedar tahu tentang pelatihan yang diikuti, tetapi harus mampu dan bisa melakukan atau menerapkan hasil pelatihan yang didapatkan untuk menolong pribadinya atau kelompok.
 
 
"Akan memiliki nilai sebuah pelatihan yang diikuti, jika apa yang diperoleh bisa diterapkan sehingga bermanfaat bagi pribadi atau keluarga dan orang lain," tuturnya.
 
 
Atas hal itu, lanjut orang nomor satu di BLK Kendari ini,  pihaknya sangat berharap jika para peserta pelatihan yakni narapidana untuk sungguh-sungguh mengikuti proses pelatihan.
 
 
"Saya dan Keluarga Besar BLK Kendari sangat berharap jika nantinya saudara kami yang kini akan mengikuti pelatihan bisa benar-benar lebih baik ketika keluar dari Lapas, dan menerapkan keterampilan yang dimiliki untuk membantu kehidupannya secara pribadi atau bahkan keluarganya," tandasnya.
 
 
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Kendari Samad juga menambahkan, bahwa dalam pelatihan yang akan dilaksanakan, setiap jurusannya hanya akan diikuti 20 narapidana dengan target 300 narapidana bisa mendapatkan pelatihan.
 
 
"Instrukturnya ada dari BLK Kendari, Dinas Pertanian, dan Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Kendari. Yang pasti kita akan berikan yang terbaik bagi warga binaan," tutupnya. 
 
Penulis: Rull
 

Page 4 of 144

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0822 9168 7184 

Visitors Counter

3701139
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
2450
5226
35281
3628406
145145
175656
3701139