Saturday, November 28, 2020

iklan arifudin

Himbauan Covid

Sekda

REDAKSI

REDAKSI

 
BAUBAU,BUTONRAYANEWS.CO.ID - Masih meningkatnya angka positif Covid 19 seluruh Indonesia maka masih diberlakukan adanya protokol kesehatan Covid 19. Bagi anda yang ingin bepergian atau berangkat keluar daerah maka wajib mengantongi Surat Keteranga Suket lajak berangkat.  Pemkot Baubau melalui gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kota Baubau menfaslitasi masyarakat Kota Baubau untuk pengurusan surat keterangan layak berangkat ke luar wilayah Baubau.
 
Hal ini diungkapkan sekretaris gugus tugas covid-19 Kota Baubau Dr Roni Muhtar, M.Pd dalam jumpa pers kepada sejumlah media Selasa (2/6). 
Menurut Roni Muhtar,  pengurusan surat keterangan yang difasilitasi oleh Pemkot Baubau melalui gugu tugas percepatan penanganan covid-19 Kota Baubau ternyata mendapat sambutan positif dari masyarakat Kota Baubau dimana terlihat saat dibuka Selasa (2/6) di Sekber gugus tugas jalan dayanu ikhsanuddin banyak masyarakat yang memanfaatkannya dengan datang melakulan pemeriksaan. Hal ihi patut diapresiasi karena masyarakat begitu patuh dan tertib untuk melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.
 
Dikatakan, penerbitan surat keterangan layak berangkat adalaj melalui mekenisme pemeriksaan rapid tes sesuai edaran gugus tugas Nomor 5 tahun 2020 yang mengatur bepergian orang ditengah wabah covid-19. " terimakasih kepada masyarakat Baubau yang telah memanfaatkan ruang yang disiapkan pemerintah melalui gugus tugas covid-19 untuk mendapatkan surat keterangan layak berangkat," katanya. 
 
Ditambahkan, untuk memudahkan pengurusan surat keterangan itu, pihaknya memusatkan pengurusan di sekber gugus tugas covid-19 sebagai upaya untuk membuat pelayanan lebih cepat karena dapat terpusat satu pintu. Pasalnya, kalau terbagi-bagi setelah menjalani pemeriksaan rapid tes pasti akan datang lagi ke gugus tugas minta surat keterangan lebih lanjut. Makanya diambill pilihan terpusat di gugus tugas sehingga satu pintu dalam pengurusannya.
 
 Lebih lanjut dikatakan Roni Muhtar, Pengurusan surat keterangan layak berangkat gratis bagi warga Kota Baubau itu,  sudah berjalan beberapa hari, namun demkian pihaknya lebih mengatur dan menata lagi sehingga mekanismennya rapih dan lebih baik lagi. Karena diyakini, setiap hari akan semakin banyak yang datang memanfaatkan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. 
 
Apalagi, memang kampus-kampus sudah mulai buka, lalu kegiatan-kegiatan masyarakat dalam hal bisnis dan sebagainya sudah ada ruang untuk beraktifitas, sehingga menjadi banyak yang membutuhkan surat keterangan layak berangkat itu. "Surat keterangan berangkat wajib dimiliki setiap orang yang akan bepergian karena setibanya didaerah tujuan  yang bersangkutan akan dimintai surat keterangan tersebut. Dan Saya juga minta kepada teman-teman media mencoba menginformasikan kepada masyarakat yang mau masuk ke Baubau juga harus melengkapi itu (surat keterangan), karena kalau tidak kita juga akan memperlakukan hal yan sama seperti yang dilakukan daerah lain,"katanya
 
Sementara itu, juru bicara gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kota Baubau dr Lukman, Sp.PD menjelaskan surat keterangan layak berangkat ini diprioritaskan bagi anak-anak daerah yang akan keluar untuk sekolah atau kembali bertugas didaerah lain. Dan (Selasa (2/6), masyarakat yang mendaftar pengurusan surat keterangan itu sebanyak 100 orang, namun yang memenuhi kriteria atau syarat berjumlah 63 orang.
 
dr Lukman membeberkan, pengurusan surat keterangan berpergian di gugus tugas Baubau akan berlangsung sampai 7 Juni 2020, hal itu sesuai surat edaran gugus tugas Nomor 5 tahun 2020.  Namun akan dilihat lagi respon pemerintah apakah tetap diperpanjang surat edarannya atau akan ada aturan baru lagi. Jadi pada dasarnya pihaknya merespon orang yang keluar masuk suatu wilayah.(ist)
 
Editor : Mulyadi

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Anggota DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Aksan Jaya Putra (AJP) tetap melaksanakan serap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya Kota Kendari saat pendemi virus corona atau Covid-19. 
 
 
Kegiatan itu dilakukan di dua kelurahan, yakni Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, dan Kelurahan Tobuha, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Senin (1/6/2020).
 
 
Sebelum melakukan tatap muka dengan masyarakat, tim dari AJP menerapkan ptotokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19 dengan melakukan pengukuran suhu tubuh dan membagikan masker kepada masyarakat peserta reses. Selain itu masyarakat juga disuruh untuk mencuci tangan pakai sabun sebelum masuk dalam lokasi reses.
 
 
Dalam kesempatan bertatap muka dengan Wakil Ketua Komisi III DPRD Sultra itu, masyarakat langsung menyampaikan masukkan dan usulan terhadap pembangunan infrastruktur baik di Kelurahan Mandonga maupun di Kelurahan Tobuha. Masukkan dan usulan yang paling dominan disampaikan masyarakat di dua kelurahan itu hampir sama, yakni mulai dari infrastruktur jalan, drainase, dan penerangan lampu jalan.
 
 
Salah seorang warga di Kelurahan Mandonga mengeluhkam jalan poros yang menuju ke Kantor Camat Mandonga yang berlubang, serta tidak adanya drainase di ruas jalan tersebut.
 
 
"Kalau bisa kami minta bapak komunikasikan ke pemerintah kota maupun pemerintah provinsi terkait jalanan ke Kantor Camat Mandonga  agar bisa diperbaiki, karena berlubang dan juga tidak ada drainase," kata salah seorang warga.
 
 
Kemudian ada juga warga yang mengeluhkan belum adanya tanggul di seputaran Kali Mandoga. Padahal kata dia, sebagian pinggiran kali itu telah dibuatkan tanggul, tapi di wilayah tempat tinggalnya belum dibuat.
 
 
"Tanggul kali di RT 5 belum ada. RT 10 sudah terlaksana, RT 4 sudah terlaksana, tapi kami di RT 5 belum tersentuh. Jadi mohon izin apakah kewenangan provinsi atau kewenangan kota. Mohon disuarakan, sebab kalau hujan, kami rawan kebanjiran jika seperti itu," ujarnya.
 
 
Mendengar hal itu, AJP mengatakan, terkait persoalan jalan yang menuju Kantor Camat Mandonga, ia akan melakukan pengecekan terlebih dahulu, apakah jalan itu masuk jalan provinsi. Jika masuk jalan provinsi ia akan mengawal untuk ditindaklanjuti pada saat sidang rapat paripurna DPRD, agar bisa dianggarkan untuk perbaikannya.
 
 
Sementara terkait dengan keluhan warga, yang mengatakan belum adanya tanggul di Kali Mandonga, AJP akan melakukan pengecekan di lapangan. Dan akan menyampaikannya ke Pemerintah Kota Kendari.
 
 
"Tanggal di RT 5, nanti kita cek juga. Saya kira tahun ini terlalu banyak pemotongan anggaran karena dialihkan pada pencegahan dan penanganan Covid-19. Namun aspirasi yang disampaikan ini, tetap saya akan kawal. Jika masuk dalam wilayah kota, maka saya akan bicarakan dengan wali kota, agar bisa terlaksana," katanya.
 
 
Sementara terkait dengan aspirasi masyarakat Kelurahan Tobuha, yang meminta pengaspalan Jalan Bersih Hatiku, yang merupakan akses jalan yang menghubungkan 4 kelurahan yakni, Kelurahan Alolama, Kelurahan Labibia, Kelurahan Punggolaka dan Kelurahan Tobuha, politikus Golkar itu mengatakan, bahwa jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kota Kendari.
 
 
Namun, ia berjanji akan membantu dengan menyampaikannya ke wali kota dan Ketua DPRD Kota Kendari agar bisa menjadi perhatian.
 
 
"Yang masuk wewenang provinsi akan saya kawal langsung, yang masuk wewenang kota akan saya bicarakan dengan wali kota. Terkait dengan lampu jalan, memang camat manyampaikan bahwa di Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemerintah Kota Kendari, tahun ini memang ada sebenarnya peremajaan lamlu atau pemasangan lampu di seluruh Kota Kendari.Cuman adanya Covid-19, dana itu diahlikan. Tapi kedepannya akan diperjuangkan," ujarnya.
 
 
Pada kesempatan itu, diakhir reses, AJP juga membagikan bingkisan sembako kepada masyarakat.
 
 
Penulis: Sakarias

- Diantaranya Eks Penumpang Lambelu dan Dorolonda
 
 
BUTUR, BUTONRAYANEWS.CO.ID - Dalam memutus mata rantai penularan virus Corona ditengah masyarakat salah satunya mengetahui ada tidaknya masyarakat yang terinfeksi atau tertular dengan wabah ini. Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton Utara (Butur), melakukan pengambilan Swab Covid-19 pada 17 orang diantaranya eks penumpang Dorolonda dan Lambelu.
 
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Butur, dr. Ali Badar, menjelaskan sebelumnya RSUD Butur juga sudah melakukan Pengambilan swab pada 4 orang dari kluster lambelu yang hasil rapid tesnya reaktif. "Hari ini ada 17 orang yang di swab, gabungan dari kluster Lambelu, kluster Dorolonda dan kluster Temboro magetan" Jelas Ali Badar saat dihubungi Via WhatsApp, Jumat (29/05/2020).
 
"sebenarnya total yang periksa hari ini ada 24 orang, tapi yang lainnya berkeras tidak mau dilakukan swab" tambahnya Sampel swab tersebut, akan dikirim ke laboratorium kesehatan provinsi di Kendari besok dan lusa akan dikirim ke Makassar untuk pemeriksaan
 
"dengan keterbatasan reagen PCR di kendari, pemeriksaan sampel OTG yang sudah lewat masa karantina akan di periksa di Makassar" ujarnya.
 
Beberapa daerah sudah melakukan pemeriksaan swab dari kluster di atas dan banyak ditemukan positif walaupun pemeriksaannya sudah lewat masa karantina, bahkan ada yang sudah 2 bulan lebih diperiksa seperti Bombana, Buteng dan Wakatobi. "kemungkinan positif hasil swab bisa karena virus yang sudah mengalami mutasi, sehingga virus masih menetap ditubuh walaupun sudah lewat masa karantina" ungkapnya
 
Ia juga menambahkan, Hasil swab di laboratorium Makassar paling cepat keluar 1 minggu sejak sampel tiba. "keterlambatan bisa karena dipengaruhi reagen yang kurang untuk pemeriksaan sampel atau sampel yang banyak sehingga harus antrian" bebernya
 
"jadi kita harus sabar menunggu hasil pemeriksaan" tutupnya
 
  
Penulis : Deni
Editor : Mulyadi

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari menyerahkan sebanyak 20 unit wastafel dan 8.000 masker hasil dari pelatihan siswa jurusan menjahit ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara di Posko Terpadu Gugus Tugas Covid-19.
 
 
Penyerahan 20 wastafel dan 8.000 masker ini diserahkan langsung oleh Kepala BLK Kendari, Dr La Ode Haji Polondu kepada Gubernur Sultra, H Ali Mazi yang disaksikan oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra.
 
 
Dalam sambutannya, Dr La Ode Haji Polondu mengatakan pihaknya sangat berterimakasih atas kesediaan gubernur Sultra menerima hasil karya siswa pelatihan BLK Kendari untuk digunakan sebagaimana mestinya.
 
 
"Kami harap kedepannya gubernur Sultra tetap bersinergi dengan BLK Kendari terkait program tanggap Covid-19, hingga wabah ini benar-benar berakhir," katanya, Jumat (29/05/2020).
 
 
Bahkan, lanjut dia, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Forkompinda untuk membagikan kembali sejumlah wastafel, masker dan makanan hasil karya siswa setelah proses pelatihan dilakukan yang rencananya baru akan dimulai kembali 4 Juni mendatang.
 
 
"Target kita masih sama dan hingga Agustus kita upayakan akan ada 120 wastafel dan 80.000 masker jumlah hasil karya siswa. Dimana, setiap kali program pelatihan usai langsung kita bagikan," jelasnya.
 
 
Sementara itu, Gubernur Ali Mazi turut mengapresiasi dan sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan BLK Kendari dan akan menggunakan bantuan tersebut sebagaimana mestinya.
 
 
"Alhamdulillah, ini merupakan capaian yang dilakukan BLK Kendari yang telah berbuat ditengah pandemik wabah Covid-19 dan patut kita apresiasi," sebutnya.
 
 
Penulis: Rul
 

- BLT 600 Ribu Perbulan Selama 3 Bulan
 
 
 
BAUBAU, BUTONRAYANEWS.CO.ID - Sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap dampak dari penyebaran wabah Covid 19, pemerihtah menyalurkan bantuan buat masyarakat yang terdapak, diantaranya Bantuan Lansung Tunai (BLT). Kecamatan Kokalukuna Kota Baubau jumat (29/5/2020) mulai menyalurkan bantuan ini.
 
Camat Kokalukuna Kota Baubau, Erman S.sos Msi mengungkapkan bersarkan surat dari Kantor Pos Kota Baubau untuk penyaluran BLT ini disalurkan berdasarkan kelurahan dan kecamatan. "Hari ini bertempat di kantor Kecamatan Kokalukuna seluruh kelurahan di Kecamatan Kokaluna akan menerima dana Bantuan Langsung Tunai yang langsung disalurkan oleh pihak PT Pos Kota Baubai," ungkapnya.
 
Ia menambahkan besaran bantuan ini sebesar 600 ribu perbulan selama tiga bulan.   Untuk itu diharapkan kepada masyarakat kiranya dapat memanfaatkan bantuan ini semaksimal mungkin, untuk mengurangi beban dari dampak Covid 19 ini. untuk kecamatan Kokalukuna yang menerima BLT sebanyak 325 KK.
 
Peliput / Editor : Mulyadi

- Hari Ini Baubau Bertambah 7 Orang Positif Covid 19
 
 
BAUBAU, BUTONRAYANEWS.CO.ID - Satuan Gugus tugas Covid 19 Kota Baubau Rabu (27/5/2020) menyampaikan adanya tamahan 7 orangoyangbterkonfermasi positif covid-19  Ketujuh pasien yang dinyatakan positif covid-19 tersebut didominasi oleh tenaga kesehatan (Nakes).
 
Hal ini diungkapkan oleh juru bicara gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kota Baubau dr Lukman, Sp.PD didampingi Kalaksa BPBD Kota Baubau La Ode Muslimin Hibali, SE, M.Si dan Kadis Kesehatan Kota Baubau Dr Wahyu dalam jumpa pers di Sekber gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kota Baubau Jl Dayanu Ikhsanuddin Rabu (27/5).
 
Menurut dr Lukman, selama ini tenaga kesehatan (Nakes) adalah merupakan garda terdepan yang berjibaku melakukan penanganan terhadap pasien yang terkonfirmasi positif covid-19. Oleh sebab itu, dengan adanya hal ini maka pihaknya mengingatkan kepada semua dokter kepada semua tenaga kesehatan  yang bertugas di garis depan untuk selalu memperhatikan tahapan tahapan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), dan selalu hati-hati dalam pelepasan APD. Disamping itu, agar selalu menerapkan kewaspadaan tingkat tinggi, tetap berpasangan dalam melepas APD terutama dan saling membantu selalu memanfaatkan waktu-waktu luang, waktu istirahat setelah lepas jaga tetap terapkan protokol kesehatan.
 
Sedangkan bagi masyarakat menurut dr Lukman, diharapkan untuk tetap berpartisipasi aktif  dan selalu menjalankan protokol kesehatan. Sementara untuk pasien yang sedang dalam perawatan agar tetap bersabar dan secepatnya akan dilakukan langkah-langkah untuk follow up kesembuhan pasien.
 
Lebih lanjut dijelaskan dokter ahli spesialis penyakit dalam ini, berdasarkan hasil laporan PCR yang diterima gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kota Baubau,  pasien 02 yang sudah menjalani perawatan di RSUD Baubau dan sudah  2 kali dilakukan swab dinyatakan sembuh atau negative. Kemudian, tujuh orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19 yakni pasien 08 wanita inisial SR usia 31 tahun, pasien 09 wanita inisial KD 44 tahun, pasien 010 wanita inisial SWA usia 38 tahun, pasien 011 wanita inisial STOS 33 tahun, pasien 012 wanita inisial C usia 36 tahun, pasien 013 wanita usia 34 tahun inisial WLF, pasien 014 Laki-Laki inisial PST. “Total pasien yang positif covid-19  di Kota Baubau berjumlah 14 orang, 11 orang yang kini menjalani perawatan dan 3 orang sudah dinyatakan sembuh dan sudah pulang ke rumah,"jelasnya.
 
Sementara itu. dengan bertambahnya pasien positif covid-19 di Kota Baubau dan sembuh 1 orang maka  jumlah sebaran data covid-19 juga mengalami perubahan pada Rabu (27/5) yakni  OTG 90, ODP, 13  dan jumlah PDP 3,.(adv)
 
Editor : Mulyadi

 
 KENDARI,BUTONRAYANEWS.CO.ID - Berdasarkan data dari satuan Gugus Tugas Covid 19 hingga hari ini, tercatat 100 orang dinyatakan sembuh dari Covid 19, dan Selasa (26/5/2020) terdapat 49 orang sembuh diantaranya 48 orang dari Kabupaten Bombana.
 
Kasus OTG Terjadi pengurangan 121 kasus, sehingga total OTG berjumlah 1165 kasus. Kasus ODP Terjadi pengurangan 1 kasus, sehingga total ODP sebanyak 146 kasus.
 
Kasus PDP Terjadi penambahan 4 kasus, sehingga total PDP berjumlah 17 kasus.
 
Terjadi pengurangan Kasus KONFIRMASI POSITIF sebanyak 49 Kasus, Sehingga total pasien positif yang masih dalam perawatan sebnayak 111 Kasus.
 
Terjadi Penambahan Kasus SEMBUH sebanyak 49 kasus terdiri dari: Kabupaten Bombana sebanyak 48 kasus Kota Kendari sebanyak 1 Kasus sehingga total pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 100 orang meninggal 4 kasus
 
TOTAL KASUS POSITIF COVID-19 Sultra berjumlah 215 KASUS (ist)
 
Editor : Mulyadi

OPINI
Oleh : Azmar Rahayu, ST MM
Sekretaris ISNU ( Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama ) Kota Baubau
 
Ada pepatah lama mengatakan "Yang paling sulit dari merubah prilaku adalah ketika kita merasa tidak ada yang perlu dirubah."
Kalimat ini menggambarkan kondisi hari ini betapa masyarakat kita masih banyak yang tidak perduli bahkan cenderung melawan apa yang seharusnya dilakukan secara bersama-sama (pembatasan sosial) demi kebaikan bersama. Saya melihat ini ibarat sebuah bom waktu yang akan meledak 5 sampai 10 hari ke depan yang artinya puncak Pandemi Covid-19 ini baru akan dimulai pasca Lebaran.
 
Yang menjadi keresahan saya adalah bahwa saat ini episentrum wabah telah bergeser tidak lagi di Jakarta atau Kota-kota besar lainnya namun ke daerah-daerah di berbagai wilayah yang sebagian besar minim (bahkan tidak memiliki) tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang memadai! 
Ketika negara-negara lain sudah mulai memperlihatkan kelandaian kurva penyebaran bahkan telah berhasil mengendalikan pandemi sampai di titik 0, Indonesia terus menunjukan kurva positif secara signifikan dari hari ke hari khususnya menjelang lebaran.
 
Inilah yang menjadi penyebab utama tingginya angka persebaran, kerumunan terjadi dimana-mana. Begitu sulitnya membatasi keinginan masyarakat kita untuk memeriahkan lebaran, begitu sulitnya mengajak masyarakat kita untuk memikirkan akibat dari prilaku tidak disiplin ini terhadap para tenaga medis yang berada di garda terdepan. Bagaimana jika semua tenaga medis kita benar-benar mengatakan #terserah lalu memilih untuk tidak mau lagi terlibat lebih jauh? Pernakah kita membayangkan jika sampai terjadi kondisi terburuk seperti itu?
 
Walaupun ditengah tidak terkendalinya situasi, saat ini pemerintah kita justru sedang mempersiapkan protokol untuk memulai kehidupan baru "berdampingan" dengan virus Corona. Sekolah, kantor, pusat-pusat perekonomian dan pusat kegiatan masyarakat lainnya berangsur-angsur akan dibuka kembali, tujuannya adalah untuk relaksasi perekonomian yang sudah sangat terpukul dalam 3 bulan terakhir karena hal.serupa juga sudah mulai dijalankan oleh banyak negara lain di dunia bahkan Italia dan Amerika sekalipun yang masih tinggi tingkat penularannya namun mereka sudah mengklaim dapat mengendalikan keadaan dengan protokol yang ketat dan telah dibuktikan dengan sudah melandainga kurva persebaran dan tingkat kematian.
 
Menurut saya Indonesia belum bisa berada pada posisi stretching, kita masih harus defense. Karena pertahanan yang rapuh justru akan mendatangkan petaka yang lebih besar nantinya jika masyarakat kita belum benar-benar siap dengan "prilaku normal baru". Bahasa sederhananya "Sedang dibatasi saja masih tetap dilanggar apalagi jika diberi kelonggaran?"
 
Lagi-lagi perlu adanya sinergitas yang baik antara semua stake holders yang ada, perilaku masyarakat yang sulit dirubah ini tentu dipengaruhi faktor lainnya juga, jika kita mengabaikan seseorang bisa jadi karena orang itu juga suka mengabaikan kita (hukum kausalitas). Bisa jadi mental bebal masyarakat ini dikarenakan sikap pemerintah baik di pusat maupun daerah yang juga suka abai dengan kepentingan masyarakat itu sendiri, atau bisa jadi ada yang salah pada cara dan pola Pemerintah dalam menanganinya sehingga terkesan tidak efektif, tidak tepat sasaran dan cenderung tidak punya skala prioritas!
 
Inilah yang saya rasakan dan saya amati, betapa tumpang tindihnya aturan dan tidak kompaknya antar lembaga yang ada. Bagaimana bisa mendisiplinkan masyaralat banyak jika lembaga yang mengurusi masyarakat saja juga tidak bisa bersinergi satu dan yang lainnya. Baik pusat maupun daerah punya kebijakan dan kewenangannya masing-masing, ada yang sinkron ada juga yang bertolak belakang. Juga soal eksekusi ada yang tepat sasaran ada juga yang salah sasaran.
 
Tentu tidak mudah mengendalikan situasi ini ditambah persoalan-persoalan turunan lainnya yang juga menuntut untuk segera diselesaikan, namun Pemimpin yang hebat bisa dilihat ketika dia mampu mengendalikan situasi dimasa-masa sulit. Kita masih banyak punya resources, masih punya semangat dan keyakinan bahwa kita mampu mengendaliakn situasi dan keluar dari zona wabah ini menuju "normal baru" dengan segala tantangannya. Namun semua butuh saling sinergi dan saling percaya. Jangan sampai distrust ini terjadi berlarut-larut karena akan terus menarik kita lebih dalam ke pusaran wabah dan terus menuju ke puncak Pandemi.
 
Sudah saatnya semua pihak bisa melakukan introspeksi, tentu dimulai dari bagaimana kita bisa mendisiplinkan diri dan melatih kepekaan sosial kita tanpa harus menyalah-nyalahkan pihak yang lain, hanya dengan bersama-sama kita semua dapat keluar dari wabah ini dengan selamat,  Firman Allah SWT “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra'd:11). ... “Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui,“ (QS. Al-Baqarah: 216).
 
Mari kita berdoa semoga bangsa ini segera menemukan solusi terbaik dan bersama-sama keluar dari segala kesulutan, karena sesungguhnya di dalam setiap kesempitan pasti ada kesempatan yang lapang, dan selalu ada jalan keluar dalam setiap kesulitan dan permasalahan yang ada. 
"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, dan sesunggunya bersama kesulitan pasti ada kemudahan." (QS. Ash-Sharh 94-6,7)
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441H.
 
Mohon maaf lahir dan batin.
 
 

BAUBAU, BUTONRAYANEWS.CO.ID - Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas kesehatan Kota Baubau telah melakukan repit test massal kepada 114 orang dan hasilnya seluruhnya negatif. Kepala Dinas Kesehatan dr Wahyu menjelaskan Dinas Kesehatan melalui program repit test massal dimana dari sebaran undangan yang disebarkan khususnya pada OTG, PDP, ODP dan penumpang eks Dorolonda sebanyak 220 namun yang menghadiri pemanggilan ini dan secara mandiri untuk datang di Puskesmas terdekat sebayak 114 orang. "Kami juga di sekretariat tim gugus tugas Covid 19 Kota Baubau pada hari bersamaan dimana melakuka. Repit test sebanyak 34 orang selebihnya di pemerikasaan dan pengambilan sampel untuk dilakukan repit test pada puskesmas se Kota Baubau, khususnya pada OTG, PDP, ODP dan juga yang banyak diperbincangkan ditengah masyatakat yakni penumpang eks dorolonda," ucapnya. Dan hasil dari repit test ini secara keseluruhan hasilnya tanpa reaktif (negatif). Meskin masih ada beberapa orang yang menjadi target pemeriksaan belum melakukan repit test karena adanya kesibukan maka pemerintah melalui puskesmas se Kota Baubau akan mengagendakan kembali untuk melakukan repit test di puskesmas terdekat dengan wilayahnya. Alat repit test yang disiapkan oleh pemerintah saat ini sebanyak 700 kit. Untuk itu pemerintah menghimbau kepada seluruh masayarakat Kota Baubau untuk tetap mengikuti protokol kesehatan penceghan covid 19 untuk dapat memutus mata rantai virus ini. Yakni dengan menggunakan maskes, cuci tangan setiap saat, dan jaga jarak. Peliput / Editor : Mulyadi

- Pasien Baru Ini Belum Diketahui Riwayat Penyebarannya, Hingga Tim Akan Melakukan Pendalaman
BAUBAU,BUTONRAYANEWS.CO.ID - Tim Gugus Tugas Covid 19 Kota Baubau melakukan reless perkembangan dari kasus Covid 19 wilyah Kota Baubau, Jumat (22/5/2020) terdapat 1 kasus baru Positif dan dua pasien Positid dinyatakan sembuh.
 
Hal ini diungkapkan juru bicara tim gugus tugas Covid 19 Kota Baubau, dr Lukaman dihadapan wartawan. " Hari ini kami ingin menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan penyebaran Covid 19 di Kota Baubau, dimana hari ini dapat kami sampaikan dua pasien yang sebelumnya dinyatakan positif saat ini sudah dinyatakan sembuh," ungkapnya.
 
Pasien yang dinyatakan sembuh yakni pasien 04 dan 05 dimana kedua pasien ini dilakukan perawan yang berbeda pasien 04 dilakukan di ruang isolasi rumah sehat dan pasien 05 melakukan isolasi mandiri dirumah keluarga. 
 
Sementra untuk pasien positif baru yakni pasien 06 adalah seorang perempuan berusia 34 tahun. Sehingga saat ini total covid 19 terkonfermasi 6 orang dan dinyatakan sembuh dua orang sisa 4 orang yang positif. Hingga berita ini diturunkan untuk riwayat pasien 06 belum diketahui (sporadis) sehingga tim akan melakukan pendalaman riwayat terkonfermasi positif pada pasien 06 ini.
 
Rencananya pasien 06 akan dilakukan penjemputan oleh tim, dan akan dilakukan perawatan dirumah sehat Kota Baubau.
 
Peliput / Editor : Mulyadi

Page 7 of 144

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0822 9168 7184 

Visitors Counter

3701143
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
2454
5226
35285
3628406
145149
175656
3701143