Tuesday, October 16, 2018

Pabrik Sabu yang Dibongkar Polres Jakbar Ternyata Berkualitas Impor

Written by  August 08 2018
Foto: Polres Jakbar menggelar press conference. (Ashari/BRN) Foto: Polres Jakbar menggelar press conference. (Ashari/BRN)

JAKARTA, ButonRayaNews.co.id - Setelah membongkar sindikat jaringan Internasional Malaysia-Indonesia. Kali ini, Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat (Jakbar) kembali  membongkar peredaran gelap narkoba. Dibawah pimpinan Kasat Narkoba AKBP Erick Frendiz berhasil membongkar keberadaan sebuah pabrik sabu rumahan di bilangan Tangerang Banten. Pabrik sabu rumahan itu berada di Perumahan Metland Jalan Kateliya Elok II No.12B, Cipondoh, Kota Tangerang.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, terbongkarnya pabrik sabu rumahan ini berdasarkan informasi serta kecurigaan masyarakat yang resah terhadap aktifitas pelaku.

Dari lokasi, selain mengamankan satu orang pelaku berinisial AW alias Phengchun yang merupakan pemilik sekaligus pembuat narkoba jenis sabu, pihaknya juga menyita sejumlah bahan kimia berikut alat pembuat sabu.

“Meski produksi rumahan, namun kualitas sabu yang dihasilkan sama dengan kualitas impor, seperti 30 kg sabu yang ditangkap sebelumnya oleh Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat” ujar Kapolres, Rabu (08/08/2018).
 
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz menambahkan, dari hasil penyidikan, aktifitas haram tersebut dilakukan AW sejak Mei 2017 lalu.

Di dalam rumah, terdapat sebuah laboratorium yang dibangun pelaku untuk memproduksi sabu dengan metode fosforisasi yang dimulai dari obat tablet dengan ekstraksi efidhrin, selanjutnya diolah hingga menjadi sabu.

"Di lokasi penggerebekan, kami mendapati barang bukti berupa hasil produksi sabu yang baru setengah jadi berjumlah 1 kg, selain itu juga didapati barang bukti berupa hasil produksi sabu yang sudah jadi dan siap edar berjumlah 500 gram serta sejumlah bahan peracik sabu," kata Erick.

Lanjut ia mengatakan, dari jumlah prekursor yang tersedia di TKP, diperkirakan pelaku dapat memproduksi sabu sebanyak 10 hingga 15 kg, dengan omzet miliaran rupiah.

Berbekal pengalaman pernah meracik dan memproduksi sabu, pelaku akhirnya membuat bahan sabu sendiri produksi asli Indonesia yang bahan-bahannya ia racik dan membangun laboratorium di dalam rumahnya, dimana setiap selesai memproduksi sabu oleh tersangka dicobanya sendiri dengan cara menggunakannya.

"Tersangka mengakui menjual sabu hasil racikannya dengan harga Rp700 ribu per gram dan mengedarkannya di sekitar Jakarta dan Tanggerang," jelasnya.

Erick menyebutkan, barang bukti (BB) yang berhasil disita, diantaranya 16 Box obat tablet dengan ekstraksi efedrin warna pink yang berisi 3200 butir, 1 bungkus plastik transparan berisikan tablet warna putih dengan berat brutto 5000 butir, 5 buah wadah plastik masing-masing berisikan padatan warna putih diduga bahan utama pembuat sabu efedrin dengan berat brutto 1 kg, 13 box plastik soda api plastik berat brutto 3796 gram, 2 botol kaca warna coklat masing2 berisikan kristal warna ungu (Yodium) dengan berat brutto 1000 gram, 1 buah nampan kaca dan 1 bungkus plastik masing-masing berisikan serbuk warna kecoklatan (Fosfor) dengan berat brutto 1312 gram.

Selain itu, pihaknya juga menyita 3 buah jerigen masing-masing berisikan cairan warna kemerahan (HCL) sebanyak 20 liter, 1 buah jerigen transparan yang berisikan cairan bening (Toluen) sebanyak 5 liter, 1 buah jerigen warna biru yang berisikan cairan bening (Toluen) sebanyak 10 liter, 1 buah jerigen warna abu-abu yang berisikan cairan bening (Toluen) sebanyak 20 liter, 4 buah jerigen transparan yang berisikan cairan bening (HCL) sebanyak 20 liter, 2 buah jerigen transparan yang berisikan cairan kehitaman (HCL) sebanyak 5 liter, 2 buah jerigen transparan yang berisikan cairan bening (Acetone) sebanyak 8 liter, 1 buah jerigen transparan yang berisikan cairan bening (Alkohol) sebanyak 5 liter, dan 2 buah kantong plastik warna hitam yang berisikan padatan warna putig abu-abu (Limbah Napacine ) dengan berat brutto 10.000 gram.

"Kemudian 3 bungkus plastik klip yang berisi kristal putih dengan berat brutto 5,25 gram, 1 buah nampan glass yang berisi kristal coklat dengan berat brutto 9,61 gram, 1 buah nampan plastik yang berisikan kristal coklat dengan berat brutto 2,28 gram, 1 buah nampan plastik yang berisikan kristal coklat dengan berat brutto 2,82 gram, 1 buah botol berbentuk labu refliks terangkai dengan selang air, 1 buah botol berbentuk labu berisikan cairan warna coklat dengan kompor pemanas dan selang, 2 buah beaker glass masing-masing terdapat sisa-sisa kristal, 6 buah corong plastik warna merah dan hijau, 2 buah kondensol, 1 buah timbangan, 2 buah air pump, 1 buah kompor listrik, 1 buah thermometer, 1 buah wadah tutup thermos warna putih yang di duga berisikan kristal sabu, 1 buah alat hisap sabu, 3 buah cangklong dan 1 pipa kaca, 6 buah Hp, 2 buah buku tabungan bank BCA atas nama Antonius Wongso, 2 unit motor Satria warna biru dan Beat warna putih serta 1 unit mobil CRV warna abu-abu," sebutnya.

Sementara total prekursor yang diamankan tambah Erick, yakni ephedrin 1 kg, soda api 5000 gram, yodium 1000 gram, fosfor 1312 gram, HCL  50 Liter, Toluen 40 Liter, Acetone 10 Liter, dan Alkohol-5 Liter.

Atas perbuatanya, pelaku dijerat dengan UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup dan atau pidana penjara maksimal 20 tahun.(*)

Peliput: Ashari
Editor: Salamun Sofian

Rate this item
(3 votes)
Read 152 times

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0813 5444 5525

Visitors Counter

801163
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
611
3803
7609
772727
48475
132968
801163