Wednesday, February 19, 2020

REDAKSI

REDAKSI

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Dian Saputra Syarif alias Erik bin Syarif Katoda seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di bagian administrasi pada Biro Hukum Pemerintah Provinsi Sultra diciduk polisi lantaran menjadi pengedar narkotika jenis shabu.
 
 
Kepala Kepolisian Resort Kendari, AKBP Jemi Junaidi mengatakan Dian Saputra Syarif di perumahan BTN Puri Tawang Alun 2, Kelurahan Padaleu, Kecamatan Kambu, pada Sabtu, 31 Agustus 2019.
 
 
Perwira dua bunga melati ini menambahkan, Dian Saputra Syarif juga merupakan residivis dari kasus yang sama dan sudah pernah mendekam di lembaga pemasyarakatan.
 
 
"Tersangka ini merupakan pengedar jaringan lapas. Dan dari pengakuannya, semua barangnya (Shabu-shabu) di peroleh dari Lapas Kelas II A Kendari," ungkap AKBP Jemi, Rabu (04/09/2019).
 
 
Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan 55 paket shabu dengan berat total 90,26 gram. Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya berupa bong shabu, serta sebuah timbangan elektronik.
 
 
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka ditahan di sel tahanan Polres Kendari dan diancam dengan hukuman pidana sesingkat-singkatnya 6 tahun penjara sesuai dengan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 
 
 
Peliput: Muhammad Al Rajap
 

KENDARI, ButonRayaNews.co.id  - Liras Hotel Syariah merupakan hotel bintang dua di wilayah Kota Kendari, yang terletak di kawasan bisnis Jalan Bunggasi No. 49, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia.
 
 
Hotel ini  dapat menjadi pilihan alternatif bagi wisatawan muslim yang hendak berwisata, karena hotel ini berkonsep halal. Pelayanan dan fasilitasnya pun sangat cocok untuk para wisatawan dan bisnis.
 
General Manager (GM) Liras Hotel Syariah Kendari, Sudarwan mengatakan Liras Hotel Syariah terletak di daerah kawasan bisnis dan perkantoran gubernur Sulawesi Tenggara. Di hotel ini kata Sudarwan menawarkan beberapa fasilitas dan yang paling tertentu pelayanannya yang berkelas.
 
 
"Liras Hotel ini menawarkan pelayanan dengan beberapa fasilitas kamar dan ruang meeting yang cocok untuk mengakomodasi 40 hingga 80 orang dengan harga sangat terjangkau yang dapat di sesuaikan dengan budget anda sendiri," ungkapnya, Selasa (03/09/2019).
 
 
Dijelaskannya, Liras Hotel Syariah memiliki 32 kamar dengan tiga tipe yang berbeda yakni kamar Standar, Superior, dan Deluxe dengan harga yang bervariasi adapun harga promo yang di tawarkan mulai Rp 225.000 hingga Rp350.000 per malam.
 
 
Mantan General Manager pada salah satu Hotel di Kendari  ini menambahkan, konsep warna kamar hotel lebih kelihatan menarik serta berbeda dari hotel lainnya, yang membuat pandangan anda menjadi teduh.
 
 
"Konsep kamar di dominasi warna ungu dan putih, ini di jamin membuat pandangan anda teduh. Keteduhan juga semakin sempurna karena di setiap kamar di lengkapi dengan peralatan shalat untuk para tamu yang menginap," tutur Sudarwan.
 
 
Hotel bintang dua ini sangat mudah di akses karena berada pada jalur angkutan umum dan sangat dekat dengan Bandara Udara Haluoleo. 
 
 
Selain dari pada itu, pengunjung yang menginap di Liras Hotel Syariah dapat juga menikmati beberapa icon Kota Kendari di antaranya seperti Pasar Tradisional Anduonohu, Kawasan Taman Kantor Gubernur, Mesjid Terapung Al-Alam, Kebun Raya Kota dan lain sebagainya.
 
 
Jadi dengan hadirnya Liras Hotel Kendari dapat menambah pilihan menginap anda ketika berkunjung di Kota Kendari. Untuk mengetahui Info serta Reservasi kamar Liras Hotel Syariah Kendari dapat langsung menghubungi melalui WhatsApp Cp :  085340314836.
 
Peliput: Muhammad Al Rajap

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Berdasarkan hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) IV Ikatan Alumni (IKA) PMII Sulawesi Tenggara, Oma Irama terpilih secara aklamasi sebagai Ketua IKA PMII Sultra untuk massa jabatan 2019-2025 menggantikan Milwan Lukman sebagai Ketua IKA PMII periode sebelumnya. 
 
 
Dalam sambutannya, Oma Irama berjanji akan melaksanakan semua program-program PMII selama dirinya menjadi Ketua IKA PMII Sultra. 
 
 
"Memang mensosialisasikan semua program IKA tidak begitu gampang. Akan saya akan tetap menjalankan program IKA PMII selama lima tahun kedepan," ungkap Oma di Aula Kanwil Kemenag Sultra, Sabtu 31 Agustus 2019.
 
 
Menurut Oma, pihaknya dalam waktu akan menyusun struktur kepengurusan beserta tim formatur. Pihaknya juga akan mengakomodir sejumlah alumni PMII di Sultra demi menjalankan program organisasi. 
 
 
"Semoga kita tetap besinergi demi menjalankan roda organisasi kedepannya. Sehingga PMII Sultra tetap jaya di Sultra," pungkasnya. 
 
 
Untuk diketahui, Oma Irama terpilih secara aklamasi setelah tiga PC IKA PMII masing-masing IKA PMII Kendari, Muna dan Baubau secara aklamasi menunjuk Oma Irama sebagai Ketua IKA. 
 
Peliput: Asis

Butonrayanews.co.id, BAUBAU - Menjalin silaturahmi dengan awak media Se Kota Baubau, Dandim 1413 Buton, menggelar Coffe Morning di Markas Komando Kodim 1413 Buton.

Dandim 1413 Buton,  Letkol Inf Arif Kurniawan SE Mipol  merasa bersyukur dapat berjumpa dan berkenalan langsung dengan insan pers se Kota Baubau. " terima kasi kepada teman-teman media yang sudah mau hadir di Kodim 1413 Buton, acara ini saya buat didalam rangka untuk menjalin silaturahmi dan sekaligus perkenalan sebagai pimpinan di Kodim 1413 Buton," kata pembuka dalam ngopi bareng ini.

Ia menambahkan wilah kerja Kodim 1413 Buton ada enam wilayah langkah awal adalah mengelilingi seluruh wilayah sekaligus silatuh rahmi dengen seluruh anggota Kodim.

"Semoga perkenalan pertama dengam teman awak media ini akan menjalin kerja sama dan komunikasi yang baik didalam mempublis agenda dan kegiatan dari TNI khususnya Kodim 1413 Buton," tutupnya.

Sebagai seorang pendatang yang nertugas di Tanah Buton akan tetap menjunjung tinggi adat dan budaya setempat. Berada di Buton serasa berada di kampung sendiri.

Penulis / Editor : Mulyadi

 

 


KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Insiden yang akhir-akhir ini sempat memanas soal pro kontra mengenai penurunan baliho Rajiun Tumada di Kabupaten Muna ikut dikomentari oleh berbagai pihak. 
 
 
Salah satunya datang dari Bakal Calon (Balon) Bupati Muna 2020 mendatang, Saharuddin. Pria kelahiran Tongkuno 1964 silam ini mengatakan persoalan baliho dengan tagline Mai Te Wuna bukanlah hal yang prinsip. 
 
 
Menurutnya, hal seperti itu dengan mengutip tagline tertentu sudah lazim dilakukan oleh banyak pihak karena tagline itu dianggap menarik dan didukung pula oleh banyak pihak.
 
 
Saharuddin memberikan gambaran seperti tagline Visit Indonesian Year. Tagline tersebut kata dosen Institut Pertanian Bogor ini sangat dianjurkan untuk dikutip dan disebarluaskan ke khalayak umum.
 
 
"Biar semakin bergema di berbagai lapisan masyarakat dan semakin melembaga serta berdampak positif. Jadi tak perlu dikhawatirkan," kata Saharuddin. 
 
 
Mengenai pro kontra Baliho di Muna, pengusaha sukses ini mengimbau agar pihak lain juga tidak perlu merisaukannya. Apalagi sampai ada pejabat dari daerah lain masuk ke wilayah daerah tertentu di luar wilayah  kekuasaan/kebijakannya. 
 
 
"Lebih baik mereka fokus pada tugasnya mengurus rakyatnya. Saya melihat  persoalan baliho di Muna semata-mata hanyalah pertanda sedang terjadi gejala kepanikan elit politik secara kolektif yang telah berlangsung lama dan terjadi secara sistematis di pulau Muna," beber Saharuddin. 
 
 
Kepanikan kalangan elit ini akan berimbas pada masyarakat menengah khususnya aparatur pemerintahan level menengah  yang dengan mudah menempuh cara eksodus ke daerah lain termasuk pindah ke Kendari. 
 
 
Hal ini juga sekaligus mengkonfirmasi bahwa penyelenggaraan pemerintahan di Muna sedang tidak kondusif bagi aparatur dan bagi  pembangunan di pulau Muna. 
 
 
Ayah dua anak ini menyarankan agar Kabupaten Muna dan Kabupaten Muna Barat secara bersama menciptakan ruang kolaboratif dan bersinergis untuk mengelola komoditas unggulan sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat.
 
 
"Persaingan tidak sehat antar elite poilitik lintas kabupaten  "saudara kandung" hanya akan merugikan masyarakat di pulau Muna secara keseluruhan. Sekali lagi bahwa penciptaan ruang kolaboratif jauh lebih penting dari pada urusan memperseterukan baliho," tutupnya.
 
 
Peliput: Muhammad Al Rajap

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Salah satu dosen dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menyatakan diri untuk maju dalam bursa Pemilihan Bupati Muna 2020 mendatang. 
 
 
Dia adalah Saharuddin. Selain berprofesi sebagai dosen, pria kelahiran Tongkuno, Kabupaten Muna tahun 1964 ini juga seorang pengusaha sukses di bidangnya. 
 
 
Pada media ini, Saharuddin menuturkan niatnya maju di pilbub Muna karena untuk membangun daerah dari tanah kelahirannya itu. 
 
 
"Selain motivasi saya untuk membangun daerah, saya juga di dukung secara penuh oleh keluarga besar saya terutama istri dan anak-anak saya," ucap Saharuddin, Jumat (30/08/2019).
 
 
Ketika ditanya soal "kendaraan" untuk bisa maju sebagai calon bupati Muna, doktor jebolan IPB ini mengaku telah berkomunikasi dengan pimpinan pusat partai besar di Jakarta.
 
 
"Sudah ada partai. Ada dua partai. Kita sudah bangun komunikasi dengan para pimpinannya. Tapi itu masih rahasia yaa," katanya. 
 
 
Saharuddin juga mengaku telah memiliki basis massa pendukung yang besar dan solid. Namun lagi-lagi ia belum untuk mempublikasikannya. 
 
 
"Tahan dulu yaa. Kalau sudah tiba waktunya, pasti saya sampaikan," tutupnya.
 
 
Peliput: Muhammad Al Rajap

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Sebanyak 18 orang wanita dari luar Sulawesi Tenggara terjaring razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kendari di sejumlah rumah kost yang terletak di Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat.
 
 
Saat dikonfirmasi, Kepala Satpol PP Kota Kendari, Amir Hasan mengatakan razia tersebut dilakukan dalam menindaklanjuti adanya aduan dari masyarakat sekitar, bahwa di lokasi tersebut diduga ada perdagangan manusia, serta penyakit masyarakat lainnya. 
 
 
"Ada banyak wanita kami temukan dari luar Sultra yang ditempatkan khusus dalam satu mess," ujar Amir Hasan pada butonrayanews.co.id melalui sambungan teleponnya, Kamis (29/08/2019) malam. 
 
 
Mantan Camat Kadia ini menyebut para wanita tersebut berasal dari tempat yang berbeda-beda. Ada yang berasal dari Manado, Palu maupun dari Makassar, Sulawesi Selatan. 
 
 
"Informasi yang kami peroleh pak RT setempat dan pengakuan dari mereka bahwa belasan wanita ini adalah ledis dari rumah bernyanyi Triple Nine (999) Kendari," jelas Amir Hasan. 
 
 
Amir menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut termasuk meminta keterangan dari pemilik rumah kontrakan tersebut.
 
 
"Kami akan sampaikan sama pimpinan kami (walikota Kendari). Dan untuk pemiliknya tetap akan kami mintai keterangannya apakah dia memiliki izin atau tidak," tutup Amir Hasan. 
 
Peliput: Muhammad Al Rajap
 
 

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Para pengurus provinsi Persatuan Olahraga Kempo Indonesia (Porkemi) Sulawesi Tenggara (Sultra) akan dilantik pada bulan Oktober mendatang.
 
 
Pelantikan para pengurus tersebut nantinya akan dirangkaikan dengan pelatihan tekhnik nasional yang bertempat di salah satu hotel di Kendari.
 
 
Sekjen Porkemi Sultra, Marlin mengatakan pelantikan pengurus provinsi diagendakan pada 13 Oktober 2019 mendatang. Pelantikan akan dilaksanakan setelah beberapa bulan terbentuk.
 
 
"Rencananya, dalam pelantikan itu juga akan dirangkaikan dengan ujian kenaikan tingkat nasional wilayah Sultra, dari kyu VI sampai dengan ke III DAN," ujar Marlin, Kamis (29/08/2019).
 
 
Sementara untuk ujian ujian kenaikan tingkat nasional wilayah Sultra, dari kyu VI sampai dengan ke III DAN lanjut advokat muda ini, akan dilakukan secara terpisah dari pelantikan pengurus Porkemi Sultra.
 
Terkait kesiapan, lanjut Marlin, pihaknya sudah melakukan rapat dan dirinya dipilih sebagai ketua panitia untuk mempersiapkan agenda pelantikan tersebut. 
 
 
"Kami sedang mematangkan persiapannya. Seluruh pengurus bahu membahu, untuk menyukseskan pelantikan dan ujiannya nanti," tutur Marlin
 
 
Dia juga menambahkan, Porkemi sudah didaftarkan ke Kemenkumham dan mendapat pengesahan sebagai organisasi resmi pada 7 November 2018 lalu. Porkemi diproklamasikan atau dideklarasikan di Jakarta, Sabtu 10 November. Yulianto Maris dipercaya sebagai ketua umum di periode pertama ini.
 
 
Selain itu, Porkemi juga resmi mendunia dengan tercatat pada Asosiasi Kempo Internasional (IKA) yang bermarkas di London, Inggris.
 
 
Peresmian Porkemi menjadi anggota IKA dilakukan di sela-sela pertemuan dan seminar kempo internasional di Swiss, pada 15-17 Juni 2019.
 
 
Peliput: Muhammad Al Rajap
 

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Para pemilik rumah makan di Kota Kendari mulai berangsur-angsur menggunakan tabung Bright Gas 5,5 Kg yang semula menggunakan tabung LPG 3 Kg. Peralihan penggunaan tabung Bright Gas 5,5 Kg ini setelah pihak Pertamina Kendari bersama Dinas Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kota Kendari melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah rumah makan.

 

Sidak tersebut dilakukan untuk mengecek dan mengajak para pemilik rumah makan yang masih memakai tabung gas LPG 3 Kg agar beralih ke tabung Bright Gas 5,5 Kg. Sales Executive LPG Pertamina Kendari, Arnaldo Andika Putra mengatakan untuk memudahkan para pemilik rumah makan menggunakan tabung Bright Gas 5,5 Kg, pertamina menawarkan penukaran tabung.

 

"Para pemilik rumah makan kita tawarkan penukaran dua tabung LPG 3 Kg yang kosong ditukar dengan tabung Bright Gas 5,5 Kg yang telah berisi," ujar Arnaldo pada awak media, Rabu (28/08/2019).

 

Tak hanya itu, dalam setiap penukaran tabung LPG 3 Kg ke tabung Bright Gas 5,5 Kg, pihak pertamina juga langsung memberikan bonus berupa satu unit kompor gas lengkap (siap digunakan).

 

Dari pantauan butonrayanews.co.id di lapangan, beberapa pemilik rumah makan langsung menukarkan tabung LPG 3 Kg miliknya dengan tabung Bright Gas 5,5 Kg ketika tim pertamina dan Disperindagkop Kota Kendari mendatangi tempat usahanya.

 

Salah satunya di Rumah Makan Bude Muji yang berada di Jalan Edy Sabara, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia. Pemilik rumah makan tersebut menukarkan 10 tabung 3 Kg miliknya ke 5 tabung Bright Gas 5,5 Kg.

 

"Dari beberapa rumah makan yang kita datangi hari ini, ada 30 tabung LPG 3 Kg yang berasil ditukar. Artinya, ada 15 tabung Bright Gas yang telah tersalurkan ke beberapa rumah makan tadi," kata Arnaldo.

 

Pria yang akrab disapa Aldo ini juga menambahkan dari sidaknya di lapangan, ada pula pemilik rumah makan yang memilih untuk membeli tabung Bright Gas 5,5 Kg.

 

"Tadi saat kita sidak, ada satu rumah makan yang memiliki 16 tabung LPG 3 Kg. Kita ajak untuk tukarkan ke Bright Gas, tapi pemilik rumah makannya tidak ada di tempat. Jika kami tidak bisa mengajak beralih ke Bright Gas, mau tidak mau kita akan menggandeng aparat kepolisian untuk melakukan penindakan yang lebih tegas," tutur Aldo.

 

Aldo menjelaskan, dalam Peraturan Presiden nomor 104 tahun 2007 pada pasal 3 ayat 1 disebutkan penyediaan dan pendistribusian LPG tabung 3 Kg hanya diperuntukkan bagi rumah tangga dan usaha mikro.

 

Sementara di UU nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dijelaskan usaha Mikro adalah badan usaha perorangan yang memiliki aset atau kekayaan bersih hingga Rp50 juta, tidak termasuk tanah atau bangunan tempat usaha serta omset penjualan tahunan hingga Rp300 juta.

 

"Jadi, para pelaku usaha kuliner yang penghasilannya dibawah Rp1 juta per hari, masih diperbolehkan menggunakan tabung LPG 3 Kg, tapi kalau sudah diatas Rp1 juta, sudah tidak diperbolehkan," tutup Aldo.

 

Peliput: Muhammad Al Rajap

 


Butonrayanews.co.id, BAUBAU - Kota Baubau sebagai daerah berkembang tidak dapat dihindari dengan maraknya informasi melalui medsos, serta menghadapi era digital saat ini dibutuhkan SDM yang mapan. Dinas komunikasi dan informasi Kota Baubau yang melibatkan seluruh wartawan se Kota Baubau, mahasiswa dan masyarakat menggelar pelatihan fotografer dan jurnalistik. H Nasir ketua panitia pelatihan fotografer dan jurnalistik memaparkan kegiatan ini salah satu upaya peningkatan SDM dalam dunia jurnalis dalam era digital. "teknologi saat ini memiliki peranan penting dan tidak bisa dihindari didalam ada keterbukaan informasi," ungkapnya. Nasir menambahkan kegiatan ini bertujuan didalam membekali peserta khususnya wartawan mahasiswa dan pimpinan media dapat memahami kerja kerja jurnalis. Dan dapat sheering informasi dan pengetahun. Sementara itu asisten 3 setda Kota Baubau Drs La Ode Sarafa MSi yang mewakili Kota Baubai menjelaskan kegiatan ini diharapkan dapat sinergi antara pembangunan didalam keterbukaan informasi publik. Lahirnya UU no 14 tahun 2008 tentang keterbukaan publik adalah salah satu upaya untuk melakukan transparan dan keterbukaan. "goodgovernace didalamnya terdapat akuntabilitas transparansi dan juga parisipasi masyarakar. Keterbukaan infomasi dapat membantu masyarakat dalam mengawasi pembangunan yang sedang dan yang telah dilaksanakan. Mariliah kita secara bijak didalam menyaring informasi yang masuk baik melalui media sosial atau informasi melalui media yang ada," ungkapnya. Dalam pelatihan fotografer dan jurnalistik menghadirkan dua narasumber yakni Ramli Ahmad direktur SKH Buton Pos dan Yuli Purnomo Sidi ST penggiat fotografer profesional di Kepulauan Buton. Peliput / Editor : Mulyadi

Page 9 of 126

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0822 9168 7184 

Visitors Counter

2123891
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
30
5155
14895
2074885
83286
95718
2123891