Saturday, October 31, 2020

iklan arifudin

Himbauan Covid

Sekda

Kemendesa Gandeng Perusahaan Asal Belanda Kembangkan Komoditas Jambu Mente di Butur

Written by  February 27 2020
Abu Hasan bersama pihak Kementerian Desa ri dan pihak Nuts2 Abu Hasan bersama pihak Kementerian Desa ri dan pihak Nuts2
BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) Republik Indonesia menggandeng perusahaan asal Belanda, Nuts2 sebagai perusahaan exportir kacang mente, guna mengembangkan komoditas jambu mente di Buton Utara.
 
 
Kasubdit Direktorat Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa, Rosemary mengatakan bumdes dapat berperan sebagai produsen dalam pengembangan komoditas mente, dan perannya juga sangat besar dalam mengakomodir produk mente menuju pasar yang besar melalui Nuts2.
 
 
"Kami menangkap bahwa peluang ini adalah salah satu strategi dalam peningkatan pengembangan ekonomi lokal walaupun Buton Utara bukan daerah tertinggal namun efeknya dapat berdampak pada daerah tertinggal," ujar Rosemari dalam acara sosialisasi dan pengembangan komoditas mente di Aula Bapeda, Kamis, (27/02/2020).
 
 
Dia berharap, bumdes dapat berperan aktif dalam mengembangkan jambu mente sehingga nantinya akan meningkatkan kesejateraan bagi petani dan masyarakat lainnya.
 
 
"Harapan kami dalam kunjungan ini agar terciptanya aksi nyata pengembangan komoditas mente dan tentunya harus dibarengi dengan kwalitas mente yang sepadan dan memenuhi standar pembeli," katanya.
 
 
Sementara Bupati Abu Hasan, mengatakan komoditas utama seperti beras, kelapa dan jambu mente memiliki skala ekonomi yang tinggi sehingga memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejateraan masyarakat Butur.
 
 
"Momentum ini harus diraih, harus dimanfaatkan dan jadikan ini sebagai peluang untuk memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat Butur," Ucap Abu Hasan.
 
 
Dia Juga menambahkan komoditas jambu mente yang tersebar diseluruh wilayah Buton Utara sekitar 6000-7000 Ha. Sementara selama ini kata Abu Hasan jambu mente produk Butur hanya dijual di pasaran lokal saja dengan harga yang cukup minim.
 
 
"Saya berharap tidak ada yang masa bodoh, semua hal difasilitasi mulai dari Dinas Pertanian, jajaran camat, kepala desa hingga bumdes tidak boleh tinggal diam," beber orang nomor satu di Butur ini.
 
 
Sementara itu Pekik Warnendya menjelaskan perusahaan Nuts2 merupakan perusahaan pembeli, pengolah dan memasarkan pada sektor pertanian yang menjembatani petani langsung ke pasar dunia dengan harga yang pantas.
 
 
"Kami bertujuan untuk memaksimalkan nilai bisnis dan produk untuk dapat meningkatkan pendapatan petani dan juga mendukung ekonomi lokal," ungkapnya.
 
 
Beberapa tahun yang lalu di Negara Afrika, Nuts2 sudah mempekerjakan 3.400 petani dengan melakukan Infestasi, mengelolah dan mempekerjakan 1.500 pekerja dan memproses 3.500 ton pertahunnya.
 
 
"Buton Utara sendiri merupakan tempat pertama yang dikunjungi di Indonesia dan pelatihan-pelatihan khusus tentunya juga akan diberikan ke bumdes ataupun pekerja lainnya," tandasnya.
 
 
Penulis : Deni Irawan
Editor : Muhammad Al Rajab
 
Rate this item
(1 Vote)
Read 1529 times
Login to post comments

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0822 9168 7184 

Visitors Counter

3551173
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1144
5435
32299
3476321
170835
177939
3551173