Sunday, August 19, 2018

Pasti Ada Solusi Untuk Masalah Freeport

Written by  July 18 2018
Foto: Lutfi Sarif Hidayat. (Doc. Pribadi for BRN) Foto: Lutfi Sarif Hidayat. (Doc. Pribadi for BRN)

Oleh: Lutfi Sarif Hidayat

Isu Freeport kembali mencuat. Ramai diperbincangkan dalam berbagai media. Menjadi ajang perdebatan dalam media sosial. Hingga masuk dalam ruang diskusi publik oleh berbagai kalangan.

Dengan itu, penulis hanya akan melihat dalam kacamata orang awam saja terhadap persoalan ini. Biarlah urusan divestasi saham Freeport, perpanjangan kontrak dan hal-hal lainnya diurus mereka yang berkompetensi.

Masyarakat sebenarnya sangat bingung dengan pembahasan ini. Terlebih ketika sudah berbicara persoalan-persoalan teknis baik secara politik, ekonomi maupun hukum. Yang masyarakat akan baca adalah sikap dan ucapan dari para elit, termasuk di dalamnya ada pemerintah, lebih khusus Presiden Jokowi berikut pendukungnya.

Rakyat pun pastinya akan melihat juga sikap dan ucapan dari para elit yang masuk dalam oposisi. Apa yang masyarakat lihat dari mereka semua baik pemerintah ataupun oposisi adalah sikap ego sektoral saling mementingkan pihaknya. Kebetulan ini tahun politik, maka jangan salah ketika dinilai keduanya sama-sama memainkan isu ini dalam framing politik.

Memang benar persoalan Freeport ini sangatlah kompleks dan rumit. Sehingga kadangkala muncul pertanyaan benarkah Freeport selalu bikin repot? Penulis katakan dengan kacamata orang awam begini. Namanya mengurusi tambang berupa emas paling dahsyat, unik dan rumit sedunia pasti akan sangat repot.

Sudah barang tentu siapapun presidennya pasti akan repot. Siapapun menteri serta pejabat lainnya, pasti akan repot. Pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana dengan hasil kerepotan itu, apakah menguntungkan bagi masyarakat atau tidak? Itulah esensi utamanya sebenarnya.

Jika berbicara repot tidak repot, apalagi dibahas dari mulai penyebabnya, siapa, bagaimana dan seterusnya sehingga bisa terjadi hingga saat ini. Habis sudah energi untuk membahas itu. Lagi-lagi masyarakat hanya akan dipertontonkan percakapan dua pihak, pemerintah dan oposisi. Bosan kita !!! Lalu solusinya apa?

Jika ditanya tentang solusinya apa. Penulis katakan yang pertama dan paling utama adalah bersikap dan berucap dulu dengan benar. Bersikap dan berucap dengan benar ialah menyikapi persoalan ini secara proporsional sesuai posisi dan kapasitas kita. Untuk itu bagi penulis,

1. Pemerintah, termasuk semua pendukungnya baik partai politik, media, elitk dan lainnya. Jangan membuat narasi jika semua ini karena Presidennya Jokowi semata. Seolah-oleh ada kesimpulan dari rakyat, jika bukan Jokowi mana mungkin divestasi berhasil. Janganlah. Sebab semua tahu. Masa-masa ini memang momennya. Sehingga kebetulan karena memang Jokowi presidennya, dia yang terkesan tokoh sentralnya. Hilangkan kesan adanya muatan-muatan politik dalam urusan ini.

2. Buat oposisi khususnya, Anda memang wajar akan mengkritik dan menyalahkan langkah pemerintah. Terlepas dari apakah memang pemerintah salah atau benar. Sebab itu memang posisi Anda. Penulis hanya mendorong, anda akumulasikan potensi-potensi negeri ini, dari semua kalangan. Bentuk sebuah kekuatan penyelamatan negeri dalam konteks Freeport. Ajak semua pihak, tokoh, ekonom, pakar, ahli termasuk pemerintah dan lainnya bahkan ormas-ormas. Tidak harus semacam forum. Akan tetapi ada akumulasi potensi negeri dengan satu maksud membuat gagasan secara nyata agar tambang di Papua ini kembali ke pangkuan tuannya. Detail dan solutif.

3. Untuk PT. Freeport, Anda harus sadar bahwa persoalan ini bukan semata-mata dipandang dalam perspektif bisnis. Lebih jauh lagi ini berkaitan dengan kedaulatan dalam sebuah negeri yang menyangkut hak-hak masyarakat. Anda juga harus transparan kepada rakyat Indonesia. Berapa yang sudah Anda nikmati, berapa yang sudah diterima negeri ini dari awal hingga detik ini. Dan semua hal, ungkap secara transparan. Juga sampaikan jika memang ada oknum-oknum elit yang 'brengsek' dan 'kurang ajar'.

4. Pemerintah maupun oposisi termasuk semua masyarakat fokus pada substansi utama. Yaitu kembalinya kedaulatan dan kontrol penuh tambang di Timika ini kepada kepentingan negeri. Hilangkan narasi-narasi politik. Buang jauh-jauh. Selain itu, buat semua pihak jangan pernah menolak berdialog dan berdiskusi. Pun jangan pernah menolak gagasan atau tawaran solusi. Utamanya menyangkut masalah Freeport ini. Karena penulis pribadi pastinya mempunyai tawaran solusi dalam kasus Freeport ini. So, mari berdiskusi untuk beragumentasi tentang tawaran solusi. Kemudian diterapkan bersama-sama tanpa basa-basi.(***)

Rabu, 18 Juli 2018

Penulis: Direktur Civilization Analysis Forum (CAF)

Rate this item
(4 votes)
Read 342 times

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
Telepon 082291060301

Visitors Counter

565435
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1145
2715
21520
512707
70355
95767
565435