Tuesday, May 22, 2018

Menyambut Pesta Demokrasi Dengan Gerakan Sadar Politik

Written by  March 12 2018
Aktivis KNPI Bombana/Alumni FISIP UHO, Sulham Lagaligo, S.IP Aktivis KNPI Bombana/Alumni FISIP UHO, Sulham Lagaligo, S.IP

Oleh: Sulham Lagaligo, S.IP

Dinamika politik tanah air semakin hari semakin meningkat. Wacana publik diramaikan dengan dinamika politik dalam hal ini mengenai dua pesta demokrasi yang akan kita hadapi dalam rentan waktu yang tidak terlalu lama yaitu Pilkada serentak di tahun 2018 ini dengan peserta 171 daerah dan Pemilu di tahun 2019 mendatang. Dua pesta demokrasi ini akan menjadi momentum bagi rakyat untuk menunjukkan eksistensi politiknya sebagai pemilik kedaulatan dengan ikut berpartisipasi dan menyampaikan aspirasi politiknya.


Rakyat sebagai obyek sekaligus subyek politik dalam pesta demokrasi memiliki peranan yang sangat penting dalam melahirkan politik yang sehat dan demokrasi yang rasional. Oleh karena itu menurut hemat saya dalam menyambut dua pesta demokrasi baik Pilkada serentak maupun Pemilu maka mesti ada gerakan sadar politik bagi masyarakat. Paling tidak ada tiga gerakan sadar politik yang mesti dilakukan, antara lain sebagai berikut.

Pertama, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilih. Masyarakat yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih mesti menyalurkan hak suaranya sebagai wujud kepedulian terhadap bangsa. Pilkada dan Pemilu menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan baik secara lokal maupun secara nasional dengan cara memilih pemimpin mereka ataupun wakil mereka di parlemen. Oleh karena itu masyarakat mesti sadar politik bahwa suara mereka dalam pesta demokrasi sangat berarti sebagai pengejawentahan kedaulatan rakyat dalam menentukan arah pembangunan bangsa.

Kedua, memacu keaktifan pemilih pemula. Tak bisa dipungkiri, pemilih pemula menjadi target para politisi untuk dijadikan sumber suara. Selain jumlahnya yang banyak, pemilih pemula masih acuh tak acuh (apatis) dalam momentum pesta demokrasi. Tidak memiliki banyak pertimbangan dalam menentukan sikap, sehingga terkadang dalam menyalurkan hak suaranya hanya sekedar ikut-ikutan ata demi kebutuhan yang instan. Oleh karena kondisi itu, maka penting untuk membangun kesadaran politik pemilih pemula agar aktif dalam setiap momentum demokrasi baik dalam menyalurkan hak suaranya maupun ikut menyemarakkan pesta demokrasi. Tentu dalam memacu keaktifan kelompok ini mesti didekati dengan pendekatan anak muda/remaja contohnya dengan pendekatan media sosial, kegiatan sosial kepemudaan, hiburan seni dan lain sebagainya.

Ketiga, membentuk pemilih cerdas. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi adalah suatu hal yang harus dilakukan. Tetapi peningkatan partisipasi masyarakat harus dibarengi dengan kualitas masyarakat itu sendiri dalam menyalurkan hak suaranya. Masyarakat mesti dibentuk sebagai pemilih cerdas sebagai syarat untuk melahirkan pemimpin yang berkualitas. Kita ketahui bersama bahwa bahwa ada beberapa budaya politik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang bisa mencederai demokrasi, seperti money politic, kampanye hitam atau kampanye negatif dan lain sebagainya. Untuk membentuk pemilih cerdas maka budaya-budaya politik seperti ini mesti dikikis dan dilawan agar melahirkan proses demokrasi yang rasional dan pemimpin yang berkualitas.

Untuk mewujudkan gerakan sadar politik di atas, maka keterlibatan seluruh komponen masyarakat sangatlah penting. Tidak hanya pemerintah atau penyelenggara Pilkada/ Pemilu tetapi juga keterlibatan dan peran aktif organisasi masyarakat, organisasi mahasiswa dan kepemudaan, LSM dan sebagainya juga tidak kalah pentingnya. Mesti ada kerja sama yang baik seluruh komponen masyarakat karena hal ini terkait dengan membangun kesadaran politik masyarakat banyak.
Ketika gerakan sadar politik ini mulai terbangun, maka saya yakin kita akan memasuki ruang politik yang sehat dan iklim demokrasi yang rasional. Hasil pesta demokrasi pun akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas yang lahir dari proses politik yang berkualitas. Benar bahwa demokrasi bukanlah tujuan, tetapi dengan baiknya proses demokrasi maka demokrasi akan benar-benar menjadi jalan untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa.(***)

Penulis: Aktivis KNPI Bombana/Alumni FISIP UHO

Rate this item
(2 votes)
Read 403 times

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
Telepon 082291060301

Visitors Counter

277442
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
689
4816
9138
243921
77826
95699
277442