Thursday, June 21, 2018

Mengungkap Makam Lakokuli Hingga Misteri Harimau Kontu di Watoputeh

Written by  February 03 2018
Mengungkap Makam Lakokuli Hingga Misteri Harimau Kontu di Watoputeh Makam Syeck Kembara Kakuni. Foto: Siswono

MUNA,ButonRayaNews.com - Mungkin Lakokuli sudah tidak asing bagi masyarakat Muna khususnya Kelurahan Wali, Kecamatan Watoputeh. Namun bagi sebagian besar masyarakat Sultra tidak mengetahui apa sebenarnya Lakokuli itu sendiri.

Bahkan masyarakat Sultra akan bertanya-tanya siapa Lakokuli itu dan dimana lokasi kuburannya. Kemudian kenapa menjadi sakral bagi masyarakat setempat.

Secara geografis, makam Lakokuli berada 5 Km dari Kota Raha Ibukota Kabupaten Muna. Untuk bisa mencapai lokasi makam, pengunjung harus mendaki gunung setinggi kurang lebih 197 meter. Biasa masyarakat setempat menyebut gunung tersebut dengan sebutan gunung Lakokuli. Dan gunung itu dianggap sakral.

Diatas gunung itulah terdapat kuburan yang dipercaya masyarakat setempat sebagai kuburan Lakokuli dengan gelar Kambera Kakuni atau Syech Kambera Kakuni. Syech Kambera Kakuni (Kupu kupu kuning) merupakan lambang tarekat Naqsyabandiah seorang Sufi Wali Allah dari kelompok Naqsyabadiah.

Dipercaya, Syech Kambera Kakuni bukan penduduk asli Muna. Tetapi pendatang dari Aceh. Beliau hidup pada akhir abad ke-17 Masehi (M). Diyakini menjadi sebuah saksi bisu peradaban Islam di Muna.

Salah seorang penulis sejarah Kabupaten Muna Dr. Ader Laepe kepada awak ButonRayaNews.com menceritakan jika pada awal abad ke-18 M, kedatangan Lakokuli dengan gelar Syech Kambera Kakuni di Muna dalam rangka menyiarkan agam Islam. Kemudian Syech Kambera Kakuni bermukim di Watoputeh dan menyiarkan Islam di Siua Liwuno (sembilan kampung) terdiri dari kampung Watoputeh, Bungi, Mabhodo, Kontunaga, Lambiku, Duruka, Masalili, Mantobua, Lohia dan Mabolu. Selain ke sembilan kampung itu, beliau juga menyiarkan agama Islam di wilayah Muna lainnya diluar Siua Liwuno.

Syech Kambera Kakuni bukan hanya pembawa ajaran agama Islam di Muna, tetapi sebagai pembawa ajaran martabat tujuh di Muna dan Buton pada abad ke-17 M.

Ajaran tersebut diadopsi dan diadaptasi serta dijadikan sebagai undang-undang negeri.  Ajaran martabat tujuh sebelumnya berkembang pesat di Aceh dengan tokohnya seperti Syech Abdul Rauf bergelar Syech Teungku Syiah Kuala dan muridnya Syech Kambera Kakuni.

"Makamnya keramat. Kalau bahasa Munanya Popalia. Kalau ada yang menziarahi makamnya, berpotensi mendapatkan percikan karomah.  Karena jiwa mereka tetap hidup," ungkapnya, Sabtu (03/02/2018).

Kata Ader Laepe, sekitar 30 meter dari makamnya, ada batu menyerupai harimau. Masyarakat setempat menyebutnya Harimau Kontu (Harimau Batu).

Para tetua di Watoputeh menyebut Harimau Kontu memiliki kekuatan jahat dan arah  menghadapnya berubah-ubah.

"Apabila menghadap barat maka kampung wilayah barat itu dilanda kelaparan dan wabah penyakit. Kalau menghadap selatan wilayah tersebut dilanda bencana juga," bebernya.

Sementara itu, salah seorang tokoh setempat Aswat Hanafi mengatakan, pada akhir abad ke-20 M, ada seorang pemuda dari Watoputeh bernama Made Sanda memotong lidah Harimau Kontu mengunakan parang tajam.

Setelah terpotong lidahnya, tidak lagi membawa bencana. Namun, naas sebelum tiba di rumahnya, Made Sanda meninggal.

"Jika dihitung dari sekarang, Made Sanda masuk generasi ke empat dan cucu ketiganya masih ada," tukasnya.

"Biasanya kalau musim kemarau, masyarakat berziarah sambil baca-baca supaya turun hujan," terang Ongky Ortega sapaan akrab Aswat Hanafi.

Penulis : Siswono
Editor : La Basisa

Rate this item
(10 votes)
Read 2451 times

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

IKLAN PASLON TIGA BUPATI DAN WAKIL BUPATI SAMPANG 2018-2023
OLEH KPU KABUPATEN SAMPANG MADURA

Kontributor: Tricahyo SW













Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
Telepon 082291060301

Visitors Counter

377238
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1666
2844
11641
342255
62460
115162
377238