Wednesday, April 1, 2020

Refleksi Empat Tahun Kepemimpinan Abu Hasan-Ramadio di Buton Utara

Written by  February 18 2020
Abu Hasan saat memaparkan keberhasilannya di expose ke-4. foto: Istimewa Abu Hasan saat memaparkan keberhasilannya di expose ke-4. foto: Istimewa

BUTON UTARA, ButonRayaNews.co.id - Sejak dilantik pada 17 Februari 2016 lalu, kepemimpinan Abu Hasan dan Ramadio selaku Bupati dan Wakil Bupati Buton Utara genap berusia empat tahun. Kedua tokoh ini berhasil memimpin Butur dengan capaian di berbagai sektor

Pencapaian di berbagai sektor tersebut dikemas dalam ekspose empat tahun kepemimpinan pasangan berakronim ABR dengan mengangkat tema" SDM Unggul, Buton Utara Maju dan Sejahtera" yang bertempat di Gedung Islamic Center, Senin, 17/02/2020.

Sukses Jadikan Butur Sebagai Sentra Daerah Pertanian Organik

Pasangan Abu Hasan dan Ramadio terbilang sukses menjadikan Buton Utara sebagai daerah yang dikenal dengan daerah penghasil pertanian organik. Hal itu tidak terlepas dari sejumlah terobosan kebijakan pemerintahannya yang pro terhadap pengembangan pertanian padi organik di daerahnya.

Salah satu kebijakan yang sudah dilakukan keduanya dalam mendorong terbukanya lahan pertanian di daerah itu yakni dengan memberi subsidi atau bantuan bagi masyarakat yang ingin membuka lahan pertanian baru.Abu Hasan dan ibu-ibu PKK saat panen Beras Wakawondu (Organik). Foto: Istimewa

Pemberian bantuan itu dimulai sejak tahun 2017 lalu dengan nilai sebesar Rp1 miliar. Anggaran itu diperuntukan untuk pembukaan lahan baru seluas 400 hektar. Anggaran itu masuk dalam APBD perubahan di tahun 2017 lalu. Abu Hasan sengaja mengambil kebijakan itu mengingat banyaknya animo masyarakat yang ingin mengembangkan pertanian organik akan tetapi kadang terkendala pada anggaran.

"Sehingga kita anggarkan untuk para petani yang akan membuka lahan pertanian padi ladang organik. Ini sebagai bagian dari upaya memajukan sektor pertanian organik di Butur," ungkap Abu Hasan.

Dengan rincian tersebut lanjut Abu Hasan, maka setiap petani yang akan membuka lahan baru berarti akan akan mendapat bantuan sebesar Rp 2,5 juta per hektarnya.

"Ingat, ini bantuan untuk membuka lahan saja. Jadi kalau ada petani yang mau buka lahan padi organik di lahan tidurnya yang seluas 4 hektar, berarti total bantuan yang akan diberikan sebesar Rp10 juta," jelasnya.

Orang nomor satu Butur itu mengaku sengaja nendorong terwujudnya perluasan lahan dikalangan petani di Butur mengingat sudah mulai dikenalnya padi organik milik Butur di sejumlah daerah termasuk beberapa negara di luar negeri. Menurutnya dengan mengembangkan pertanian organik, maka akan banyak permintaan pasar terhadap beras organik andalan daerah itu nantinya.

"Beras milik kita sudah kita sosialisasikan bahkan ke manca negara. Permintaan akan itu juga sudah mulai banyak. Khawatirnya nanti jangan sampai permintaannya banyak namun ketersediaannya di kita minim," tegasnya.

Hadirkan Gedung Instalasi Farmasi

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton Utara kini sudah memiliki gedung khusus instalasi farmasi sebagai tempat penyimpanan obat. Berbekal dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 950 juta,

Kepala Dinas Kesehatan Buton Utara, dr. Muhammad Kasrul, menjelaskan untuk memberikan pelayanan maksimal pada masyarakat, instansi kesehatan harus ada amunisi yang maksimal pula. Salah satunya adalah urusan obat-obatan.

Peresmian gedung farmasi. Foto: Deni Irawan

Posisi Butur yang terbilang jauh dari ibu kota provinsi sebagai akses sumber obat, membuat pemerintah daerah harus punya alternatif baru untuk tetap memenuhi kebutuhan farmasi itu. Olehnya itu penting membangun gedung khusus untuk menjamin ketersediaannya.

"Obat itu bukan asal simpan saja, tetapi ada kualitas dan juga keamanan yang harus kita jaga. Makanya memang penting untuk ada gedung khusus. Itu sudah dibangun sejak tahun lalu," katanya.

 Serahkan Bantuan Pakan Ternak Bumdes Bakti Jaya

Abu Hasan menyerahkan bantuan kepada Bumdes Bakti Jaya, Desa Karya Bakti, Kecamatan Kulisusu Barat. Orang nomor satu di Butur itu juga meresmikan gedung pengelolaan pakan ternak unggas, Rabu (29/01/2020).

Bantuan yang diberikan dari Pemda Butur itu berupa bantuan pakan dan mesin pengolah pakan ternak yang nantinya akan di kelola oleh Bumdes Bakti Jaya Desa Karya Bakti itu sendiri.

Abu Hasan saatmenyerahkan bantuan pakan ternak ke Bumdes Bakti Jaya. Foto: Istimewa

Saat ditemui usai pemberian bantuan, Abu Hasan mengatakan pihaknya akan terus melakukan upaya untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejateraan masyarakat.

"Saya berharap agar dinas terkait terus melakukan memonitoring pabrik tersebut agar tidak mendapatkan masalah," ujarnya.

Lanjut dia, pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Pertanian terus memberikan perhatiannya khususnya kepada Butur dengan memperhatikan desa-desa yang membutuhkan pabrik yang menjadi kebutuhan para petani, peternak dan pekerja lainnya.

"Dengan terbentuknya pabrik pakan ternak ini juga akan memudahkan kita untuk mendapatkan bantuan-bantuan ternak dari kementrian," tuturnya.

 Raih WTP Dua Kali Berturut-Turut

Pemerintah Kabupaten Buton Utara sejak dipimpin Abu Hasan dan Ramadio tercatat sudah dua kali memeroleh perdikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun 2017 dan tahun 2018 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Bupati Butur Abu Hasan mengatakan capaian WTP tidak lain merupakan hasil dari kesungguhan dan kerja keras seluruh stakeholder, dalam menunaikan tugasnya. Menurutnya, ke depan, tak ada lagi pilihan lain, selain mempertahankan prestasi yang telah sukses diraih itu.

"Kerja keras ini tidak boleh kita hentikan, sekarang maupun ke depan kita harus bekerja keras, karena kalau kerja keras dan sungguh-sungguh ini kita hentikan, maka prestasi yang kita sudah capai, ini hanya akan menjadi mitos di masa depan," ungkapnya.

Abu Hasan saat menerima penghargaan WTP. Foto: Istimewa

Abu Hasan menjelaskan selama ini Butur hanya berkutat dengan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Sehingga kata dia penghargaan tersebut merupakan kado yang sangat istimewa bagi pemerintahannya.

Subsidi 23 Ribu Penerima BPJS

Bupati Buton Utara, Abu Hasan, terus menghadirkan kesehatan maksimal dan gratis bagi warga tidak mampu.Tak tangung-tanggung, Pasangan Abu Hasan dan Ramadio itu menggelontorkan anggaran yang besar untuk memberikan subsidi bagi 23 ribu warga Butur penerima kartu Kesehatan Nasional (JKN).

"Pemerintah terus memberikan perhatian terhadap layanan kesehatan. Tahun ini, kami gelontorkan anggaran Rp6 miliar untuk mensubsidi BPJS 23 ribu warga Butur yang terdaftar sebagai penerinma kartu JKN Kartu," ujar Abu Hasan.Abu Hasan saat menyerahkan bantuan JKN kepada salah satu warganya. Foto: Istimewa

Rumah Sakit Umum Daerah Butur kata Abu Hasan kini telah memiliki dokter spesialis dan alat kesehatan yang memadai. Sementara itu, Kepala BPJS Buton Utara, Ashari Ramadhani mengaku sebanyak 65 ribu warga Butur terdaftar sebagai penerima jaminan sosial tersebut.

"23 ribu disubsidi oleh pemerintah Kabupaten Butur, selebihnya melalui pemerintah pusat," ujarnya.

Pengembangan Infrastruktur Jalan

Tahun 2019, Pemda Butur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menggelontorkan anggaran miliaran rupiah untuk pengaspalan kurang lebih 9,2 KM, antara lain di ruas Waode Buri-Peteteaa, Lakansai-Lamoahi, jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dan Kelurahan Wandaka. Jalan tersebut menggunakan kualitas aspal yang baik, yakni jenis CPHMA (Cold Paving Hot Mix Asbuton).

Abu Hasan dan jajarannya meninjau langsung pembangunan jalan. Foto: Istimewa

Tak hanya mengandalkan APBD, pemkab Butur juga mengincar APBN untuk menggenjot pembangunan infrastruktur jalan. Alhasil, tahun lalu mendapat kucuran dana senilai Rp17 miliar lebih dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk infrastruktur jalan dan jembatan.

Anggaran itu digunakan untuk lima paket pekerjaan, yakni peningkatan jalan Tri WacuWacu-Bumi Lapero dengan nilai kontrak Rp3,18 miliar. Kemudian pembangunan jalan Karya Bakti-Kotawo Rp3,68 miliar. Pembangunan jalan Lapero-Langere Rp5,2 miliar dan lanjutan pembangunan jalan Membuku-Jampaka Rp3,67 miliar. Selain jalan, juga ada peningkatan jembatan sungai di Wantulasi Kecamatan Wakorumba Utara. Nilai kontraknya Rp1,36 miliar.

Wujudkan Daerah Religius

Demi terwujudnya Daerah Buton Utara yang Religius, kini selama Empat tahun memimpin, pasangan Abu Hasan dan Ramadio sukses membangun sejumlah gedung keagamaan seperti gedung Islamic Centre, Masjid agung At-Taqwa. Kemudian, pembangunan rumah Quran di beberapa desa dan kelurahan dan juga pembenahan sejumlah tempat ibadah. Abu Hasan saat meresmikan rumah Qur'an. Foto: istimewa

Pemda Butur Gelar festival Barata Kulisusu

Dalam rangka melestarikan daerah pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara menggelar Festival Barata Kulisusu yang di rangkaikan dengan sunat masal 40 anak laki-laki dan perempuan di Gedung PKK Tongano Lipu, Kecamatan Kulisusu, Senin, 12 Agustus 2019.

Bupati Butur Abu Hasan saat ditemui awak media mengatakan, Festival Budaya Barata Kulisusu bertujuan untuk melestarikan budaya yang merupakan karakteristik masyarakat dulu dan secara selektif membantu masyarakat dalam hal sunat.

“Apresiasi masyarakat cukup tinggi, karena jika mereka melakukan sendiri-sendiri maka akan membutuhkan energi, waktu dan biaya yang cukup banyak, jadi secara selektif membantu masyarakat dalam hal Sunat masal,” katanya

Abu Hasan saat menghadiri Festifal Barata Kulisusu. Foto: Istimewa

Abu Hasan berharap, hal tersebut agar dipelihara dan di lestarikan budaya sunat (Perere) yang mempunyai keunikan tersendiri dan telah diwariskan secara turun-temurun. Sehingga nantinya akan membentuk karakter generasi muda, yang akan membedakan masyarakat Buton Utara dan masyarakat daerah lain

Peresmian Polres Buton Utara

Kapolda Sulawesi Tenggara, Brigjend Pol Merdisyam meresmikan Markas Polres Buton Utara sekaligus melantik AKBP Wasis Santoso, sebagai Kapolres Butur, Rabu (15/01/2020). Peresmian dan pelantikan itu merupakan tindak lanjut dari keputusan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), tentang pembentukan Polres Buton Utara Polda Sulawesi Tenggara.

Hadirnya Polres di utara pulau Buton itu, merupakan upaya Polri khususnya Polda Sultra untuk menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks. Sekaligus, langkah dalam meningkatkan pelayanan Kepolisian kepada masyarakat.

Foto bersama kapolda Sultra dan jajarannya, kapolres Butur serta bupati Abu Hasan saat peresmian Polres Butur. Foto: Deni Irawan

Kapolda menyampaikan ucapan terima kasih pada Pemerintah Daerah, DPRD dan semua pihak, yang telah membantu dan mendukung terbentuknya Polres Butur. Sehingga, dapat segera beroperasi. Ia juga tak lupa ia berpesan kepada seluruh personilnya agar selalu melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat.

"Jangan sakiti hati rakyat, jangan berbuat yang mencederai perasaan rakyat, karena kalian adalah pengayom, pelindung masyarakat," tuturnya.

Polres Butur menaungi empat polsek yang tersebar di enam kecamatan. Kempatnya yakni Polsek Kulisusu, Polsek Kulisusu Barat, Polsek Bonegunu dan Polsek Wakorumba Utara. (Adv)

Rate this item
(1 Vote)
Read 208 times
Login to post comments

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0822 9168 7184 

Visitors Counter

2341939
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
7285
6565
25139
2280249
7285
155776
2341939