Tuesday, May 22, 2018

Frans Barung Mangera: Korban Meninggal 11 Orang dan 41 Mengalami Luka-Luka

Written by  May 13 2018
Ledakan bom di salah satu gereja di Surabaya Ledakan bom di salah satu gereja di Surabaya

JAWA TIMUR, ButonRayaNews.co.id - Bom bunuh diri yang terjadi hampir bersamaan di Gereja Santa Maria Ngagel Jaya, GKI Diponegoro dan Gereja GPPS Arjuno Surabaya, Minggu (13/05/2018) telah memakan korban jiwa bahkan sebagian besar mengalami luka-luka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di TKP, ledakan bom di tiga gereja tersebut terjadi sekira pukul 07.15 WIB bersamaan dengan acara doa bersama. Yang rencananya akan dilakukan hari ini dan di ikuti 40 ribu orang untuk Jawa Timur (Jatim) menjelang Pilkada 2018 yang aman dan damai.

Ledakan pertama terjadi di Gereja Santa Maria yang berlokasi di Jalan Ngagel Madya Utara, kedua terjadi di Gereja Kristen Indonesia (GKI), dan ketiga ledakan terjadi di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna.

Saksi mata Didin yang ditemui di lokasi kejadian menuturkan, pada jam tersebut Gereja Santa Maria terlihat banyak petugas yang berjaga-jaga. Tiba-tiba saja ada motor dihentikan petugas dan memeriksa tas rangsel yang mereka bawa. Tak berselang lama, terdengar suara ledakan disekitar gereja tersebut.

"Awalnya masyarakat sekitar mengira ada gempa karena terasa getarannya," ucap Didin, Minggu (13/05/2018).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera melalui press releasenya mengatakan, sampai saat ini korban meninggal sebanyak 11 orang dan 41 mengalami luka-luka.

"Kami mengimbau agar masyarakat tidak takut pada teror yang dilakukan oleh teroris dan tidak menshare foto foto korban. Karena tujuan para terorisme adalah membuat takut dan menciptakan kegelisahan masyarakat," imbau Frans.

Pengamat Teroris Achmad Musaki mengungkapkan sasaran bom tersebut ditujukan pada aparat keamanan. Dan menunjukkan bahwa terorisme masih eksis dalam melakukan teror, seperti kejadian di Cirebon, Medan, dan Mako Brimob belum lama ini. 

"Saya berpesan agar masyarakat bergandeng tangan dan bersatu. Jangan takut dengan teror, karena rasa takut masyarakat tujuan teroris," ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo mengimbau agar masyarakat Jatim tidak takut dengan teror dari terorisme.

"Mari kita bersatu padu melawan teroris," terangnya.

Pantauan awak ButonRayaNews.co.id, masyarakat dilarang mendekati TKP karena dikhawatirkan masih ada bom aktif yang masih dijinakkan tim GEGANA Polda Jatim. Dan rencanannya Kapolri Tito Karnavian akan langsung menuju Surabaya untuk memberikan instruksi menutup ruang gerak dan mengungkap teror itu.(*)

Penulis: Tricahyo SW
Editor: Awan

Rate this item
(5 votes)
Read 638 times

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
Telepon 082291060301

Visitors Counter

277371
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
618
4816
9067
243921
77755
95699
277371