Tuesday, May 22, 2018

IMELDA Sampang Sorot Tagline KPUD Sampang Terkait Ajakan Memilih

Written by  May 16 2018
IMELDA saat berunjuk rasa di depan Kantor KPUD Sampang. Foto: Tricahyo SW IMELDA saat berunjuk rasa di depan Kantor KPUD Sampang. Foto: Tricahyo SW

JAWA TIMUR, ButonRayaNews.co.id - Ikatan Melenial Peduli Pemilukada (IMELDA) Kabupaten Sampang menyoroti rencana KPUD Sampang akan memasang tagline "Jek Ngakoh Reng Sampang Mon Tak Nyoblos (jangan ngaku orang Sampang kalau tidak nyoblos)" jelang Pilgub Jatim dan Pilbup Sampang Juni 2018 mendatang.

Koordinator lapangan IMELDA Moh. Afrizal mengatakan, sebenarnya KPUD Sampang tidak perlu tagline seperti itu. Karena masyarakat sudah mengetahui dan mencoblos pemimpin yang ideal versi masyarakat sendiri.

Ia menilai, ada kelalaian dalam merumuskan suatu ajakan yang dilakukan oleh KPUD Sampang. Sebab bisa berdampak pada potensi konflik sosial.

Bahkan kata Afrizal, tagline tersebut menunjukkan ketidak percayaan KPUD Sampang untuk melaksanakan Pilakada Sampang.

"Apakah tagline itu akan menghasilkan konsekuensi bahwa masyarakat yang abstain atau tidak mencoblos harus keluar dari Sampang. Kemudian jika hal itu memang benar, apakah ada UU yang mengatur ketika orang tidak mencoblos maka harus keluar dari daerah yang sedang melakukan Pilkada," tanya Afrizal dengan nada tegas, Rabu (16/05/2018).

Ia menjelaskan, menurut ketentuan Pasal 23 ayat 1 UU Nomor 39 tahun 1999 menyatakan bahwa setiap orang bebas memilih dan mempunyai keyakinan politiknya. Selanjutnya dalam pasal 43 ayat 1 menyatakan bahwa setiap warga negara berhak untuk dipilih dan memilih dalam pemilihan umum, bebas, rahasia, jurdil sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Dari landasan UU diatas menunjukkan bahwa tidak memilih dalam Pilkada juga merupakan hak politik bagi masyarakat. Masyarakat berhak tidak memilih ketika calon yang ditawarkan oleh KPU tidak memenuhi kriteria ideal menurut pandangan masyarakat," ulasnya.

Maka dari itu, ia meminta KPUD Sampang menghapus tagline itu dan lebih memfokuskan kinerja yang lebih baik serta menawarkan konsep proses Pilkada damai dan demokrasi.

Pada kesempatan itu, ada tiga poin yang menjadi tuntutan IMELDA Sampang kepada KPUD Sampang diantaranya :

1. KPUD Sampang meminta maaf kepada seluruh warga Sampang atas kelalaiannya dalam merumuskan Tagline tersebut yang terkesan memvonis atau meremehkan status kedaerahan masyarakat atas nama kepentingan politik.
2. Mengubah Tagline "Jek Ngakoh Reng Sampang Mon Tak Nyoblos" ke Tagline yang lebih santun dan bersifat sosial.
3. Apabila tuntutan diatas tidak dipenuhi selambat lambatnya 7× 24 jam IMELDA Sampang akan melaporkan KPUD Sampang dengan dugaan sara.

Pada kesempatan itu pula, IMELDA Sampang mempertanyakan Dana KPU untuk sosialisasi sebesar Rp1,2 miliar yang dipandang program sosialisasi KPU tidak tepat sasaran.(*)

Penulia: Tricahyo SW
Editor: Awan

Rate this item
(1 Vote)
Read 104 times

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
Telepon 082291060301

Visitors Counter

277491
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
738
4816
9187
243921
77875
95699
277491