Monday, October 21, 2019

Hadapi Era Digital 4.0, Dua Dokter Forensik Sultra Terima Materi Kapusdokkes Polri

Written by  September 21 2019
Dr dr Mauluddin SSos SH MH MKes SPF dan dr Raja Al Fath Widya Iswara MHKes SpFM Dr dr Mauluddin SSos SH MH MKes SPF dan dr Raja Al Fath Widya Iswara MHKes SpFM

KENDARI, ButonRayaNews.co.id - Dalam menghadapi kemajuan teknologi era digital 4.0, dua dokter ahli forensik Sulawesi Tenggara menghadiri menerima materi dari Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusddokes) Polri, Brijen Pol Musyafak.

 

Kegiatan tersebut berlangsung dalam Muktamar Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PIT-PDFI) 2019 di Provinsi Yogyakarta, Kamis 19 September 2019. Dua dokter forensik Sultra tersebut adalah Kompol Dr dr Mauluddin SSos SH MH MKes SPF dan dr Raja Al Fath Widya Iswara MHKes SpFM.

 

Saat ditemui usai menerima materi dari Kapusdokkes Polri, Kompol Mauliddin mengatakan ilmi yang diperoleh sangat penting dan berarti untuk diaplikasikan dalam kehidupan yang serba modern ini. Materi yang dibawakan jenderal polisi bintang satu itu yaitu mengenai dokter forensik dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

 

"Jadi, materi yang diberikan oleh Kapusdokkes Polri itu mengenai kemajuan teknologi 4.0. Dan materi ini sangat penting bagi peserta khususnya kami dari perwakilan dokter forensik Sultra," jelas Mauluddin.

 

Lebih lanjut Kompol Mauluddin mengungkapkan dengan adanya materi yang diterima dari Kapusdokkes Polri, maka pihaknya mengaku siap untuk menghadapi menghadapi era revolusi industri 4.0.

 

"Saya rasa PIT (Pertemuan Ilmiah Tahunan) ini juga sebagai ajang silaturahmi antara dokter forensik se-Indonesia," tutur Mauluddin.

 

Sementara itu, Brigjen Pol Musyafak menekankan, forensik harus memanfaatkan teknologi digital bagi dunia medis yang sudah berkembang.

 

Hal penting lainnya, menurut dia, peningkatan profesionalisme dokter forensik dalam penyelenggaraan scientific crime investigation di era revolusi indusri 4.0.

 

"Forensik sifatnya independen, anggarannya terbatas, dokter harus bekerja dengan profesional," kata jenderal bintang satu ini.

 

Saat ini, kata Musyafak, pelayanan kesehatan seiring sejalan dengan perkembangan teknologi. Mengetahui penyakit dalam tubuh menggunakan alat teknologi yang canggih.

 

"Anak yang masih dalam kandungan saja sudah diketahui jenis kelaminnya. Ini semua karena teknologi," katanya.

 

Musyafak berharap, dokter forensik mulai bekerja dengan standar pendidikan, pelayanan, dan pengembangannya untuk mencapai cita-cita yang diinginkan.

Peliput: MAR

Rate this item
(0 votes)
Read 100 times

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Kontak Redaksi


PT. Media Buton Raya
Alamat Kantor Redaksi :
Jln. Dayanu Ikhsanuddin,
Perum Palm Beach Blok 4, No. 17A,
Kel. Sulaa, Kec. Betoambari, Kota Baubau,
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93700
TELEPON/WA 0822 9106 0301 / 0813 5444 5525

Visitors Counter

1696037
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
40
3268
3308
1666773
73819
96715
1696037